• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

1

1.1 Latar Belakang Masalah

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Dalam perspektif manajemen sumber daya manusia, pegawai atau orang-orang yang bekerja dalam perusahaan, merupakan salah satu sumber keunggulan kompetitif dan elemen kunci yang paling penting untuk meraih kesuksesan dalam bersaing dan mencapai tujuan.[1] Cara perusahaan mengelola SDM berpengaruh terhadap aspek-aspek penting perusahaan serta menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Dengan demikian, dengan pengelolaan SDM yang baik diharapkan dapat mendukung jalannya perusahaan dengan lebih baik.

Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems) merupakan sistem informasi terkomputerisasi berbasis pengetahuan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen. SPK digunakan sebagai alat bantu bagi para pengambil keputusan untuk memperluas kapabilitas para pengambil keputusan, namun tidak untuk menggantikan penilaian para pengambil keputusan.[2]

KSP Trio Makmur merupakan salah satu Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Grobogan yang hanya menggunakan sistem penyimpanan berkas pada semua dokumen Koperasi, salah satunya adalah dokumen penilaian karyawan. KSP Trio Makmur melakukan penilaian terhadap kinerja karyawan secara periodik berdasarkan beberapa kriteria yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Informasi penilaian karyawan tersebut akan digunakan oleh manajemen untuk pemilihan karyawan berprestasi yang nantinya akan diberikan kompensasi agar kinerja dan produktifitasnya meningkat.

Dalam melakukan penilaian karyawan, KSP Trio Makmur menggunakan data penilaian dari manager SDM berdasarkan prosentase

(2)

kehadiran karyawan, prosentase pencapaian target, hasil wawancara dengan pimpinan serta masa kerja. Dari semua kriteria tersebut maka dapat ditentukan nilai masing-masing karyawan dan diperoleh informasi layak atau tidaknya seorang karyawan untuk naik ke jabatan yang lebih tinggi. Proses penilaian yang demikian panjang tersebut seringkali mengalami kendala karna banyaknya karyawan yang dinilai serta banyaknya kriteria penilaian yang seringkali membuat pimpinan menilai dengan subyektif. Penilaian langsung oleh pimpinan tersebut juga tidak dapat menghasilkan nilai riil karyawan dengan akurat, karena seringkali terjadi kesalahan perhitungan.

Berdasarkan permasalahan diatas, maka diusulkan pengembangan sistem pendukung keputusan pemilihan karyawan berprestasi pada KSP Trio Makmur menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW).

Penggunaan metode SAW dimaksudkan untuk mencari bobot dari masing-masing kriteria untuk dijumlahkan sehingga diperoleh total semua bobot kriteria sehingga diperoleh rangking dari semua nilai. Kelebihan metode SAW dibandingkan metode lainnya terletak pada kemampuannya untuk melakukan penilaian secara lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot preferensi yang sudah ditentukan. Selain itu SAW juga dapat menyeleksi alternatif berprestasi dari sejumlah kriteria yang ada karena adanya proses perangkinngan. Metode SAW tersebut sangat cocok digunakan dalam aplikasi yang mempunyai banyak kriteria, termasuk penilaian karyawan berprestasi pada KSP Trio Makmur.

Dengan demikian, peneliti merancang sebuah aplikasi yang bisa membantu pimpinan dalam mengambil keputusan lebih cepat dan tepat sesuai kriteria yang dibutuhkan. Sehingga penelitian ini mengambil judul

“Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Berprestasi menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) (Studi Kasus

(3)

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dapat diangkat dalam penelitian ini adalah belum adanya sistem pendukung keputusan yang dapat memberikan alternatif pemilihan karyawan berprestasi secara objektif.

1.3 Batasan Masalah

Agar permasalahan tersebut tidak meluas, maka penulis memberikan batasan masalah yaitu:

1. Aplikasi sistem pendukung keputusan dibuat mengunakan metode SAW

2. Hasil SPK hanya digunakan sebagai pendukung keputusan manajemen, bukan menggantikan pengambil keputusan secara keseluruhan

3. Tools yang digunakan adalah Microsoft Visual Basic 6.0 dengan database MySql

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem pendukung keputusan untuk pemilihan karyawan berprestasi menggunakan metode

Simple Additive Weighting pada KSP Trio Makmur Grobogan.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang didapatkan dari penenelitian ini antara lain: 1. Bagi Peneliti

a. Menambah wawasan secara nyata dalam menangani masalah SDM b. Memperluas dan memperdalam pengetahuan tentang teori-teori

manajemen sumber daya manusia dan Sistem Pendukung Keputusan. 2. Bagi KSP Trio Makmur Grobogan

Memberikan alternatif mengenai pemberian keputusan yang obyektif dalam proses pemilihan karyawan berprestasi, sehingga dapat meningkatkan kinerja SDM dengan adanya pemberian kompensasi sesuai dengankemampuan karyawan.

(4)

3. Bagi Universitas Dian Nuswantoro Semarang

a. Dapat digunakan sebagai acuan untuk menambah masukan dalam memecahkan masalah pemilihan karyawan berprestasi dan manajemen SDM.

b. Digunakan sebagai pembanding bagi penelitian di masa yang akan datang.

(5)

5

2.1 Penelitian Terkait

Beberapa penelitian terkait yang pernah dilakukan sebelumnya antara lain:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Hendra mandala putra

Penelitian tersebut tentang aplikasi sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan pemilihan karyawan berprestasi di Pertamina Pengapon Semarang dengan metode SAW (Simple Additive Weight). Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem pendukung pengambilan keputusan yang dapat mengolah data pemilihan karyawan terbaik menjadi sebuah pertimbangan yang valid. Aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu pengambil keputusan dalam menentukan karyawan mana yang berprestasi dalam perusahaan[3]

2. Penelitian yang dilakukan oleh Denay Islam Sabanayo, tanpa tahun

Penelitian tersebut tentang implementasi metode Simple Additive Weighting pada sistem pengambilan keputusan karyawan terbaik pada PT. Berkah Cahaya Muria Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemilihan karyawan terbaik menggunakan metode SAW agar hasil yang dicapai lebih tepat dan maksimal. Aplikasi yang dibangun dapat memberikan alternatif terbaik bagi pengambilan keputusan karyawan terbaik pada PT. Berkah Cahaya Muria Kudus[4]

3. Penelitian yang dilakukan oleh Ades Galih Anto, dkk tahun 2015

Penelitian tersebut tentang sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan menggunakan metode Simple Additive Weighting di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Hasil penelitian tersebut adalah sebuah sistem pendukung keputusan menggunakan metode SAW berbasis dekstop yang dapat mempermudah proses penilaian kinerja karyawan

(6)

secara lebih obyektif berdasarkan bobot dan kriteria-kriteria penilaian yang sudah ditentukan[5]

4. Penelitian yang dilakukan oleh Cahyo Tri Anggoro tahun 2016

Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui prosedur penilaian dan pemilihan karyawan terbaik pada perusahaan serta untuk menghasilkan sistem pendukung keputusan pemilihan karyawan terbaik berdasarkan kebutuhan perusahaan. Hasil dari sistem ini adalah nilai perhitungan pemilihan karyawan terbaik dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan rekomendasi karyawan terbaik untuk perusahaan[6] 5. Penelitian yang dilakukan oleh I Gede Bendesa Subawa, dkk tahun 2015

Penelitian tersebut bertujuan untuk membuat aplikasi sistem pendukung keputusan pemilihan karyawan terbaik menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) menggunakan enam kriteria antara lain: kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran dan prakarsa. Hasil dari analisis dan perancangan sistem diperoleh sebuah aplikasi berbasis web yang dapat membantu memberikan rekomendasi keputusan dalam penentuan karyawan terbaik pada PT. Tirta Jaya Abadi Singaraja[7]

Dari penelitian terkait diatas dapat dirangkumkan pada tabel dibawah ini :

Tabel 2.1: Penelitian Terkait No

Nama Peneliti dan Tahun

Masalah Metode Hasil

1. Hendra mandala putra, tanpa tahun Proses pemilihan karyawan berprestasi merupakan proses yang rumit dan membutuhkan banyak pertimbangan yang cermat. Simple Additive Weighting (SAW) Sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat mengolah data pemilihan karyawan berprestasi menjadi sebuah pertimbangan yang valid. 2. Denay Islam Sabanayo, Dalam menentukan karyawan terbaik, Simple Additive Aplikasi yang dibangun dapat

(7)

