Data yang akan digunakan dalam SPK pemilihan karyawan terbaik ini ditampung dalam sebuah basis data yang akan terintegrasi dengan program komputer untuk berinteraksi dengan pengguna. Pangkalan data ini dirancang agar data yang berkaitan dengan proses pemilihan karyawan terbaik ini dapat terorganisir dan tersimpan dengan baik.
4.4.1 Entity Relationship Diagram
Karyawan Seleksi Kriteria
Mempunyai Terdiri dari Jabatan Bagian Id_karyawan Nama Tgl_lahir Alamat Jenkel No_seleksi Tgl_seleksi Id_kriteria
Id_karyawan Nilai_kriteria Id_kriteria Nama_kriteria
N N 1 1 1 N Id_karyawan Id_bagian Id_bagian Nama_bagian Nama_jabatan Id_jabatan Id_jabatan Id_bagian
Gambar 4.9 : Entity Relationship Diagram Sumber : Data yang diolah
4.4.2 Transformasi ERD ke tabel fisik 1. Relasi “seleksi”
Karyawan Seleksi Kriteria
Id_karyawan
Nama Tgl_lahir
Alamat Jenkel
No_seleksi
Tgl_seleksi Id_kriteria
Id_karyawan Nilai_kriteria Id_kriteria Nama_kriteria
N N
Gambar 4.10 : Relasi “seleksi”
Relasi “seleksi” menghubungkan antara entitas karyawan dengan kriteria. Relasi tersebut memiliki tingkat kardinalitas N-N (Many to Many) karena setiap proses seleksi terdiri dari banyak karyawan dan banyak kriteria. Dengan demikian relasi “seleksi” akan dipresentasikan dalam pembentukan sebuah tabel.
Dengan demikian tabel yang dihasilkan adalah: a. Tabel karyawan
*Id_karyawan Nama Alamat Tgl_lahir Jenkel
b. Tabel kriteria
*Id_kriteria Nama_kriteria
c. Tabel “seleksi”
2. Relasi “mempunyai”
Karyawan Mempunyai Bagian
Id_karyawan Nama Tgl_lahir Alamat Jenkel Id_karyawan Id_bagian Nama_bagian Id_bagian 1 1
Gambar 4.11 : Relasi “mempunyai”
Relasi “mempunyai” diatas menghubungkan antara entitas karyawan dan bagian dengan tingkat kardinalitas 1 – 1 (One to One). Relasi One to One dalam sebuah proses akan dipresentasikan dalam penambahan satu atribut kunci pada entitas lain. Dengan demikian tabel yang dihasilkan dalam relasi diatas antara lain:
a. Tabel karyawan
*Id_karyawan Nama Alamat Tgl_lahir Jenkel **Id_bagian
b. Tabel bagian
*Id_bagian Nama_bagian
3. Relasi “terdiri dari”
Terdiri dari Jabatan Bagian 1 N Id_bagian Nama_bagian Nama_jabatan Id_jabatan Id_jabatan Id_bagian
Gambar 4.12 : Relasi “terdiri dari”
Relasi diatas memiliki tingkat kardinalitas one to many yang akan dipresentasikan dengan penyertaan entitas atribut kunci dari himpunan
entitas dengan tingkat kardinalitas one (Bagian) kepada himpunan entitas dengan tingkat kardinalitas many (Jabatan). Dengan demikian, tabel yang dihasilkan dari relasi diatas adalah:
a. Tabel bagian
*Id_bagian Nama_bagian
b. Tabel jabatan
*Id_jabatan Nama_jabatan **id_bagian
4.4.3 Normalisasi Data 1. Tabel Karyawan
*Id_karyawan Nama Alamat Tgl_lahir Jenkel **Id_bagian
a. Tabel karyawan memenuhi 1NF
Tabel karyawan di atas sudah memenuhi normal pertama (1NF), karena semua atribut pada tabel karyawan hanya memiliki nilai tunggal dan tidak berulang–ulang.
b. Tabel karyawan memenuhi 2NF
Tabel karyawan di atas sudah memenuhi 1NF dan semua atribut bukan kunci utama tergantung secara fungsional terhadap atribut kunci utama / primary key (id_karyawan).
