A. Hasil penelitian
3. Peranan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan
Sebelum membahas tentang peranan kepemimpinan terlebih dahulu penulis memaparkan tenntang pengertian peranan kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan proses kegiatan mempengaruhi individu atau organisasi dengan cara menggerakkan mereka untuk bekerjasama mencapai dalam tujuan organisasi. Dalam pengertian lain kepemimpinan merupakan kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi orang lain, terutama bawahannya, untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangsih nyata dalam pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan.
Dalam pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan, peran pemimpin sangat dibutuhkan dalam pengontrolan kinerja karyawan.Kinerja karyawan merupakan hasil kerja atau kegiatan
yang dilakukan karyawan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diberikan oleh pimpinan perusahaan dan telah disepakati oleh karyawan.Standar Operasional Prosedur merupakan tolak ukur kerja karyawan guna tidak ada pembiasan dalam kerja karyawan.Pembiasan kerja yang artinya kerja dari karyawan tidak keluar dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah diberikan oleh pimpinan perusahaan kepada setiap karyawan yang bekerja dalam perusahaan.
Dalam kerangka manajemen, kepemimpinan merupakan sub sistem daripada manajemen. Karena mengingat peranan vital seorang pemimpin dalam menggerakkan bawahan, maka timbul pemikiran bagi penulis untuk mengungkapkan peranan apa saja yang menjadi beban dan tanggung jawab pemimpin dalam mempengaruhi bawahannya. Peranan merupakan perilaku yang diatur yang diharapkan dari seseorang dalam posisi tertentu.Jadi jelasnya peranan kepemimpinan merupakan seperangkat perilaku yang diharapkan dilakukan oleh seseorang sesuai dengan kedudukannya sebagai seorang pemimpin.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kepemimpinan dapat berperan dengan efektif antara lain:
a. Dasar utama dalam efektivitas kepemimpinan bukan pengangkatan atau penunjukan, melainkan kesiapan orang lain terhadap kepemimpinan yang bersangkutan.
b. Efektivitas kepemimpinan tercermin dari kemampuannya untuk membina dan membimbing bawahan.
c. Efektivitas kepemimpinan menuntut kemahiran untuk menyesuaikan dengan situasi organisasi perusahaan.
Peranan memiliki interpretasi yaitu serangkaian perilaku yang diharapkan pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun informal. Peran didasarkan pada perskripsi (ketentuan) dan harapan peran yang menerangkan apa yang harus dilakukan oleh individu-individu dalam situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka sendiri atau harapan orang lain.
Salah satu implementasi peranan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di PT. Pandi Kencana Murni yaitu :
a. Peran kepemimpinan dalam mengambil keputusan dalam hal apapun.
Artinya bahwa kepemimpinan pada pemimpin dalam perusahaan besar seperti PT. Pandi Kencana Murni mempunyai peran aktif dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga membuat keputusan dan tanggung
jawab terhadap hasilnya adalah salah satu tugas pemimpin. Apabila seorang pemimpin tidak mampu membuat keputusan seharusnya tidak dapat menjadi seorang pemimpin.
b. Peran kepemimpinan dalam membangun tim.
Artinya bahwa dalam proses pembentukan ruang lingkup peran hubungannya yang melekat pada pemimpin meliputi peran pemimpin dalam pembentukan dan pembinaan tim kerja.
c. Peran kepemimpinan sebagai pembangkit semangat kerja karyawan.
Artinya bahwa peran ini dapat dijalankan dengan cara memberikan pujian dan dukungan terhadap karyawan agar kinerja karyawan makin semangat dalam bekerjanya. Pujian tersebut dapat diberikan berupa penghargaan dan insentif. d. Peran kepemimpinan dalam menyampaikan informasi.
Artinya bahwa informasi merupakan jantung kualitas perusahaan atau organisasi, artinya bahwa walaupun produk dan layanan perusahaan tersebut bagus, tetapi jika komunikasi internal dan eksternalnya maka perusahaan itu tidak akan bertahan lama karena tidak akan dikenal masyarakat dan koordinasi kerja didalamnya tidak begitu bagus, oleh karena itu penyampaian informasi harus
diformulasikan sedemikian rupa sehingga informasi benar-benar sampai kepada komunikan yang dituju dan memberikan manfaat yang diharapkan.