No

Nama Peneliti dan Tahun

Masalah Metode Hasil

tanpa tahun PT. Berkah Cahaya

Muria masih

menggunakan cara manual, sehingga hasil yang diperoleh kurang maksimal. Weighting (SAW) memberikan alternatif terbaik bagi pengambilan keputusan karyawan terbaik pada PT. Berkah Cahaya Muria Kudus. 3. Ades Galih Anto, Hindayati Mustafidah dan Aman Suyadi, 2015 Proses penilaian secara manual sangat mungkin terjadi kesalahan dalam menghitung setiap kriteria, serta memakan waktu lama dalam proses perhitungannya. Simple Additive Weighting (SAW) Hasil penelitian tersebut adalah sebuah sistem pendukung keputusan

menggunakan metode SAW berbasis dekstop

yang dapat

mempermudah proses penilaian kinerja karyawan secara lebih obyektif berdasarkan bobot dan kriteria-kriteria penilaian yang sudah ditentukan. 4. Cahyo Tri Anggoro, 2016 CV. Tiron Bersemi masih belum optimal dalam pelaksanaan pemilihan karyawan terbaik, hal itu disebabkan oleh belum tersedianya media yang dapat memproses penilaian karyawan dan rekomendasikan pemilihan karyawan terbaik. Simple Additive Weighting (SAW)

Hasil dari sistem ini

adalah nilai

perhitungan pemilihan karyawan terbaik dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan rekomendasi karyawan terbaik untuk perusahaan. 5. I Gede Bendesa Subawa, I Made Agus Wirawan, I Made Gede Sunarya, Untuk dapat memacu semangat dan meningkatkan dedikasi serta kinerja pegawai maka perusahaan melakukan penilaian Simple Additive Weighting (SAW)

Hasil dari analisis dan perancangan sistem diperoleh sebuah aplikasi berbasis web yang dapat membantu memberikan

(8)

No

Nama Peneliti dan Tahun

Masalah Metode Hasil

2015 karyawan terbaik. Penilaian tersebut harus dilakukan dengan selektif dan meliputi banyak kriteria, sehingga membutuhkan sebuah aplikasi yang dapat membantu penilaian karyawan terbaik dengan lebih efektif

keputusan dalam penentuan karyawan terbaik pada PT. Tirta Jaya Abadi Singaraja.

Dari kelima penelitian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa metode Simple Additive Weighting (SAW) dapat digunakan untuk membantu pihak peneliti serta dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan masalah yang diteliti untuk mengambil keputusan berdasarkan banyak kriteria. Semakin banyak kriteria yang digunakan semakin akurat dalam penentuan pilihan tersebut sebagai solusi. Maka pada penelitian ini penulis akan merancang aplikasi SPK dalam menentukan karyawan terbaik menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW).

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Sistem Pendukung Keputusan

Proses pengambilan keputusan merupakan proses panjang dimulainya dari adanya masalah semi terstruktural berdasarkan fakta-fakta yang ada kemudian dicari alternatif pemecahannya berdasarkan beberapa kriteria pengambilan keputusan[2].

Adanya permasalahan pada pengambilan keputusan adalah banyaknya kriteria yang harus diperhitungkan serta kemiripan data yang begitu banyak.dengan demikian diperlukan sistem pendukung pengambilan keputusan yang dapat memberikan informasi secara detail sehingga keputusan dapat diberikan secara lebih obyektif.

(9)

Pengertian sistem pendukung keputusan yang dikemukan oleh Michael S Scott Morton dan Peter G W Keen, dalam buku Sistem Informasi Manajemen menyatakan bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah yang harus dibuat oleh manajer. Menurut Raymond McLeod, Jr mendefinisikan sistem pendukung keputusan merupakan suatu sistem informasi yang ditujukan untuk membantu manajemen dalam memecahkan masalah yang dihadapinya [8]. 2.2.2 Tahapan sistem pendukung keputusan

1. Definisi masalah

2. Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan

3. Pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan

4. Menentukan alternatif-alternatif solusi 2.2.3 Karakteristik dari Sistem Pendukung Keputusan

1. Mengemukakan karakteristik kapabilitas kunci dari Sistem Pendukung Keputusan

2. Berbasis komputer

3. Memberikan informasi sebagai pendukung para pengambil keputusan

4. Digunakan dalam pemecahan masalah tidak terstruktur 5. Interaktif

6. Memiliki komponen utama data dan model analisis 2.2.4 Kriteria Sistem Pendukung Keputusan

1. Penggunaan model, komunikasi antara pengambil keputusan dan sistem terjalin melalui model-model matematis, jadi pengambil keputusan bertanggung jawab membangun model matematis berdasarkan permasalahan yang dihadapinya.

2. Berbasis komputer, sistem ini mempertemukan penilaian manusia dengan informasi komputer

(10)

3. Fleksibel, sistem harus mudah dipahami dan dapat memberikan penjelasan bagi pelaku pengambil keputusan agar mudah beradaptasi dalam mengambil keputusannya

4. Interaktif dan mudah digunakan, sistem yang dibuat haruslah memudahkan pengguna serta memberikan manfaat yang maksimal sesuai kebutuhan pengguna.

Untuk menghasilkan keputusan yang baik di dalam sistem pendukung keputusan, perlu di dukung oleh informasi dan fakta-fakta yang berkualitas antara lain [2] :

1. Aksebilitas

Atribut ini berkaitan dengan kemudahan mendapatkan informasi, informasi akan lebih berarti bagi pemakai jika informasi tersebut mudah di dapat.

2. Kelengkapan

Atribut ini berkaitan dengan kelengkapan isi informasi, dalam hal ini isi tidak menyangkut hanya volume tetapi juga kesesuaian dengan harapan si pemakai sehingga seringkali kelengkapan ini sulit diukur dengan secara kuantitatif.

3. Ketelitian

Atribut ini berkaitan dengan tingakat kesalahan yang mungkin didalam pelaksanaan pengolahan data dalam jumlah besar. 4. Ketepatan

Atribut ini berkaitan dengan kesesuaian informasi dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh pemakai.

5. Ketepatan waktu

Kualitas informasi juga ditentukan oleh ketetapan waktu penyampaian dan aktualisasinya.

6. Kejelasan

(11)

7. Fleksibilitas

Atribut ini berkaitan dengan tingkat adaptasi dari informasi yang dihasilkan terhadap kebutuhan.

2.3 Metode Simple Additive Weighting (SAW)

Simple Additive Weighting atau sering disebut dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dan rating kinerja pada setiap alternatif di semua atribut [9].

Metode SAW membutuhakan proses normalisasi matriks keputusan (x) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua alternatif yang ada [10].

Dimana :

rij = ranting kinerja ternomalisasi

= nilai maksimum dari setiap baris dan kolom = nilai minimum dari setiap baris dan kolom = baris dan kolom dari matriks

adalah rating kinerja ternomalisasi dari alternatif Ai pada atribut Cj; i=1,2,….n dan j=1,2,……n.

Sedangkan nilai preferensi untuk setiap alternatif diberikan sebagai berikut [9]:

Keterangan :

Vi = Rangking untuk setiap alternatif Wj = Nilai bobot dari setiap kriteria

(12)

Rij = Nilai rating kinerja ternomalisasi

Nilai Vi yang lebih besar mengindikasi bahwa alternatif Ai lebih terpilih.

2.4 Langkah-langkah penyelesaian menggunakan metode SAW

Langkah-langkah perhitungan dengan menggunakan metode SAW [9]:

1. Tentukan kriteria-kriteria yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, yaitu

2. Tentukan alternatif tiap kriteria

3. Uji normalisasi kriteria berdasarkan kesesuaian jenis atribut sehingga diperoleh kriteria ternomalisasi (R)

4. Jumlahkan semua bobot kriteria sehingga menghasilkan perangkingan.

2.5 Analisis Sistem

2.5.1 Pengertian Analisis Sistem

Analisis sistem yaitu penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya perbaikan [10]

2.5.2 Tahap-tahap Analisis Sistem

Dalam analisis sistem terdapat empat tahap, adapun keempat tahap tersebut antara lain :

1. Mengidentifikasi Masalah Identifikasi masalah meliputi: a. Mencari permasalahan b. Mencari alternatif keputusan c. Identifikasi pengguna sistem 2. Memahami Kerja Sistem, meliputi:

(13)

b. Menentukan jadwal penelitian c. Menentukan agenda wawancara d. Membuat penugasan penelitian e. Pembuatan hasil penelitian 3. Menganalisa Hasil Penelitian

Untuk menganalisa hasil penelitian dapat juga digunakan daftar pertanyaan

4. Membuat laporan hasil analisa

Laporan perlu dibuat sebagai dokumentasi dari penelitian yang dilakukan. Tujuan utamanya adalah sebagai bukti secara tertulis tentang hasil analisa yang dilakukan.

2.5.3 Alat Bantu Analisis Sistem

Dalam analisis sistem digunakan alat bantu berupa Flow Of Document dengan simbol-simbol sebagai berikut:

Tabel 2.2 ; Simbol-simbol Flow of Document

Nama Simbol Simbol

DOKUMEN

Menunjukkan input dan output baik untuk proses manual, mekanik / komputer.

KEGIATAN MANUAL

Sistem yang menunjukkan proses yang dilakukan secara manual.

