6.1 Pelayanan Kesehatan
Pelayanan ini berupa pelayanan dokter hewan dan obat-obatan dengan adanya tunjangan dari pemerintah untuk ternak yang sakit. Peternak juga mendapatkan tunjangan dalam melakukan inseminasi buatan. Tidak semua sapi melakukan inseminasi buatan dan dilakukan apabila ada permintaan dari peternak. Peternakan sapi perah di KUD Mandiri Cisurupan mengalami peningkatan, hal ini dapat terlihat dari jumlah populasi sapi perah di KUD Mandiri Cisurupan.
Sumber : Laporan Buku Tahunan KUD Mandiri Cisurupan (2009)
Gambar 9. Perkembangan Jumlah Populasi Sapi Perah KUD Mandiri Cisurupan Tahun 2006-2009
Perkembangan usaha sapi perah yang dilakukan KUD Mandiri Cisurupan sudah cukup baik, hal ini terlihat pada gambar yang menunjukkan jumlah populasi sapi perah yang dimiliki para peternak terus mengalami peningkatan, meskipun pada tahun 2008 sempat mengalami penurunan karena kondisi ekonomi yang menurun dan pendidikan peternak yang masih rendah sehingga usaha ternak sapi perah mengalami penurunan, akan tetapi berkat usaha dan kerja keras dari para pengurus KUD Mandiri Cisurupan sehingga koperasi pun berhasil menarik kepercayaan masyarakat untuk ikut bergabung kembali dengan koperasi dan
0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 2006 2007 2008 2009 Ju m lah P op u lasi ( ek or )
memulai usaha ternak sapinya kembali. Selain itu, jumlah peternak yang menjadi anggota KUD Mandiri Cisurupan pun mengalami peningkatan.
Tabel 7. Perkembangan Jumlah Peternak Anggota KUD Mandiri Cisurupan Tahun 2006-2009
No Tahun Jumlah Anggota (orang)
1 2006 1.250
2 2007 1.300
3 2008 1.268
4 2009 1.350
Sumber : Laporan Buku Tahunan KUD Mandiri Cisurupan (2009)
Berdasarkan Laporan Tahunan KUD Mandiri Cisurupan Tahun Buku 2009, jumlah peternak mengalami peningkatan. Akan tetapi, pada tahun 2008 jumla peternak sempat mengalami penurunan karena para peternak tidak mampu mempertahankan usahanya dan juga karena pengetahuan mereka yang masih sangat rendah sehingga tidak mampu mengatasi berbagai resiko yang dihadapi. Pada tahun 2009, koperasi melakukan pembenahan dan berkat kerja keras dan keyakinan pengurus koperasi sehingga KUD Mandiri Cisurupan berhasil menarik kembali kepercayaan masyarakat untuk bisa mengembangkan kembali usaha ternak sapi perah.
6.1.1 Kegiatan Pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) pada Sapi Perah.
Pelayanan bidang reproduksi di peternakan sapi perah KUD Mandiri Cisurupan meliputi pelayanan inseminasi buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan (PKB), penanganan infertilitas dan sterilitas (kemajiran). Pelayanan inseminasi buatan (IB) dan pemeriksaan kebuntingan (PKB) yang diikuti mahasiswa bersama petugas lapangan dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 8. Pelayanan IB dan PKB di KUD Mandiri Cisurupan per Bulan
No Kegiatan Jumlah (ekor)
Sistem pelaporan inseminasi buatan di KUD Mandiri Cisurupan dilakukan dengan beberapa cara yaitu: menitipkan nama peternak ke petugas pengambil susu, datang langsung ke KUD atau menghubungi melalui telpon atau pesan singkat ponsel. Di KUD ada seorang petugas yang merekapitulasi laporan permintaan inseminasi buatan dari peternak dan akan mengelompokkan berdasarkan wilayah kerja inseminatornya. Pada pukul 08.00 inseminator akan mendapatkan daftar nama peternak dari tiap wilayah kerjanya siapa saja yang sapinya minta diinseminasi. Setelah selesai melakukan inseminasi petugas akan mencuci tangan dan mencatat pelaksanaan inseminasi tersebut pada struk rangkap tiga, di mana lembar pertama untuk peternak, lembar kedua akan diserahkan ke KUD dan lembar terakhir sebagai arsip inseminator. Di KUD lembar tadi akan dipindahkan ke komputer data base KUD untuk data keberhasilan IB, jumlah straw yang terpakai dan kinerja inseminator. Lembar tersebut berisi data antara lain: nama peternak, kelompok, alamat, nama atau nomor sapi, tanggal IB terakhir, tanggal kelahiran terakhir, inseminasi keberapa setelah partus, informasi
straw, derajat birahi, petugas dan tandatangan peternak.