Contoh kasus dalam peranan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di PT. Pandi Kencana Murni sebagai berikut :
Dalam menentukan ketetapan harga paket umroh seorang pemimpin perlu mengadakan adanya musyawarah dengan pimpinan-pimpinan perusahaan sehingga tidak ada unsur yang dirugikan atau dikecewakan. Untuk menentukan ketetapan harga paket umroh pemimpin perusahaan memberikan gambaran terlebih dahulu terhadap harga paket umroh yang pada umumnya, kemudian pimpinan-pimpinan perusahaan memberikan masukan terhadap harga paket umroh pada umumnya yang dipaparkan oleh pemimpin perusahaan. Selanjutnya pimpinan-pimpinan perusahaan melakukan kalkulasi terhadap konsep harga besaran biaya yang telah ditentukan dengan mengomparasikan biaya pengeluaran yang artinya biaya yang dikeluarkan untuk administrasi atau biaya yang diperlukan selama proses perjalanan sampai selesei umroh. Kemudian dari komparasi harga paket umroh yang ditentukan dengan biaya pengeluaran, maka dapat dilihat besaran keuntungan yang diinginkan, artinya bahwa harga paket umroh dapat ditentukan
Dari bebera uraian diatas penulis menyimpulkan bahwa dalam peranan kepemimpin terdapat beberapa macam peranan. Penulis akan membahas mengenai peran kepemimpinan terhadap kinerja, yang artinya bahwa bagaimana tindakan seorang pemimpin terhadap dan yang diinginkan oleh karyawan agar kinerja karyawan lebih semangat dalam bekerja. Dalam kinerja karyawan membutuhkan sosok pemimpin yang mampu memberikan motivasi dan semangat kerja bagi karyawan. Salahsatu yang berperan dalam peranan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan yaitu :
a. Peran kepemimpinan dalam mengambil keputusan
Kepemimpinan seseorang dalam organisasi sangat besar perannya dalam pengambilan setiap keputusan, sehingga membuat keputusan dan bertanggung jawabterhadap hasilnya dalah salah satu tugas pemimpin.Sehingga seorang pemimpin tidak mampu mengambil keputusan, seharusnya dia tidak dapat menjadi pemimpin.Dalam pengambilan keputusan dalan tinjauan perilaku mencerminkan karakter bagi seorang pemimpin.Proses pengambilan keputusan dilakukan melalui beberapa tahapyaitu :
Identifikasi masalah
Contoh kasus : penjualan paket umrah pada bulan ramadan pada tahun 2012 menurun drastis dikarenakan
diantara kompetitor memainkan harga diibawah standard dengan kualitas rendah
Mendefinisikan masalah
Sambungan contoh kasus diatas : adanya kompetitor yang memainkan harga dibawah standard dengan kualitas rendah.
Memformulasikan dan mengembangkan alternative
Sambungan contoh kasus diatas : menetapkan harga akan tetapi dengan diberikan doorprise, bagi kosumen yang membeli paket umroh pada bulan ramadhan akan mendapatkan paket liburan ke singapore.
Implementasi keputusan
Sambungan contoh kasus diatas : dari beberapa hasil diatas keputusan tersebut ditetapkan didepan rapat bersama untuk melihat efektifitas dan efisiensinya.
Evalusai keputusan
Sambungan contoh kasus :setelah implementasi keputusan selanjutnya pengoreksian sekaligus pembenahan atau perbaikan dari kekurangan atau kelebihan keputusan yang telah dibuat.
Unit kerja yang solider yang mempunyai identifikasi keanggotaan maupun kerjasama yang kuat. Pedoman umum dalam membentuk dan membangun tim yaitu :
Menanamkan kepentingan bersama Menggunakanceremonydan ritual-ritual
Menggunakan symbol-simbol untuk mengembangkan identifikasi dengan unit kerja
Mendorong dan memudahkan interaksi sosial yang memuaskan
Mengadakan pertemuan-pertemuan membangun tim Menggunakan jasa konsultan bila diperlukan
Adapun peranan kepemimpinan dalam tim adalah sebagai berikut :
Memperlihatkan gaya pribadi Proaktif dalam menjalin hubungan Mengilhami kerja tim
Memberikan dukungan timbal balik Membuat orang terlibat dan terikat c. Peran pembangkit semangat kerja karyawan
Salah satu peran kepemimpinan yang harus dijalankan oleh seorang pimpinan adalah peran membangkitkan semangat kerja. Peran ini dapat dilakukan dengan cara memberikan
pujian dan dukungan. Pujian dapat diberikan dalam bentuk penghargaan dan insentif.
d. Peran menyampaikan informasi
Informasi merupakan jantung kualitas organisasi atau perusahaan, artinya bahwa walaupun produk dan layanan hasil jual perusahaan tersebut bagus, tetapi jika komunikasi internal dan eksternal tidak bagus, maka eksistensi perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama, karena tidak akan dikenal masyarakat dan koordinasi didalamnya tidak bagus. Penyampaian dan penyebaran informasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga informasi benar-benar sampai dan dimengerti kepada orang yang dituju dan memberikan manfaat yang diharapkan.
