V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Peranan Kelompok Tani
Kelompok tani adalah kumpulan petani yang terikat secara non formal atas dasar keserasian, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya), keakraban, kepentingan bersama dan saling mempercayai serta mempunyai pimpinan untuk mencapai tujuan bersama.
Pembinaan kelompok tani timpurung meliputi, sebagai kelas belajar bagi petani, sebagai unit produksi, dan sebagai wahana kerjasama. Berdasarkan peranannya tersebut tabel 11 berikut ini menunjukkan rata-rata atau persentase responden tentang peranan kelompok tani dalam pengembangan markisa.
Tabel 11. Persentase Responden Berdasarkan Peranan Kelompok Tani Timpurung dalam pengembangan markisa 2015.
No Peranan Kelompok Tani Rata-rata Keterangan 1 Sumber:Data primer yang telah diolah 2015
Tabel 11 menunjukkan bahwa penilain responden terhdap peranan kelompok tani timpurung dalam pengembangan tanaman markisa sebagai kelas belajar mengajar di nilai kurang berperan dengan nilai skor rata-rata 2,21 Unit Produksi
wahana kerjasama 2,49. Sehingga secara keseluruhan , peranan kelompok tani timpurung dalam kegiatan pengembangan markisa dinilai berperan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani responden dalam pengembangan tanaman markisa.
Hal ini menunjukkan bahwa umumnya responden meenilai kelompok tani Timpurung berperan dalam pengembangan markisa sebagai kelas belajar mengajar, unit produksi, dan wahana keja sama. Hal ini di sebabkan karena dalam proses pertumbuhan dan perkembangan kelompok tani khususnya dalam pengembangan komoditi pertanian termasuk tanaman markisa, peranan kelompok tani sebagai kelas belajar mengajar, unit produksi dan wahana kerjasama adalah sangat penting. Secara rinci pembahasan hasil penelitian dijelaskan sebagai berikut:
1. Sebagai Kelas belajar mengajar bagi petani
Kelas belajar mengajar kelompok tani merupakan wadah bagi setiap anggotanya untuk berinteraksi guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dalam berusahatani yang lebih baik mandiri untuk mencapai kehidupanyang lebih sejahtera. Sedangkan kelas belajar mengajar bagi petani, peranan kelompok tani dalam pengembangan markisa berdasarkan hasil penelitian berhubungan dengan perananya sebagai media informasi dan forum komunikasi dalam penerapan teknologi, wadah untuk bertanya dan menyampaikan keluhan serta sebagai tempat menerima penyuluhan yang berhubungan dengan pengembangan markisa. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka secararinci peranan kelompok
menunjukkan rata-rataskor sebesar 2,21 yang tergolong dalam kategori kurang berperan. Hal ini menunjukkan bahwa umumnya responden menyatakan dalam pengembangan komoditi markisa khususnya berhubungan dengan pengembangan, kelompok tani timpurung kurang berperan dalam kelas belajar mengajar bagi petani. Penilain responden sebagai kelas belajar mengajar dalam pengembangan markisa pada dasarnya adalah responden tentang peran kelompok tani mengajarkan proses tani niaga dalam pengembangan markisa yang menguntungkan mereka. Artinya bahwa proses pengembangan mulai dari persiapan lahan, bibit, pemeliharaan, pasca panen dan diketahui melalui informasi yang diperoleh dari kelompok tani yang menjalankan perannya sebagai kelas belajar mengajar
Namun hasil penelitian responden terhadap peranan kelompok tani tersebut, dinilai kurang berperan berarti bahwa kelompok tani sebagai wadah belajar bagi petani, kurang berperan sebagai media informasi dan forum komunikasi dalam pengembangan markisa. Kurang berperan sebagai wadah untuk bertanya dan menyampaikan keluhan serta tempat untuk menerima penyuluhan tentang proses pengembangan yang menguntungkan. Hal ini berdasarkan wawancara disebabkan karena melalui kelompok tani, responden seharusnya dapat menerima informasi, namun karena sumber informasi bukan hanya melalui kelompok tani, sehingga informasi itu biasa saja mereka dapat melalui sumber-sumber lain tersebut.
2. Sebagai unit produksi usahatani
Sebagai unit produksi usahatani, Kelompok tani merupakan satu kesatuan unit
lebih menguntungkan. Oleh karena itu dalam dalam pengembangan markisa peranan kelompok tani timpurung meliputi perananya sebagai mitra usaha dalam pengembangan, tempat untuk memperoleh informasi tentang harga dan konsumen markisa sebagai tempat menampung produksi hasil jika tidak terjual.
