• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN ARSITEKTUR

Dalam dokumen Rumah Sakit Ibu dan Anak (Halaman 25-35)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Terminologi Judul 2.1.1. Definisi Rumah Sakit

a. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no. 340/Menkes/Per/III/2010, Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat (Depkes RI, 2010).

b. Menurut Kepmenkes no. 1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan, yang dimaksud dengan Rumah Sakit adalah fasilitas pelayanan perorangan yang menyediakan rawat inap dan rawat jalan yang memberikan pelayanan jangka panjang yang terdiri dari observasi, diagnostik, terapeutik, dan rehabilitatif untuk orang-orang yang menderita sakit, cidera, dan melahirkan (Depkes RI, 2006).

2.1.2. Definisi Ibu

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ibu berarti wanita yang telah melahirkan seseorang.

2.1.3. Definisi Anak

Menurut Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002, Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak diklasifikasikan dalam 6 kategori menurut kelompok umur, yaitu:

a. Kelompok Umur Perinatal atau Pra-lahir

Adalah bayi yang masih dalam kandungan yang dibagi dalam dua kelompok: 1. Perinatal pertama, yaitu bayi dalam kandungan yang berusia 28 minggu

sampai dengan bayi yang telah lahir dengan usia 7 hari kelahiran (28 minggu s/d 7 hari).

2. Perinatal Kedua, yaitu bayi dalam kandungan yang berusia 20 minggu sampai dengan bayi yang telah lahir usia 28 hari (20 minggu s/d 28 hari). Perlu dicatat disini kenapa kelompok umur ini tidak termasuk usia dibawah 20 minggu, karena bayi dalam kandungan yang dibawah 20 minggu adalah janin yang notabenenya bila pada saat tersebut lahir maka janin tersebut tidak akan bisa hidup, sehingga penekanannya bukan perhatian pada anak tetapi perhatian pada ibu hamilnya. Sangat jelas tidak termasuk dalam devinisi anak dalam UU Perlindungan anak diatas.

b. Kelompok Umur Neonatus

Adalah bayi yang baru lahir sampai dengan usia dibawah 28 hari (< 28 hari). Arti kata dari neonatus itu sendiri adalah neo = baru dan natus = lahir.

c. Kelompok Umur Infant

Adalah bayi yang dimulai dengan usia 0 bulan sampai 1 tahun (bayi < 1 tahun).

d. Kelompok Umur Batita

Adalah anak yang dikelompokan dalam umur Bawah Tiga Tahun maksudnya anak termasuk bayi yang usianya di bawah tiga tahun (< 3 tahun).

e. Kelompok Umur Balita

Adalah Anak yang dikelompokan dalam umur dari Bawah Lima Tahun maksudnya anak termasuk bayi yang usianya dari 0 bulan sampai dengan usia lima tahun (< 5 tahun). Istilah balita kadang juga ditambahkan dengan kata anak didepannya yaitu anak balita, kalau demikian maka umurnya dimulai dari 1 tahun sampai dengan 5 tahun (1-5 tahun).

f. Kelompok Umur Anak Usia Sekolah

Adalah kelompok Umur Anak Usia Sekolah yang dibagi menjadi dua yaitu kelompok umur pertama : Anak-Anak (TK dan SD) termasuk prasekolah yaitu

anak yang usianya 5-14 tahun. Dan kelompuk umur kedua yaitu remaja (15 tahun s/d 18 tahun).

Menurut Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Ibu dan Anak tahun 2010, anak adalah seseorang yang berusia <18 tahun.

2.2. Tinjauan Teoritis 2.2.1. Rumah Sakit

Menurut Undang-Undang RI no. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

2.2.2. Tugas dan Fungsi Rumah Sakit

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, rumah sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Pelayanan kesehatan paripurna adalah pelayanan kesehatan yang meliputi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009, rumah sakit umum mempunyai fungsi:

a. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.

b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna.

c. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan. d. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi

bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan.

2.2.3. Jenis dan Klasifikasi Rumah Sakit 2.2.3.1. Jenis Rumah Sakit Secara Umum

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, rumah sakit dapat dibagi berdasarkan jenis pelayanan dan pengelolaannya:

a. Berdasarkan jenis pelayanan 1. Rumah Sakit Umum

Memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit.

2. Rumah Sakit Khusus

Memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya.

b. Berdasarkan pengelolaannya

1. Rumah Sakit Publik, dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan badan hukum yang bersifat nirlaba. Rumah Sakit Pemerintah dalam penyelenggaraannya diwajibkan untuk melayani masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Rumah Sakit Privat, dikelola oleh badan hukum dengan tujuan pofit yang berbentuk Perseroan Terbatas atau Persero.