PENGHUBUNG

Digunakan untuk menunjukkan sambungan dari bagian alir yang terputus dari halaman yang masih sama

PERHUBUNGAN

(14)

Nama Simbol Simbol

KOMENTAR PROSES

Berisi komentar sebagai penjelas bagi simbol yang lain

GARIS ALIR

Symbol garis alih ( flow line symbol ) menunjukkan arus dari proses

Simbol Simpanan Ofline

File non komputer yang diarsip urut angka (Numerical)

File non komputer yang diarsip urut abjad (Alphabetical)

File non komputer yang diarsip urut tanggal (Cronological)

Sumber : Jogiyanto HM, Analisis Desain dan Implementasi Sistem, 2012

2.6 Perancangan Sistem

2.6.1 Pengertian Perancangan Sistem

Menurut Goerge Scott, perancangan sistem menentukan bagaimana suatu sistem menyelesaikan apa yang meski diselesaikan, tahap ini menyangkut konfirmasin dan komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah diterapkan pada akhir tahap perancangan sistem.

2.6.2 Langkah-langkah Perancangan Sistem

1. Mempelajari dan mengumpulkan data untuk disusun menjadi struktur data yang sesuai dengan sistem yang akan dibuat.

2. Melakukan evaluasi serta merumuskan pelayanan sistem yang baru secara rinci dan keseluruhan dari masing-masing bentuk informasi yang disajikan.

N A

(15)

3. Menganalisa kendala yang akan dihadapi yang mungkin timbul dalam proses perancangan sistem.

4. Menyusun kriteria tampilan informasi yang akan dihasilkan secara keseluruhan, sehingga dalam mengidentifikasikan analisa dan evaluasi terhadap aspek yang ada dalam permasalahan obyek yang diteliti. 5. Merumuskan struktur data yang telah diperoleh untuk dikembangkan

atau ditingkatkan menjadi sebuah struktur yang akan memberikan kemudahan dalam pemrograman sistem dan keluwesan keluaran informasi yang akan dihasilkan.

2.6.3 Alat Bantu dalam Perancangan Sistem

Dalam merancang suatu sistem diperlukan adanya alat bantu supaya hasil rancangannya sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi, alat bantu tersebut antara lain :

1. Diagram Kontek

Diagram kontek adalah menempatkan sistem dalam contex lingkungan. Diagram tersebut terdiri dari satu simbol proses yang menggambarkan seluruh sistem. Diagram kontek menunjukkan data yang mengalir dari dan ke terminator. Karakteristik penting sistem yang disoroti oleh diagram kontek, yaitu :

a. Kelompok pemakai, organisasi atau sistem lain dimana sistem kita melakukan komunikasi yang disebut juga sebagai terminator. b. Data masuk, data yang diterima sistem dari lingkungan dan harus

diproses dengan cara tertentu.

c. Data keluaran, data (data storage) yang digunakan secara bersama antara sistem kita dengan terminator. Data ini dapat dibuat oleh sistem dan digunakan oleh lingkungan atau sebaliknya, di buat oleh lingkungan dan digunakan oleh sistem kita. Hal ini berarti pembuatan simbol data storage dalam diagram kontek dibenarkan, dengan syarat simbol tersebut merupakan bagian dari dunia diluar sistem.

(16)

Tabel 2.3 : Simbol Context Diagram

Nama symbol Gambar

Terminator/sumber data

Menunjukkan sebagai terminator yang menggambarkan lingkaran dari sistem.

Sistem

Menggambarkan proses dalam sistem

Garis/ Alir

Menggambarkan arah aliran data dari atau ke sistem

Sumber : Jogiyanto HM, Analisis Desain dan Implementasi Sistem, 2012

2. Data Flow Diagram (DFD)

DFD berfungsi untuk menggambarkan aliran proses-proses dan penyimpanan data dalam sistem.

Tabel 2.4 : Simbol Data Flow Diagram (DFD)

Nama Simbol Gambar

Proses

Menunjukkan transformasi dari masukan menjadi keluaran, dalam hal ini sejumlah masukan dapat menjadi hanya satu keluaran ataupun sebaliknya.

Aliran

Digunakan untuk menggambarkan arus gerakan paket data atau informasi dari satu bagian ke bagian lain dari sistem .

(17)

Terminator

Digunakan untuk menggambarkan entitas luar

Penyimpanan

Digunakan untuk memodelkan kumpulan data atau paket data.

Sumber : Jogiyanto HM, Analisis Desain dan Implementasi Sistem, 2012

2.7 Perancangan Database

2.7.1 Definisi Database

Database terbentuk dari kumpulan beberapa file, yaitu :[11] 1. File Induk

Merupakan file utama dimana semua program dipanggil dari file master.

2. File Transaksi

File yang digunakan untuk merekam atau menyimpan data-data transaksi yang terjadi dalam suatu kegiatan.

3. File Laporan

File yang berisi data-data yang dilaporkan untuk membuat laporan. 2.7.2 Alat Bantu dalam Perancangan Database

1. Entity Relationship Diagram (ERD)

Merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antar relasi dalam sistem. Langkah-langkah tekhnik untuk menghasilkan diagram ERD awal adalah :[8]

a. Identifikasikan himpunan entitas yang terlibat dalam sistem b. Tentukan atribut kunci pada msing-masing entitas

c. Identifikasikan relasi beserta foreign key-nya d. Tentukan derajat relasi pada tiap himpunan e. Lengkapi entitas dengan atribut bukan kunci

(18)

Tabel 2.5 : Simbol-simbol Entity Relationship Diagram

Simbol Uraian

Entity

Digunakan untuk menggambarkan obyek dalam sistem.

Hubungan

Menggambarkan relasi antar entity

Atribut

Digunakan untuk menggambarkan elemen-elemen dari entitas

Garis

Digunakan sebagai penghubung antar entitity dengan entity atau entity dengan atribut

Sumber : Basis Data, Fathansyah. Ir, 2012

Entitas (entity) adalah suatu obyek yang terdiri dari kumpulan data atau elemen yang dapat dibedakan dari obyek lainnya. Sekumpulan entitas yang sejenis dan berada dalam lingkup yang sama akan membentuk sebuah himpunan entitas. Entitas menunjuk pada suatu individu suatu obyek, sedangkan himpunan entitas menunjuk pada rumpun (famili) dari individu tersebut.

Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut, sehingga atribut berfungsi untuk menjelaskan suatu entitas. Atribut terdiri dari dua macam yaitu atribut yang berfungsi sebagai Kunci Primer (Primary key) dan Atribut Deskriptif. Apabila entitas-entitas saling berhubungan maka akan membentuk suatu relasi. Relasi adalah hubungan diantara sejumlah entitas dari himpunan entitas yang berbeda. Terdapat tiga jenis relasi yaitu :

(19)

1. Unary Relationship

Relasi yang menghubungkan entitas-entitas dari sebuah himpunan entitas.

2. BinaryRelationship

Relasi yang menghubungkan entitas-entitas dari dua himpunan. 3. TernaryRelationship

Relasi yang menghubungkan entitas-entitas dari tiga himpunan entitas.

Sebuah relasi mempunyai suatu derajat atau kardinalitas yaitu jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Kardinalitas sebuah relasi yang terjadi antara dua himpunan (misalnya A dan B) entitas dapat berupa : 1. Satu ke satu ( One to One )

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B. Begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A. Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B

Gambar 2.1 : Kardinalitas relasi Satu ke Satu Sumber : Basis Data, Fatansyah. Ir , 2012 2. Satu ke Banyak (One to Many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada himpunan entitas B hanya dapat berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas A.

(20)

Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 5 A B

Gambar 2.2 : Kardinalitas Relasi Satu ke Banyak Sumber : Basis Data, Fatansyah. Ir , 2012

3. Banyak ke Satu ( Many to One )

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B hanya dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.

Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 5 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 A B

Gambar 2.3 : Kardinalitas Relasi Banyak ke Satu Sumber : Basis Data, Fatansyah. Ir , 2012 4. Banyak ke Banyak ( Many to Many )

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, begitu pula sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.

(21)

Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A B

Gambar 2.4 : Kardinalitas Relasi Banyak ke Banyak Sumber : Basis Data, Fatansyah. Ir , 2012

2. Implementasi tabel

a. Setiap himpunan entitas akan dipresentasikan dalam sebuah tabel b. Relasi yang memiliki derajat relasi 1-1 yang menghubungkan 2

buah himpunan entitas akan dipresentasikan kedalam penambahan atrribut-atribut relasi ke tabel yang mewakili salah satu dari kedua himpunan entitas tersebut.

c. Relasi dengan derajat 1-N yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas, juga akan direpresentasikan dalam bentuk penambahan/penyertaan atribut relasi ke tabel yang mewakili salah satu dari kedua himpunan entitas.

d. Relasi derajat N-N yang menghubungkan 2 himpunan entitas, akan diwujudkan dalam bentuk tabel khusus memiliki field yang berasal dari key dari himpunan entitas yang dihubungkan.

3. Normalisasi Data

Normalisasi adalah teknik data dalam cara-cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan basis data. Sedangkan perancangan database dimaksudkan untuk mengidentifikasi kebutuhan file-file Database yang diperlukan oleh sistem informasi (untuk mengidentifikasi).