Berdasrkan perananya tersebut penilaian responden berdasarkan tentang peranan kelompok tani sebagai unit produksi dinilai berperan dengan rata-rata skor 2,34. Hal ini menunjukkan lebih dari setengah jumlah responden berpendapat bahwa kelompok tani berperan sebagai unit produksi dan pengembangan markisa, dengan alasan bahwa responden tidak mengalami kesulitan dalam hal mencari mitra usaha, tidak kesulitan dalam mengetahui informasi harga dan konsumen tidak kesulitan jika hasil produksi melimpah dan tidak mampu terjual karena akan ditampung oleh kelompok tani untuk kemudian diberikan solusi pemasaran hasil ataupun upaya melakukan pengolahan hasil produksi.
3. Sebagai wahana kerjasama
Sebagai wahana kerjasama, kelompok tani merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama petani dalam kelompok dan antar kelompok lain untuk menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.
Peranan kelompok tani Timpurung dalam pengembangan markisa sebagai wahana kerjasama meliputi perananya sebagai wadah kerjasama dalam pemenuhan kebutuhan sarana produksi, tempat memperoleh informasi tentang ketersediaan sarana produksi dan tempat untuk meminta sarana produksi program
responden berada pada kisaran berperan dengan nilai 2,49. Hasil tersebut menunjukkan bahwa petani responden umumnya menilai bahwa kelompok tani sebagai wahana kerjasama dalam pengembangan markisa berperan dengan dengan alasan bahwa melalui kelompok tani mereka mudah untuk mendapatkan kebutuhan sarana produksi, mudah memperoleh informasi ketersediaan sarana produksi dan mudah mengakses program bantuan pemerintah berupa sarana produksi.
V1. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah Peranan Kelompok Tani Timpurung sebagai kelas belajar mengajar dinilai kurang berperan sedangkan unit produksi dan wahana kerjasama dalam pengembangan markisa nilai berperan, kelompok tani timpurung dalam pengembangan markisa sebagai kelas belajar mengajar kurang berperan dengan nilai skor rata-rata 2,21 Unit Produksi dinilai berperan dengan rata-rata skor masing-masing sebesar 2,43 dan terhadap wahana kerjasama 2,49. Sehingga secara keseluruhan, peranan kelompok tani timpurung dalam kegiatan pengembangan markisa dinilai berperan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani responden dalam pengembangan tanaman markisa.
6.2 Saran
Dalam usaha pengembangan komoditi tanaman markisa di Desa Buakkang Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa, maka disarankan agar supaya pemberdayaan kelembagaan kelompok tani sebagai lembaga sosial ekonomi bukan cuma dijalankan fungsi dan perannya sebagai kelas belajar mengajar, unit produksi dan wahana kerjasama, tetapi melaksanakan berbagai peran dalam hal pengembangan tanaman markia.
DAFTAR PUSTAKAN
Anonim.2009.budidaya Tanaman Buah-buahan . PTCitra Aji Parama Yogyakarta Anonimous, 2009. Kelompok Tani
Bosuno,E.2003. Kebijakan Sistem Desiminasi Teknologi Pertanian Puslitbang sosek Pertanian. Bogor
Derajak, S. 2011 Kelompok Tani Ujung Tombak Pertanian Masa Depan. Bogor Djawandi,1994.Pengaruh Dinamika Kelompok Tani Terhadap Kecepatan Adopsi
Usahatani di Kabupaten Sukaharjo Prosiding Laporan Penelitian.
Hermanto.2007. Rencana Kelembagaan Tani dalam implementasi Prima Tani di Sumetra Selatan
Nursyirawan dkk 2003.,Pengkajian Saistem Usaha Tani Markisa.lahan kering dan datarang tinggi.
Malayanti,dkk 1998. Pengkajian Sistim Usaha Tani Berbasis Markisa Solo,laporn penelitian
Mardikanto, 1997. Link an match (Pendidikan Luar Sekolah). Jakarta: Balai Pustaka
Rukmawan,H. Rahmat.2003. Usahatani Markisa,Edisi Ke-1 Yogyaakarta.
Syahyuti 2009. Lembaga dan Organisasi dalam Pengaruh Negara dan Pasar Forum Agro Ekonomi.
