• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH

6.4. Perancangan Fasilitas Kerja

Dari hasil analisis telah diperoleh bahwasanya faktor yang paling berpengaruh terhadap keluhan yang terjadi pada operator adalah intensitas kegiatan yang dilakukan berulang – ulang dan terus menerus maka untuk perbaikan kegiatan akan dirancang yaitu sebagai berikut:

1. Perbaikan mesin pemintal manual menjadi otomatis

Mesin pemintal yang ada akan ditambahkan gearbox yang telah dilengkapi dengan motor sehingga tidak perlu memutar mesin secara manual lagi melainkan dengan bantuan energi listrik mesin akan diputar oleh motor sehingga tidak diperlukan operator untuk mesin pemintal ini. Hal ini menyebabkan kegiatan pemintalan sabut kelapa hanya dilakukan oleh dua orang saja dengan perbaikan prosedur kerja yang disesuaikan dengan perbaikan fasilitas yang dilakukan.Kecepatan rata-rata dari mesin pemintal manual adalah 35 putaran/menit. Kecepatan dinamo motor listrik adalah 1400 rpm dengan daya 1 HP atau 746 watt dengan roda motor 10 cm. Perbandingan kecepatan putaran mesin pemintal lama dengan dinamo motor adalah 1: 40 sehingga untuk menyesuaikan putaran motor dengan mesin pemintal lama ditambahkan gearbox dengan perbandingan 1 : 40 dan roda mesin pemintal diameter 10 cm. Dengan demikian diperoleh kecepatan putaran mesin sesuai mesin pemintal lama. Belt penghubung antara roda motor dengan roda mesin maupun dengan pengait diganti menjadi menggunakan belt kipas mobil. Switch on/off dibuat menjadi 2 dimana satu diletakkan pada mesin sedangkan satunya lagi untuk dibawa operator pada saat memintal.

Gambar 6.4. Mesin Pemintal Usulan

Keterangan :

1. Pengait mesin pemintal 2. Switch on/off 1

3. Switch on/off 2 4. Terminal box

5. Gear box dengan motor daya 1 HP dan kecepatan putaran 1400 rpm 6. Kabel dengan panjang 14 m.

Dimensi mesin pemintal usulan ditunjukkan dalam ukuran cm seperti gambar di bawah ini :

Gambar 6.5. Tampak Depan dan Tampak Samping Mesin Pemintal Usulan

2. Wadah sabut kelapa

Wadah sabut kelapa digunakan sebagai tempat peletakan sabut kelapa yang diikat di pinggang operator sehingga operator tidak perlu lagi memintal sambil memegang sabut kelapa. Sabut kelapa inipun tidak lagi berjatuhan di sekitar daerah kerja dan tangan operator menjadi lebih leluasa dan seimbang dalam bekerja dengan posisi tangan di depan setinggi pinggang operator.

Wadah ini terbuat dari jaring yang diikat pada kayu rotan diameter 1 cm yang dibentuk setengah lingkaran supaya tidak mengganggu tangan operator saat bekerja. Kemudian diberikan belt di atasnya agar dapat diikat pada pinggang operator dan dapat diatur panjangnya sesuai ukuran pinggang operator. Berdasarkan bahannya

wadah ini termasuk ringan dan dapat menampung 1 kg sabut kelapa sehingga untuk pembuatan lusi atau anyam tidak perlu berulang- ulang mengambil sabut kelapa.

Gambar 6.6. Wadah Sabut Kelapa Usulan

Keterangan :

1. Belt pengikat wadah ke pinggang operator

2. Tempat pengikat jaring yang terbuat dari rotan atau aluminium 3. Tempat penampungan sabut kelapa yang terbuat dari jaring

3. Kursi Operator

Kursi sebagai dudukan operator dengan spesifikasi tinggi dudukan 36 cm, panjang dudukan 40,5 cm lebar dudukan 37,2 cm dan tinggi sandaran kursi 51,3 cm. Dudukan dan sandaran kursi ditambahi busa yang padat dengan tebal 2 cm untuk mengurangi rasa sakit pada punggung dan pantat pada saat bekerja.

