IV. GAMBARAN UMUM PROPINSI SUMATERA SELATAN
5.2 Peranan Kabupaten/Kota terhadap Pembentukan Output di Propinsi Sumatera Selatan
Pada tahun 2007 terjadi peningkatan output sebesar 5.75 persen di Propinsi Sumatera Selatan dibandingkan dengan tahun 2000, dengan kontribusi Kawasan Sumatera Selatan sebesar 4.40 persen dan sisanya sebesar 1.35 persen disumbang oleh Kawasan Sumatera Tengah. Secara sektoral kontribusi kabupaten/kota di Kawasan Sumatera Tengah terhadap pembentukan output di Propinsi Sumatera Selatan adalah sebagai berikut: sektor pertanian sebesar 36.65 persen, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 23.99 persen, sektor industri pengolahan sebesar 19.26 persen, sektor listrik, gas dan air minum sebesar 5.24 persen, sektor bangunan sebesar 25.04 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 20.68 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 9.50 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 24.01 persen serta sektor jasa-jasa sebesar 23.41 persen. Secara total Kawasan Sumatera Tengah memberikan
sumbangan terhadap pembentukan output di Propinsi Sumatera Selatan sebesar 25.21 persen (Gambar 5.2)
Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi dari kabupaten/kota di Kawasan Sumatera Tengah terhadap pembentukan output Propinsi Sumatera Selatan cukup signifikan. Namun sebagian besar pembentukan output di Propinsi Sumatera Selatan terjadi di Kawasan Sumatera Selatan yaitu sebesar 74.9 persen.
Sumber : BPS Kabupaten/Kota Se‐Sumatera Selatan,2000 dan 2007 (Diolah)
Gambar 5.2 Kontribusi Masing-masing Kawasan terhadap Pembentukan Output di Propinsi Sumatera Selatan menurut Sektor (Persen)
Jika dilihat dari sisi sektoral, sektor ekonomi yang paling dominan dalam pembentukan output di Propinsi Sumatera Selatan adalah sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 27.04 persen diikuti sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan kontribusi sebesar 18.15 persen dan 17.53 persen. Sedangkan kontribusi terendah disumbangkan oleh sektor listrik, gas dan air bersih dengan kontribusi sebesar 0.64 persen (Gambar 5.3).
Hal ini menunjukkan bahwa sektor ekonomi yang mempunyai peranan paling besar (leading sector) di Propinsi Sumatera Selatan adalah sektor pertanian.
Sub sektor pertanian yang memberikan kontribusi terbesar dalam membangun sektor pertanian di Propinsi Sumatera Selatan adalah sub sektor perkebunan (46.03 persen) dengan komoditas unggulan kelapa sawit dan karet. Dominasi sektor pertanian di Propinsi Sumatera Selatan didukung oleh sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan,hotel dan restoran.
Sumber : BPS Kabupaten/Kota Se‐Sumatera Selatan,2000 dan 2007 (Diolah)
Gambar 5.3 Kontribusi Sektor-sektor Ekonomi terhadap Pembentukan Output di Propinsi Sumatera Selatan (Persen)
Kontribusi kabupaten/kota di Propinsi Sumatera Selatan dapat dilihat pada tabel 5.4. Kabupaten/ kota yang memberikan kontribusi terbesar di Propinsi Sumatera Selatan adalah Kota Palembang yaitu sebesar 29.04 persen. Sedangkan kontributor terkecil di Propinsi Sumatera Selatan adalah Kota Pagar Alam yang hanya memberikan sumbangan sebesar 1.54 persen. Hal ini dapat dimengerti
mengingat Kota Palembang merupakan ibukota Propinsi Sumatera Selatan yang merupakan pusat perdagangan dan jasa di wilayah ini. Sementara Kota Pagaralam masih mengandalkan sektor pertanian terutama perkebunan teh dan kopi (39.87 persen), dalam pembentukan outputnya.
