BAB 2 VIRUS DAN PROTISTA
C. Peran Virus Dan Protista Dalam Agribisnis Dan Agroteknologi
Vaksin adalah mikroorganisme patogen yang telah dilemahkan atau dimatikan yang kemudian dimasukkan ke tubuh hewan atau manusia agar di dalam tubuh tersebut menghasilkan antibodi untuk melawan serangan virus.
Cara pembuatan vaksin ada 2 macam konvensional (tradisional) dan rekayasa genetika. Beberapa tipe vaksin yang dibuat melalui cara konvensional, yaitu:
- Vaksin yang berasal dari patogen yang telah dimatikan oleh bahan kimia atau oleh pemanasan. Tipe vaksin ini hanya membentuk respons kekebalan sementara, misalnya vaksin influenza.
- Vaksin yang berasal dari patogen yang dilemahkan. Tipe vaksin ini menimbulkan respons kekebalan yang lebih lama masanya, misalnya vaksin gondong.
- Vaksin yang berasal dari senyawa pantegonik mikroorganisme yang dibuat tidak aktif, misalnya vaksin tetanus.
Cara konvensional menimbulkan efek samping yang merugikan, yaitu:
Patogen yang dipakai ternyata masih melakukan metabolism patogen masih memiliki kemampuan menyebabkan penyakit. Ada orang yang alergi terhadap sisa-sisa sel yang ditinggalkan produksi vaksin.
60 Prinsip-prinsip cara rekayasa genetika dalam pembuatan vaksin adalah dengan memisahkan (mengisolasi) gen penyebab sakit pada virus, dan menyisipkan gen virus ke sel bakteri sehingga terjadi rekombinan.
Rekombinan menghasilkan antigen, kemudian dikultur sehingga diperoleh antigen dalam jumlah banyak. Antigen yang terbentuk kemudain diekstrak untuk dijadikan vaksin. Contohnya pembuatan vaksin polio, rabies, cacar, hepatitis B, Rubella, dan campak.
b) Pembuatan Antitoksin
Antitoksin adalah sebuah antibodi dengan fungsi untuk menetralisir racun. Antitoksin pasti diproduksi oleh hewan, tumbuhan, dan bakteri. Meskipun antitoksin sangat berguna untuk menetralisir racun, antitoksin dapat membunuh bakteri dan mikroogranisme lainnya.
Gen manusia adalah gen yang menguntungkan yang dapat mengendalikan produksi antitoksin. Jika oleh DNA virus, DNA manusia disambungkan dengan DNA bakteri, sel bakteri tersebut akan mengandung gen manusia penghasil antitoksin. Jadi, yang mulanya gen bakteri tidak mengandung antitoksin manusia, sekarang mampu memproduksi antitoksin manusia. Pembelahan akan terus-menerus dilakukan oleh bakteri. Setiap bakteri baru dipastikan mengandung antitoksin yang dihasilkan oleh DNA manusia. Antitoksin dapat dipisahkan dan dimanfaatkan untuk pelawan penyakit pada manusia. Dengan rekayasa genetik, dapat dikatakan bahwa virus dapat dimanfaatkan sebagai perantara gen manusia atau gen makhluk hidup lainnya untuk masuk ke dalam sel bakteri agar sel bakteri tersebut membawa sifat gen manusia atau gen makhluk hidup lain.
c) Penggunaan Virus untuk Membasmi Hama Tanaman
Dalam bidang pertanian, virus dapat digunakan sebagai biopestisida untuk membasmi hama tanaman budidaya, misalnya Baculovirus. Virus ini apabila disemprotkan pada tanaman budidaya yang tanpa sengaja akan termakan oleh serangga hama. Serangga hama menjadi sangat rakus dan selalu melakukan perkawinan dan menyebabkan kematian masal.
61
Rangkuman
Kata protista berasal dari bahasa yunani yaitu protos yang berarti pertama. Dinamakan demikian karena menurut para ahli, protista adalah organisme eukariotik pertama yang terbentuk dari evolusi organisme prokariota. Protista adalah mikroorganisme eukariot yang bukan hewan, tumbuhan maupun fungi. Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang berbeda-beda.