(22)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menormalisasi suatu data yaitu :

a. Field atau Atribut Kunci

Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa satu field atau set field yang dapat mewakili record.

b. Primary Key

Satu atribut yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik tapi juga dapat mewakili setiap kejadian suatu entity.

c. Alternate Key (Kunci Alternatif)

Merupakan kunci candidate yang tidak dipakai sebagai primary key. Kunci alternative biasanya dipakai sebagai kunci pengurutan dalam laporan.

d. Foreigh Key (Kunci Tamu)

Satu atribut atau satu set atribut yang melengkapi satu relationship atau hubungan yang menunjukkan ke induknya. Kunci tamu ditempatkan pada entity anak dan sama dengan kunci primer Induk direlasikan. Hubungan antara entity induk dengan anak adalah hubungan satu lawan banyak

e. Super Key

Merupakan satu atau lebuh atribut (kumpulan atribut) yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik. f. Candidate key (Kunci Calon)

Kunci candidate adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dari entity.

g. Ketergantungan Kunci

Diberikan sebuah relasi R, atribut Y dan R adalah bergantung fungsi pada atribut X dan R jika dan hanya jika setiap nilai X dalam R punya hubungan dengan tepat satu nilai Y dalam R (dalam setiap satu waktu).

(23)

h. Sekundary key

Suatu atribut yang digunakan untuk mendukung/melengkapi keberadaan primary key.

Ada beberapa bentuk dalam normalisasi data antara lain : a. Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)

Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap (data dikumpulkan apa adanya).

b. Bentuk Normal 1 (First Normal Form/1-NF)

Mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk dalam file datar, data dibentuk dalam 1 record demi 1 record dari field-field berupa ‘Automatic Value’tidak ada set atribut yang bernilai ganda.

c. Bentuk Normal II (First Normal Form/2NF)

Bentuk normal ini mempunyai syarat yaitu bentuk data yang telah memenuhi kriteria bentuk normal ke-1 dimana atribut bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama sehingga harus ditentukan kunci-kunci field.

d. Bentuk Normal III (First Normal Form/3-NF)

Untuk menjadi bentuk normal ke-3 maka relasi haruslah dalam bentuk normal ke-2 dan setiap atribut bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key dan pada primary key secara menyeluruh.

e. Bentuk Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

BCNF mempunyai paksaan lebih kuat dari bentuk normal ke-3. Untuk menjadi BCNF, relasi harus dalam bentuk normal ke-1 dan setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut superkey. 4. Data Dictionary (DD)

Data Dictionary berfungsi untuk :

a. Menjelaskan arti aliran data penyimpanan data dalam DFD.

b. Mendiskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran data.

(24)

c. Mendiskripsikan komposisi penyimpanan data.

d. Mendiskripsikan hubungan detail antara penyimpanan yang akan menjadi titik perhatian dalam ERD (Entity Relationship Diagram).

Tabel 2.6 : Simbol-Simbol Data Dictionary

Notasi Arti

= Mempunyai arti terdiri dari, terbentuk dari atau sama dengan

+ Dan

( ) Optional (elemen data di dalam kurung parethesis sifatnya optional, boleh ada dan tidak ada)

N { } N Iterasi (elemen data di dalam kurung brace beriterasi mulai minimum N kali dan maksimum N kali)

[ ] Salah satu dari (memilih salah satu dari elemen-elemen data di dalam kurung brcket ini)

** Keterangan setelah tanda ini adalah komentar | Sama dengan simbol [ ]

Sumber : Jogiyanto H.M, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi, Yogyakarta, 2012

5. Desain Input Output a. Desain Input

Masukan sistem harus dirancang secara rinci mulai dari perangkat yang akan digunakan sampai dengan desain yang digunakan karena jika desain masukan kurang lengkap maka akan berdampak informasi yang dihasilkan data yang disimpan atau informasi yang dihasilkan juga tidak sesuai dengan kebutuhan sistem.[10]

Tujuan dari desain input adalah : 1) Untuk mengefektifkan biaya pemasukan.

2) Untuk mencapai keakuratan system yang tinggi.

3) Menjamin pemasukan data yang dapat diterima dan dimengerti oleh pemakai.

(25)

Dalam mendesain input ada beberapa tipe input yaitu : 1) Eksternal : pemasukan data berasal dari luar organisasi. 2) Internal : pemasukan data berasal dari dalam

organisasi

3) Operasional : pemasukan data dari hasil komunikasi komputer dengan sistem.

b. Desain Output

Desain output keluaran merupakan hasil yang tidak diabaikan karena keluaran yang di hasilkan harus memudahkan bagian setiap unsur manusia yang memerlukan :

1) Eksternal : Tujuan Output untuk informasi diluar organisasi pemakai

2) Internal : Tujuan Output hanya untuk lingkungan organisasi 3) Operasional : Tujuan Output hanya untuk bagian komputer.

2.8 Kerangka Pemikiran

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Berprestasi pada KSP Trio makmur Grobogan

Variabel : - Kecepatan kerja - Target kerja

- Kedisiplinan dalam bekerja - Pelayanan kepada pelanggan - Team work - Kejujuran Metode Prototyping - Mendengarkan pelanggan

- Merancang dan membuat prototype - Uji coba

Data Karyawan

Penilaian Hasil menggunakan Metode SAW

Kurang Cukup Baik Sangat Baik

(26)

26

Metode penelitian adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari cara-cara untuk menyusun rencana penelitian, pelaksanaan dan menulis laporan dengan metode ilmiah secara efisien dan sistematis yang hasilnya berguna untuk memecahkan masalah dan pengembangan ilmu pengetahuan guna menyusun keputusan.

3.1 Objek Penelitian

Pada penelitian untuk tugas akhir ini penullis melakukan penelitian terlebih dahulu ke KSP Trio Makmur yang beralamatkan di Jl. Dr Sutomo No. 18 Purwodadi Grobogan, untuk mendapatkan dan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan proses penentuan karyawan berprestasi. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah di bagian SDM.

3.2 Jenis dan Sumber Data

3.2.1 Jenis Data

1. Data Kualitatif

Jenis data kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data tidak dalam bentuk angka, tetapi meliputi informasi tentang latar belakang berdirinya KSP Trio Makmur, Visi dan Misi, struktur organisasi, job description dan prosedur penilaian penentuan karyawan berprestasi.

2. Data Kuantitatif

Yaitu data yang dapat dinyatakan dalam bentuk dokumen yang dapat diolah, yang dapat berupa data-data kriteria, yaitu absensi karyawan, ketepatan karyawan menyelesaikan tugas dan masa kerja.

(27)

3.2.2 Sumber Data 1. Data Primer

Data primer adalah data yang didapat secara langsung di tempat penelitian yang menjadi objek penelitian, yaitu kriteria penentuan penilaian karyawan berprestasi.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang didapat secara tidak langsung yang berasal dari lingkungan sistem KSP Trio Makmur atau data pendukung dari luar koperasi, seperti :

a. Literatur pemberian penghargaan karyawan berprestasi b. Literatur metode SAW

c. Materi

3.3 Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini metode yang akan digunakan menggunakan beberapa cara yaitu :

3.3.1 Studi Lapangan

Penggunaan metode ini memungkinkan data-data yang dibutuhkan langsung dari pihak-pihak yang terkait dengan objek penelitian. Adapun cara-cara yang digunakan adalah sebagai berikut :

a. Observasi

Cara observasi digunakan dengan mengadakan pengamatan langsung mengenai objek yang akan diteliti agar diperoleh gambaran yang jelas tentang objek tersebut. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah bagian SDM KSP Trio Makmur Grobogan.

b. Wawancara

Cara observasi digunakan dengan melakukan tanya jawab secara langsung dimana penulis mengumpulkan data dengan cara mengadakan komunikasi dengan subyek penulisan yang terkait

(28)

dengan data yang dibutuhkan sesuai dengan topik penelitian penulis. Wawancara dilakukan oleh peneliti kepada Bapak Subekhi selaku Kepala Cabang KSP Trio Makmur Grobogan, dengan materi wawancara mengenai proses penilaian karyawan. 3.3.2 Studi Pustaka (Library Research)

Studi pustaka dilakukan dengan mencari bahan referensi dan mempelajari bahan referensi dari buku-buku yang berkaitan dengan objek Tugas Akhir. Adapun referensi dan buku-buku yang digunakan penulis yang berkaitan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan tentang penilaian karyawan berprestasi di perusahaan atau instansi.

3.4 Metode Pengembangan Sistem

Dalam perancangan penelitian ini digunakan metode pengembangan perangkat lunak prototype karena metode tersebut cukup efektif dalam mendapatkan kebutuhan dan aturan yang jelas sesuai kebutuhan pelanggan karena adanya komunikasi yang baik dengan pelanggan, sehingga memudahkan analisis dalam membuat perangkat lunaknya. Dengan metode prototype tersebut pelanggan juga dapat langsung melihat gambaran sistem yang diusulkan seperti sistem yang sebenarnya berdasarkan working versionnya.