Pelaksanaan inseminasi buatan di KUD Mandiri Cisurupan sudah dilakukan dengan baik sesuai literatur. Pelaksanaan inseminasi buatan yang dilaksanakan dengan benar akan memberikan beberapa keuntungan antara lain: menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan, dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik, mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding), dengan peralatan dan teknologi yang baik spermatozoa dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantannya telah mati, menghindari
kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar, menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin (Rahadi 2009).
6.1.2 Kegiatan Pelayanan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB)
Pemeriksaan kebuntingan pada peternakan sapi perah di Cisurupan tidak terjadwal rutin oleh KUD. Petugas lapangan baru memeriksa kebuntingan apabila ada permintaan dari peternak, banyak kejadian di lapangan peternak mengasumsikan bila sapi tidak kembali menunjukan gejala estrus setelah sebulan diinseminasi dianggap berhasil, sedangkan bila kembali menunjukan gejala estrus akan dilaporkan untuk diinseminasi lagi.
Apabila ada laporan pemeriksaan kebuntingan petugas akan datang ke kandang dan bertanya kapan terakhir diinseminasi dan melihat kartu bukti IB terakhir. Apabila sudah memasuki hari ke 60, petugas akan melakukan palpasi. Apabila di bawah 60 hari petugas akan menunda pemeriksaan kebuntingan sampai mencapai hari ke 60. Pengetahuan tentang kebuntingan ternak setelah inseminasi sangat penting bagi peternak dan petugas lapangan untuk memutuskan tindakan selanjutnya terhadap ternak tersebut.
6.2 Persediaan Bahan Baku
Untuk dapat memenuhi kebutuhan ternak baik untuk kelangsungan hidupnya maupun untuk berproduksi perlu diketahui komposisi zat makanan dari bahan yang akan digunakan. Rumput dan hijauan pada umumnya mengandung protein dan energi yang lebih rendah dari pada konsentrat. Pemberian rumput yang baik tanpa tambahan konsentrat biasanya hanya dapat memenuhi kebutuhan
menjalankan usaha ternak sapi adalah ketersediaan pakan ternak. Pakan yang diberikan berupa pakan konsentrat. Pakan konsentrat membutuhkan bahan baku yang diperoleh dari para pengumpul daerah sekitar, pihak GKSI dan pengumpul baku lainnya.
Untuk persediaan pakan konsentrat yang dikelola oleh KUD Mandiri setiap bulannya diperlukan 200-288 ton konsentrat. Konsentrat yang diberikan dikemas dalam bentuk karungan dengan harga jual Rp. 1600 Per kilonya. Pengolahan pakan konsentrat meliputi beberapa langkah kegiatan dengan menggunakan alat bantu mesin gilling dan mixer. Kualitas konsentrat sangat berpengaruh terhadap hasil produksi susu yang dihasilkan sapi perah. Berikut adalah jumlah produksi susu yang dihasilkan sapi perah pada KUD Mandiri Cisurupan pada tahun 2006-2009 dapat dilihat pada Gambar 10.
