HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.2.2. Peranan Industri Roti Kacang terhadap Nilai Tambah
Nilai tambah merupakan balas jasa terhadap faktor produksi yang tercipta karena adanya kegiatan produksi. Pengembangan sektor industri akan memberikan kontribusi besar terhadap penanggulangan kemiskinan dan dapat mendorong kenaikan nilai tambah sektor non industri. Pengembangan sektor industri akan berdampak luas terhadap masyarakat. Hal ini disebabkan Kota Tebing Tinggi merupakan daerah jalur lintas Provinsi Sumatera Utara sehingga proses pembangunan yang berkesinambungan terus dilaksanakan untuk mensejahterakan masyarakat melalui APBD Kota Tebing Tinggi.
Di dalam proses produksi, industri roti kacang membutuhkan input antara yang diperoleh dari sektor-sektor lainnya dan input primer berupa tenaga kerja dari sektor rumah tangga dan modal. Input yang terpenting bagi sektor industri roti kacang diperoleh dari sektor pertanian yang merupakan sumber bahan baku bagi industri roti kacang, seperti kacang hijau. Industri roti kacang akan menarik sektor pertanian untuk mencapai pertumbuhan yang meningkat dan memberikan kesempatan kerja luas kepada masyarakat desa.
Pengembangan industri roti kacang akan mendorong perkembangan sektor pertanian sebagai inputnya (forward linkage) dan sektor yang produknya merupakan input bagi sektor pertanian (backward linkage). Peningkatan permintaan terhadap produk industri roti kacang akan mendorong penambahan jumlah produksi, sehingga berimplikasi pada peningkatan sumber bahan baku, kebutuhan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat. Kondisi yang sama akan terjadi pada sektor lainnya, sehingga pengembangan industri roti kacang akan mendorong terjadi pengembangan wilayah Kota Tebing Tinggi.
Menurut Tacoli dalam Sukatendel (2007) konsep pembangunan dalam beberapa dekade terakhir ditujukan pada perubahan hubungan antara sektor pertanian dengan industri. Kebijakan pertumban ekonomi mengikuti satu atau dua pendekatan, yaitu pertama investasi di sektor pertanian berpengaruh pada penyediaan kebutuhan sektor industri dan perkotaan, sedangkan pendekatan kedua berpendapat bahwa pertumbuhan industri dan perkotaan memerlukan sektor pertanian yang lebih modern.
Strategi pembangunan dengan pusat pertumbuhan didasarkan pada asumsi bahwa pembangunan dimulai pada beberapa sektor yang dinamis dan pada wilayah tertentu, yang dapat memberikan dampak yang luas (spread effect) dan dampak ganda (multiplier effect) pada sektor lain dan wilayah yang lebih luas (Stohr dalam Sukatendel, 2007).
Menurut Novita, Rahmanta dan Mahalli (2009) pembangunan di sektor pertanian dianggap kurang dapat mempercepat kemajuan suatu Negara. Sektor industrilah yang dianggap sebagai sektor yang paling potensial dalam menghasilkan keuntungan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan
kemajuan suatu Negara. Padahal, sektor industri akan berjalan dengan baik, ketika sektor pertanian sebagai sektor dasar bagi perekonomian Indonesia tumbuh dan berkembang dengan tangguh. Hal ini disebabkan bahwa sektor pertanian memiliki keterkaitan yang sangat luas dengan sektor-sektor lain dalam perekonomian Indonesia.
Produk dari sektor pertanian diharapkan mampu membuka industri baru, sehingga dapat mengimbangi pertumbuhan penduduk dalam penyerapan tenaga kerja. Pertumbuhan penduduk akan memerlukan berbagai produk, yang mendukung kegiatan pertanian dan industri berkembang. Pengembangan industri roti kacang dapat menyerap tenaga kerja dari sektor industri maupun dari sektor perdagangan, hal ini disebabkan pembangunan maupun pengembangan industri roti kacang membutuhkan tenaga kerja untuk menghasilkan roti kacang. Industri roti kacang dapat memberikan masyarakat untuk melakukan kegiatan perdagangan. Kondisi ini menyebabkan masyarakat memperoleh kesempatan bekerja dan memperoleh pendapatan, dimana pendapatan tersebut digunakan untuk membiayai kehidupan keluarga, yang pada akhirnya masyarakat memperoleh kesejahteraan dari pengembangan dan pembangunan industri roti kacang, karena dapat memberikan efek multiplier dalam perekonomian Kota Tebing Tinggi.
Peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan tenaga kerja akibat industri roti kacang akan memberikan dampak yang positif terhadap kegiatan ekonomi dan pertanian, sehingga diharapkan akan lahir industri-indutri baru yang berbahan baku tanaman bahan pangan. Naiknya pendapatan akan menaikkan
permintaan kebutuhan sehari-hari, sedangkan industri akan menyerap tenaga kerja.
