• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBEHASAN

5.2. Peranan Kelompok Tani

18-41 31tahun sebanyak 4 orang sedangkan 32-45 tahun, hanya ada dua orang.Hal ini tentu berpengaruh dalam pengelolaan usahatani masing-masing responden khususnya dalam pencapaian hasil produksi yang lebih baik.Sesuai dengan pendapat Soekartawi (2006), bahwa pengalaman berusahatani yang cukup lama menjadikan petani lebih matang dan lebih berhati-hati, dalam mengambil keputusan terhadap usahataninya.

Kegagalan dimasa lalu dapat dijadikan pelajaran sehingga ia lebih berhati-hati dalam bertindak. Sedangkan petani yang kurang berpengalaman umumnya lebih cepat dalam mengambil keputusan karena lebih berani menanggung resiko.

42 baik. Kelompok tani merupakan organisasi non formal yang terdiri darikumpulan petani yang tumbuh berdasarkan keakraban dan keserasian sertakesamaan kepentingan dalam memanfaatkan sumberdaya pertanian untuk bekerjasama meningkatkan produktivitas usahatani dan kesejahteraan anggota di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang

5.3. Kegiatan Kelompok Tani

a. Mengaktifkan Proses Pembelajaran

Kelompok tani merupakan wadah belajar mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan (PSK) serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusahatani sehingga meningkatkan pendapatan serta kehidupan lebih sejahterah.

Kegiatan pembinaan fungsi kelompok tani sebagai wahana belajar di Desa Mampu Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang adalah dengan mengadakan pertemuan antar anggota kelompok tani yang ada di Desa Mampu untuk membicarakan berbagai permasalah yang dihadapi petani.

b. Mengarahkan Anggota Kelompok Tani

Kegiatan usahatani yang dilaksanakan oleh masing-masing anggota kelompok, secara menyeluruh harus dipandang sebagai satu kesatuan usaha yang dapat ditingkatkan untuk mencapai skala ekonomi baik dipandang dari segi kualitas, maupun kuantitas.

c. Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Anggota Kelompok

43 Kelompok tani sebagai tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama petani dalam kelompok tani dan antar kelompok tani serta pihak lain. Melalui mitra ini diharapkan usahataninya akan lebih maju dan lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG).Kegiataan pemberdayaan kelompok tani sebagai wahana kerjasama adalah dengan melihat dan mengamati selama penyusunan rencana ,pelaksanaan, hingga evaluasi akhir suatu kegiatan .

5.3.1. Peranan Kelompok Tani Sebagai Media Belajar

Kelompok tani sebagai media belajar merupakan salah satu dari fungsi kelompok tani yang menjadi tolak ukur dalam penelitian ini. Untuk mengetahui lebih peranan kelompok tani dalam usahatani salak di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 11.Tanggapan Responden terhadap Peranan Kelompok Tani Sebagai Media Belajar di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, 2016.

No. Media Belajar Rata-Rata Kategori

1. Melaksanakan pertemuan rutin dalam membahas dan mendiskusikan masalah -

masalah dalam usahatani. 1,75 Sedang

2. Mengikuti berbagai kursus-kursus atau pelatihan dalam peningkatan pengetahuan

dan keterampilan berusahatani. 2,25 Sedang

3. Mengikuti kegiatan pameran yang

bemampaat bagi petani 1,59 Rendah

Nilai Rata-Rata 1,87 Sedang

Sumber :Hasil olah data penelitian, 2016

44 Berdasarkan Tabel 11 diatas maka dapat diketahui bahwa peranan kelompok tani sebagai media belajar di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang yang mengikuti pertemuan rutin dalam membahas dan mendiskusikan masalah - masalah dalam usahatani salak berdasarkan hasil survey penelitian dengan metode skoring diperoleh hasil rata-rata dengan nilai 1,75 yaitu tergolong kategori sedang. Hal ini disebabkan karena ada beberapa petani yang lebih memilih mengikuti kegiatan yang lain yang tidak terkait dengan usahatani salak seperti berkumpul dengan teman-temannya karena pertemuan dilaksanakan pada malam hari. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Yusri

“saat ada pertemuan dengan kelompok tani di malam hari saya sering tidak hadir karena pada malam tersebut saya selalu berkunjung ke rumah teman-teman untuk main beda dengan petani yang selalu hadir, mereka petani yang sudah tua yang tidak punya aktivitas lain lagi”.