Gambar 6.8. Kursi Operator Usulan

4. Sarung tangan karet dan masker

Pada saat memintal tangan operator menggenggam sabut kelapa yang diputar oleh mesin sehingga apabila dibiarkan terus menerus dapat menyebabkan kepalan pada tangan atau permukaan kulit tangan semakin menipis sehingga mudah terluka. Untuk itu operator harus memakai sarung tangan karet atau mengolesi tangan dengan minyak makan sebelum memintal sabut kelapa. Begitu juga selama pemintalan banyak debu serabut kelapa yang beterbangan sehingga operator perlu memakai masker untuk mencegah penyakit akibat gangguan pernapasan.

Gambar 6.10. Sarung tangan karet dan masker

6.4. Metode Kerja Baru

Dari hasil perancangan fasilitas kerja maka diperoleh metode kerja baru. Adapun metode kerja yang akan diusulkan adalah sebagai berikut:

1. Operator 1 memasukkan sabut kelapa pada wadah sabut kelapa.

2. Operator 2 dan 3 mengambil dan memasang wadah sabut kelapa pada pinggangnya. Wadah sabut kelapa ini menampung ± 1 kg sabut kelapa. Beban yang berada pada pinggang tidak berat karena beban dan bahan pembuat wadah yang ringan.

3. Operator 2 dan 3 mengolesi minyak makan pada tangan.

4. Setelah sabut diikat pada pengait mesin selanjutnya operator 2 menekan switch on/off agar mesin menyala dan pengait berputar.

5. Operator memintal sabut kelapa dengan kedua tangan berada di depan dan setinggi pinggang. Sabut kelapa yang dipintal berada dalam wadah yang diikat di pinggang dengan belt yang dapat disesuaikan dengan ukuran pinggang operator sehingga sabut kelapa ini tidak berjatuhan lagi di sekitar stasiun kerja selama pemintalan berlangsung. Posisi sabut kelapa kini tidak berada di sebelah kiri operator melainkan di depan operator sehingga posisi kerja lebih seimbang Kondisi setelah memakai rancangan dapat dilihat pada Gambar 6.6.

(a) (b)

Gambar 6.9. (a) Operator setelah memakai wadah, (b) Operator sebelum memakai wadah

6. Selama memintal salah satu operator membawa switch on/off yang telah dihubungkan ke gearbox dengan kabel sepanjang jarak mesin pemintal 1 dan mesin pemintal 2, sehingga apabila operator akan mengaitkan pintalan sabut kelapa ke mesin pemintal 2 atau pintalan putus selama pengerjaan berlangsung maka operator dapat mematikan mesin pintal 1. Switch on/off tersebut dapat diletakkan di wadah sabut kelapa sehingga lebih fleksibel dalam pengaturan mesin pemintal 1.

7. Setelah pintalan sabut kelapa dikaitkan pada mesin pemintal 2 maka operator 3 memutar mesin pemintal 2 sebab mesin pemintal yang digunakan masih manual 8. Operator 1 menggulung pintalan sabut kelapa yang telah selesai dan meletakkan pada

tempatnya.

Untuk mengurangi keluhan operator pada saat memintal akibat posisi kerja yang dilakukan berdiri dalam jangka waktu yang lama maka dilakukan rotasi atau pertukaran operator memintal setiap selesai pembuatan 20 gulungan sabut kelapa.

Berdasarkan usulan metode kerja baru maka maka area kerja dapat dilihat pada gambar 6.4 dan untuk menilai metode kerja baru ditinjau dari waktu dan pembagian kegiatan antara kedua operator, maka dibuat peta manusia mesin dan peta regu kerja usulan yang dapat dilihat pada Gambar 6.5 dan Gambar 6.6

Dokumen terkait