90
A. Kesimpulan
Berdasarkan apa yang telah dibahas dan diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat mengambil suatu kesimpulan secara komperhensif dari pada skripsi sebagai berikut: 1. Peranan kepemiminan pada umumnya menggunakan tipe kepemimpinan demokratis yang mana peran seorang pemimpinnya sebagai koordinator dan intergrator, menjunjung tinggi harkat martabat manusia, bawahan dilibatkan aktif dalam proses pengambilan keputusan, selalu mendelegasikan wewenang yang praktis dan realistik
2. Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hokum dan sesuai dengan moral maupun etika. Kinerja karyawan di PT. Pandi Kencana Murni tidak begitu maksimal atau masih kurang sempurna, karena selama ini tipe kepemimpinan yang digunakan oleh pemimpin perusahaan
masih menggunakan tipe kepemimpinan patrenalistik yang mengakibatkan timbulnya degradasi semangat kerja karyawan 3. Peranan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan. Pemimpin sebagai salah satu penentu arah dan tujuan organisasi diharapkan mampu mengontrol perilaku-perilaku kerja dan mengarahkannya pada peningkatan produktivitas dan kinerja karyawan.
B. Saran
Hal-hal yang masih harus diperhatikan dalam mengatasi permasalahan yang timbul di dalam kepemimpinan terhadapa kinerja karyawan pada PT. Pandi Kencana Murni dalam rangka usaha meningkatkan produktivitas kerja karyawan antara lain:
1. Untuk menghindari degradasi kinerja karyawan akibat ketidak tepatan aplikasi tipe kepemimpinan monoton dengan kondisi perusahaan. Seyogyanya disarankan pemimpin mengaplikasikan tipe kepemimpinan situasional yang artinya tipe kepemimpinan yang diterapkan sesuai dengan kondisi yang terjadi pada perusahaan.
2. Seluruh pemimpin dalam perusahaan dan semua pihak yang berkepentingan memajukan perusahaan perlu untuk memotivasi kinerja karyawwan agar sesuai dengan tujuan dan yang
ditargetkan perusahaan, sehingga eksistensi perusahaan tetap terjaga bahkan lebih berkembang.
Anonim. 2013. Gaya-gaya kepemimpinan. [terhubung berkala] http://www.dostoc.com/docs/22681115/Gaya-Gaya Kepemimpinan. [10 Juni 2013:23.10].
Anonim. 2013. Jurnal management. [terhubung berkala]. http://pulsit.petra.ac.id/journals/management [10 Juni 2013:00.35]
Arrizal, 2001.“Pemimpin Gaya Kepemimpinan Transaksional Mencapai Sukses Melalui Manajemen Sumber Daya Manusia”.Jurnal Kajian Bisnis.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha. No. 22 Januari-April. Ebert, Griffin, 2002,Bisnis, PT. Ikrar Mandiri abadi. Jakarta Stoner, Freeman
dan Gilbert Jr., 1995,management, prentice.
Fremont E. Kastdanjames E. Rosenzweig, 2002, Organisasi dan Manajemen jilid 2, Jakarta, Bumi Aksara, (terjemahan).
Hasibuan, S.P Malayu, 2000, Manajemen dan Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, PT. Bumi Aksara, Jakarta.
Fahmi, Irham, 2011,Manajemen Pengambilan Keputusan Teori dan Aplikasi, Alfabeta, Bandung.
Fahmi, Irham, 2012, Manajemen Kepemimpinan Teori dan Aplikasi,Alfabeta, Bandung.
Moleong, Lexy, J., 2004 Metode Penelitian Kualitatif, Remaja Rosda Karya, Bandung.
Nasution, M.A.,S. 1964 Azas-azas Kurikulum, Ternate. Bandung. Pamoedji,1986,
Sunyoto, Danang, 2012,Manajemen Sumber Daya Manusia, CASP (Center of Academic Publishing Service), Yogyakarta
Thoha, Miftah. 1983.Kepemimpinan dalam manajemen. Jakarta : Rajawali Pers.
Yukl, A. G. (1998), Kepemimpinan Dalam Organisasi, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta : Penerbit Prenhallind.