2.2.3.2. Klasifikasi Rumah Sakit

Menurut Undang-Undang RI no. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kesehatan secara berjenjang dan fungsi rujukan, Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus diklasifikasikan berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanan Rumah Sakit (Depkes RI, 2009).

a. Klasifikasi Rumah Sakit Umum 1. Rumah Sakit Umum kelas A

Adalah rumah sakit yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas dan subspsialistik luas. Rumah Sakit Umum Kelas A harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4(empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 5(lima) Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, 12(dua belas) Pelayanan Medik Spesialis Lain dan 13(tiga belas) Pelayanan Medik Sub Spesialis.

2. Rumah Sakit Umum kelas B

Adalah rumah sakit yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4(empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar,

4(empat) Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, 8(delapan) Pelayanan Medik Spesialis Lainnya, dan 2(dua) Pelayanan Medik Subspesialis Dasar. 3. Rumah Sakit Umum kelas C

Adalah rumah sakit yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4(empat) Pelayanan Medik Spesialis Dasar dan 4(empat) Pelayanan Spesialis Penunjang Medik.

4. Rumah Sakit Umum kelas D

Adalah rumah sakit yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 2(dua) Pelayanan Medik Spesialis Dasar.

b. Klasifikasi Rumah Sakit Khusus 1. Rumah Sakit Khusus kelas A 2. Rumah Sakit Khusus kelas B 3. Rumah Sakit Khusus kelas C

2.2.4. Rumah Sakit Pemerintah

Perbedaan pokok dengan rumah sakit swasta terutama sekali menyangkut sumber pendanaan rumah sakit yang bersangkutan, yakni kalau rumah sakit Pemerintah biaya untuk pengelolaan rumah sakit sepenuhnya didanai oleh Pemerintah, yaitu dengan cara menganggarkannya dalam APBN, APBD, dan lain-lainnya. Karena dana pengelolaan rumah sakit ini berasal dari Pemerintah maka segala pendapatan yang diperoleh oleh rumah sakit tersebut juga harus disetorkan ke Kas Negara (Iskandar, 1998).

Dalam penyelenggaraan pelayanannya, rumah sakit Pemerintah di wajibkan melayani masyarakat secara keseluruhan sehingga masyarakat miskin di daerah pelayanan dapat dilayani 100%.

2.2.5. Rumah Sakit Swasta

Yang dimaksud dengan rumah sakit swasta adalah rumah sakit yang didirikan oleh pihak swasta (non-Pemerintah), yaitu dapat beberapa orang, badan hukum, kelompok keagamaan, perusahaan, dan lain-lain. Awalnya rumah sakit swasta didirikan oleh yayasan dengan tujuan sosial, sehingga pendanaannya berasal dari sumbangan para dermawan (Iskandar, 1998)

Namun dengan perkembangan masa dan pemikiran masyarakat, kondisi rumah sakit yang bertujuan sosial tersebut mengalami perubahan, karena sulit bagi pihak pengelola rumah sakit untuk mendapatkan biaya yang berasal dari sumbangan para relawan tersebut.sebab semakin hari biaya yang harus dikeluarkan oleh rumah sakit semakin besar, dan tidak seimbang lagi dengan pemasukan rumah sakit.sehingga untuk kelangsungan rumah sakit, pihak pendiri /pengelola membuat kebijaksanaan untuk menetapkan tarif pelayanan kepada pasien.

Setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 84 tahun 1990, ditegaskan bahwa pelayanan kesehatan swasta dibidang medis boleh diselenggarakan oleh: perorangan, kelompok, yayasan, atau badan hukum lainnya, dan dapat pula dilakukan oleh sebuah perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas yang profit oriented (memperhitungkan potensi keuntungan) (Iskandar, 1998)

2.2.6. Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA)

Menurut Lampiran Keputusan Menkes no. RI no. 340/Menkes/Per/Iii/2010, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) adalah Rumah Sakit yang melayani kesehatan ibu dan anak, meliputi ibu pada masalah reproduksi dan anak berumur sampai dengan 18 tahun (Depkes RI, 2010).

Rumah Sakit Ibu dan Anak merupakan Rumah Sakit Khusus yang lingkup pelayanannya meliputi : promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif pada maternal, serta kesehatan reproduksi termasuk Ante Natal Care (ANC), pertolongan persalinan, perawatan nifas, pertolongan bayi baru lahir, perawatan bayi baru lahir, imunisasi, dan pelayanan kesehatan anak, program Keluarga Berencana (KB).

