BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.5 Peranan Kebiasaan Membaca Kitab Suci dalam Keluarga Katolik
Keluarga, seperti Gereja, wajib menjadi tempat mewartakan Injil. Pada keluarga yg menyadari tugas perutusan itu, semua anggota mewartakan Injil dan diinjili. Orangtua tidak hanya menyampaikan Injil kepada anak-anak mereka, tetapi asal anak-anak mereka sendiri bisa menerima Injil yang sama seperti yang mereka hayati secara mendalam. dan keluarga seperti itu menjadi penginjil bagi keluarga lainnya, serta penginjil rukun tetangga, yg meliputi keluarga tersebut menjadi galat satu bagiannya (FC 52).
2.5 Peranan Kebiasaan Membaca Kitab Suci Dalam Keluarga Katolik
Kitab Suci sangat memiliki peran inti dalam setiap kegiatan kerohanian.
Dikatakan bahwa Kitab Suci adalah salah sumber iman bagi manusia untuk semakin mengenal Allah. Maka, penting sekali setiap orang hendak mengenal Allah, mendengar, membaca, mempelajari dan mengindahkan Kitab Suci. Kitab Suci sebagai dasar dalam pembentukan iman. Di sana Allah berbicara melalui sabda-Nya. Kitab Suci berisikan pesan-pesan ilahi yang menjadi pedoman hidup setiap manusia yang percaya kepada-Nya. Isi dari Kitab Suci merupakan kebenaran tentang ilahi yang menyelamatkan. Ketika kita membaca dan merenungkan isi dari Kitab Suci, maka Allah akan hadir dalam hati kita dengan melalui sabda-Nya. Dari Kitab Suci kita juga dapat menceritakan kembali isi dari Kitab Suci kepada anak-anak dengan tujuan semakin memperdalam iman mereka.
Kitab Suci sebagai referensi utama dalam pembentukan iman. Dalam teologi suci juga dapat bertumbuh pada sabda Allah, melalui bersama Tradisi Suci, serta landasan yang tetap. Oleh sebab itu, sebagai rohaniwan terutama para iman Kristus serta lainnya, yang sebagai diakon atau katekis secara sah menunaikan pelayanan sabda, perlu berpegang teguh pada Kitab Suci dengan membacanya dengan penuh penghayatan dan mempelajarinya dengan seksama. Adapun Kitab Suci mengemban sabda Allah, dan karena diilhami memang sungguh-sungguh sabda Allah. Maka dari itu, pelajaran Kitab Suci hendaklah bagaikan jiwa dari teologi suci. Namun, dengan sabda Kitab Suci juga pelayanan sabda, yakni pewartaan pastoral, katekese dan semua pelajaran Kristiani diantaranya homili liturgis harus sungguh diistimewakan mendapat bahan yang sehat dan berkembang dengan suci.
Kepada Allah yang menyampaikan wahyu manusia wajib menyatakan
“ketaatan iman”. Dengan demikian manusia bebas menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah, dengan mempersembahkan “kepatuhan akal budi serta kehendak yang sepenuhnya kepada Allah yang mewahyukan”, dan dengan sukarela menerima sebagai kebenaran wahyu yang dikaruniakan oleh-Nya. Supaya orang dapat beriman dan diperlukan rahmat Allah yang mendahului serta menolong, juga bantuan batin Roh Kudus, sehingga menggerakkan hati dan membalikkannya kepada Allah, dengan membuka mata budi dan menimbulkan “pada semua orang rasa manis dalam menyetujui dan mempercayai kebenaran”. Supaya semakin mendalamlah pengertian akan wahyu, Roh Kudus itu juga senantiasa menyempurnakan iman melalui karunia-karunia-Nya.
2.5.2 Membantu anak untuk mengenal gambaran tentang Allah
Berfirmanlah Allah “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi”. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia.
Manusia dibuat atau dibentuk dari debu dan tanah dihembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, maka hiduplah manusia (Kej. 2:7). Berbeda dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya yang dibuat dari Firman-Nya atau perkataan-Nya. Dengan demikian Allah telah menciptakan manusia seturut dengan gambar Allah. Maka, melalui membaca Kitab Suci sangat membantu anak untuk memahami isi dari Kitab
Suci dengan secara perlahan anak akan mengenal gambaran Allah yang telah menciptakan manusia seturut dengan kehendaknya.