3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 39 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 37 5 4 4 5 5 4 3 5 3 4 4 41 6 3 5 4 4 4 4 5 4 4 4 41 7 3 3 5 5 4 4 5 5 4 4 42 8 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 43 9 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 44 10 3 4 5 5 5 5 5 4 5 5 46 11 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 48 12 4 4 4 4 3 4 5 4 5 5 42 13 4 5 4 5 5 4 4 4 5 3 43 14 3 3 4 4 4 4 2 4 3 4 35 15 3 2 4 3 4 3 3 4 4 3 33 16 3 5 4 4 4 4 5 4 4 4 41 17 3 4 5 5 4 4 5 5 4 4 43 18 5 5 5 4 5 5 4 4 5 4 46 19 4 1 3 5 4 4 4 4 4 4 37 20 2 2 3 2 2 2 4 2 1 2 22 21 2 2 3 2 2 4 2 3 3 2 25 22 3 3 5 5 4 4 5 5 4 4 42 23 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 47 24 5 5 5 5 3 5 5 5 3 5 46 25 2 2 4 4 3 4 3 3 3 3 31 26 2 2 2 4 4 4 5 3 5 4 35 27 3 5 4 4 4 4 5 4 4 4 41 28 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 45 29 5 4 4 4 5 5 4 5 5 5 46 30 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 39 31 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 37 32 4 4 5 5 4 3 5 3 4 4 41 33 4 4 3 5 3 3 4 3 4 5 38 34 4 2 3 5 4 5 5 5 5 3 41 35 4 4 3 4 5 5 5 5 4 4 43 36 4 3 5 5 5 4 4 4 3 5 42 37 5 5 3 3 3 4 5 4 4 5 41 38 4 4 4 4 5 5 5 3 4 4 42 39 2 3 2 2 5 4 4 4 4 3 33 40 3 3 2 2 3 3 1 2 4 2 25 41 3 2 2 4 4 4 4 4 4 4 35 42 4 2 4 2 4 4 4 2 5 4 35 43 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 37 44 5 3 3 4 5 4 2 4 2 3 35 Variable Kinerja
4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 42 5 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 43 6 5 3 4 4 5 5 5 5 4 4 44 7 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 49 8 5 4 4 5 4 5 4 2 5 5 43 9 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 47 10 5 5 5 4 5 5 5 4 5 4 47 11 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 48 12 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 45 13 5 5 5 4 5 5 5 4 5 4 47 14 3 2 5 5 5 4 4 4 4 4 40 15 4 4 3 4 4 2 3 4 4 4 36 16 4 5 5 5 5 5 4 3 4 5 45 17 4 5 5 5 5 4 4 4 4 5 45 18 5 5 5 5 2 4 5 5 5 5 46 19 5 5 5 5 3 3 5 5 3 3 42 20 4 5 2 2 4 5 2 4 4 4 36 21 4 4 2 4 5 5 2 5 5 5 41 22 3 5 5 4 5 3 4 5 5 5 44 23 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 24 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 48 25 4 3 5 4 5 5 4 4 4 4 42 26 3 3 4 5 5 4 4 4 4 4 40 27 3 4 4 5 5 4 4 3 5 5 42 28 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 48 29 5 4 5 5 5 5 4 4 3 5 45 30 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 42 31 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 42 32 5 5 4 4 4 4 5 5 4 4 44 33 5 3 4 4 5 5 5 5 4 5 45 34 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 39 35 5 4 2 5 5 4 5 5 5 4 44 36 5 5 5 3 4 3 3 5 5 5 43 37 4 4 4 4 4 5 5 5 3 4 42 38 4 4 4 5 5 5 5 3 5 4 44 39 4 4 4 4 5 5 2 4 5 4 41 40 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 38 41 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 41 42 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 41 43 4 4 2 5 4 5 4 4 5 4 41 44 5 5 4 4 5 5 3 5 5 4 45
/METHOD=ENTER Pimpinan. Regression Variables Entered/Removedb Model Variables Entered Variables Removed Method 1 Pimpinana . Enter
a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Kinerja
Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,799a ,638 ,630 2,00953
a. Predictors: (Constant), Pimpinan
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 299,373 1 299,373 74,135 ,000a
Residual 169,605 42 4,038
Total 468,977 43
a. Predictors: (Constant), Pimpinan b. Dependent Variable: Kinerja
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 26,064 2,050 12,713 ,000 Pimpinan ,443 ,051 ,799 8,610 ,000
ZAHIR SYAH