Sedangnya tingkat partisipasi petani dalam mengikuti pertemuan rutin dan mendiskusikan masalah-masalah dalam usahatani salak disebabkankurangnya penyampaian informasi jadwal pertemuan kepada setiap anggota kelompok sehingga petani salak kurang mengetahui adanya pertemuan-pertemuan penting yangakan membahas masalah-masalah dalam usahatani.

Lain halnya dalam mengikuti berbagai kursus-kursus atau pelatihan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan berusahatani memiliki nilai rata-rata 2,25yaitu tergolong kategori sedang. Hal ini disebabkan karena kurangnya antusias petani dalam mengikuti berbagai kursus-kursus atau pelatihan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan berusahatani petani kurang terampil dalam mengolah

45 buah salak agar memiliki harga jual yang lebih tinggi. Petani yang tidak mengikuti pelatihan karena petani tersebut merasa bahwa apa yang mereka kerjakan sudah dipahami dengan baik seperti yang diungkapkan oleh bapak Mardin

“ saya tidak mengikuti pelatihan karena materi pelatihannya sama saja dengan apa yang saya kerjakan dan saya sudah tahu itu, jadi lebih baik saya gunakan waktuku ke kebun dari pada menghabiskan untuk ikut pelatihan”

Kurangnya antusias petani dalam mengikuti berbagai kursus-kursus atau pelatihan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan berusahatani petani kurang terampil dalam mengolah buah salak agar memiliki harga jual yang lebih tinggi.

Dalam mengikuti pameran, petani salak di Desa Taulo memiliki hasil rata-rata dengan nilai 1,59 yaitu tergolong dalam kategori rendah. Hal ini disebabkan karna apresiasi pemerintah terhadap petani salak Desa Taulo adalah paselitasi para petani untuk memamerkan hasil petani salak yang di jadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dari pada sukses atau tindakanya metode yang di terapkan oleh Desa Taulo seperti yang di ungkapkan oleh bapak Mustafa

“Karna setiap kelompok atau usaha tani jika ingin melaksanakan atau meminta permohonan melaksanakan suatu kegiatan harus melalui prosedur yang dimana mengajukan permohonan proposal untuk kegiatan tersebut yang diajukan ke pemerintahh daerah atau pemda. Tetapi pengajuan proposal yang di ajukan oleh petani atau usaha tani belum ada tanggapan atau partisipasi dari pameran tersebut”

Rendahnya tingkat petani dalam mengikuti pameran disebabkan karena jarang diadakan pameran di desa tersebut.

46 Berdasarkan hasil penelitian tentang peranan kelompok tani sebagai media belajar di Desa Taulo Kecamatan Alla Kebupaten Enrekang dari rangkaian pertanyaan kepada responden diperoleh nilai rata-rata 1,87 yaitu masuk dalam kategori sedang.

5.3.2. Peranan Kelompok Tani Sebagai Media Kerja Sama

Kelompok tani merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama antara sesama petani dalam kelompok untuk menghadapi berbagai ancaman, tantangan hambatan dan gangguan. Untuk dapat mengatasi ataupun untuk menekan resiko tersebut maka kelompok tani dapat menanggulangi/mengatasinya dengan cara memperkuat dan menjalin kerjasama diantara sesama petani dalam kelompok. Untuk dapat memperkuat dan menjalin kerjasama tersebut, maka kelompok tani sebagai wahana kerjasama antara anggota kelompok harus meningkatkan berbagai kemampuan.

Berdasarkan dari data hasil penelitian di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang,maka dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel 12.Tanggapan Responden Peranan Sebagai Media kerjasama di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, 2016

No. Media Kerjasama Rata-Rata Kategori

1. Melakukan kerjasama dengan anggota lain,

dalam melakukan penanaman salak 1,17 Rendah

2.

Melaksanakan keputusan bersama dengan anggota kelompok tani, dalam melakukan pembersihan lahan tanaman salak

2,08 Sedang

3.