Id_karyawan nama, alamat, tgl_lahir, jenkel, id_bagian
Nama id_karyawan, alamat, tgl_lahir, jenkel, id_bagian Alamat nama, id_karyawan, tgl_lahir, jenkel, id_bagian Tgl_lahir nama, alamat, id_bagian, jenkel, id_bagian Jenkel nama, alamat, tgl_lahir, id_bagian, id_bagian Id_bagian nama, alamat, tgl_lahir, jenkel, id_karyawan
c. Tabel karyawan memenuhi 3NF
Tabel karyawan sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci utama pada tabel karyawan tidak bergantung secara fungsional pada selain atribut bukan kunci.
2. Tabel bagian
Id_bagian Nama_bagian
a. Tabel bagian memenuhi 1NF
Tabel bagian di atas sudah memenuhi normal pertama (1NF), karena dari tabel tersebut semua atribut memiliki nilai tunggal dan tidak berulang–ulang.
b. Tabel bagian memenuhi 2NF
Tabel bagian diatas sudah memenuhi 1NF dan semua atribut bukan kunci utama tergantung secara fungsional terhadap atribut kunci utama/primary key (id_bagian)
Id_bagian nama_bagian
Nama_bagian id_bagian c. Tabel bagian memenuhi 3NF
Tabel bagian diatas sudah memenuhi 3NF karena sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci tidak bergantung secara fungsional pada atribut kunci lain selain (id_bagian).
3. Tabel jabatan
Id_jabatan Nama_jabatan
a. Tabel jabatan memenuhi 1NF
Tabel jabatan di atas sudah memenuhi normal pertama (1NF), karena dari tabel tersebut semua atribut memiliki nilai tunggal dan tidak berulang–ulang.
b. Tabel jabatan memenuhi 2NF
Tabel jabatan diatas sudah memenuhi 1NF dan semua atribut bukan kunci utama tergantung secara fungsional terhadap atribut kunci utama/primary key (id_jabatan)
Id_jabatan nama_jabatan Nama_jabatan id_jabatan c. Tabel jabatan memenuhi 3NF
Tabel jabatan diatas sudah memenuhi 3NF karena sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci tidak bergantung secara fungsional pada atribut kunci lain selain (id_jabatan).
4. Tabel kriteria
Id_kriteria Nama_kriteria
a. Tabel kriteria memenuhi 1NF
Tabel kriteria di atas sudah memenuhi normal pertama (1NF), karena dari tabel tersebut semua atribut memiliki nilai tunggal dan tidak berulang–ulang.
b. Tabel kriteria memenuhi 2NF
Tabel kriteria diatas sudah memenuhi 1NF dan semua atribut bukan kunci utama tergantung secara fungsional terhadap atribut kunci utama/primary key (id_kriteria)
Id_kriteria nama_kriteria Nama_kriteria id_kriteria c. Tabel kriteria memenuhi 3NF
Tabel kriteria diatas sudah memenuhi 3NF karena sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci tidak bergantung secara fungsional pada atribut kunci lain selain (id_kriteria).
5. Tabel seleksi
*No_seleksi Tgl_seleksi **Id_karyawan **Id_kriteria Nilai_kriteria
a. Tabel seleksi memenuhi 1NF
Tabel seleksi diatas belum memenuhi normal pertama (1NF), karena terdapat beberapa atribut yang memiliki nilai ganda atau berulang-ulang. Atribut tersebut antara lain: no_seleksi, tgl_seleksi, dan id_karyawan. Atribut-atribut tersebut akan bernilai ganda untuk setiap penambahan id_kriteria yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena satu proses seleksi karyawan meliputi banyak kriteria.
Dengan demikian tabel kriteria harus dipecah (dekomposisi) berdasarkan tingkat ketergantungan fungsionalnya, sebagai berikut:
No_seleksi tgl_seleksi, id_karyawan No_seleksi, id_kriteria nilai_kriteria
Berdasarkan kedua ketergantungan fungsional diatas, maka diperoleh 2 tabel hasil dekomposisi sebagai berikut:
a. Tabel seleksi
No_seleksi Tgl_seleksi Id_karyawan
1) Tabel seleksi memenuhi 1NF
Tabel seleksi sudah memenuhi bentuk normal pertama, karena semua atribut hanya memiliki nilai tunggal atau tidak berulang-ulang
2) Tabel seleksi memenuhi 2NF
Tabel seleksi diatas sudah memenuhi 2NF karena semua atribut bukan kunci sudah tergantung secara fungsional pada atribut kunci utama (no_analisa).