(29)

Proses pada prototyping dapat dijelaskan pada gambar berikut:

Gambar 3.1 Model Prototype

Berikut adalah tahap-tahap pengembangan Prototype model : 1. Mendengarkan Pelanggan

Pada tahap ini peneliti mengumpulkan kebutuhan sistem yang akan dibangun dengan cara mendengarkan keluhan dari pelanggan yang dalam hal ini adalah KSP Trio Makmur Grobogan. Tahap ini bertujuan agar peneliti mengetahui bagaimana sistem pemilihan karyawan berprestasi yang sedang berjalan selama ini. Dengan data tersebut maka dapat diketahui masalah dari sistem yang selama ini digunakan.

2. Merancang dan Membuat Prototype

Pada tahap ini, peneliti melakukan perancangan dan pembuatan

prototype system yang disesuaikan dengan kebutuhan system yang telah didefinisikan sebelumnya berdasarkan keluhan pengguna.

Dalam tahap ini, peneliti menggunakan rancangan sistem yang terdiri dari perancangan sistem dan perancangan database.

(30)

Perancangan sistem merupakan rancangan dari sistem yang diusulkan yang digambarkan dalam beberapa diagram sistem antara lain:

a. Contex Diagram b. DFD Level

Sedangkan rancangan database merupakan gambaran database yang digunakan dalam aplikasi. Rancangan database digambarkan menggunakan beberapa alat bantu perancangan database, antara lain: a. Entity Relationship Diagram (ERD)

b. Implementasi Tabel c. Normalisasi

d. Tabel Relationship Diagram e. Kamus Data

f. Database File g. Desain Input Output 3. Uji coba

Pada tahap ini, prototype dari sistem di uji coba oleh pengguna. Setelah uji coba, kemudian dilakukan evaluasi kekurangan-kekurangan dari kebutuhan pelanggan. Jika masih terdapat kekurangan-kekurangan, maka dilakukan perbaikan dan diuji coba kembali hingga sistem bisa berfungsi sesuai kebutuhan pengguna.

3.5 Metode Perhitungan SPK menggunakan Metode SAW

1. Kriteria pemilihan karyawan berprestasi

Berdasarkan analisa kriteria-kriteria penilaian karyawan berprestasi menggunakan metose Simple Additive Weighting (SAW) dengan pembobotan kriteria penilaian sebagai berikut :

(31)

Tabel 3.1 : Contoh pembobotan kriteria

Kriteria Bobot

Kecepatan kerja 0,15

Target kerja 0,2

Kedisiplinan dalam bekerja 0,1 Pelayanan kepada pelanggan 0,25

Team work 0,15

Kejujuran 0,15

Total 1

Pembobotan kriteria pada tabel diatas merupakan contoh yang hanya digunakan untuk ilustrasi penghitungan penilaian karyawan saja bukan bersifat permanen. Dalam aplikasi program yang akan dirancang nantinya bobot nilai diimplementasikan dalam bentuk input data. Dengan demikian bobot kriteria bersifat fleksibel yang artinya dapat dirubah oleh admin Koperasi sesuai kebijakan Direktur.

2. Perhitungan menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai berikut:

Penilaian terhadap faktor menggunakan bobot sebagai berikut: Tabel 3.2 : Penilaian kriteria

Hasil Nilai

Kurang ≤ 65

Cukup 66 – 75

Baik 76 - 95

Sangat baik ≥ 95

Berdasarkan tabel penilaian kriteria diatas maka contoh isi bobot semua kriteria karyawan adalah sebagai berikut:

(32)

Tabel 3.3 : Data kriteria karyawan No Nama k1 k2 k3 k4 k5 k6 1. Amel 80 25 50 25 25 50 2. Bambang 50 50 50 50 25 50 3. Budi 25 25 85 25 50 25 4. Eni 50 25 25 25 75 75 5. Bela 25 75 75 75 90 25 6. Bagus 75 25 25 50 75 25 Keterangan: k1 = Kecepatan kerja k2 = Target kerja

k3 = Kedisiplinan dalam bekerja k4 = Pelayanan kepada pelanggan k5 = Team_work

k6 = Kejujuran

Berdasarkan tabel diatas maka dapat dibentuk matriks keputusan X sebagai berikut :

1 0,5 0,25 0,5 0,25 0,75 0,25 0,5 0,25 0,75 0,75 0,25 0,5 0,5 1 0,25 0,75 0,25 0,25 0,5 0,25 0,25 0,75 0,5 X = 0,25 0,25 0,5 0,75 1 0,75 0,5 0,5 0,25 0,75 0,25 0,5

Dengan vektor bobot :

vektor bobot (S) = [0,15 0,2 0,1 0,25 0,15 0,15] Sehingga matriks ternormalisasi R diperoleh

(33)

1,000 0,500 0,250 0,500 0,250 0,750 0,333 0,666 0,333 0,333 1,000 0,333 0,500 0,500 1,000 0,250 0,750 0,250 0,333 0,666 0,333 0,333 1,000 0,666 R= 1,000 1,000 2,000 0,333 0,250 0,500 0,666 0,666 0,333 1,000 0,333 0,666 0,15 0,075 0,037 0,075 0,037 0,013 0,083 0,173 0,083 0,083 0,25 0,083 0,05 0,05 0,1 0,025 0,075 0,025 0,067 0,133 0,067 0,067 0,2 0,133 V= 0,15 0,15 0,3 0,05 0,038 0,075 0,099 0,099 0,043 0,15 0,043 0,099 0,59 9 0,68 0,63 0,2 0,64 3 0,42 8 V=

Nilai V diatas menunjukkan bahwa peringkat karyawan berprestasi dengan nilai paling tinggi adalah V2 (Bambang) dengan nilai 0,63 kemudian V5 (Bela) dengan nilai 0,643 dan V3

(34)

34

4.1 Tinjauan Umum Koperasi

4.1.1 Profil KSP Trio Makmur Grobogan

Gambar 4.1 : Profil KSP Trio Makmur Grobogan Nama koperasi : KSP Trio makmur

Badan hukum no. : 210/BH/DK.11-4/XI/2005

Alamat jalan : Jl. Dr. Sutomo Gang II/08, desa kalongan, kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Jenis usaha : Simpan pinjam

Produk pinjaman : Mingguan, bulanan Kantor cabang : 3 unit

Volume Usaha : Rp. 17.884.300.000 Modal sendiri : Rp. 8.342.630.000 Modal luar : Rp. 4.086.220.000 SHU : Rp. 235.770.000 Total Asset : Rp. 12.664.610.000

(35)

SIUPK : 089/SIUSPK/III/2012

TDP : 111926402022

Ketua : H. Triyono

Sekretaris : Agus Suprianto Bendahara : Sularsih

Total karyawan : 78 orang Total anggota : 112 orang Laki-laki : 102 orang Perempuan : 10 orang Tanggal RAT : 08 Maret 2015

Pankes SP : Cukup sehat TB 2013

Pemeringkatan : Cukup berkualitas tahun 2012

4.1.2 Visi dan Misi Koperasi

1. Visi

Mewujudkan lembaga pemerintah yang berkualitas dan efektif serta dinamis dalam memberdayakan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah guna meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian

2. Misi

a. Memberdayakan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah menjadi pelaku ekonomi yang tangguh dan professional dengan dilandasi semangat kerakyatan, kemartabatan, kemandirian dan otonomi daerah

b. Melaksanakan pengawasan, pemantauan, monitoring, evaluasi, pengendalian, perlindungan hukum bagi Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah agar tidak menyimpang dari ketentuan hukum yang berlaku

c. Mewujudkan tumbuhnya Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang berkualitas sehat dan mampu memberikan layanan yang baik kepada anggota dan masyarakat.

(36)

d. Mewujudkan wirausaha baru dikalangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dalam rangka mencapai peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan.

4.1.3 Struktur Organisasi

Gambar 4.2 : Struktur Organisasi Sumber : KSP Trio Makmur Grobogan

4.2 Analisis Sistem

Analisis sistem merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan maupun pengembangan suatu sistem, karena analis sistem yang baik akan membandingkan lurus dengan keberhasilan tahapan-tahapan selanjutnya, seperti perancangan dan implementasi sistem.

4.2.1 Analisis sistem yang berjalan

Sistem seleksi karyawan di KSP Trio Makmur Grobogan yang selama ini masih dilakukan secara manual berdasarkan pengamatan manajer maupun data absensi serta data pencapaian target dari unit usaha. Namun demikian, penilaian sistem yang tidak terstruktur tersebut masih banyak terdapat kekurangan dan kendala sehingga hasil penilaian kurang akurat. 4.2.2 Analisis sistem yang diusulkan

Analisis sistem merupakan tahapan yang paling penting dalam pengembangan suatu sistem, karena dengan adanya proses ini diharapkan dapat menentukan sejauh mana sistem dapat mencapai target yang diinginkan. Dari proses analisis tersebut akan dihasilkan suatu laporan yang

(37)

dapat digunakan untuk memperbaiki kesalahan ataupun kekurangan yang mungkin dimiliki sistem. Selama ini sistem yang ada masih belum dapat membantu dalam mengevaluasi penilaian karyawan berprestasi pada KSP Trio Makmur Grobogan karena semua proses penilaian dilakukan secara subyektif oleh pimpinan. Oleh karenanya, dibangun sebuah Sistem Pendukung Keputusan Seleksi karyawan berprestasi dengan tujuan agar bisa digunakan untuk menilai kinerja karyawan yang nantinya dari hasil penilaian tersebut akan dapat diambil suatu keputusan untuk memberikan bonus atau reward pada karyawan tersebut.