Sumber : Laporan Buku Tahunan KUD Mandiri Cisurupan (2009)
Gambar 10. Perkembangan Produksi Susu Sapi Perah KUD Mandiri Cisurupan Tahun 2006-2009
Rata-rata kemampuan produksi sapi perah meningkat meskipun pada tahun 2008 mengalami penurunan yang disebabkan para peternak tidak mampu melanjutkan usaha ternaknya kembali karena kondisi ekonomi yang semakin memburuk dan tingkat pengetahuan peternak yang masih sangat rendah dalam mengahadapi berbagai resiko. Akan tetapi pada tahun 2009 produksi susu sapi
0 500000 1000000 1500000 2000000 2500000 3000000 3500000 4000000 2006 2007 2008 2009 Ju m lah su su ( li te r)
perah mengalami peningkatan kembali karena usaha dan kerja keras dari koperasi dan para peternak itu sendiri untuk mengembangkan usahanya, serta usaha dari koperasi dalam peningkatan kualitas konsentrat yang sangat berpengaruh terhadap hasil produksi susu yang dihasilkan sapi perah. Hal ini dapat dikatakan bahwa KUD Mandiri Cisurupan sudah cukup baik dalam memberikan pelayanan dalam hal penyediaan baku karena mempermudah para peternak dalam mencari pakan konsentrat untuk sapi perah.
6.3 Penyuluhan
Kegiatan penyuluhan telah banyak dilakukan oleh Dinas Peternakan setempat tentang hal-hal yang menyangkut teknis beternak, sedangkan yang menyangkut organisasi koperasi dilakukan oleh Kantor Koperasi setempat. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan KUD Cisurupan terhadap para anggota peternak tidak menentu, kadang penyuluhan dilakukan setiap sebulan sekali terkadang juga dilakukan setiap 3 bulan sekali. Materi penyuluhan ini biasanya berupa hal-hal teknis tentang cara beternak yang baik dan cara-cara menghadapi resiko selama beternak. Akan tetapi, karena sebagian besar pendidikan dari para anggota peternak KUD Cisurupan ini masih rendah sehingga sebagian besar dari mereka kurang mengerti dan kurang memahami apa yang disampaikan dalam penyuluhan. Oleh karena itu, dalam hal ini pihak koperasi harus betul-betul dalam memberikan penyuluhan dan juga harus dilakukan secara perlahan-lahan agar para anggota peternak akhirnya bisa lebih mengerti dan lebih memahami apa yang disampaikan dalam penyuluhan, sehingga pada akhirnya penyuluhan tersebut bisa diaplikasikan dengan baik oleh para peternak anggota Koperasi Cisurupan.
6.4 Pemasaran
Sasaran pemasaran koperasi berbeda dengan perusahaan yang pada umumnya. Dalam koperasi sasaran pemasaran tidak hanya memaksimumkan keuntungan saja, melainkan perlu memaksimumkan output, meminimumkan biaya rata-rata, keseimbangan kompetitif, dan memaksimumkan deviden (SHU) peranggota guna memberikan pelayanan dan kesejahteraan terhadap anggota. Untuk pemasaran yang optimal organisasi perlu memperhatikan konsumen, perencanaan produksi, penetapan harga, dan distribusi.
6.4.1 Analisis Pelanggan
Pelanggan produk unit usaha ternak sapi perah KUD Cisururpan merupakan Industri Pengolahan Susu (IPS) yang membutuhkan konsumsi susu segar dalam jumlah yang besar. Konsumsi terhadap susu segar tersebut, selanjutnya akan diolah menjadi berbagai macam produk olahan susu.
PT. Indomilk, PT. Danone, dan PT. Diamond merupakan industri pengolahan susu yang menampung hasil susu KUD Mandiri Cisurupan. Dalam proses menyerap susu segar dari peternak, Industri Pengolahan Susu (IPS) menetapkan standar kualitas susu yang harus dipenuhi KUD Mandiri Cisurupan. Hal ini berkaitan dengan upaya perusahaan dalam menjaga citra perusahaan terhadap produk olahan susu yang dihasilkan, melihat kondisi masyarakat yang semakin selektif dan kritis dalam menggunakan produk olahan susu. Namun, disisi lain adanya penetapan standar penerimaan susu Industri Pengolahan Susu (IPS) ini hanyalah strategi yang diterapkan oleh perusahaan untuk memberikan peluang besar konsumsi impor serta menghambat penyerapan susu lokal.
