• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori

2.1.3. PeranAudit Internal

Audit internal hanya terdapat hanya terdapat pada perusahaan yang relatif besar.dalam perusahaan ini pimpinan membentuk banyak departemen.bagian, seksi, atau suatu organisasi yang lain dan mendelegasikan sebagai wewenangnya kepada kepala-kepala unit organisasi tersebut. terdapat definisi mengenai audit internal menurut hery (2017) sebagai berikut: “audit internal adalah suatu fungsi penilian yang dikembangkan secara bebas dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatankegiatan sebagai wujud pelayanan terhadap organisasi perusahaan.

Pemeriksaan internal melaksanakan aktivitaspenilaian yang bebas dalam suatu organisasi untuk menelaah kembali kegiatan-kegiatan dalam bidang akuntansi, keuangan dan bidang-bidang operasi lainya sebagai dasar pemberian pelayanannya pada manajeman’’.Menurut The Institute of Internal Auditors (2017: 29) yang terdapat dalam Standard for Professional Practice of Internal Auditing, menyatakan bahwa: “Internal auditing is an independent appraisal function established within an organization to examine and evaluate as a service to the organization”.

Yang mempunyai arti sebagai berikut audit internal adalah fungsi penilaian independen yang ditetapkan dalam sebuah organisasi untuk diperiksa dan dievaluasi sebagai layanan untuk organisasi.

a. Fungsi Audit Internal dan Ruang Lingkup Audit Internal

Pada mulanya internal auditor dalam suatu perusahaan mempunyai fungsi yang terbatas, yaitu mengadakan pengawasan atas pembukuan,

namun sejalan dengan meningkatnya sistem, aktivitas internal auditor tidak lagi berputar pada pengawasan pembukuan informasi akuntansi semata-mata.Akan tetapi mencakup pemeriksaan dan evaluasi terhadap kecukupan dan efektivitas sistem organisasi, sistem internal kontrol dan kualitas kertas kerja manajemen dalam melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

Menurut Mulyadi (2010) fungsi audit internal dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Fungsi audit internal adalah menyelidiki dan menilai pengendalian internal dan efisiensi pelaksanaan fungsi sebagai tugas organisasi.

Dengan demikian fungsi audit internal merupakan bentuk pengendalian yang fungsinya adalah untukmengukur dan menilai efektifitas dari unsur-unsur pengendalian internal yang lain.

b. Fungsi audit internal merupakan kegiatan penilaian bebas, yang terdapat dalam organisasi, dan dilakukan dengan cara memeriksa akuntansi, keuangan, dan kegiatan lain, untuk memberikan jasa bagi manajemen dalam melaksanakan tanggung jawab mereka. Dengan cara menyajikan analisis, penilaian rekomendasi, dan komentar-komentar penting terhadap kegiatan manajemen, auditor internal menyediakan jasa-jasa tersebut.

Auditor internal berhubungan dengan semua tahap kegiatan perusahaan, sehingga tidak hanya terbatas pada unit atas catatan akuntansi.

Dari uraian di atas sampai pada pemahaman penulis bahwa fungsi audit

internal adalah sebagai alat bantu manajemen untuk menilai efisisensi dan efektivitas pelaksanaan struktur pengendalian intern perusahaan, kemudian memberikan hasil berupa sarana atau rekomendasi dan member nilai tambah bagi manajemen yang akan dijadikan landasan untuk mengambil keputusan atau tindakan selanjutnya. Menurut Mulyadi (2010 )

Ruang lingkup pemeriksaan internal menilai kefektifan pada sistem pengendalian internal yang dimiliki organisasi, serta kualitas pelaksanaan tanggung jawab yang diberikan, pemeriksaan internal harus:

1. Mereview keandalan (reliabilitas dan integritas) 2. Mereview berbagai sistem yang telah ditetapkan 3. Merview berbagai cara yang dipergunakan 4. Mereview berbagai operasi atau program.

Adapun penjelasan dari ruang lingkup audit internal di atas adalah:

1. Mereview keandalan (reliabilitas dan integritas) informasi finansial dan operasi serta cara yang dipergunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengklarifikasi dan melaporkan informasi tersebut.

2. Mereview berbagai sistem yang telah ditetapkan untuk memastikan kesesuaian dengan berbagai kebijakan, rencana, prosedur, hukum dan peraturan yang dapat berakibat penting terhadap kegiatan organisasi, serta harus menentukan apakah organisasi telah mencapai kesesuaian dengan halhal tersebut.

3. Merview berbagai cara yang dipergunakan untuk melindungi harta dan bila dipandang perlu, memverifikasi keberadaan harta-harta tersebut.