2.2.7. Klasifikasi Rumah Sakit Ibu dan Anak

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI no. 340/Menkes/Per/III/2010, Rumah Sakit Ibu dan Anak (khusus) di klasifikasikan menjadi beberapa kelas , yaitu kelas A, B, dan C. Klasifikasi tersebut ditetapkan berdasarkan :

1. Lingkup Pelayanan; 2. Sumber Daya Manusia; 3. Peralatan;

4. Sarana da Prasarana

2.2.8. Kriteria Klasifikasi Rumah Sakit Ibu Dan Anak A. Lingkup Pelayanan

Tabel. 2.1. Lingkup Pelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak

No. Lingkup Pelayanan Kelas A Kelas B Kelas C

1. Pelayanan spesialistik kebidanan dan kandungan Umum

+ + +

2.

Pelayanan Subspesialistik Kebidanan dan Kendungan: a. Fetomaternal (perinatologi kebidanan) + + - b. Onkologi Ginekologi + - - c. Kesehatan reproduksi + - - d. Obgyn sosial + - - e. Uro-ginekologi Rekonstruksi + - -

3. Pelayanan Spesialis Anak Umum + + +

4.

Pelayanan Subspesialistik Anak:

a. Perinatologi + + - b. Neurologi + - - c. Hematologi-Onkologi + - - d. Nefrologi + - - e. Gastrohepatologi + - - f. Respirologi + - - g. Alergi imunologi + - - h. Endokrinologi + - -

i. Nutrisi dan Metabolic + - -

j. Kardiologi + - -

k. Gawat Darurat Anak + + -

l. Infeksi dan penyakit tropis + - - m. Tumbuh kembang dan Pediatri

Sosial

No. Lingkup Pelayanan Kelas A Kelas B Kelas C

5.

Pelayanan Spesialis lainnya:

a. Spesialis Bedah Anak + - -

b. Spesialis Rehabilitasi Medik + + -

c. Spesialis Mata + + -

d. Spesialis THT + - -

e. Spesialis kulit Dan Kelamin + - -

f. Spesialis Bedah Umum + + +

g. Spesialis Penyakit Dalam + + +

h. Spesialis Anastesi + + +

i. Spesialis Radiologi + + +

j. Spesialis Patologi Klinik + + -

k. Spesialis Patologi Anatomi + - -

6. Pelayanan Gigi + + -

7. Pelayanan Psikolog + - -

8. Pelayanan Rawat Inap + + +

9. Pelayanan Rawat Jalan + + +

10. Pelayanan Gawat Darurat + + +

11.

Pelayanan Rawat Intensif (ICU, HCU, PICU, NICU) + + (HCU, NICU) + (HCU) 12. Pelayanan Bersalin + + + 13. Pelayanan Operasi + + + 14. Pelayanan Darah + + - 15. Pelayanan Radiologi + + - 16. Pelayanan Laboratorium + + + 17. Pelayanan Farmasi + + + 18. Pelayanan Gizi + + + 19.

Pelayanan Penunjang Non medik:

a. Sterilisasi + + +

No. Lingkup Pelayanan Kelas A Kelas B Kelas C

c. Pemulasan Jenazah + - -

d. IPSRS + + +

e. IPLRS + + +

Permenkes RI no. 340/Menkes/Per/III/2010

B. Sumber Daya Manusia

Tabel. 2.2. Sumber Daya Manusia Pada Rumah Sakit Ibu dan Anak No.

Jenis Ketenagaan

Kelas A Kelas B Kelas C

Total Tenaga Tetap Total Tenaga Tetap Total Tenaga Tetap I Medis 1. Dokter Spesialis Obstetri – Ginekologi 4 2 2 1 1 - Dokter Subspes. Fetomaternal 1 - - - - -

Dokter Subspes. Obgin Sosial 1 Dokter Subspes. Onkologi Ginekologi 1 Dokter Subspes. Uroginekologi konst. 1 Dokter Subspes. Kesehatan reproduksi 1

2. Dokter Spesialis Anak 4 2 2 1 1 -

Dokter Subspes. Alergi Imunologi Sub- Spes Min. 1 Sesuai pelaya nan - Sub- Spes Min. 1 - - - Dokter Subspes. Endokrinologi

No.

Jenis Ketenagaan

Kelas A Kelas B Kelas C

Total Tenaga Tetap Total Tenaga Tetap Total Tenaga Tetap Dokter Subspes. Gastrohepatologi Dokter Subspes. Nutrisi dan Metabolik Dokter Subspes. Hematologi dan Onkologi Dokter Subspes. Kardiologi Dokter Subspes. Nefrologi Dokter Subspes. Neurologi

Dokter Subspes. Gawat Darurat

Dokter Subspes. Pencitraan Anak Dokter Subspes. Infeksi Tropia Dokter Subspes. Perinatologi Dokter Subspes. Respirologi Dokter Subspes. Tumbuh Kembang 3. Dokter Spesialis Lainnya:

a. Spesialis Bedah

Dalam dokumen Rumah Sakit Ibu dan Anak (Halaman 25-35)

Dokumen terkait