6.4.2 Penjualan Produk
KUD Cisurupan merupakan koperasi yang mampu memproduksi susu dan menjualnya dalam bentuk susu segar melalui unit ternak sapi perahnya kepada IPS. Penjualan susu KUD Cisurupan dilakukan kepada 3 perusahaan IPS Indonesia yaitu PT. Indomilk, PT. Danone, dan PT. Diamond. Perkembangan penjulan susu KUD Cisurupan mengalami tren peningkatan pada salah satu IPS dan tren penurunan pada IPS lainnya.
Sumber : Laporan Buku Tahunan KUD Mandiri Cisurupan (2009)
Gambar 11. Perkembangan Penjualan susu KUD Mandiri Cisurupan ke IPS
Kebutuhan bahan baku susu setiap perusahaan rata-rata sebesar 1900 ton perhari, akan tetapi hanya 25 % nya atau sekitar 475 ton yang di suplai dari dalam negeri. Sisanya sekitar 1.425 ton bahan baku susu masih diimpor. Oleh karena itu, saat ini KUD Mandiri Cisurupan harus terus berupaya untuk melakukan peningkatan produksi susu baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya untuk memenuhi permintaan Industri Pengolahan Susu (IPS) tersebut.
6.4.3 Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi unit ternak sapi perah KUD Mandiri Cisurupan saat ini difokuskan pada pemenuhan standar kualitas susu yang diterapkan oleh Industri Pengolahan Susu (IPS) serta peningkatan kualitas susu yang dihasilkan
0 2000000 4000000 6000000 8000000 10000000 2006 2007 2008 2009 Li te r S u su
kualitas susu yang diterapkan Industri Pengolahan Susu (IPS), serta gencarnya akses impor susu yang dipermudah dengan penerimaan bea masuk nol persen.
Jumlah kapasitas susu yang dihasikan KUD Mandiri Cisurupan pun perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini disebabkan karena meningkatnya permintaan akan susu, sebagai dampak dari peningkatan jumlah penduduk dan pola hidup masyrakat yang sadar akan pentingnya kesehatan. Upaya yang dilakukan berbentuk kegiatan penyuluhan dan pengontrolan kesehatan ternak, dan pemenuhan kelengkapan fasilitas pengontrolan kualitas susu dengan berstandar industri.
6.4.4 Distribusi
Saluran distibusi susu yang dilakukan KUD Mandiri Cisurupan yaitu di mulai dari peternak, kemudian dilakukan proses dan pengecekan standar industri oleh KUD, hingga pada penyaluran langsung ke Industri Pengolahan Susu (IPS). Dalam pendistribusian susu ini, KUD Mandiri Cisurupan menyediakan beberapa unit kendara operasional pada masing-masing wilayah peternak untuk mengangkut susu, dan kendaraan operasional penyalur ke Industri Pengolahan Susu (IPS). Dalam pendistribusian susu dari peternak hingga ke Industri Pengolahan Susu (IPS) terdapat proses pengecekan dan pengolahan susu yang dilakukan KUD Mandiri Cisurupan guna menjamin kualitas susu yang disalurkan ke Industri Pengolahan Susu (IPS). Proses pengontrolan pertama berawal dari pengambilan susu dari peternak yang dilakukan pada pos-pos penampungan susu KUD di daerah setempat. Pengontrolan ini meliputi tes total solid (TS), berat jenis, serta suhu susu. Setelah susu dinyatakan lolos check, maka susu
dimasukkan ke dalam tangki penampungan untuk kemudian dibawa ke KUD dilakukan proses berikutnya.