4. Menilai keekonomisan dan keefisienan penggunaan berbagai sumber daya.

5. Mereview berbagai operasi atau program untuk menilai apakah hasilnya akan konsisten dengan tujuan dan sarana yang telah ditetapkan dan apakah kegiatan atau program tersebut dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.

b. Tujuan Audit Internal

Pada umumnya, tujuan dilakukannya audit internal dalam suatu perusahaan adalah untuk membantu seluruh anggota organisasi khususnya pihak manajeman dalam menganalisis dan mengawasi tanggung jawab masing-masing anggota, apakah telah berjalan efektif dan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Menurut Sukrisno Agoes (2013)tujuan audit internal menyatakan bahwa: “Tujuan Audit Internal adalah untuk membantu semua pimpinan perusahaan (manajemen) dalam menyelesaikan tanggung jawabnya dengan memberikan analisa, penilaian, dan komentar mengenai kegiatan pemeriksaan.”Menurut Alfred F.

Kaunang (2013), terdapat 2 (dua) tujuan atau sasaran dilakukannya aktivitas audit internal, yaitu:

1. Penilaian yang independen dan rekomendasi kepada manajemen.

2. Melayani kepentingan manajemen.

Penjelasan lebih dalam terkait dua hal tersebut diatas adalah sebagai berikut:

1. Sasaran atau tujuan secara menyeluruh dari internal audit department (departemen audit internal ) adalah memberikan penilaian yang idependen (tidak memihak) atas catatan-catatan akuntansi, keuangan, dan segala aktivitas di dalam suatu perusahaan atau grup dari perusahaan dan memberikan rekomendasi yang berhubungan dengan penilaian tersebut kepada manajeman perusahaan untuk mengambil keputusan.

2. Memberikan gambaran kepada semua pihak bahwa tugas bahwa internal audit department adalah untuk melayani kepentingan manajeman. Dalam memberikan pelayanan kepada manajeman tersebut, audit internal dituntut oleh untuk: Tahapan Pelaksanaan Audit Internal Setiap pelaksanaan kegiatan pasti memiliki suatu urutan tahapan tertentu yang harus dilakukan secara berurutan agar kegiatan tersebut dapat memberikan suatu hasil yang sesuai dengan harapan atau sesuai dengan seharusnya. Sama halnya dengan kegiatan atau aktivitas-aktivitas dalam lingkup suatu perusahaan atau organisasi, c. Tahapan Pelaksanaan Audit Internal

Setiap pelaksanaan kegiatan pasti memiliki suatu urutan tahapan tertentu yang harus dilakukan secara berurutan agar kegiatan tersebut dapat memberikansuatu hasil yang sesuai dengan harapan atau sesuai dengan seharusnya. Sama halnya dengan kegiatan atau aktivitas- aktivitas

dalam lingkup suatu perusahaan atau organisasi, termasuk di dalamnya adalah kegiatan pemeriksaan internal, kegiatan pemeriksaan internal harus dilaksanakan dengan memperhatikan urutan-uruta atau tahapan pelaksanaannya, karena ketika dilaksanakan tidak sesuai dengan tahapan yang seharusnya atau dengan kata lain dilaksanakan dengan secara tidak berurutan, maka kegiatan pemeriksaan internal tersebut akan menghasilkan suatu output yang tidak sesuai dengan seharusnya atau tidak dapat diandalkan untuk kemudian dijadikan referensi bagi manajemen untuk melakukan tindak lanjut darihasil kegiatan pemeriksaan tersebut

Menurut Hiro Tugiman (2014: 53-75), tahapan-tahapan dalam pelaksanaan kegiatan audit internal adalah sebagai berikut:

1. Tahap perencanaan audit

2. Tahap pengujian dan pengevaluasian informasi 3. Tahap penyampaian hasil audit

4. Tahap tindak lanjut hasil pemeriksaan 2.1.4. Sistem Pengendalian Internal pemerintah

a) Pengertian Sistem pengendalian Internal

(Tamodia, 2018) Sistem pengendalian Internal (SPI) adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Sistem Pengendalian

Intern Pemerintah (SPIP) adalah Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.” Jadi, sistem pengendalian intern merupakan proses yang dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh melalui tindakan dan kegiatan untuk memperoleh keyakinan yang memadai atas tujuan sistem pengendalian intern yaitu kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

b) Unsur Sistem Pengendalian Internal

Sistem Pengendalian Intern memiliki unsur-unsur di dalamnya yang terdiri dari lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan.Unsur-unsur tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Adapun unsur-unsur sistem pengendalian intern sebagai berikut:

1. Lingkungan Pengendalian

Lingkungan pengendalian menggambarkan keseluruhan sikap organisasi yang memengaruhi kesadaran dan tindakan personel organisasi mengenai pengendalian. Menurut setjen, deptan.go.id, lingkungan pengendalian adalah kondisi dalam Instansi Pemerintah yang mempengaruhi efektivitas pengendalian intern.

