BAB II PENGATURAN DEPOSITORY RECEIPT DI DALAM
A. Pihak Kustodian
2. Peranan Kustodian
Sebelum membahas tentang peranan kustodian ada baiknya dilihat dulu proses atau siklus yang berlangsung dalam pasar modal. Hal ini dimulai dengan adanya perusahaan atau emiten yang berkeinginan untuk memperoleh dana dari masyarakat adalah dengan melakukan penawaran umum. Penawaran umum adalah kegiatan penawaran efek oleh perusahaan atau emiten untuk menjual efek pada masyarakat. Dalam Penjelasan Pasal 1 Butir 15 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 memberikan beberapa persyaratan minimal sehingga suatu penawaran efek dikategorikan sebagai suatu penawaran umum yaitu adanya penggunaan media, wilayah penawaran dan kepada siapa penawaran umum tersebut diajukan.58 Efek yang akan dijual dapat berupa surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, Sertifikat Penitipan Efek dan lain sebagainya. Pada tahap awal penawaran umum biasanya emiten atau perusahaan yang akan go public akan menunjuk penjamin emisi (underwriter) dan profesi penunjang pasar modal setelah itu emiten dan underwriter akan mempersiapkan dokumen- dokumen 59
58
Hamud M. Balfas, Hukum Pasar Modal Indonesia, (Jakarta:PT.Tata Nusa, 2009), hlm 67.
59
Bismar Nasution, Diktat Hukum Pasar Modal,(Medan:Fakultas Hukum USU,2008), hlm i.
serta membuat prospektus yang akan disebarluaskan namun sebelum itu terlebih dahulu akan dicatatkan pada Bursa Efek. Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan
memperdagangkan efek di antara mereka. Maka berdasarkan pengertian ini bursa efek adalah tempat kelanjutan dari penawaran umum. bursa efek di ciptakan untuk menciptakan perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien. Dalam bursa efek terjadi kegiatan penawaran dan permintaan yang selanjutnya akan menghasilkan harga setiap saham, dan harga saham ini akan selalu mengalami perubahan yang besar kecilnya dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan. Dalam tahapan ini pihak emiten tidak lagi mempunyai peranan, di mana para pelaku pasarlah yang sangat berperan dalam penentuan posisi harga saham. Dalam melakukan transaksinya para pelaku pasar juga dibantu oleh perantara pedagang efek yang melaksanakan tugasnya sesuai instruksi yang datang dari pelanggan. Perantara pedagang efek telah melaksanakan fungsinya apabila telah mempertemukan keinginan investor dengan pihak lain. Konsekuensi dari telah selesainya proses ini adalah berpindahnya kepemilikan efek / saham, kemudian dilakukan pencatatan dalam buku daftar pemegang efek emiten . Setelah tahapan ini investor yang namanya telah tercatat sebagai pemilik sah atas efek/saham dapat melakukan segala transaksi di bursa dan mendapatkan segala hak atas efek. Untuk investor yang memegang Sertifikat Penitipan Efek terdapat sedikit perbedaan hak atas efek.60
60
Irfan Iskandar, Op.Cit., hlm 10.
Pada tahapan ini kegiatan dalam pasar modal telah mencapai akhir dari satu putaran. Untuk putaran berikutnya tidak selalu dimulai dari penawaran umum tetapi dapat langsung melakukan transaksi di bursa efek ( dalam pasar sekunder).
Seperti yang sudah disebutkan di atas tentang siklus kegiatan di pasar modal dan alasan tentang mengapa diperlukannya lembaga kustodian dalam kegiatan pasar modal, maka terdapat kegiatan kustodian yang lebih spesifik dalam kegiatan pasar modal dibanding dengan kegiatan Bank Umum.