Sumber : Laporan Buku Tahunan KUD Mandiri Cisurupan (2009)
Gambar 12. Proses Pendistribusian oleh Susu KUD Mandiri Cisurupan
Setelah tiba di KUD susu kemudian dilakukan pengontrolan kedua mencakup test TS, berat jenis dan suhu susu, kemudian susu diambil sample (contoh susu) ke laboratorium untuk kemudian dicheck kandungan susu yang meliputi: TPC, Fat, Ts, Laktosa, Protein, dan sebagainya. Proses lanjutan dari tangki penampungan pertama adalah proses chilling, proses ini merupakan kegiatan pengolahan susu untu sterilisasi susu yang dihasilkan. Setelah proses chilling, susu kemudian dimasukkan ke tangki penampungan kedua dan dilakukan pengecheckan terakhir sebelum susu disalurkan ke Industri Pengolahan Susu (IPS), di dalam tangki penampungan susu dikondisikan pada susu lima hingga enam derajat celcius untuk menghambat perkembangan bakteri selama perjalanan. Susu yang telah mengalami proses pengecheckan dan pengolahan berdasarkan standar industri selanjutnya dikirim ke Industri Pengolahan Susu (IPS). Distribusi susu dari koperasi menuju Industri Pengolahan Susu (IPS) cukup memakan banyak risiko pengurangan susu mulai dari penyusutan, dan tumpah lapang. Jarak KUD Mandiri Cisurupan dengan Industri Pengolahan Susu (IPS)
Peternak Pos
Penampungan
Check 1 Tangki
Penampungan
KUD
IPS Check 3 Tangki
6.5 Waserda (Warung Serba Ada) dan Simpan Pinjam
Unit Waserda merupakan kegiatan usaha koperasi dalam bentuk warung yang menyediakan berbagai produk kebutuhan anggota, seperti peralatan rumah tangga, penyediaan sembilan bahan pokok, makanan kecil dan minuman, pakaian dan produk-produk lainnya yang menjadi kebutuhan anggota. Pelayanan yang diberikan oleh unit waserda selain menyediakan produk dan perlatan kebutuhan anggota adalah pada sistem pembayaran yang diperkenankan untuk meminjam terlebih dahulu. Kemudian dari sisi harga produk yang disediakan unit waserda KUD Mandiri Cisurupan dari sisi harga produk yang disediakan unit waserda KUD Mandiri Cisurupan relatif lebih murah dibandingkan dengan warung- warung pada umumnya sehingga mampu bersaing.
Selain itu, KUD Mandiri Cisurupan juga memiliki usaha simpan pinjam, yaitu kegiatan koperasi yang pelaksanaannya meliputi simpanan, pinjaman dan pendidikan. Simpanan yang dimaksud adalah usaha untuk melayani simpanan- simpanan para anggota koperasi, seperti simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan cadangan. Simpanan pokok adalah biaya administrasi pada waktu anggota pertama kali mendaftar. Simpanan wajib adalah tabungan yang dibayar secara berkala bisa per bulan atau per minggu sesuai dengan peraturan dan kesepakatan Dana cadangan adalah dana yang diperoleh bukan dari anggota. Koperasi simpan pinjam umumnya didirikan agar menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan anggotanya dalam hal bantuan pinjaman (modal berupa pinjaman uang). Dari dana yang ada, koperasi meminjamkannya kembali kepada anggotanya, dengan persyaratan-persyaratan, waktu, cara pengambilannya, dan besar nominal yang sudah ditentukan oleh rapat anggota.
Koperasi simpan pinjam sangat membantu nadi ekonomi masyarakat, khususnya usaha-usaha kecil atau tradisional yang membutuhkan pinjaman modal dengan syarat yang tidak sulit dan bunga yang tidak terlalu besar. Usaha simpan pinjam akan berjalan dengan lancar apabila didukung oleh kerja sama para anggotanya, misalnya anggota membayar simpanan secara rutin, anggota yang meminjam dana mengembalikannya tepat waktu, dan peran aktif semua pihak yang terkait dalam memajukan koperasi.
VII. SISTEM PENGELOLAAN USAHA TERNAK SAPI PERAH KUD