Protista merupakan salah satu kingdom yang memiliki kelompok mirip dengan makhluk lainnya. Protista mirip jamur, Protista mirip tumbuhan, dan Protista mirip hewan. Kelompok protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel. Adapun protista multiseluler merupakan bentuk koloni dari sel – sel protista, belum membentuk suatu jaringan seperti yang ditemukan pada kelompok algae makroskopis. Sel- sel protista melakukan semua fungsi fisiologis kehidupan organisme: bernapas, makan, sampai bereproduksi. sementara protista multiseluler melakukan kerjasama untuk menjalankan fungsi – fungsi tersebut tanpa harus membagi tugas, seperti pada organisme multiseluler sejati.
Sel eukariotik ialah sel yang telah memiliki inti sejati. Hal ini ditandai dengan adanya membran inti yang memisahkan materi genetik dengan sitoplasma. Selain itu, protista juga memiliki organel – organel bermembran seperti mitokondria, kloroplas (algae), retikulum endoplasma, atau badan golgi dan vakuola. Protista merupakan oganisme eukaryiotik yang paling tertua. Fosil protista ditemukan telah hidup sejak 2,1 milyar tahun yang lalu. Para ahli evolusi meyakini bahwa protista merupakan bentuk evolusi dari organisme prokariotik dan meyakini bahwa protista adalah nenek moyang organisme eukariotik lainnya.
Kelompok protista pada umumnya dapat ditemukan pada perairan tawar atau asin, atau daerah lembab. Namun ada juga protista yang hidup dalam organisme lain sebagai parasit atau simbiosis.
Berdasarkan cara memperoleh sumber makanannya, protista dikelompokkan menjadi: a. Fotoautotrof adalah kelompok protista fotosintetik yang mampu membuat makannya dari senyawa anorganik dengan bantuan cahaya. Oleh karena itu, organisme ini disebut protista mirip tumbuhan (algae).
62 b. Heterotrof adalah protista yang mendapatkan makannya dari organisme lain dengan cara memangsa atau mengadakan simbiosis atau parasitisme. Kelompok ini adalah protista mirip hewan (protozoa).
c. Saprofit adalah protista yang memiliki peranan sebagai pengurai (dekomposer) karena dapat mencerna sisa organisme dengan enzim yang dikeluarkan kelingkungan. Kemudian sari – sari makannya akan diabsorp ke dalam tubuh. Kelompok protista ini disebut mirip jamur.
Protista dikelompokkan menjadi: protista menyerupai hewan, protista menyerupai jamur, dan protista menyerupai tumbuhan
Protista yang menyerupai hewan disebut protozoa. Protozoa dibagi ke dalam 6 filum, yaitu Rhizopoda, Zoomastigophora, Ciliophora, Foraminifera, Apicomplexa, dan Actinopoda.
Protista mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Reproduksi jamur mirip fungi, tetapi gerakan pada fase vegetatifnya mirip amoeba. Meskipun tidak berklorofil, struktur membran jamur ini mirip ganggang, adapun klasifikasinya dibagi menjadi 4, yaitu: Acrasiomycota, Myxomycota, Chytridiomycota, Oomycota
Protista mirip jamur atau yang lebih dikenal dengan jamur lendir memiliki susunan sel, cara reproduksi, dan siklus hidup yang berbeda dari jamur. Berdasarkan perbandingan molekuler, jamur lendir mirip dengan beberapa algae walaupun jamur lendir tidak memiliki kloroplas. Algae (ganggang) dikelompokkan kedalam dunia tumbuhan, namun karena semua ganggang tidak memiliki ciri pokok dunia tumbuhan, maka mereka dikelompokkan dalam dunia tersendiri yaitu Protista.
Sebagai organisme ber sel tunggal dan bersel banyak, algae mempunyai klorofil untuk fotosintesis. Algae selain mempunyai klorofil, juga mempunyai pigmen lain seperti fikosianin (warna biru), fikoeritrin (warna merah), fikosantin (warna coklat), xantofil (warna kuning) dan karotin (warna keemasan).
Beberapa algae tubuhnya mempunyai thalus, yaitu struktur tubuhnya menyerupai akar, batang, dan daun sejati. Reproduksi vegetatif algae dengan cara membelah diri, fragmentasi membentuk spora. Reproduksi secara generatif dengan cara menyatukan sel gamet jantan dan betina. Hasil peleburan dua gamet yang berukuran sama disebut isogami sedangkan yang berukuran tidak sama disebut anisogami. Sebagai vegetasi perintis, algae menempel pada makhluk hidup lain atau di tempat basah dan lembab. Beberapa algae banyak ditemukan di perairan, baik air tawar maupun air laut sebagai plankton.
63 Berdasarkan pigmen atau zat warna yang dikandung algae dikelompokkan menjadi empat divisio, yaitu:
1. Ganggang hijau (Chlorophyta) 2. Ganggang coklat ( Phalaephyta) 3. Ganggang merah (Rhodophyta) 4. Ganggang keemasan ( Chrysophyta)
Beberapa jenis Protista yang menguntungkan bagi kehidupan manusia yaitu;
1. Chlorella selain berperan sebagai produsen di ekosistem perairan, juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan protein sel tunggal (PST). digunakan untuk suplemen makanan, obat-obatan, dan bahan kosmetik.
2. Gellidium; Gracilaria, digunakan sebagai bahan pembuatan agar-agar. 3. Laminaria digitalis, sebagai penghasil yodium untuk penyakit gondok.
4. Foraminifera mempunyai kerangka luar dari zat kapur dan fosilnya dalam jumlah tertentu dapat membentuk endapan tanah globigerina yang dapat digunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.
5. Radiolaria mempunyai kerangka dari zat kersik. Radiolaria yang mati akan meninggalkan cangkangnya dan membentuk tanah radiolaria yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok. isolasi bahan dasar industri kaca, dan penyaring bakteri.
6. Paramaecium dapat juga digunakan sebagai organisme indikator terjadinya pencemaran air oleh zat organik.
7. Porphyra (alga merah), digunakan sebagai suplemen makanan.
8. Rhodymenia palmata (alga merah), digunakan sebagai sumber makanan.
9. Macrocrystas pyrifera, menghasilkan iodin yaitu unsur yang dapat mencegah penyakit gondok.
10. Macrocystis (alga cokelat), digunakan sebagai makanan suplemen untuk ternak karena kaya Na, P, N, Ca.
11. Laminaria; Fucus; Ascophylum, menghasilkan asam alginat sebagai pengental dalam produk makanan (sirup, coklat, permen, sald, keju, es krim) dan pengental dalam industri (lem, tekstil, pelapis kertas, tablet anti-biotik, pasta gigi).
12. Ganggang keemasan misalnya diatom, sisa-sisa cangkangnya membentuk tanah dan dapat digunakan sebagai bahan peledak.
13. Zooplankton di ekosistem perairan sebagian besar adalah protista berklorofil yang berguna sebagai makanan ikan dan arthropoda air.
64 14. Entamoeba coli di dalam usus besar mamalia ikut berperan dalam proses
pembusukan sisa makanan.
Beberapa jenis Protista yang merugikan, antara lain:
1. Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur pada manusia (sleeping
sickness atau trypanosomiasis). Protista ini hidup di dalam darah manusia. Vektor perantaranya adalah lalat tse-tse dari jenis Glossina tachionides.
2. Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surrah pada ternak sapi, kuda, dan
kerbau. Banyak berjangkit di daerah tropis termasuk Indonesia. Vektor perantaranya adalah lalat dari genus Tabanus.
3. Trypanosoma rhodesiense, sama halnya dengan Trypanosoma gambiense,menyebabkan penyakit tidur pada manusia. Yang membedakan adalah vektor perantaranya yaitu lalat tse-tse dari jenis Glossina morsitans dan Glossina
palpalis.
4. Entamoeba histolytica hidup di dalam liang usus manusia, menyebabkan
kerusakan jaringan pada usus dan diare.