Syahyuti. 2007. Kebijakan Gabungan Kelompoktani sebagai kelembagaan Ekonomi Pedesaan
Simatupang,P .2004. Prima Tani sebagai Langkah Awal Pengembagan Sistem dan Usaha Agribisnis Industri
LAMPIRAN
PERANAN KELOMPOK TANI TIMPURUNG DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN MARKISA DI DESA BUAKKANG
KECAMATAN BUNGAYA KABUPATEN GOWA 1. Identitasa Responden
Nama :
Umur :
Tingkat pendidikan :
Jumlah tanggungan keluarga :
Pengalaman usahatani :
2. Peranan Kelompok Tani Sebagai Kelas Belajar Mengajar
1. Apakah kelompok tani meningkatkan pengetahuan petani dalam proses belajar mengajar ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
2. Apakah kelompok tani memberikan informasi tentang teknik budidaya terhadap anggotanya ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
3. Apakah kelompok tani rutin melakukan pertemuan ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
3. Peranan Kelompok Tani Dalam Wahana Kerja Sama
1. Apakah kelompok tani kerjasama dengan petani dalam pengembanagan markisa?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
2. Apakah kelompok tani memberikan informasi tentang kerjasama antara kelompok ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
3. Apakah kelompok tani memfasilitasi tentang lembaga perbankan ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
4. Peranan Kelompok Tani Dalam Unit Produksi Markisa
1. Apakah kelompok tani memberikan informasi terhadap bibit markisa yang diinginkan pasar kepada anggotanya ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
2. Apakah kelompok tani memberikan informasi tentang teknik budidaya tanaman markisa kepada anggotanya?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
3. Apakah kelompok tani memberikan informasi tentang teknik panen dan pasca panen terhadap anggotanya ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Lampiran 5. Struktur Kelompok Tani Timpurung
KETUA
SEKERTARIS BENDAHARA
SEKSI EKONOMI SEKSI
SAPRODI
SEKSI PEMBERANTASAN HAMA/PENYAKITI
SEKSI PERALATAN
PRODUKSI DAN PEMASARAN
ANGGOTA
Lampiran 1. Identitas petani Responden Anggota Kelompok Tani Timpurung yang Mengembangkan Budidaya Mrkisa di Desa Buakkang Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa 2015
5 Mahyuddin 28 SMA 10 4
6 Dg.Lallo 40 SMP 20 4
7 Suhardi 27 SD 7 2
8 Dg. Rate 45 SD 25 1
9 Arifuddin 25 SMA 8 3
10 Tajuddin 27 SMA 10 3
11 Rahim 27 SMA 6 3
12 Mansyur 30 SMP 12 2
13 Amiruddin S.pd 35 S1 15 2
14 Dg. Suro 40 SD 21 1
Lampiran 2. Peranan Kelompok tani sebagai kelas belajar mengajar
No Peranan Dalam Proses Belajar Mengajar1 2 3 Rata-Rata
1 3 2 3 2,62
Jumlah 75 38 59 55,3
Rata-rata 3 1,52 2,36 2,21
Keterangan : Kategori :
Skor 1 = Jika menjawab tidak Berperan =2,34 -3,00 Skor 2 = Jika menjawab kadang – kadang Kurang Berperan =1,67 – 2,33 Skor 3 = Jika menjawab Ya Tidak Berperan =1,00 – 1,66
Lampiran 3. Peranan Kelompok Tani Sebagai Wahana Kerjasama
No Peranan Sebagai Wahana Kerjasama1 2 3 Rata- Rata
1 3 3 2 2,67
Rata-rata 2,84 2,76 1,8 2,49
Keterangan : Kategori :
Skor 1 = Jika menjawab tidak Berperan =2,34 -3,00 Skor 2 = Jika menjawab kadang – kadang Kurang Berperan =1,67 – 2,33
Lampiran 4. Peranan Kelompok Tani Sebagai Unit Produksi No Pernanan Dalam Unit Produksi
Rata – Rata
-Rata 2,8 1,52 2,88 2,34
Keterangan : Kategori :
Skor 1 = Jika menjawab tidak Berperan =2,34 -3,00 Skor 2 = Jika menjawab kadang – kadang Kurang Berperan =1,67 – 2,33 Skor 3 = Jika menjawab Ya Tidak Berperan =1,00 – 1,66
Lampiran 6. Dokumentasi Penelitian
Gambar 1. bibit Markis
Gambar 2. Tanaman Markisa
Melakukan penyemprotan terhadap taanman Markisa
RIWAYAT HIDUP
HANIAH, Lahir buakkang Desa Buakkang Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa pada tangga 19 oktober 1992 dari ayah Jamil dan ibu Minawati: penulis merupakan anak tunggal. Pendidikan formal yang dilalui penulis adalah Sekolah Dasar di SD lulus pada tahun 2005, pada tahun yang sama penulis masuk Sekolah Menengah Pertama di MTS Guppi Sapakeke tamat pada tahun 2008. Penulis melanjutkan pendidikan ketingkat Sekolah Menengah keatas di MA.Muhammadiyah Limbung dan lulus pada tahun 2011. Pada tahun 2011 penulis lulus masuk Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.
Tugas akhir dalam pendidikan tinggi diselesaikan dengan menulis skripsi pada tahun 2015 yang berjudul “Peranan Kelompok Tani Timpurung Dalam Pengembangan Tanaman Markisa di Desa Buakkang Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa.