6. Media Penyuluhan
3.4. Perancangan penyuluhan
32 metode aerasi. Untuk parameter yang diamati suhu dalam proses pengolahan ,pH dalam proses pengolahan dan kandungan hara yang terkandung.
33 kondisi dilapangan dan kondisi masyarakat dari segi sosial, adat istiadat maupun budaya setempat, serta kebijakan dari pemerintah. Tahapan penetapan metode penyuluhan pertanian yaitu:
a. Menghimpun dan menganalisis hasil Identifikasi Potensi Wilayah (IPW)
b. Menetapkan alternatif metode penyuluhan pertanian dengan pertimbangan metode pendekatan masal, kelompok ataupun perorangan
c. Menetapkan metode penyuluhan pertanian yang akan digunakan dalam kegiatan penyuluhan
3.4.5. Penetapan media penyuluhan
Penetapan media penyuluhan berdasarkan karakter sasaran dan disesuaikan dengan kondisi lapang juga tujuan dari penyuluhan. Pemilihan media penyuluhan juga didasarkan pada kondisi sasaran agar lebih memahami materi yang diberikan. Penentuan jenis media penyuluhan yang efektif perlu dilakukan dalam perencanaan suatu penyuluhan.
Adapun prosedur pemilihan media penyuluhan pertanian yang perlu mendapat perhatian, yaitu sebagai berikut :
a. Menetapkan pesan teknologi dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran yaitu kebutuhan petani.
b. Merumuskan tujuan yang hendak dicapai yaitu perubahan perilaku petani dengan aspek pengetahuan keterampilan atau sikap.
c. Melakukan pemilihan terhadap media penyuluhan yang tersedia, potensi lingkungan petani yang dapat dimanfaatkan sebagai media penyuluhan dan penilaian terhadap tahap adopsi sasaran dengan memperhitungan biaya yang diperlukan untuk persiapan pembuatan atau pengadaan media penyuluhan.
34 d. Menetapkan media penyuluhan sesuai dengan metode penyuluhan yang
ada.
e. Melakukan evaluasi pemilihan dan penggunaan metode. serta mengukur sejauh mana media penyuluhan pertanian yang telah dipilih dapat dirasakan manfaatnya dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan media penyuluhan pada periode berikutnya secara berkesinambungan
3.4.6. Penetapan evaluasi penyuluhan a. Menetapkan Tujuan
Tujuan dari dilaksanakannya evaluasi penyuluhan yaitu untuk mengetahui peningkatan pengetahuan anggota kelompok wanita tani pSri mertani makmur tentang penggunaan alat pengolah pupuk dengan metode aerasi untuk mengetahui hasil dari kualitas pupuk organik cair.
b. Menetapkan Responden
Responden dari evaluasi penyuluhan yaitu yang tergabung dalam kelompok wanita tani Sri mertani makmur di Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu dengan teknik penarikan sampel evaluasi menggunakan sampel jenuh sehingga seluruh anggota dengan jumlah 21 anggota dapat dijadikan sebagai sampel responden.
c. Menetapkan Metode
Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan pelaksanaan penyuluhan yakni metode evaluasi kuantitatif dengan menggunakan instrumen kuisioner pre test dan post test.
d. Menetapkan Instrumen
Parameter instrumen yang dipergunakan dalam kegiatan evaluasi penyuluhan yakni untuk mengukur peningkatan pengetahuan kelompok wanita tani Sri mertani makmur dari hasil kajian terbaik tentang Penggunaan Pengaruh
35 metode aerasi terhadap kualitas pupuk organik cair Di Kelompok wanita tani Sri mertani makmur Sumber Gondo, Bumiaji, Kota Batu. yaitu berupa kuisioner.
e. Menetapkan pengukuran
Skala Guttman merupakan skala yang digunakan dalam kegiatan evaluasi ini. Skala Guttman mempunyai gradasi nilai skor yaitu “Benar” menghasilkan skor
“1” dan “Salah” menghasilkan skor “0” dalam pernyataan positif. Sedangkan pernyataan negatif mempunyai gradasi nilai skor yang bekebalikan dari penyataan positif yaitu “Benar” menghasilkan skor “0” dan “Salah” menghasilkan skor “1”.
f. Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu kuisioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuisioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut. Hasil penelitian yang valid apabila antara data yang terkumpul dan data yang diteliti terdapat kesamaan. Uji validitas dilakukan kepada sasaran yang sejenis dengan responden sasaran yaitu kelompok wanita tani yang bergerak pada bidang budidaya holtikultura di kelurahan sumbergondo kecamatan bumiaji kota batu.
Pengujian validitas menggunakan perangkat lunak IBM SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 16. Adapun syarat dan ketentuan, bahwa butir pernyataan dalam kuesioner tersebut dikatakan valid apabila nilai r hitung >
r tabel dan apabila nilai r hitung < r tabel maka kuesioner tersebut dikatakan tidak valid. Uji reliabilitas untuk mengetahui hasil penelitian yang reliable. Reliable yaitu apabila hasil penelitian jika digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas dilakukan kepada sasaran yang sejenis dengan responden sasaran yaitu kelompok wanita tani yang bergerak pada bidang budidaya holtikultura di kelurahan sumbergondo kecamatan bumiaji kota batu.
36 Uji reliabilitas diukur menggunakan perangkat lunak IBM SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 16. Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan metode Cronbach’s AlpHa yaitu suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s AlpHa > 0,60 (Ghozali, 2011).
Untuk mengukur reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan nilai koefisien Cronbach’s AlpHa yang nilainya mendekati 1, hal tersebut menandakan bahwa memiliki reliabilitas dengan konsistensi yang tinggi. Kriteria pengujian reliabilitas adalah jika nilai Cronbach’s AlpHa > r tabel dengan tingkat kepercayaan 95%, maka tes tersebut dikatakan reliabel. Jika nilai Cronbach’s AlpHa < r tabel dengan tingkat kepercayaan 95%, maka tes
tersebut tidak reliabel.
3.5. Metode Implementasi / Uji Coba Rancangan Penyuluhan 3.5.1. Persiapan Penyuluhan
Jika persiapan penyuluhan telah selesai, maka penyuluhan bisa dilaksanakan dengan mengikuti langkah – langkah yang telah ditetapkan pada LPM yaitu melakukan perkenalan, refresh, penyampaian tujuan, pretest, pemberian materi, mendiskusikan materi, di dalam sinopsis harus tertuang materi yang ingin disampaikan, posttest, kemudian kegiatan yang terakhir adalah penutup.
3.5.2. Pelaksanaan Penyuluhan
Pelaksanaan penyuluhan merupakan implementasi dari rancangan yang telah disusun untuk pelaksanaan penyuluhan. Materi yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan sesuai dengan hasil kajian yang dilakukan. Dalam pelaksanaan penyuluhan dapat melakukan pendekatan kepada sasaran sebelum kegiatan dimulai agar memberikan interaksi yang lebih dekat dengan sasaran penyuluhan, kemudian melakukan penyuluhan sesuai dengan format yang tertera dalam Lembar Persiapan Menyuluh (LPM).
37 3.6. Metode Evaluasi
Metode evaluasi yang digunakan yaitu metode survei. Metode survei yaitu peneliti menanyakan kepada responden mengenai pendapat, karakteristik dan keyakinan terhadap suatu obyek saat ini dan juga masa yang telah lalu.
Penggalian informasi menggunakan instrumen kuesioner.
3.6.1. Skala Pengukuran
Skala Guttman merupakan skala yang digunakan dalam kegiatan evaluasi ini.
Skala Guttman mempunyai gradasi nilai skor yaitu “Benar” menghasilkan skor “1”
dan “Salah” menghasilkan skor “0” dalam pernyataan positif. Sedangkan pernyataan negatif mempunyai gradasi nilai skor yang bekebalikan dari penyataan positif yaitu “Benar” menghasilkan skor “0” dan “Salah” menghasilkan skor “1”.
3.6.2. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data didapatkan dengan penggunaan kuesioner yang berisi pertanyaan tertulis dengan pilihan jawaban tertutup, yaitu jawaban sudah tersedia dari masing-masing pertanyaan. Responden melakukan pengisisan data diri responden dan menjawab pertanyaan