4.3 Perancangan Sistem

4.3.1 Contex Diagram

Gambar 4.3 : Contex Diagram Sumber : Data yang diolah

0 SPK Pemilihan Karyawan Terbaik Karyawan Kepegawaian Pimpinan Laporan_karyawan Laporan_hasil_seleksi Data_karyawan Informasi_karyawan_terbaik Data_karyawan Data_kriteria Data_bagian Data_jabatan Biodata_karyawan Project Name: Project Path: Chart File: Chart Name: Created On: Created By: Modified On: Modified By:

SPK Pemilihan Karyawan Terbaik d:\ dfd00001.dfd Contex Diagram Dec-27-2016 Laila Dec-27-2016 Laila

(38)

4.3.2 Dekomposisi Diagram 0 SPK Pemilihan Karyawan Terbaik 1 Pendataan 2 Seleksi 2.1 Seleksi Karyawan 1.1 Data Karyawan 1.2 Data Kriteria 2.2 Cetak Hasil Seleksi 3.1 Laporan Karyawan 1.3 Data Bagian 1.4 Data Jabatan 3.2 Laporan Hasil Seleksi 3 Laporan

Gambar 4.4 : Dekomposisi Diagram Sumber : Data yang diolah

(39)

4.3.3 DFD Level 0

Gambar 4.5 : DFD Level 0 Sumber : Data yang diolah

1 Pendataan 2 Seleksi 3 Laporan Karyawan Karyawan Kepegawaian Kriteria Jabatan Bagian Seleksi Pimpinan Jabatan Karyawan Kriteria Data_karyawan Informasi_karyawan_terbaik Biodata_karyawan Data_karyawan Data_kriteria Data_bagian Data_jabatan Karyawan Kriteria Bagian Jabatan Jabatan Bagian Kriteria Karyawan Seleksi Seleksi Bagian Laporan_karyawan Laporan_hasil_seleksi Jabatan Kriteria Karyawan Project Name: Project Path: Chart File: Chart Name: Created On: Created By: Modified On: Modified By:

SPK Pemilihan Karyawan Terbaik d:\ dfd00002.dfd DFD Level 0 Dec-27-2016 Laila Dec-27-2016 Laila

(40)

4.3.4 DFD Level 1 Proses Pendataan

Gambar 4.6 : DFD Level 1 Proses Pendaftaran Sumber : Data yang diolah

1.1 Data Karyawan 1.2 Data Kriteria 1.3 Data Bagian 1.4 Data Jabatan Kepegawaian Karyawan Kriteria Bagian Jabatan Data_karyawan Data_kriteria Data_jabatan Data_bagian Karyawan Kriteria Bagian Jabatan Project Name: Project Path: Chart File: Chart Name: Created On: Created By: Modified On: Modified By:

SPK Pemilihan Karyawan Terbaik d:\

dfd00003.dfd

DFD Level 1 Proses Pendataan Dec-27-2016

Laila Dec-27-2016 Laila

(41)

4.3.5 DFD Level 1 Proses Seleksi

Gambar 4.7 : DFD Level 1 Proses Seleksi Sumber : Data yang diolah

2.1 Seleksi Karyawan 2.2 Cetak Hasil Seleksi Karyawan Seleksi

Kriteria Bagian Jabatan

Karyawan Informasi_karyawan_terbaik Data_karyawan Seleksi Seleksi Karyawan Karyawan Kriteria Kriteria Bagian Bagian Jabatan Jabatan Project Name: Project Path: Chart File: Chart Name: Created On: Created By: Modified On: Modified By:

SPK Pemilihan Karyawan Terbaik d:\

dfd00005.dfd

DFD Level 1 Proses Seleksi Dec-27-2016

Laila Dec-27-2016 Laila

(42)

4.3.6 DFD Level 1 Proses Laporan

Gambar 4.8 : DFD Level 1 Proses Laporan Sumber : Data yang diolah

3.1 Laporan Karyawan 3.2 Laporan Hasil Seleksi Pimpinan Karyawan Seleksi Kriteria Jabatan Bagian Laporan_karyawan Laporan_hasil_seleksi Karyawan Karyawan Seleksi Bagian Jabatan Kriteria Project Name: Project Path: Chart File: Chart Name: Created On: Created By: Modified On: Modified By:

SPK Pemilihan Karyawan Terbaik d:\

dfd00004.dfd

DFD Level 1 Proses Laporan Dec-27-2016

Laila Dec-27-2016 Laila

(43)

4.4 Perancangan Basis Data

Data yang akan digunakan dalam SPK pemilihan karyawan terbaik ini ditampung dalam sebuah basis data yang akan terintegrasi dengan program komputer untuk berinteraksi dengan pengguna. Pangkalan data ini dirancang agar data yang berkaitan dengan proses pemilihan karyawan terbaik ini dapat terorganisir dan tersimpan dengan baik.

4.4.1 Entity Relationship Diagram

Karyawan Seleksi Kriteria

Mempunyai Terdiri dari Jabatan Bagian Id_karyawan Nama Tgl_lahir Alamat Jenkel No_seleksi Tgl_seleksi Id_kriteria

Id_karyawan Nilai_kriteria Id_kriteria Nama_kriteria

N N 1 1 1 N Id_karyawan Id_bagian Id_bagian Nama_bagian Nama_jabatan Id_jabatan Id_jabatan Id_bagian

Gambar 4.9 : Entity Relationship Diagram

(44)

4.4.2 Transformasi ERD ke tabel fisik 1. Relasi “seleksi”

Karyawan Seleksi Kriteria

Id_karyawan

Nama Tgl_lahir

Alamat Jenkel

No_seleksi

Tgl_seleksi Id_kriteria

Id_karyawan Nilai_kriteria Id_kriteria Nama_kriteria

N N

Gambar 4.10 : Relasi “seleksi”

Relasi “seleksi” menghubungkan antara entitas karyawan dengan kriteria. Relasi tersebut memiliki tingkat kardinalitas N-N (Many to Many) karena setiap proses seleksi terdiri dari banyak karyawan dan banyak kriteria. Dengan demikian relasi “seleksi” akan dipresentasikan dalam pembentukan sebuah tabel.

Dengan demikian tabel yang dihasilkan adalah: a. Tabel karyawan

*Id_karyawan Nama Alamat Tgl_lahir Jenkel

b. Tabel kriteria

*Id_kriteria Nama_kriteria

c. Tabel “seleksi”

(45)

2. Relasi “mempunyai”

Karyawan Mempunyai Bagian

Id_karyawan Nama Tgl_lahir Alamat Jenkel Id_karyawan Id_bagian Nama_bagian Id_bagian 1 1

Gambar 4.11 : Relasi “mempunyai”

Relasi “mempunyai” diatas menghubungkan antara entitas karyawan dan bagian dengan tingkat kardinalitas 1 – 1 (One to One). Relasi One to One dalam sebuah proses akan dipresentasikan dalam penambahan satu atribut kunci pada entitas lain. Dengan demikian tabel yang dihasilkan dalam relasi diatas antara lain:

a. Tabel karyawan

*Id_karyawan Nama Alamat Tgl_lahir Jenkel **Id_bagian

b. Tabel bagian

*Id_bagian Nama_bagian

3. Relasi “terdiri dari”

Terdiri dari Jabatan Bagian 1 N Id_bagian Nama_bagian Nama_jabatan Id_jabatan Id_jabatan Id_bagian

Gambar 4.12 : Relasi “terdiri dari”

Relasi diatas memiliki tingkat kardinalitas one to many yang akan dipresentasikan dengan penyertaan entitas atribut kunci dari himpunan

(46)

entitas dengan tingkat kardinalitas one (Bagian) kepada himpunan entitas dengan tingkat kardinalitas many (Jabatan). Dengan demikian, tabel yang dihasilkan dari relasi diatas adalah:

a. Tabel bagian

*Id_bagian Nama_bagian

b. Tabel jabatan

*Id_jabatan Nama_jabatan **id_bagian

4.4.3 Normalisasi Data 1. Tabel Karyawan

*Id_karyawan Nama Alamat Tgl_lahir Jenkel **Id_bagian

a. Tabel karyawan memenuhi 1NF

Tabel karyawan di atas sudah memenuhi normal pertama (1NF), karena semua atribut pada tabel karyawan hanya memiliki nilai tunggal dan tidak berulang–ulang.

b. Tabel karyawan memenuhi 2NF

Tabel karyawan di atas sudah memenuhi 1NF dan semua atribut bukan kunci utama tergantung secara fungsional terhadap atribut kunci utama / primary key (id_karyawan).

