BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
II- 28 3.Gaya Geser (Shearing Force Diagram)
3.4. Perancangan Alat Bantu Bongkar Pupuk
Tahap perancangan ini terdiri dari: penyusunan konsep rancangan alat bantu bongkar pupuk dengan tujuan utama untuk memperbaiki postur kerja dan
commit to user
III-5
menurunkan beban kerja fisik pekerja, perhitungan persentil untuk menentukan ukuran perancangan desain alat bantu bongkar pupuk, penentuan spesifikasi rancangan dari segi dimensi dan komponen rancangan serta dilakukan perhitungan mekanika teknik. Adapun penjelasan masing-masing langkah dijelaskan sub bab berikut ini.
3.4.1 Penyusunan Konsep Perancangan
Penyusunan konsep perancangan alat bantu bongkar pupuk dilakukan dengan mengacu pada identifikasi masalah yang diperoleh. Berdasarkan data permasalahan tersebut perlu dilakukan penyusunan konsep perancangan alat bantu bongkar pupuk yang bertujuan untuk memperbaiki postur kerja dan mengurangi beban kerja fisik pekerja. Konsep perancangan alat bantu bongkar pupuk ini mengadopsi dan memodifikasi beberapa tahapan metode rasional dari Nigel Cross. Metode ini banyak digunakan dalam perancangan karena memiliki tahapan yang jelas sehingga dapat memberikan hasil rancangan dan produk akhir yang berkualitas (Cross, 2000). Adapun konsep perancangan alat bantu bongkar pupuk meliputi :
1. Penjabaran Kebutuhan Perancangan (Need).
Penjabaran dari hasil keluhan yang dialami pekerja saat melakukan aktivitas bongkar pupuk dan keinginan pekerja terhadap rancangan alat bantu kerja. 2. Pembangkitan Gagasan dalam Perancangan (Idea)
a. Penjelasan Tujuan(Clarifying Objectives)
Bertujuan untuk menjelaskan tujuan dan sub tujuan dari perancangan alat bantu bongkar pupuk. Tahap ini menunjukkan bentuk diagramatis dimana tujuan-tujuan yang berbeda dihubungkan satu sama lain, serta pola hirarki tujuan dan sub tujuan.
b. Penetapan Tujuan (Establishing Functions)
Bertujuan untuk menentukan fungsi-fungsi yang dibutuhkan dan batasan sistem dari perancangan yang akan dilakukan. Tahap ini dilakukan dengan menggambarkan diagram blok yang mengilustrasikan interaksi antar sub fungsi dasar.
commit to user
III-6
c. Spesifikasi Kinerja(Performance Specification)
Bertujuan untuk membuat spesifikasi yang akurat dari kebutuhan perancangan alat bantu bongkar pupuk yang akan dilakukan. Spesifikasi yang telah ditentukan oleh perancang ditetapkan sebagai tujuan perancangan dengan mencantumkan kriteria-kriteria.
3.4.2 Data Anthropometri Pekerja
Data anthropometri pekerja digunakan untuk menetapkan ukuran rancangan. Hal ini dimaksudkan agar rancangan yang dihasilkan dapat digunakan dengan baik dan disesuaikan atau paling tidak mendekati karakteristik penggunanya. Data yang diambil berjenis kelamin pria dan termasuk dalam kelompok usia dewasa. Pengambilan data diperoleh dari hasil pengukuran anthropometri seluruh pekerja pada bagian bongkar pupuk UD. Karya Tani yang berjumlah tiga orang pada tanggal 12 Februari 2011. Adapun data anthropometri yang diambil sesuai dengan variabel yang dibutuhkan dalam perancangan alat bantu bongkar pupuk, yaitu yaitu tinggi siku berdiri (tsb), lebar bahu (lb), diameter lingkar genggam (dlg), dan lebar jari ke-2,3,4,5 (lj). Alat ukur yang digunakan adalah roll meter dan meteran jahit.
3.4.3 Perhitungan Persentil
Aspek anthropometri diperhitungkan dalam perancangan fasilitas kerja sehingga dapat memenuhi aspek kesesuaian penggunaan fasilitas dengan penggunanya. Berdasarkan sketsanya, kemudian dilakukan penentuan dimensi rancangan alat bantu dengan menggunakan data antropometri yang telah dikumpulkan.