No_seleksi tgl_seleksi, id_karyawan Tgl_seleksi no_seleksi, id_karyawan
Id_karyawan tgl_seleksi, no_Seleksi 3) Tabel seleksi memenuhi 3NF
Tabel seleksi sudah memenuhi 3NF karena sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci utama tidak bergantung transitif pada atribut kunci utama.
b. Tabel nilai
No_seleksi Id_kriteria Nilai_kriteria
1) Tabel nilai memenuhi 1NF
Tabel nilai sudah memenuhi bentuk normal pertama, karena semua atribut hanya memiliki nilai tunggal atau tidak berulang-ulang
2) Tabel nilai memenuhi 2NF
Tabel nilai diatas sudah memenuhi 2NF karena semua atribut bukan kunci sudah tergantung secara fungsional pada atribut kunci utama (no_seleksi dan id_kriteria secara bersama-sama).
No_seleksi, id_kriteria nilai_kriteria Nilai_kriteria no_seleksi, id_kriteria Id_kriteria no_seleksi, nilai_kriteria 3) Tabel nilai memenuhi 3NF
Tabel nilai sudah memenuhi 3NF karena sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci utama tidak bergantung transitif pada atribut kunci utama.
4.4.4 Tabel Relationship Diagram
Tabel 4.1 : Tabel Relationship Diagram
Karyawan Id_karyawan * Nama Alamat Tgl_lahir Jenkel Id_bagian ** Bagian Id_bagian * Nama_bagian Seleksi No_seleksi * Id_karyawan ** Tgl_seleksi Keterangan : * : Primary key ** : Candidat key Nilai No_seleksi * Id_kriteria ** Nilai_kriteria Kriteria Id_kriteria * Nama_kriteria Jabatan Id_jabatan * Nama_jabatan Id_bagian ** 4.4.5 Kamus Data 1. Karyawan
Karyawan = Id_karyawan + Nama + alamat + tgl_lahir + jenkel + id_bagian
Id_karyawan = 5{karakter}5
Char = [A-Z | a-z | 0-9] Format = 99999
Nama = 3 {karakter} 25 Char = [A-Z | a-z]
Format = xxxxxxxxxxxxxxxxxxx Contoh = Bedjo
Alamat = 4 {karakter} 25
Char = [ A-Z | a-z | , | . | / ] Format = xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Contoh = Jl. Sadewa 1 / 21 Jenkel = 1{karakter}1 Char = [A-Z] Format = [ P|W ] Jika P = Pria Jika W = Wanita Id_bagian = 2 {karakter} 2
Char = [ A-Z | a-z | , | . | / ] Format = 99
Contoh = 01 2. Tabel Bagian
Bagian = Id_bagian + nama_bagian Id_bagian = 2{integer}2 Char = [0 - 9] Format = 99 Contoh = 01 Nama_bagian = 5{karakter}30 Char = [ A - Z] Format = xxxxxxxxxxxxx Contoh = Unit Usaha 3. Tabel Jabatan
Jabatan = Id_jabatan + nama_jabatan Id_jabatan = 2{integer}2
Char = [0 - 9] Format = 99 Contoh = 01 Nama_jabatan = 5{karakter}30 Char = [ A - Z] Format = xxxxxxxxxxxxx Contoh = Kepala 4. Tabel Kriteria
Kriteria = Id_kriteria + nama_kriteria Id_kriteria = 2{integer}2 Char = [0 - 9] Format = 99 Contoh = 01 Nama_kriteria = 5{karakter}30 Char = [ A - Z] Format = xxxxxxxxxxxxx Contoh = Target kerja 5. Tabel Seleksi
Seleksi = No_seleksi + tgl_Seleksi + id_karyawan No_seleksi = 11{integer}11
Integer = [0 - 9] Format = 99999999999
99 merupakan dua digit tanggal seleksi 99 merupakan dua digit bulan seleksi 99 merupakan dua digit terakhir tahun
seleksi
99999 merupakan lima digit no urut seleksi
Contoh = 29121600001 Tgl_seleksi = 8 {date} 8
Contoh = 29-12-2016 Id_karyawan = 5{karakter}5
Char = [A-Z | a-z | 0-9] Format = 99999
contoh = 00001 6. Tabel Nilai
Nilai = No_seleksi + id_kriteria + nilai_kriteria No_analisa = 11{integer}11
Integer = [0 - 9] Format = 99999999999
99 merupakan dua digit tanggal seleksi 99 merupakan dua digit bulan seleksi 99 merupakan dua digit terakhir tahun
seleksi