Melaksanakan kerjasama dengan anggota kelompok tani,dalam hal melakukan pengolahan lahan tanaman salak

2,08 Sedang

Nilai Rata-Rata 1,77 Sedang

47 Sumber :Hasil olah data penelitian, 2016

Berdasarkan Tabel 12 dapat diketahui bahwa peranan kelompok tani sebagai media kerjasama di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang yang melakukan kerjasama dengan anggota laindalam penanaman salak berdasarkan hasil survey penelitian dengan metode skoring diperoleh hasil rata-rata dengan nilai 1,17 yaitutergolong dalam kategori rendah. Halini disebabkan karana kurangnya kesadaran partisipasi dari pada kaum pemuda untuk ikut serta berjibaku dalam keanggotanya dalam pelaksanaan penanaman salak seperti yang diungkapkan oleh bapak M.Dahlan.

“Saya tidak selalu mengikuti kegiatan karena tidak ada mamfaatnya bagi saya dan hanya membuang buang waktu saja jadi lebi baik kekebun saja dari pada mengikuti gotongroyong.Ketika di laksanakan penanaman salak secara gotongroyong di mana yang dominan hanya kalangan dari orang tua hanya kisaran umur 52 ke atas”

Rendahnya anggota kelompok yang melakukan kerjasama dengan anggota lain dalam penanaman salak disebabkan karena sebagian petani responden telah menanam salak sebelum kelompok tani di desa tersebut dibentuk.

Dalam melaksanakan keputusan bersama dengan anggota kelompok tani, dalam melakukan pembersihan lahan tanaman salak memperoleh nilai rata-rata yaitu 2,08 termasuk dalam kategori sedang. Melaksanakan keputusan bersama dengan kelompok lain, dalam melakukan pembersihan lahan tanaman salak di Desa Taulo sering dikerjakan bersama-sama guna dalam mempercepat proses pembersihan lahan yang tidak memakan waktu banyak.

48 Melaksanakan kerjasama dengan anggota kelompok tani, dalam hal melakukan pengolahan lahan tanaman salak dalam penelitian ini memperoleh nilai rata-rata 2,08 dan tergolong kategori sedang. Hal ini di sebabkan karna kegiatan rapat rapat keanggotan usahatanai biasa di laksanakan tapi tidak maksimal karna beberapa atau kebanyakan tidak hadir di kegiatan rapat mengeni kegiatan yang akan di laksanakan oleh usahatani dalam proses perawatan tanaman salak.Hal ini disebabkan karena beberapa petani lebih memilih tidak hadir dengan alasan tidak adanya informasi yang sampai kepada sebagian petani, seperti yang diungkapkan oleh bapak Jasri.

“Saya sebenarnya selalu mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok tani, tapi informasinya tidak sampai ke saya dan beberapa teman petani lain sehingga tidak hadir karena biasanya kalau ada pertemuan atau kerja sama hanya disampaikan dari mulut ke mulut”

Berdasarkan hasil penelitian tentang peranan kelompok tani sebagai media kerjasama di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang dari rangkaian pertanyaan kepada responden diperoleh nilai rata-rata 1,77 yaitu masuk dalam kategori sedang. Hal ini disebkan karena beberapa petani cenderung bekerja sendiri dengan pertimbangan bahwa kehadirannya dikebun akan menyelesaikan segala pekerjaannya dibandingkan dengan ikut bekerja sama dengan petani lain.Seperti yang dikatakan oleh bapak Jusair.

“saya tidak ikut bekerja sama dengan petani lain yang dilaksanakan kelompok tani karena akan menyita waktuku sehingga saya lebih memilih untuk bekerja sendiri di kebun salak yang saya miliki. Kalau saya ikut maka pekerjaan saya yang bisa diselesaikan bisa tertunda.”

49 5.3.3. Peranan Kelompok Tani Sebagai Unit Produksi

Kelompok tani merupakan satu kesatuan unit usahatani untuk mewujudkan kerjasama dalam mencapai skala ekonomi yang lebih menguntungkan. Upaya peningkatan peranan kelompok tani sebagai unit produksi berorientasi kepada agribisnis dan agro industri dan hal ini dilakukan dengan peningkatan berbagai kemampuan yang merupakan tugas dan tanggung jawab kelompok.