(Salomo 2018)Menurut Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008:Pimpinan instansi pemerintah wajib menciptakan dan

memelihara lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan sistem pengendalian intern dalam lingkungan kerjanya, melalui:

a. Penegakan integritas dan nilai etika.

b. Komitmen terhadap kompetensi.

c. Kepemimpinan yang kondusif.

d. Pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan.

e. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat.

f. Penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sumber daya manusia.

g. Perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah yang efektif.

h. Hubungan kerja yang baik dengan instansi pemerintah terkait.”

2. Penilaian Resiko

Penilaian risiko adalah kegiatan penilaian atas kemungkinan kejadian yang mengancam pencapaian tujuan dan sasaran instansi pemerintah. Unsur ini memberikan penekanan bahwa pengendalian intern harus memberikan penilaian atas risiko yang dihadapi unit organisasi baik dari luar maupun dari dalam.Menurut Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, Pimpinan instansi pemerintah wajib melakukan penilaian resiko, yang terdiri atas:

a. Identifikasi risiko.

b. Analisis risiko.

Identifikasirisiko sekurang-kurangnya dilaksanakan dengan menggunakan metodologi yang sesuai untuk tujuan instansi pemerintah dan tujuan pada tingkatan kegiatan secara komprehensif, menggunakan mekanisme yang memadai untuk mengenali risiko dari faktor eksternal dan faktor internal serta menilai faktor lain yang dapat meningkatkan risiko. Sedangkan analisis resiko dilaksanakan untuk menentukan dampak dari risiko yang telah diidentifikasi terhadap pencapaian tujuan Instansi Pemerintah dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

Dalam rangka penilaian risiko pimpinan Instansi Pemerintah perlu menetapkan tujuan Instansi Pemerintah dan tujuan pada tingkatan kegiatan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Tujuan Instansi Pemerintah memuat pernyataan dan arahan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan terikat waktu. Tujuan Instansi Pemerintah tersebut wajib dikomunikasikan kepada seluruh pegawai, sehingga untuk mencapainya pimpinan Instansi Pemerintah perlu menetapkan strategi operasional yang konsisten dan strategi manajemen yang terintegrasi dengan rencana penilaian risiko.

3. KegiatanPengendalian

Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memastikan pelaksanaan petunjuk yang dibuat oleh manajemen.

Menurut setjen, deptan.go.id, kegiatan pengendalian adalah tindakan yang

diperlukan untuk mengatasi risiko serta penetapan dan pelaksanaan kebijakan dan prosedur untuk memastikan bahwa tindakan mengatasi risiko telah dilaksanakan secara efektif.Menurut Pasal 18 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008:“Pimpinan instansi pemerintah wajib . menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas, dan sifat dari tugas dan fungsi instansi pemerintah yang bersangkutan, yang terdiri atas:

a. Reviu atas kinerja instansi pemerintah yang bersangkutan.

b. Pembinaan sumber daya manusia.

c. Pengendalian atas pengelolaan sistem informasi.

d. Pengendalian fisik atas aset.

e. Pemisahan fungsi.

f. Penetapan dan reviu atas indikator dan ukuran kinerja, dilakukan dengan cara menetapkan ukuran dan indikator kinerja serta mereviu secara periodik atas ketetapan dan keandalan ukuran dan indikator kinerja.

g. Otorisasi atas transaksi dan kejadian yang penting.

h. Pencatatan yang akurat dan tepat waktu atas transaksi dalam kejadian.

i. Pembatasan akses atas sumber daya dan pencatatannya.

j. Akuntabilitas terhadap sumber daya dan pencatatannya.

k. Dokumentasi yang baik atas sistem pengendalian intern serta transaksi dan kejadian penting.”

2.2 Kajian Empiris

Terdapat beberapa penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh sumber daya manusia, peran audit internal, dan system pengendalian internal, terhadap Kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Hasil beberapa penelitian yang digunakan sebagai bahan referensi dan perbandingan dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut.

(Azlan 2019) Pengaruh kualitas sumber daya manusia, pemanfaatanteknologi informasi, pengendalian internal akuntansi, dan pengawasan keuangan atas tanggung jawabpenyajian laporan keuangan daerah pada SKPD Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Datadikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan SPSS 16Populasi dalam penelitian ini adalah SKPD yang berada di Lombok Timur berjumlah 30 SKPD dan masing-masing SKPD diwakilioleh tiga orang anggota yaitu sekretaris/kepala bagian, kepala bagian keuangan, dan bendahararesponden.