99999 merupakan lima digit no urut seleksi Contoh = 29121600001 Id_kriteria = 2{integer}2 Integer = [0 - 9] Format = 99 Contoh = 01 Nilai_kriteria = 3{decimal}3 Integer = [ 0 - 9] Format = 9.99 Contoh = 0.25 4.4.6 Database File
Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya, tersimpan dalam perangkat keras komputer dan digunakan untuk memanipulasi data dengan bantuan perangkat lunak (program aplikasi). File database yang digunakan dalam aplikasi ini antara lain:
1. Tabel Karyawan
Nama Tabel : Karyawan Key Field : Id_karyawan
Fungsi : Untuk mencatat data karyawan Tabel 4.2 : Tabel Karyawan
No. Field Tipe Width Key Keterangan
1 2 3 4 5 6 Id_karyawan Nama Alamat Tgl_lahir Jenkel Id_bagian C C C D C C 5 25 25 8 1 2 * ** ID karyawan Nama karyawan Alamat tinggal Tanggal lahir Jenis kelamin Id bagian 2. Tabel Bagian
Nama Tabel : Bagian Key Field : Id_bagian
Fungsi : Tuntuk menyimpan data bagian Tabel 4.3 : Tabel Bagian
No. Field Tipe Width Key Keterangan
1 2 Id_bagian Nama_bagian Int C 2 30 * ID bagian Nama bagian 3. Tabel Jabatan
Nama Tabel : Jabatan Key Field : Id_jabatan
Fungsi : Untuk mencatat data jabatan Tabel 4.4 : Tabel Jabatan
No. Field Tipe Width Key Keterangan
1 2 Id_jabatan Nama_jabatan Int C 2 30 * ID jabatan Nama jabatan
4. Tabel Kriteria
Nama Tabel : Kriteria Key Field : Id_kriteria
Fungsi : Untuk mencatat data kriteria Tabel 4.5 : Tabel Kriteria
No. Field Tipe Width Key Keterangan
1 2 Id_kriteria Nama_kriteria Int C 2 30 * ID kriteria Nama kriteria 5. Tabel Seleksi
Nama Tabel : Seleksi Key Field : No_seleksi
Fungsi : Untuk mencatat data seleksi karyawan Tabel 4.6 : Tabel seleksi
No. Field Tipe Width Key Keterangan
1 2 3 No_seleksi Id_karyawan Tgl_seleksi Int C D 11 5 8 * ** Nomor seleksi Id karyawan Tanggal seleksi 6. Tabel Nilai
Nama Tabe : Nilai Key Field : No_seleksi
Fungsi : Untuk mencatat data nilai seleksi Tabel 4.7 : Tabel nilai
No. Field Tipe Width Key Keterangan
1 2 3 No_seleksi Id_kriteria Nilai_kriteria Int C Dec 11 2 1,2 * ** Nomor seleksi Id kriteria Nilai kriteria
4.4.7 Desain Input Output
Desain input output berfungsi untuk memudahkan user dalam menjalankan aplikasi. Dengan desain input output dapat dijelaskan fungsi dan fasilitas dari masing-masing tampilan. Berikut desain input output aplikasi sistem pendukung keputusan pemilihan karyawan terbaik pada KSP Trio Makmur Grobogan:
1. Desain form login
Panel Kontrol Bank Mandiri - HRD - Recrutment
User Password
Login Keluar
Login Administrasi KSP Trio Makmur Grobogan
Gambar
Gambar 4.13 : Desain form login
Desain form login merupakan tampilan yang pertama kali muncul saat user menjalankan aplikasi. Form tersebut harus diisi oleh
user dengan mengisi username dan password, kemudian pilih tombol
login untuk masuk ke menu utama. 2. Desain form menu utama
Pendataan Seleksi Laporan
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK
PADA KSP TRIO MAKMUR GROBOGAN
Gambar 4.14 : Desain form menu utama
Desain menu utama tersebut berisi submenu-submenu dalam aplikasi yang dibuat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk
menjalankan submenu yang diinginkan, user dapat melakukannya dengan memilih icon yang tersedia.
Submenu pendataan terdiri dari data karyawan, data bagian dan data jabatan. Submenu seleksi digunakan untuk menjalankan form seleksi dan submenu laporan digunakan untuk melihat laporan yang terdiri dari laporan karyawan dan laporan seleksi karyawan.