Peran kelompok tani sebagai unit produksi ini sangat penting dalammembantu masyarakat petani untuk peningkatan dan mengembangkan usahatani salak yang dilakukan oleh masing-masing anggota kelompok tani, sehingga secara keseluruhan dapat dipandang sebagai suatu kesatuanusaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dipandang dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 8 tentang peranan kelompok tani sebagai unit produksi di Desa Taulo, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.

Tabel 13.Tanggapan Responden Terhadap Peranan Sebagai Unit Produksi di Desa Taulo, Kec. Alla, Kab. Enrekang, 2016.

No. Unit Produksi Rata-Rata Kategori

1. Dalam melakukan penanaman salak, bapak bekerjasama dengan anggota kelompok tani yang lain.

2,5 Tinggi

2. Didalam melakukan penanaman salak, ada kesepakatan bersama dalam memilih varietas untuk ditanam.

1,83 Sedang

3. Kelompok tani juga memfasilitasi kegiatan

produksi bagi anggota-anggotanya. 1,67 Sedang

Nilai Rata-Rata 2,00 Sedang

Sumber :Hasil olah data penelitian, 2016

50 Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui bahwadalam melakukan penanaman salak, petani bekerjasama dengan anggota kelompok tani yang lain di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata 2,5 yaitu kategori tinggi. Hal ini disebabkan karena untuk produksi salak semakin tiggi para kelompok usaha tani saling bekerja sama dalam merembutkan bagaimana metode penanaman salak yang benar hingga menghasilkan produksi salak yang semakan meningkat.

Lain halnya didalam melakukan penanaman salak, mengenai kesepakatan bersama dalam memilih varietas untuk ditanam di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang memperoleh nilai rata-rata 1,83 yaitu kategori Sedang. Hal ini disebabkan karena varietas tanaman salak yang ada di desa taulo terdiri dari beberpa macam dimana ada varietas yang di lestariakan secara turun temurun, varietas bantuan dinas pertanian dan persilangan dari kedua varietas tersebut.

Kelompok tani memfasilitasi kegiatan produksi bagi anggota-anggotanya dalam penelitian ini memperoleh nilai rata-rata 1,67 yaitu masuk dalam kategori sedang.Kategori sedang ini disebabkan karena kurang tersedianya fasilitas yang disediakan oleh kelompok tani seperti fasilitas pengangkutan dari kebun ke tempat penyimpanan.

Berdasarkan hasil penelitian tentang peranan kelompok tani sebagai unit produksi di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang dari rangkaian pertanyaan kepada responden diperoleh nilai rata-rata 2,00 yaitu masuk dalam kategori sedang.Hal ini disebabakan karena hasil produksi salak dari anggota

51 kelompok-kelompok tani yang du kategorikan hasil produksi yang unggul ketua kelompok tani memberikan fasilitas untuk ikut sertakan dalam pameran ketika diadakanya pameran hasil produksi.Untuk mendapakan hasil-hasil salak yang bersipat unggul kelompok tani memberikan pelatihan anggotanya cara pemupukan penyemprotan yang benar.

5.3.4. Peranan Kelompok Tani Sebagai Unit Bisnis

Usahatani pada umumnya adalah kegiatan bisnis yang berorientasi pada profit, sehingga dalam hal ini kelompok tani bisa berperan sebagai agen bisnis yang bisa menggerakkan sumberdaya kolektif (tenaga, pikiran, dan dan) bagi kepentingan kelompok sehingga usahatani bisa lebih efisien.

Peran kelompok tani sebagai unit bisnis sangat berperan penting untuk para petani agar dapat membantu meningkatkan hasil usaha petani danmemperluas peluang usahanya. Untuk lebih jelasnya mengenai peranan kelompok tani sebagai unit bisnis dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14.Tanggapan Responden Terhadap Peranan Kelompok Tani Sebagai Unit Bisnis di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, 2016.