Menurut hasil penelitian Pasaribu (2009) kenaikan produksi akan berdampak terhadap pengembangan sektor lain, seperti perdagangan dan industri yang akan mengurangi pengangguran dan meningkatkan aktivitas ekonomi. Pengembangan ekonomi lokal dapat menciptakan pekerjaan baru dan merangsang kegiatan ekonomi lokal yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah dan variasi peluang kerja tersedia untuk penduduk setempat, kondisi ini akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, pengurangan rumah tangga miskin, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan jangka panjang dapat meningkatkan penerimaan pemerintah daerah dari sektor pajak.
Menurut Tarigan (2007) ada keterkaitan antara satu sektor dengan sektor lainnya sehingga apabila ada satu sektor yang tumbuh akan mendorong pertumbuhan sektor lainnya, karena saling terkait. Keberadaan sektor-sektor yang saling terkait dan saling mendukung akan menciptakan efek pengganda.
Industri roti kacang dapat mengembangkan ekonomi lokal yang mempunyai daya saing untuk meningkatkan ekonomi di Kota Tebing Tinggi. Tiga pilar pengembangan wilayah yaitu sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan teknologi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan wilayah itu sendiri untuk mengefisiensikan pergerakan orang, barang dan jasa.
Perencanaan pembangunan berbasis teknologi adalah perangkat perencanaan pembangunan wilayah yang meninitikberatkan perencanaan pada pengelolaan komponen-komponen teknologi yang ada di suatu wilayah melalui
proses transformasi sumber daya di wilayah bersangkutan. Industri roti kacang akan memberikan output yang lebih besar jika ditransformasi dengan teknologi.
Industri roti kacang sebagai produk unggulan Kota Tebing Tinggi memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Tebing Tinggi untuk mengembangkan bisnis roti kacang dengan cara menambah modal dan memperluas daerah pemasaran. Kondisi ini dapat mengurangi pengangguran dan pendapatan masyarakat meningkat, baik itu masyarakat pelaku industri yang mengelola bisnis roti kacang maupun masyarakat pedagang kaki lima yang menjual roti kacang. Selain itu pengembangan industri roti kacang akan menambah minat masyarakat Kota Tebing Tinggi untuk menjadi pelaku usaha dalam bisnis roti kacang.
Pengembangan industri roti kacang akan memberikan dampak positif terhadap posisi Kota Tebing Tinggi sebagai kota perdagangan dan jasa dengan meningkatnya pedagang kecil, seperti yang dapat dilihat pada Tabel 4.12.
Tabel 4.12. Banyaknya Pedagang Kecil di Kota Tebing Tinggi Tahun 2009-2011
Tahun Jumlah Pedagang Kecil (unit)
2009 1.126
2010 1.143
2011 1.168
Sumber: Kota Tebing Tinggi Dalam Angka Tahun 2012
Pada Tabel 4.12. terlihat bahwa jumlah pedagang kecil meningkat selama periode tahun 2009-2011. Pada tahun 2009 jumlah pedagang kecil sebanyak 1.126 unit, meningkat menjadi 1.143 unit pada tahun 2010 dan kembali meningkat menjadi 1.168 pada tahun 2011.
Industri roti kacang di Kota Tebing Tinggi diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas ke daearah sekitarnya, akses transportasi menuju pasar lancar. Pembangunan infrastruktur akan membuat pergerakan barang dan jasa lebih cepat. Peningkatan infrastruktur jalan akan memperluas akses ke kantong-kantong produksi. Pembangunan prasarana jalan akan meningkatkan daya tarik dan daya saing wilayah.
Tabel 4.13. Infrastruktur Jalan di Kota Tebing Tinggi Tahun 2009-2011
Tahun Infrastruktur Jalan (km)
Negara Provinsi Kota Total Panjang Jalan
2009 19,20 5,00 235,72 259,92
2010 19,20 5,00 254,76 274,96
2011 19,20 5,00 266,43 290,63
Sumber: Kota Tebing Tinggi Dalam Angka Tahun 2012
Pada Tabel 4.13. terlihat bahwa infrastruktur jalan di Kota Tebing Tinggi menunjukkan peningkatan selama periode Tahun 2009-2011. Pada tahun 2009 infrastruktur jalan sepanjang 259,92 km, meningkat menjadi 290,63 km pada tahun 2011. Ini menunjukkan bahwa potensi industri roti kacang di Kota Tebing Tinggi akan memberikan dampak posititf terhadap posisi Kota Tebing Tinggi sebagai kota perdagangan dan jasa sehingga pemerintah Kota Tebing Tinggi perlu melakukan peningkatan pembangunan infrastruktur jalan di Kota Tebing Tinggi.