5. Entamoeba hartmani hidup di dalam liang usus manusia, penyebab disentri tetapi
efeknya tidak lebih parah dari Entamoeba histolytica.
6. Entamoeba gingivalis hidup di dalam rongga mulut manusia, ada disela-sela gigi
atau di leher gigi, tenggorokan, dan tonsil. Tidak bersifat patotenik akan tetapi dapat memperparah terjadinya radang gusi.
7. Leishmaania donovani menyebabkan penyakit kala azar pada manusia. Penderita
biasanya demam berkepanjangan, hati, dan limfanya membesar, serta terjadinya ulcers atau luka pada ususnya.
65
UJI KOMPETENSI
1. Spirulina adalah alga yang dapat digunakan sebagai sumber makanan pada masa yang akan datang. Alga ini termasuk kelompok alga ....
a. hijau b. merah c. Hijau-biru d. pirang e. Keemasan
2. Virus adalah mikroorganisme terkecil, karena virus dapat melewati saringan kuman. Virus terdiri dari beberapa bagian, partikel virus lengkap disebut ?
a. Virion b. Varion c. Kapsid d. Kapsomer e. nukleotida
3. Penyakit mana yang disebabkan oleh virus? a. Herpes
b. DBD
c. Demam tifoid d. TBC
e. Kusta
4. Penyakit di bawah ini disebabkan virus kecuali.... a.Campak jerman
b. HIV c. Demam d. Ebola
e. Radang paru-paru
5. Protista yang mirip tumbuhan uniseluler disebutjuga .... a. Fungi
66 b. Zooplankton
c. Dinoflagellata d. Fitoplankton e. Alga
6. Protista yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia atau kaki semu adalah Protista dengan filum ...
a. Rhizopoda b. Ciliophora c. Foraminifera d. Actinopoda e.Zoomastigophora
7. Sel pada Protista telah memiliki membran inti atau disebut juga organisme …. a. uniseluler
b. multiseluler c. prokariotik d. tingkat tinggi e. Eukariotik
8. Protista yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia atau kaki semu adalah Protistadengan filum .... a. Zoomastigophora b. Rhizopoda c. Ciliophora d. Foraminifera e. Actinopod
9. Kehidupan ganggang sangat dipengaruhi oleh keadaan cahaya, karbon dioksida, oksigen, dan suhu air. Faktor-faktor tersebut berkaitan dengan aktivitas hidup berupa .... a. pertumbuhan b. reproduksi c. gerak d. metabolisme e. Perkembangan
10. Penyakit malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang mengandung Plasmodium.
67 Plasmodium merupakan Protista dari filum ....
a. Zoomastigophora b. Rhizopoda c. Apicomplexa d. Actinophora e. Ciliophora
11. Ciri-ciri Protozoa antara lain: 1. uniseluler;
2. sel bersifat eukariotik; 3. mempunyai pseudopodia;
4. mempunyai alat gerak berupa rambut halus; 5. hanya mempunyai makronukleus saja. Dari ciri-ciri tersebut yang merupakan ciri kelas Ciliophora adalah .... a. 1,2, dan 4 b. 1, 4, dan 5 c. 2, 4, dan 4 d.2, 4, dan 5 e. 3, 4, dan 5
12. Alga mempunyai klorofil sehingga dapat berfotosintesis. Dalam ekosistem perairan, algae berperan sebagai .…
a. Produsen b. Saprofit c. Pengurai d. Konsumen e. Dekomposer
13. Phalaephyta a tampak berwarna coklat karena pada algae tersebut terkandung pigmen… a. Karoten b. fikoeritrin c. fikosianin d. fikosantin e. Klorofil
68 14.Penyebab warna daun kacang tanah kedil, kuning dan keriting adalah….
a. Virus b. Protista c. Fungi d. bakteri
e. semuanya salah
15. Sel pada Virus telah memiliki membran inti atau disebut juga organisme ….
a. uniseluler b. multiseluler c. prokariotik d. tingkat tinggi e. semua salah
69