No. Unit Bisnis Rata-Rata Kategori

1. Diberikan modal dalam usaha tanaman

salak. 1,75 Sedang

2. Pernah mendapatkan pelatihan dalam mengolah buah salak menjadi produk minuman atau makanan.

1,33 Rendah

3. Pelatihan yang pernah didapatkan tentang

berusahatani salak. 2,00 Sedang

Nilai Rata-Rata 1,69 Sedang

Sumber :Hasil olah data penelitian, 2016

52 Berdasarkan Tabel 14 dapat ketahui bahwa pemberian modal dalam usaha tanaman salak di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang memperoleh nilai rata-rata 1,75 yaitu kategori sedang. Hal ini disebabkan karena bantuan modal khususnya dana bergilir dari pemerintahh ada petani yang memperoleh dana tersebut dan adapula petani yang tidak merasakan atau memperoleh dana tersebut. Seperti yang diungkapkan bapak Muklis

“saya dengar ada pembagian dana bergilir untuk petani sebagai modal usaha khususnya untuk pengembangan usahatani salak. Tapi saya belum melihat dan juga mendapatkan dana tersebut dan petani yang memperoleh dana tersebut biasanya petani yang dekat dengan ketua kelompok tani.”

Pelatihan dalam mengolah buah salak menjadi produk minuman atau makanan di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata 1,33 yaitu kategori rendah. Hal ini disebabkan pelatihan dalam mengolah buah menjadi produk hasil olahan jarang bahkan tidak pernah ada di Desa Taulo.

Pelatihan yang pernah didapatkan tentang berusahatani salak memperoleh nilai rata-rata 2,00 yaitu kategori sedang. Hal ini disebabkan karena pelatihan yang dilaksanakan oleh kelompok tani maupun oleh pemerintah tidak diikuti secara maksimal oleh petani bahkan ada beberapa petani yang tidak mengikuti sama sekali dan lebih mengutamakan pekerjaannya. Seperti yang dikatakan bapak .Mardan

“pelatihan yang dilaksanakan oleh kelompok tani dan pemerintah memang baik karena dapat menambah wawasan bagi petani akan tetapi saya tidak ikut dalam kegiatan tersebut dan lebih memilih untuk bekerja di kebun.”

53 Berdasarkan hasil penelitian tentang peranan kelompok tani sebagai unit bisnis di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang dari rangkaian pertanyaan kepada responden diperoleh nilai rata-rata 1,69 yaitu masuk dalam kategori sedang.

Hal ini disebabkan karena pelatihna yang di dapat oleh parah kelompok-kelompok usahatani hanya sampai kepada pembibitan dan pengelolahan lahan belum sampai penanggulangan hama. seperti yang di ungkapkan oleh bapak Usman.

“Ditemukanbeberapa tumbuhan salak yang mati sebelum berproduksi dan tumbuhan salak yang sudah berproduksi terdapat beberapa buah salak yang membusuk sebelum matang.”

ke-empat peran kelompok tani dalam peningkatan usahatani produksi salak di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kelompok tani cukup mempunyai peran penting dalam peningkatan produksi tanaman salak.

Peran kelompok tani yang sangat berpengaruh terhadap menunjang usahatani salak di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 15berikut:

Tabel 15.Nilai Rata-Rata Keseluruhan Peran Kelompok Tani Dalam menunjangUsahatani Salakdi Desa Taulo Kecamatan Alla Kecamatan Alla, 2016.

No. Peran Kelompok Tani Rata-Rata Kategori

1. Media Belajar 1,87 Sedang

2. Media Kerjasama 1,77 Sedang

3. Unit Produksi 2,00 Sedang

4. Unit Bisnis 1,69 Sedang

Rata-rata 1,83 Sedang

Sumber :Hasil olah data penelitian, 2016

54 Berdasarkan Tabel 15 peran kelompok tani yang memilikipengaruh terbesar pada peningkatan produksiusahatani salak pada umumnya semua berkategori sedang, namun yang memiliki nilai rata-rata paling tinggi adalah peran kelompok tani sebagai unit produksi dengan nilai rata-rata 2,00. Kemudian disusul peran kelompok tani sebagai media belajar dengan nilai rata-rata 1,87. Peran kelompok tani sebagai media kerja sama memperoleh nilai rata-rata 1,77. Sedangkan yangpaling terkecil adalah peran kelompok tani sebagai unit bisnis dengan nilai rata-rata 1,69.

Dari keseluruhan total rata-rata peran kelompok tani dapat diketahui bahwa peran kelompok tani dalam peningkatan produksi salak di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 1,83 yaitu kategori sedang atau dengan kata lain kelompok tani kurang berperan penting dalam menunjang usahatani salak di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang.

Dokumen terkait