3. Desain form karyawan Data Karyawan ID Karyawan Nama Alamat Id Bagian Foto Tgl. Lahir Usia tahun Data Karyawan ID Karyawan Nama Alamat Id Bagian Foto Simpan Tutup Tgl. Lahir Usia tahun Nama bagian
Gambar 4.15 : Tampilan data pelamar
Desain form karyawan berfungsi untuk melakukan entry data karyawan yang meliputi profil lengkap karyawan.
4. Desain form bagian
Master Data Bagian
ID Bagian Nama Bagian
99 99 99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Baru Edit Keluar
99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Hapus
Gambar 4.16 : Desain form bagian
Form data bagian digunakan oleh admin untuk mengisikan data bagian dalam koperasi. Apabila admin memilih tombol “baru” atau “edit” maka akan muncul tampilan form sebagai berikut:
Input Data Bagian
ID Bagian Nama Bagian
Simpan Batal Keluar
Gambar 4.17 : Desain form tambah data bagian
Tampilan diatas merupakan form manipulasi data bagian dalam koperasi yang terdiri dari input dan edit data bagian.
Untuk melakukan penyimpanan data maka user memilih tombol “simpan”. Untuk membatalkan manipulasi data maka user memilih tombol “batal” dan untuk keluar dari form maka user memilih tombol “keluar”.
5. Desain form jabatan
Master Daftar Jabatan
ID Jabatan Nama Jabatan
99 99 99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Baru Edit Keluar
99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Hapus
Gambar 4.18 : Desain form jabatan
Tampilan diatas akan tampil jika admin memilih submenu “data jabatan” pada menu utama. Data jabatan berisi jabatan-jabatan yang ada dalam bagian. Pada form tersebut dilengkapi dengan tombol baru, edit, hapus dan keluar.
Apabila admin memilih tombol baru, maka akan ditampilkan form input data jabatan seperti tampilan berikut :
Input Data Jabatan
ID Jabatan Nama Jabatan
Simpan Batal Keluar
Gambar 4.19 : Desain Input Jabatan
Untuk mengisi data jabatan, maka admin mengisikan ID jabatan dan nama jabatan kemudian pilih tombol simpan untuk menyimpan data, batal untuk membatalkan serta keluar untuk keluar dari form tersebut.
6. Desain form Kriteria
Master Daftar Kriteria
ID Kriteria Nama Kriteria
99 99 99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Baru Edit Keluar
99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Hapus
Gambar 4.20 : Desain form Kriteria
Tampilan diatas akan tampil jika admin memilih submenu data kriteria pada menu utama. Data kriteria berisi kriteria-kriteria perusahaan yang digunakan untuk menilai pemilihan karyawan terbaik. Pada form tersebut dilengkapi dengan tombol baru, edit, hapus dan keluar.
Apabila admin memilih tombol baru, maka akan ditampilkan form input data kriteria seperti tampilan berikut :
Input Data Kriteria
ID Kriteria Nama Kriteria
Simpan Batal Keluar
Gambar 4.21 : Desain Input Kriteria
Untuk mengisi data kriteria, maka admin mengisikan ID kriteria dan nama kriteria kemudian pilih tombol simpan untuk
menyimpan data, batal untuk membatalkan serta keluar untuk keluar dari form tersebut.
7. Desain form seleksi karyawan
ID Kriteria Nilai Kriteria Batal Keluar Seleksi Karyawan Id Karyawan Simpan
Gambar 4.22 : Desain form seleksi karyawan
Form tersebut digunakan oleh admin untuk melakukan proses seleksi pemilihan karyawan. Pada form tersebut, user hanya memilih Id karyawan dan Id kriteria kemudian mengisikan nilai kriteria berdasarkan nilai dari karyawan tersebut. Nilai-nilai yang sudah diisikan akan diproses menggunakan perhitungan SAW dan akan menghasilkan informasi nilai seleksi karyawan berdasarkan rangking nilai karyawan.
8. Desain output karyawan
Jenis Kelamin No
Tanggal : ……/……../ 20..….
Bagian LAPORAN DATA KARYAWAN
ID Karyawan Nama Karyawan
No
Tanggal : ……/……../ 20..….
Alamat
9. Laporan seleksi karyawan
LAPORAN SELEKSI KARYAWAN
ID Karyawan Nama Karyawan Nilai
No Tanggal : ……/……../ 20..….
64