Id_karyawan nama, alamat, tgl_lahir, jenkel, id_bagian

Nama id_karyawan, alamat, tgl_lahir, jenkel, id_bagian Alamat nama, id_karyawan, tgl_lahir, jenkel, id_bagian Tgl_lahir nama, alamat, id_bagian, jenkel, id_bagian Jenkel nama, alamat, tgl_lahir, id_bagian, id_bagian Id_bagian nama, alamat, tgl_lahir, jenkel, id_karyawan

(47)

c. Tabel karyawan memenuhi 3NF

Tabel karyawan sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci utama pada tabel karyawan tidak bergantung secara fungsional pada selain atribut bukan kunci.

2. Tabel bagian

Id_bagian Nama_bagian

a. Tabel bagian memenuhi 1NF

Tabel bagian di atas sudah memenuhi normal pertama (1NF), karena dari tabel tersebut semua atribut memiliki nilai tunggal dan tidak berulang–ulang.

b. Tabel bagian memenuhi 2NF

Tabel bagian diatas sudah memenuhi 1NF dan semua atribut bukan kunci utama tergantung secara fungsional terhadap atribut kunci utama/primary key (id_bagian)

Id_bagian nama_bagian

Nama_bagian id_bagian c. Tabel bagian memenuhi 3NF

Tabel bagian diatas sudah memenuhi 3NF karena sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci tidak bergantung secara fungsional pada atribut kunci lain selain (id_bagian).

3. Tabel jabatan

Id_jabatan Nama_jabatan

a. Tabel jabatan memenuhi 1NF

Tabel jabatan di atas sudah memenuhi normal pertama (1NF), karena dari tabel tersebut semua atribut memiliki nilai tunggal dan tidak berulang–ulang.

(48)

b. Tabel jabatan memenuhi 2NF

Tabel jabatan diatas sudah memenuhi 1NF dan semua atribut bukan kunci utama tergantung secara fungsional terhadap atribut kunci utama/primary key (id_jabatan)

Id_jabatan nama_jabatan Nama_jabatan id_jabatan c. Tabel jabatan memenuhi 3NF

Tabel jabatan diatas sudah memenuhi 3NF karena sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci tidak bergantung secara fungsional pada atribut kunci lain selain (id_jabatan).

4. Tabel kriteria

Id_kriteria Nama_kriteria

a. Tabel kriteria memenuhi 1NF

Tabel kriteria di atas sudah memenuhi normal pertama (1NF), karena dari tabel tersebut semua atribut memiliki nilai tunggal dan tidak berulang–ulang.

b. Tabel kriteria memenuhi 2NF

Tabel kriteria diatas sudah memenuhi 1NF dan semua atribut bukan kunci utama tergantung secara fungsional terhadap atribut kunci utama/primary key (id_kriteria)

Id_kriteria nama_kriteria Nama_kriteria id_kriteria c. Tabel kriteria memenuhi 3NF

Tabel kriteria diatas sudah memenuhi 3NF karena sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci tidak bergantung secara fungsional pada atribut kunci lain selain (id_kriteria).

(49)

5. Tabel seleksi

*No_seleksi Tgl_seleksi **Id_karyawan **Id_kriteria Nilai_kriteria

a. Tabel seleksi memenuhi 1NF

Tabel seleksi diatas belum memenuhi normal pertama (1NF), karena terdapat beberapa atribut yang memiliki nilai ganda atau berulang-ulang. Atribut tersebut antara lain: no_seleksi, tgl_seleksi, dan id_karyawan. Atribut-atribut tersebut akan bernilai ganda untuk setiap penambahan id_kriteria yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena satu proses seleksi karyawan meliputi banyak kriteria.

Dengan demikian tabel kriteria harus dipecah (dekomposisi) berdasarkan tingkat ketergantungan fungsionalnya, sebagai berikut:

No_seleksi tgl_seleksi, id_karyawan No_seleksi, id_kriteria nilai_kriteria

Berdasarkan kedua ketergantungan fungsional diatas, maka diperoleh 2 tabel hasil dekomposisi sebagai berikut:

a. Tabel seleksi

No_seleksi Tgl_seleksi Id_karyawan

1) Tabel seleksi memenuhi 1NF

Tabel seleksi sudah memenuhi bentuk normal pertama, karena semua atribut hanya memiliki nilai tunggal atau tidak berulang-ulang

2) Tabel seleksi memenuhi 2NF

Tabel seleksi diatas sudah memenuhi 2NF karena semua atribut bukan kunci sudah tergantung secara fungsional pada atribut kunci utama (no_analisa).

No_seleksi tgl_seleksi, id_karyawan Tgl_seleksi no_seleksi, id_karyawan

(50)

Id_karyawan tgl_seleksi, no_Seleksi 3) Tabel seleksi memenuhi 3NF

Tabel seleksi sudah memenuhi 3NF karena sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci utama tidak bergantung transitif pada atribut kunci utama.

b. Tabel nilai

No_seleksi Id_kriteria Nilai_kriteria

1) Tabel nilai memenuhi 1NF

Tabel nilai sudah memenuhi bentuk normal pertama, karena semua atribut hanya memiliki nilai tunggal atau tidak berulang-ulang

2) Tabel nilai memenuhi 2NF

Tabel nilai diatas sudah memenuhi 2NF karena semua atribut bukan kunci sudah tergantung secara fungsional pada atribut kunci utama (no_seleksi dan id_kriteria secara bersama-sama).

No_seleksi, id_kriteria nilai_kriteria Nilai_kriteria no_seleksi, id_kriteria Id_kriteria no_seleksi, nilai_kriteria 3) Tabel nilai memenuhi 3NF

Tabel nilai sudah memenuhi 3NF karena sudah memenuhi 2NF dan semua atribut bukan kunci utama tidak bergantung transitif pada atribut kunci utama.

(51)

4.4.4 Tabel Relationship Diagram

Tabel 4.1 : Tabel Relationship Diagram

Karyawan Id_karyawan * Nama Alamat Tgl_lahir Jenkel Id_bagian ** Bagian Id_bagian * Nama_bagian Seleksi No_seleksi * Id_karyawan ** Tgl_seleksi Keterangan : * : Primary key ** : Candidat key Nilai No_seleksi * Id_kriteria ** Nilai_kriteria Kriteria Id_kriteria * Nama_kriteria Jabatan Id_jabatan * Nama_jabatan Id_bagian ** 4.4.5 Kamus Data 1. Karyawan

Karyawan = Id_karyawan + Nama + alamat + tgl_lahir + jenkel + id_bagian

Id_karyawan = 5{karakter}5

Char = [A-Z | a-z | 0-9] Format = 99999

(52)

Nama = 3 {karakter} 25 Char = [A-Z | a-z]

Format = xxxxxxxxxxxxxxxxxxx Contoh = Bedjo

Alamat = 4 {karakter} 25

Char = [ A-Z | a-z | , | . | / ] Format = xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Contoh = Jl. Sadewa 1 / 21 Jenkel = 1{karakter}1 Char = [A-Z] Format = [ P|W ] Jika P = Pria Jika W = Wanita Id_bagian = 2 {karakter} 2

Char = [ A-Z | a-z | , | . | / ] Format = 99

Contoh = 01 2. Tabel Bagian

Bagian = Id_bagian + nama_bagian Id_bagian = 2{integer}2 Char = [0 - 9] Format = 99 Contoh = 01 Nama_bagian = 5{karakter}30 Char = [ A - Z] Format = xxxxxxxxxxxxx Contoh = Unit Usaha 3. Tabel Jabatan

Jabatan = Id_jabatan + nama_jabatan Id_jabatan = 2{integer}2

(53)

Char = [0 - 9] Format = 99 Contoh = 01 Nama_jabatan = 5{karakter}30 Char = [ A - Z] Format = xxxxxxxxxxxxx Contoh = Kepala 4. Tabel Kriteria

Kriteria = Id_kriteria + nama_kriteria Id_kriteria = 2{integer}2 Char = [0 - 9] Format = 99 Contoh = 01 Nama_kriteria = 5{karakter}30 Char = [ A - Z] Format = xxxxxxxxxxxxx Contoh = Target kerja 5. Tabel Seleksi

Seleksi = No_seleksi + tgl_Seleksi + id_karyawan No_seleksi = 11{integer}11

Integer = [0 - 9] Format = 99999999999

99 merupakan dua digit tanggal seleksi 99 merupakan dua digit bulan seleksi 99 merupakan dua digit terakhir tahun

seleksi

99999 merupakan lima digit no urut seleksi

Contoh = 29121600001 Tgl_seleksi = 8 {date} 8

(54)

Contoh = 29-12-2016 Id_karyawan = 5{karakter}5

Char = [A-Z | a-z | 0-9] Format = 99999

contoh = 00001 6. Tabel Nilai

Nilai = No_seleksi + id_kriteria + nilai_kriteria No_analisa = 11{integer}11

Integer = [0 - 9] Format = 99999999999

99 merupakan dua digit tanggal seleksi 99 merupakan dua digit bulan seleksi 99 merupakan dua digit terakhir tahun

seleksi

99999 merupakan lima digit no urut seleksi Contoh = 29121600001 Id_kriteria = 2{integer}2 Integer = [0 - 9] Format = 99 Contoh = 01 Nilai_kriteria = 3{decimal}3 Integer = [ 0 - 9] Format = 9.99 Contoh = 0.25 4.4.6 Database File

Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya, tersimpan dalam perangkat keras komputer dan digunakan untuk memanipulasi data dengan bantuan perangkat lunak (program aplikasi). File database yang digunakan dalam aplikasi ini antara lain:

(55)

1. Tabel Karyawan

Nama Tabel : Karyawan Key Field : Id_karyawan

Fungsi : Untuk mencatat data karyawan Tabel 4.2 : Tabel Karyawan

No. Field Tipe Width Key Keterangan

1 2 3 4 5 6 Id_karyawan Nama Alamat Tgl_lahir Jenkel Id_bagian C C C D C C 5 25 25 8 1 2 * ** ID karyawan Nama karyawan Alamat tinggal Tanggal lahir Jenis kelamin Id bagian 2. Tabel Bagian

Nama Tabel : Bagian Key Field : Id_bagian

Fungsi : Tuntuk menyimpan data bagian Tabel 4.3 : Tabel Bagian

No. Field Tipe Width Key Keterangan

1 2 Id_bagian Nama_bagian Int C 2 30 * ID bagian Nama bagian 3. Tabel Jabatan

Nama Tabel : Jabatan Key Field : Id_jabatan

Fungsi : Untuk mencatat data jabatan Tabel 4.4 : Tabel Jabatan

No. Field Tipe Width Key Keterangan

1 2 Id_jabatan Nama_jabatan Int C 2 30 * ID jabatan Nama jabatan

(56)

4. Tabel Kriteria

Nama Tabel : Kriteria Key Field : Id_kriteria

Fungsi : Untuk mencatat data kriteria Tabel 4.5 : Tabel Kriteria

No. Field Tipe Width Key Keterangan

1 2 Id_kriteria Nama_kriteria Int C 2 30 * ID kriteria Nama kriteria 5. Tabel Seleksi

Nama Tabel : Seleksi Key Field : No_seleksi

Fungsi : Untuk mencatat data seleksi karyawan Tabel 4.6 : Tabel seleksi

No. Field Tipe Width Key Keterangan

1 2 3 No_seleksi Id_karyawan Tgl_seleksi Int C D 11 5 8 * ** Nomor seleksi Id karyawan Tanggal seleksi 6. Tabel Nilai

Nama Tabe : Nilai Key Field : No_seleksi

Fungsi : Untuk mencatat data nilai seleksi Tabel 4.7 : Tabel nilai

No. Field Tipe Width Key Keterangan

1 2 3 No_seleksi Id_kriteria Nilai_kriteria Int C Dec 11 2 1,2 * ** Nomor seleksi Id kriteria Nilai kriteria

(57)

4.4.7 Desain Input Output

Desain input output berfungsi untuk memudahkan user dalam menjalankan aplikasi. Dengan desain input output dapat dijelaskan fungsi dan fasilitas dari masing-masing tampilan. Berikut desain input output aplikasi sistem pendukung keputusan pemilihan karyawan terbaik pada KSP Trio Makmur Grobogan:

1. Desain form login

Panel Kontrol Bank Mandiri - HRD - Recrutment

User Password

Login Keluar

Login Administrasi KSP Trio Makmur Grobogan

Gambar

Gambar 4.13 : Desain form login

Desain form login merupakan tampilan yang pertama kali muncul saat user menjalankan aplikasi. Form tersebut harus diisi oleh

user dengan mengisi username dan password, kemudian pilih tombol login untuk masuk ke menu utama.

2. Desain form menu utama

Pendataan Seleksi Laporan

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK

PADA KSP TRIO MAKMUR GROBOGAN

Gambar 4.14 : Desain form menu utama

Desain menu utama tersebut berisi submenu-submenu dalam aplikasi yang dibuat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk

(58)

menjalankan submenu yang diinginkan, user dapat melakukannya dengan memilih icon yang tersedia.

Submenu pendataan terdiri dari data karyawan, data bagian dan data jabatan. Submenu seleksi digunakan untuk menjalankan form seleksi dan submenu laporan digunakan untuk melihat laporan yang terdiri dari laporan karyawan dan laporan seleksi karyawan.

3. Desain form karyawan Data Karyawan ID Karyawan Nama Alamat Id Bagian Foto Tgl. Lahir Usia tahun Data Karyawan ID Karyawan Nama Alamat Id Bagian Foto Simpan Tutup Tgl. Lahir Usia tahun Nama bagian

Gambar 4.15 : Tampilan data pelamar

Desain form karyawan berfungsi untuk melakukan entry data karyawan yang meliputi profil lengkap karyawan.

(59)

4. Desain form bagian Master Data Bagian

ID Bagian Nama Bagian

99 99 99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Baru Edit Keluar

99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hapus

Gambar 4.16 : Desain form bagian

Form data bagian digunakan oleh admin untuk mengisikan data bagian dalam koperasi. Apabila admin memilih tombol “baru” atau “edit” maka akan muncul tampilan form sebagai berikut:

Input Data Bagian

ID Bagian Nama Bagian

Simpan Batal Keluar

Gambar 4.17 : Desain form tambah data bagian

Tampilan diatas merupakan form manipulasi data bagian dalam koperasi yang terdiri dari input dan edit data bagian.

Untuk melakukan penyimpanan data maka user memilih tombol “simpan”. Untuk membatalkan manipulasi data maka user memilih tombol “batal” dan untuk keluar dari form maka user memilih tombol “keluar”.

(60)

5. Desain form jabatan Master Daftar Jabatan

ID Jabatan Nama Jabatan

99 99 99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Baru Edit Keluar

99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hapus

Gambar 4.18 : Desain form jabatan

Tampilan diatas akan tampil jika admin memilih submenu “data jabatan” pada menu utama. Data jabatan berisi jabatan-jabatan yang ada dalam bagian. Pada form tersebut dilengkapi dengan tombol baru, edit, hapus dan keluar.

Apabila admin memilih tombol baru, maka akan ditampilkan form input data jabatan seperti tampilan berikut :

Input Data Jabatan ID Jabatan Nama Jabatan

Simpan Batal Keluar

Gambar 4.19 : Desain Input Jabatan

Untuk mengisi data jabatan, maka admin mengisikan ID jabatan dan nama jabatan kemudian pilih tombol simpan untuk menyimpan data, batal untuk membatalkan serta keluar untuk keluar dari form tersebut.

(61)

6. Desain form Kriteria Master Daftar Kriteria

ID Kriteria Nama Kriteria

99 99 99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Baru Edit Keluar

99 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hapus

Gambar 4.20 : Desain form Kriteria

Tampilan diatas akan tampil jika admin memilih submenu data kriteria pada menu utama. Data kriteria berisi kriteria-kriteria perusahaan yang digunakan untuk menilai pemilihan karyawan terbaik. Pada form tersebut dilengkapi dengan tombol baru, edit, hapus dan keluar.

Apabila admin memilih tombol baru, maka akan ditampilkan form input data kriteria seperti tampilan berikut :

Input Data Kriteria

ID Kriteria

Nama Kriteria

Simpan Batal Keluar

Gambar 4.21 : Desain Input Kriteria

Untuk mengisi data kriteria, maka admin mengisikan ID kriteria dan nama kriteria kemudian pilih tombol simpan untuk

Gambar

Tabel 2.2 ;  Simbol-simbol Flow of Document
Tabel 2.4 : Simbol Data Flow Diagram (DFD)
Gambar 2.1 : Kardinalitas relasi Satu ke Satu  Sumber :  Basis Data, Fatansyah. Ir , 2012  2
Gambar 2.2 : Kardinalitas Relasi Satu ke Banyak        Sumber :  Basis Data, Fatansyah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Atas dasar penelitian dan pemeriksaan secara seksama terhadap berkas yang diterima Mahkamah Pelayaran dalam Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan (BAPP),

Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut

Sinyal output dari mikrokontroler tersebut akan dimodulasikan dengan gelombang pembawa oleh rangkaian IR transmitter untuk dipancarkan, selanjutnya sinyal yang

PLN yang mana ini akan diterapkan pada PT.PLN tersebut dalam rangka memberikan pelayanan dan menyampaikan informasi yang cepat, tepat dan akurat kepada masyarakat

Penyerapan tenaga kerja merupakan jumlah tertentu dari tenaga kerja yang digunakan dalam suatu unit usaha tertentu atau dengan kata lain penyerapan tenaga kerja

1. Adanya perasaan senang terhadap belajar. Adanya keinginan yang tinggi terhadap penguasaan dan keterlibatan dengan kegiatan belajar. Adanya perasaan tertarik yang

[r]

Bersedia mengorbankan Bersedia mengorbankan dirinya demi atau untuk dirinya demi atau untuk memenuhi kebutuhan memenuhi kebutuhan orang lain orang lain  ___Controlled