Setelah menentukan data antropometri yang digunakan maka dilakukan perhitungan persentil digunakan untuk menentukan ukuran perancangan desain alat bantu bongkar pupuk. Persentil yang digunakan adalah persentil ke-5, persentil ke-50, dan persentil ke-95. Perhitungan persentil pekerja dilakukan berdasarkan Tabel 2.3 pada Bab 2.
commit to user
III-7
3.4.4 Penentuan Spesifikasi Perancangan
Pada tahap perancangan ini akan dilakukan penentuan spesifikasi alat bantu bongkar pupuk. Pada perancangan alat bongkar pupuk ini terdiri dari 3 kegiatan utama, yaitu :
1. Perhitungan Dimensi
Perhitungan dimensi dilakukan untuk menentukan ukuran rancangan yang akan dibuat. Perhitungan dimensi yang dilakukan meliputi:
a. Ukuran Lebar Pegangan
Data anthropometri yang dibutuhkan untuk menentukan lebar pegangan adalah lebar bahu (lb) dengan persentil ke-95. Penggunaan persentil 95 dimaksudkan agar pekerja dengan lebar bahu yang lebih besar dapat memegang pegangan dengan leluasa dan nyaman.
b. Diameter Pegangan
Data anthropometri yang dibutuhkan untuk menentukan diameter pegangan adalah diameter lingkar genggam (dlg) dengan persentil ke-5. Penggunaan persentil 5 dimaksudkan agar pekerja yang memiliki diameter genggam lebih kecil dapat memegang pegangan dengan nyaman dan pekerja yang memiliki diameter genggam lebih besar dapat memegang pegangan dengan mudah.
c. Ukuran Ketinggian Pegangan
Data anthropometri yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran tinggi pegangan dari permukaan lantai adalah tinggi siku berdiri (tsb) dengan persentil ke-5. Penggunaan persentil 5 dimaksudkan agar pekerja yang memiliki tinggi siku berdiri yang lebih pendek dapat menggunakan alat bantu bongkar pupuk inidengan nyaman dan pekerja yang memiliki tinggi siku berdiri lebih tinggi juga dapat menggunakan alat dengan mudah. d. Panjang Genggaman Pegangan
Data anthropometri yang dibutuhkan untuk menentukan panjang genggaman pegangan adalah lebar jari ke-2,3,4,5 (lj) dengan persentil ke - 95. Penggunaan persentil 95 dimaksudkan agar pekerja yang memiliki lebar telapak tangan lebih besar dapat menggenggam pegangan dengan nyaman.
commit to user
III-8
e. Perhitungan Sudut Kemiringan Pegangan Lift Table
Data yang digunakan didasarkan pada tabel control resistance criteria
yang menyatakan bahwa kriteria kontrol kemiringan pegangan tuas pengungkit (lever handle) untuk jenis dua tangan adalah sebesar 100-190 dari titik acuan (Freivalds, 2009).
f. Panjang Papan Landasan
Data yang digunakan adalah disesuaikan dengan dimensi panjang karung pupuk merk pusri dan kujang yang memuat pupuk seberat 50 kg.
g. Lebar Papan Landasan
Data yang digunakan adalah disesuaikan dengan dimensi lebar karung pupuk merk pusri dan kujang yang memuat pupuk seberat 50 kg.
h. Ketinggian Maksimum Papan Landasan
Data yang digunakan adalah disesuaikan dengan dimensi ketinggian bak truk yang menjadi armada utama proses distribusi pupuk di UD. Karya Tani, sedangkan dimensi ukuran tinggi bak truk adalah 103 cm.
2. Penentuan Komponen
Pada tahap ini akan dilakukan suatu penetapan bahan yang digunakan dalam merancang alat bantu bongkar pupuk.
3. PembuatanRancangan
Pembuatan rancangan dilakukan melalui pembuatan gambar secara 2D (dua dimensi) dan 3D (tiga dimensi).
3.4.5 Perhitungan Mekanika Teknik
Tahap ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hasil rancangan alat bantu terhadap beban maksimal yang diterima. Perhitungan teknik meliputi perhitungan gaya-gaya yang terjadi pada rangka, momen pada titik kritis, dan perhitungan kekuatan komponen.