Kekhususan kegiatan di sini dapat terlihat dari adanya keterkaitan dengan lembaga profesi lain dalam bidang pasar modal. keterkaitan ini timbul akibat dari sifat transaksi bursa efek di mana penjual dan pembeli tidak dapat melakukan transaksi langsung tetapi diwakilkan kepada perantara pedagang efek. Dari diwakilkannya kepentingan penjual dan pembeli ini, maka yang menjadi objek dalam transaksi tersebut yakni efek harus segera diselesaikan transaksinya yang terjadi di Bursa Efek tersebut. Transaksi Bursa adalah kontrak yang dibuat oleh anggota Bursa Efek sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh Bursa Efek mengenai jual beli efek, pinjam-meminjam efek, atau kontrak lain mengenai efek atau harga efek. dari pengertian Transaksi Bursa ini dapat terlihat adanya kewajiban di antara para perantara pedagang efek yang masing-masing mewakili kepentingan kliennya. Apabila pada suatu kesempatan ia bertindak sebagai perantara jual, maka ia harus menunaikan kewajibannya untuk menyerahkan fisik dari efek yang diperdagangkannya kepada perantara beli. Dan jika lain kesempatan ia bertindak sebagai perantara beli yang juga mewakili kepentingan kliennya, maka ia harus menunaikan kewajibannya dalam menerima efek yang dibelinya untuk kemudian disimpan dalam rangka menunggu instruksi selanjutnya dari klien tersebut.61
61
Dalam proses selanjutnya terdapat beberapa jenis kegiatan yang akan terjadi, antara lain :
1. proses peralihan hak dari efek yang telah dimilikinya;
2. pengurusan terhadap akan adanya hak yang akan didapat dari efek yang dimilikinya;
3. menunggu instruksi untuk menjual kembali efek tersebut.
Proses peralihan hak adalah sebagai suatu akibat hukum dari perbuatan hukum yang telah dilakukan yakni, jual beli di mana hak penjua telah beralih kepada pihak pembeli sehingga pihak pembeli yang telah terdaftar namanya sebagai pemilik yang sah atas suatu efek dapat melakukan segala perbuatan hukum yang baru terhadap efek yang dimilikinya.62
Keuntungan lain yang akan didapat oleh pihak investor dalam kegiatan investasi di pasar modal adalah perbedaan selisih harga jual dengan harga beli (capital gain
Pengurusan terhadap akan adanya hak yang akan didapat dari efek yang dimilikinya, merupakan salah satu keuntungan yang akan didapat oleh pihak investor dari kegiatan investasi di pasar modal, salah satu di antaranya dividen. Dalam kegiatan ini pihak emiten atau perusahaan akan membagikan dividen hanya kepada pemilik saham yang namanya terdaftar sebagai pemilik saham yang sah pada saat dividen tersebut jatuh tempo untuk dibagikan.
63
62
Irfan Iskandar, Op. Cit., hlm 21.
63
Pasal 52 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
), sehingga apabila terdapat selisih jual dengan beli yang menurut pertimbangan investor telah mencapai tingkat keuntungan yang ingin dicapainya,
maka pihak investor akan memberikan instruksi jual kepada wakilnya “perantara pedagang efek” untuk melakukan kegiatan jual.
Terdapat suatu tenggang waktu dari setelah adanya kegiatan transaksi di Bursa Efek dengan kelanjutan dari Transaksi Bursa tersebut. Khususnya terhadap kegiatan menjual kembali efek yang dimilikinya yakni, menunggu ketika harga bagus untuk dijual kembali. Dalam tenggang waktu seperti inilah pihak Kustodian mulai menampilkan perannya dalam salah satu jenis kegiatan pasar modal yaitu sebagai lembaga yang memberikan jasa penitipan. Serta terhadap proses peralihan hak kepemilikan dan proses pengurusan untuk memperoleh keuntungan dari hak yang dimilikinya yang dilakukan oleh Biro Administrasi Efek (BAE) akan mencatat setiap peralihan hak yang terjadi berdasarkan bukti yang diajukan oleh pemegang efek melalui wakilnya. Dalam hal ini wakil dari pihak investor tidak lagi perantara pedagang efek, karena perantara pedagang efek hanya bertugas mempertemukan harga efek di Bursa Efek. Wakilnya adalah pihak kustodian.
Kustodian berdasarkan fungsinya dapat melakukan pengurusan terhadap efek yang dimiliki oleh nasabahnya untuk menindaklanjuti dari kegiatan Transaksi Bursa demi kepentingan nasabahnya. Fungsi yang dilakukan dalam rangka hal tersebut adalah : menyimpan efek. Penyimpanan efek dilakukan dalam rangka :64 a) proses peralihan kepemilikan dan sesudah proses tersebut selesai;
b) dalam rangka mendapatkan keuntungan dari perusahaan / emiten; c) dalam rangka untuk dijual kembali.
64
3.Tanggung Jawab Kustodian