Mali Fikribiana adainapty (2017) Pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintah kompotensi aparatur dan peran audit intrnal terhadap kualitas informasi laporan keuangan. populasi dalam penelitian ini adalah suluruh pegawai negri sipil (PNS) di satuan kerja prangkat kerja (SKPD) pemrof NTB.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintahan penewrapan standar akuntansi pemerintah, kompetensi aparatur, peran internal audit memiliki berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan dengan sistem pengendalian intern sebagai variabel moderating.

Andika Pratama (2016) the influence of human resource competence, the application of regional financial accounting systems and the role of internal audit on the quality of local government financial reports with moderating variables of the government's internal control system

Ahmad Syarifudin (2014) Pengaruh Kompetensi SDM dan Peran Audit Intern terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dengan Variabel Intervening Sistem Pengendalian Internal Pemerintah.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SKPD Kabupaten Kebumen yangterlibat dalam proses pelaporan keuangan Pemerintah Daerah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ; 1) Kompetensi SDM berpengaruh positif tidak signifikan terhadapkualitas LKPD

Sukmaningrum Nugraheni(2012) & Subaweh(2008) Kusumah dan Sari &

Raharja (2011.) The Influence of the Implementation of Government Accounting Standards, Apparatus Competence and the Role of Internal Audit on the Quality of Financial Reporting Information with the Internal Control System as a Moderating Variable.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwastandar akuntansi tata kelola, kompetensi sumber daya manusia, peran audit internal telahtidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan dengan pengendalian internsistem sebagai variabel moderasi.

Sukmaningrum Nugraheni (2012) & Subaweh (2008) Influence Of Human Resources Competence, Utilization Of Financial Accounting Information System Regions, Internal Control Systems And Internal Roles Audit Of The Quality Of Government Financial Statements. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer.Populasi dalam penelitian ini adalah pengelola unit kerja atau pejabat

struktural pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Tegal. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan sistem informasi akuntansi keuangan daerah, sistem pengendalian intern, dan peran internal audit berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.

(Lasmara & Rahayu, 2016) Pengaruh Kompetensi Sumberdaya Manusia, Perangkat Pendukung dan Peran Auditor Internal terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kompetensi sumber daya manusia, perangkat pendukung dan peran auditor internal secara bersama sama berpengaruh positif terhadap terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Kerinci, faktor yang paling dominan yaitu kompetensi sumber daya manusia hal ini di sebabkan bahwa untuk penyusunan laporan keuangan dibutuhkan sumber daya manusia yang mengerti tata cara pengelolaan keuangan

Ida Ayu Enny Kiranayanti dan Ni Made Adi Erawati (2016) Pengaruh Sumber Daya Manusia, Sistem Pengendalian Intern, Pemahaman Basis Akrual Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia, sistem pengendalian intern, dan pemahaman atas regulasi sistem akuntansi pemerintahan berbasis akrual mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

Achdar Sanjaya(2016) Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah.Hasil

dari pengujian hipotesis didalam penelitian ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia berpengaruh secara positif dan signifkan terhadap kualitas laporan keuangan daerah.Adapun sistem pengendalian internal berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah.Dengan demikian kualitas sumber daya manusia dan system pengendalian internal berpengaruh positif dan sinifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah di Kab.Soppeng.

Lusi Novita Sari (2014) Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia Dan Peran Auditor Internal Pemerintah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.Populasi dalam penelitian ini adalah SKPD di Kabupaten Kerinci.Sampel ditentukan berdasarkan metode simple random sampling, sebanyak 39 SKPD di Kabupaten Kerinci.Pengumpulan data dengan kuesioner kepada responden yaitu pegawai bagian akuntansi/keuangan SKPD.Teknik analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan kapasitas sumber daya manusia dan peran auditor internal pemerintah sebagai variabel independen, dan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah sebagai variable dependen.

Siti Irafah1 (2020)) Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Peran Internal Audit, dan Kesuksesan Penerapan Sistem Informasi Keuangan Daerah terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kompetensi Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap kualitas Laporan Keuangan (2) Peran Internal Audit berpengaruh terhadap kualitas Laporan Keuangan secara parsial (3) Kesuksesan penerapan SIKD tidak berpengaruh terhadap kualitas Laporan Keuangan secara parsial (4) Kompetensi Sumber Daya

Manusia, Peran Internal Audit, Kesuksesan penerapan SIKD berpengaruh secara simultan terhadap kualitas Laporan Keuangan.