Tabel 5.2. Kontribusi Kabupaten/kota terhadap Pembentukan Output di Propinsi Sumatera Selatan (Persen)
KABUPATEN/ KOTA KONTRIBUSI
(1) (2)
Kawasan Sumatera Selatan 74.79
1. Kabupaten Ogan Komering Ulu 4.90 2. Kabupaten Ogan Komering Ilir 7.15
3. Kabupaten Muara Enim 11.68
7. Kabupaten Banyuasin 8.24
8. Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan 2.80 9. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur 5.01
10. Kabupaten Ogan Ilir 3.94
12. Kota Palembang 29.04
13. Kota Prabumulih 2.03
Kawasan Sumatera Tengah 25.21
4. Kabupaten Lahat 5.09
5. Kabupaten Musi Rawas 4.96
6. Kabupaten Musi Banyuasin 9.04
11. Kabupaten Empat Lawang 2.24
14. Kota Pagaralam 1.54
15. Kota Lubuklinggau 2.33
Prop. Sumatera Selatan 100.00
Sumber : BPS Kabupaten/Kota Se‐Sumatera Selatan,2000 dan 2007 (Diolah)
Secara umum dapat dikatakan bahwa kabupaten/ kota yang paling dominan dalam meningkatkan output di Propinsi Sumatera Selatan adalah Kota Palembang, dengan sektor industri pengolahan sebagai penyumbang terbesar dalam pembentukkan outputnya.
Sumber : BPS Kabupaten/Kota Se‐Sumatera Selatan,2000 dan 2007 (Diolah)
Gambar 5.4 Kontribusi Sektor-sektor Ekonomi terhadap Pembentukan Output di Kawasan Sumatera Selatan (Persen)
Jika kabupaten/kota di Kawasan Sumatera Tengah dipisahkan dari Propinsi Sumatera Selatan, sektor ekonomi yang paling berperan dalam pembentukan output di Kawasan Sumatera Selatan masih di sektor pertanian, dengan kontribusi sebesar 22.90 persen. Sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan,hotel dan restoran menyumbangkan kontribusi cukup besar bagi Kawasan Sumatera Selatan yaitu sebesar 19.59 persen dan 18.59 persen. Sektor ekonomi yang memberikan kontribusi paling kecil di Kawasan Sumatera Selatan adalah sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 0.81 persen (Gambar 5.4). Kondisi ini disebabkan tujuh dari sembilan kabupaten/ kota di Kawasan ini masih menggandalkan sektor pertanian dalam pembentukkan outputnya (kecuali Kota Palembang dan Kota Prabumulih).
Sedangkan sektor listrik, gas dan air sampai saat ini merupakan sektor yang memiliki kontribusi paling kecil karena sulitnya mengembangan sektor ini akibat
mahalnya investasi awal dalam menyiapkan sarana dan prasarananya. Disisi lain pemerintah tetap harus melakukan kebijakan subsidi untuk sub sektor listrik dan gas agar dapat dinikmati semua lapisan masyarakat.
Kabupaten/kota yang paling berperan dalam pembentukan output di Kawasan Sumatera Selatan adalah Kota Palembang dengan kontribusi sebesar 38.83 persen. Sedangkan yang memberikan kontribusi terendah adalah Kota Prabumulih yaitu sebesar 2.71 persen.Seperti pembahasan sebelumnya diketahui bahwa Kota Palembang merupakan ibukota Propinsi Sumatera Selatan yang merupakan jantung penggerak perekonomian diwilayah ini, sehingga tidak mengherankan jika mendominasi pembentukan output di Kawasan Sumatera Selatan. Sementara Kota Prabumulih yang merupakan kota kecil yang sangat bergantung dengan sektor pertambangan migas, sehingga dalam perhitungan tanpa migas kontribusinya terhadap Kawasan Sumatera Selatan menjadi paling kecil.
Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan untuk meningkatkan output di Kawasan Sumatera Selatan sebaiknya dipusatkan pada peningkatan output di Kota Palembang, dengan menjadikan industri pengolahan dan sektor perdagangan,hotel dan restoran sebagai penggeraknya. Sedangkan sektor pertanian yang memberikan sumbangan sektoral terbesar dapat dibangun di sentra-sentra pertanian seperti di Kabupaten Banyuasin, Kabupaten OKI, Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten OKUT yang memiliki nilai PR yang cukup besar di sektor pertanian (lampiran 25.a).
Tabel 5.3 Kontribusi kabupaten/kota terhadap Pembentukan Output di Kawasan Sumatera Selatan (Persen)