Melalui pembacaan Kitab Suci anak-anak dapat mengenal Allah yang menyelamatkan manusia dalam sejarah keselamatan terutama dalam diri Yesus Kristus. Dengan membaca dan mendengarkan serta merenungkan Kitab Suci, hati mereka diarahkan kepada Allah yang hadir melalui Sabda-Nya. Sabda-Nya membantu anak-anak untuk semakin dekat dan mengenal Allah sendiri (Leks, 1993:14).
Kitab Suci menegaskan bahwa manusia satu-satunya makhluk ciptaan yang segambar dan serupa dengan Allah yang memiliki kualitas untuk menguasai segala ciptaan-nya yang lain (Kejadian 1:28), untuk menghakimi dunia, bahkan untuk menghakimi malaikat-malaikat (1 Kor 6:2-3).
2.5.3 Membantu anak untuk mengenal sesama sebagai orang beriman
Membaca kitab suci dapat membantu anak-anak untuk lebih dekat serta mengenal orang-orang beriman lainnya, seperti sesama. Melalui kitab suci anak juga dapat mengasihi serta dapat lebih peka terhadap sesama. Karena Tidak ada manusia yang dapat hidup seorang diri. Kita selalu saja membutuhkan bantuan dan kehadiran orang lain dalam hidup kita, entah itu melalui keluarga, teman, ataupun saudara. Tuhan sendiri seringkali memakai tangan sesama kita sebagai cara-Nya untuk memberikan berkat. Tuhan mengajarkan kita untuk mau mengasihi sesama dengan tulus hati dan penuh kasih tanpa memandang siapa mereka. Misalnya mau
membantu dan menyapa orang-orang di sekitar dengan tulus hati, seperti kepada keluarga dan tetangga.
Kita sebagai umat Katolik yang baik kita perlu menghargai kehadiran sesama kita, dengan cara mau saling menolong, dan menerima. Salah lainnya yaitu dengan menjadi peka terhadap kebutuhan mereka. Tuhan Yesus sendiri dikenal selalu peka terhadap kebutuhan orang lain. Sering sekali Yesus mau terlibat dan mengulurkan tangan untuk menolong yang lain. Contohnya seperti pada injil (Markus 6) mengenai Yesus yang memberi makan lima ribu orang. Pada peristiwa itu, Yesus menyadari kebutuhan orang-orang yang kelaparan. Ia pun mengadakan mukjizat menggandakan makanan berupa 5 roti dan dua ikan sehingga semua orang yang ada di tempat itu dapat menikmati terberkati melalui perbuatan-Nya. Anak-anak juga dapat belajar peka terhadap kebutuhan orang lain mencontoh perbuatan Yesus. Contohnya seperti mau meringankan beban orangtua dengan merapikan kamarnya sendiri. Ataupun mau berbagi bekal makanan pada teman di sekolah.
2.5.4 Membantu anak mengenal tokoh-tokoh dalam Kitab Suci.
Membaca Kitab Suci anak semakin memahami dan mengenal siapa saja pemeran tokoh-tokoh dalam isi yang diceritakan didalam Kitab Suci. Dalam Kitab Suci terdapat banyak tokoh baik itu tokoh dari perjanjian lama, tokoh perjanjian baru dan tokoh-tokoh wanita. Tokoh-tokoh yang memiliki peranan yang berbeda dalam Kitab Suci. Dengan mengetahui tokoh-tokoh tersebut anak-anak akan lebih muda mengetahui nama dan peran sang tokoh yang tertulis di dalam Kitab Suci.
Hal ini juga akan memudahkan anak-anak untuk lebih tanggap ketika diuji untuk
menyebutkan tokoh-tokoh utama yang mereka inginkan sebagai acuan kebenaran yang dapat diteladani dalam penerapan iman. Kitab Suci memudahkan anak untuk semakin mengingat cerita setiap tokoh yang akan diceritakan secara berulang.
Dalam perjanjian lama dan perjanjian baru banyak sekali terdapat tokoh-tokoh Kitab Suci yang lengkap dan jelas (Tawarikh 6:33).