M. Ali Fikri Biana Adha Inapty, RR. Sri Pancawati Martiningsih (2016) Influence Of Implementation Of Government Accounting Standards,Apparatus Competence And The Role Of Internal AuditOn The Quality Of Financial Statement Information. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov NTB.Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling yaitu pegawai pada bagian proses penatausahaan keuangan, pegawai yang membuat laporan keuangan dan pegawai yang menjadi subjek pemeriksaan APIP dari Inspektorat.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi dengan variabel moderating. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintahan penewrapan standar akuntansi pemerintah, kompetensi aparatur, peran internal audit memiliki berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan dengan sistem pengendalian intern sebagai variabel moderating.

(Lola Septiana, 2017) Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Peran Audit Internal terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. . Popusi didalam penelitian ini adalah 27 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Sawahlunto.Teknik pengambilan sampelnya dengan menggunakan metode tottal sampling.Sumber data dalam peneleitian ini adalah data primer.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 20. Hasil

penelitian menunjukkan bahwa : (1) kompetensi SDM berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas LKPD, (2) peran audit internal tidak berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas LKPD.

Sukmaningrum (2012) Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan, Kompetensi Aparatur Dan Peran Audit Internal Terhadap Kualitas Informasi Laporan Keuangan Dengan Sistem Pengendalian Intern Sebagai Variabel Moderating.

Nazaruddin dan Syahrial (2017) pengaruh peran audit internal terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Penelitian ini menguji pengaruh peran audit internal terhadap kualitas laporan keuangan pada pemerintahan Kota Lhokseumawe. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji pengaruh peran audit internal terhadap kualitas laporan keuangan pada pemerintahan Kota Lhokseumawe. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dengan membagi kuesioner kepada 85 pegawai yang dijadikan sebagai sampel penelitian.

Waruwu (2019) Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Akuntansin Keuangan Daerah dan Peran Auditor Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah.yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemahaman standar akuntansi pemerintahan, peran audit internal dan kompetensi sumber daya manusia. Sedangkan variabel terikat (dependent variable) yang digunakan adalah kualitas informasi laporan keuangan pemerintahan daerah pada SKPD Kabupaten Nias Barat.Penelitian ini dilakukan pada 9 (sembilan) SKPD

Kabupaten Nias Barat.Objek penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di Bagian Keuangan pada SKPD.

(Syarifudin, 2014) The Influence of HR Competence and the Role of Internal Audit on the Quality of Local Government Financial Reports with Intervening Variables of the Government's Internal Control System (empirical study at the Kebumen Regency Government) Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh satuan kerja perangkat daerah Kabupaten Kebumen yang terlibat dalam proses pelaporan keuangan Pemerintah Daerah. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas Kompetensi (X1), Independensi (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (Y1) dan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah/LKPD (Y2).

Merita Endianto (2017) Pengaruh Efektivitas Standar Akuntansi Pemerintah, Peran Internal Audit Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Empiris Pada Organisasi Perangkat Daerah Se-Kabupaten Bangli). Populasi yang digunakan adalah kepala sub bagian keuangan dan pegawai bagian keuangan di 13 dinas pada Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Bangli yang berjumlah 130 orang. Sampel penelitian berjumlah 44 orang yang diperoleh dari teknik pengambilan sampel menggunakan teknik slovin dengan nilai kelonggaran 10% karena jumlah populasi dalam jumlah besar.Sumber data yang digunakan adalah data primer. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada responden di 13 dinas pada Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Bangli. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi

berganda berbantuan program SPSS versi 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: efektivitas standar akuntansi pemerintah, peran internal audit, dan komitmen organisasi berpangaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Kabupaten Bangli.

Novasari Arona, Halim Usman (2019) Pengaruh Teknologi Informasi Dan Peran Audit Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa teknologi informasi dan peran audit internal tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara.

Thalia Amelia Constantie (2018) Peran Audit Internal Terhadap Kepatuhan Perangkat Daerah Dalam Pengelolaan Keuangan Pada Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Utara. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif yaitu dengan cara mengumpulkan data dari hasil penelitian kemudian menganalisisnyadan menarik kesimpulan dari penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa UtaraInspektorat Provinsi Sulawesi

Thalia Amelia Constantie (2018) Peran Audit Internal Terhadap Kepatuhan Perangkat Daerah Dalam Pengelolaan Keuangan Pada Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Utara. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif yaitu dengan cara mengumpulkan data dari hasil penelitian kemudian menganalisisnyadan menarik kesimpulan dari penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa UtaraInspektorat Provinsi Sulawesi