• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI

3.5. Perancangan Umum

Tahapan awal yang dilakukan saat membuat environment workshop ini adalah melihat 3 dimensional karakter dari Louis. Analisis ini perlu dilakukan untuk mendapatkan suasana dan gaya visual environment yang sesuai dan dapat mendukung penceritaan. Berikut ini adalah tabel penjabaran 3 dimensional karakter Louis.

Tabel 3. 2 Fisiologi Karakter Louis

Fisiologi Karakter 1. Jenis Kelamin Pria 2. Usia 38 tahun 3. Tinggi 180 cm 4. Berat 88 kg 5. Warna Rambut Cokelat 6. Warna Mata Cokelat 7. Warna Kulit Putih pucat 8. Ras Kaukasus 9. Postur Tegap

10. Penampilan Rapih (bagian awal film)

Tabel 3. 3 Psikologi Karakter Louis

Psikologi Karakter

1. Prinsip Moral Keinginan kuat pasti membuka jalan 2. Ambisi Menciptakan automaton

menggantikan istrinya 3. Kekhawatiran Kehilangan istrinya 4. Sikap terhadap hidup Optimis, percaya diri 5. Obsesi Mesin

6. Ekstrovert/ introvert/ ambivert Introvert

7. Kemampuan Merancang dan membuat mesin 8. Kecerdasan Diatas rata-rata

9. Sisi sensitive Tidak peka

10. Perasaan cinta Sangat mencintai istrinya 11. Sifat buruk Ambisi membuat melupakan

segalanya

Tabel 3. 4 Sosiologi Karakter Louis

Sosiologi Karakter 1. Kelas Sosial Menengah 2. Pekerjaan Tinkerer 3. Status Relasi Menikah

5. Pendidikan Pandai dan berpengalaman dengan mesin 6. Citra dalam masyarakat Ahli mesin yang fokus dan obsesif

Louis mempunyai sifat introvert, serta seorang yang cerdas dan pintar untuk merancang serta membuat mesin. Ia merupakan orang yang ambisius serta sangat mencintai istrinya. Oleh karena sifatnya yang sangat fokus dan obsesif dalam pekerjaannya, environment yang dibuat harus mencerminkan sifat tersebut. Berikut ini adalah sketsa floorplan awal dari workshop yang akan mengalami perubahan ke depannya khususnya pada bagian detail- detail umum.

Gambar 3.33 Sketsa Awal Floorplan Workshop Louis (Dokumentasi pribadi)

Workshop dari Louis ini terletak pada sebuah kamar di dalam rumah satu tingkat. Lokasi ini dirancang dengan menggunakan basis dari cerita di dalam animasi Perpetua serta pada hasil dari observasi referensi film yang diteliti oleh penulis. Dari sisi cerita animasi Perpetua, rumah dibuat satu tingkat dengan tujuan agar kamar Louis pada scene 4 dan workshop Louis berdekatan sehingga dalam logika cerita memungkinkan bagi anaknya untuk membawa Louis yang pingsan dari workshop ke kamarnya. Selain itu, rumah yang tidak terlalu mewah dan besar juga menggambarkan 3 dimensional karakter Louis yaitu berdasarkan status sosial

Louis yang menengah. Dari sisi referensi film, workshop pada film Hugo, Howl’s Moving Castle, dan Victor Frankenstein terletak pada bagian dalam rumah pada sebuah ruangan. Letaknya bukan di bawah tanah maupun di dekat atap dengan tujuan agar memungkinkan untuk menaruh berbagai alat-alat maupun benda-benda yang besar dan banyak.

Workshop mesin dari Louis dibuat sangat personal dan penuh dengan

benda-benda miliknya, mesin-mesin, serta alat-alat yang diperlukan dalam

workshop. Awalnya meja untuk meletakkan robot sang istri terdapat pada tembok

terdalam workshop tersebut, tetapi akhirnya diputuskan untuk meletakkan satu meja lagi berada di tengah-tengah ruangan agar terkesan pekerjaannya memang terpusat pada robot istri tersebut.

Gambar 3.34 Penambahan meja pengerjaan automaton istri (dokumentasi pribadi)

Perancangan dibuat dengan melakukan berbagai percobaan dalam ukuran ruangan. Setelah melihat perancangan workshop di dalam Howl’s Moving Castle dan Steamboy, ruangan sedikit lebih besar dibandingkan floorplan diperbaharui menjadi lebih sempit dan personal. Kesan sempit di dalam workshop yang baru menggambarkan bahwa Louis merupakan orang yang introvert dan tertutup, yang mengabaikan hal lain hanya untuk menjalankan ambisinya. Akhirnya

ditambahkan jendela di atas meja personal. Jendela pada awal animasi masih tertutup rapat, dengan tujuan untuk menekankan sifat introvert dari Louis.

Gambar 3.35 Floorplan yang diperbaharui (dokumentasi pribadi)

Untuk menghasilkan interior visual dari workshop Louis, penulis menganalisis hasil studi eksisting serta tinjauan pustaka. Dari basis itulah dihasilkan beberapa sketsa percobaan baik interior maupun detail-detail lainnya. Sketsa-sketsa alternatif untuk interior akan dibuat berdasarkan referensi dari era

Gambar 3.36 Kumpulan Referensi Interior (Victorian Houses and Their Details, 2002)

Dalam hasil observasi referensi, misalnya di dalam workshop dalam film Hugo, hanyak alat-alat yang di desain sebagai fungsi dekoratif visual saja yang mungkin tidak diketahui dengan pasti apa fungsi benda tersebut. Akan tetapi , karena limitasi steampunk berdasarkan bahan dan elemen retrofuturistik serta teori

punk, hal itu mungkin untuk terjadi asal memiliki limitasi yang masih masuk ke

dalam ranah steampunk. Misalnya benda tersebut harus tampak retrofuturistik dengan penggabungan bentuk dan bahan yang masih di dalam zaman Victorian maupun benda tersebut harus memiliki kesan “teknologi yang telah dimodifikasi” yang merupakan inti dari tema steampunk tersebut.

Aset-aset sekunder dalam workshop mempunyai unsur dekoratif, dengan tujuan menekankan pekerjaan Louis sebagai tinkerer, yaitu sebuah pekerjaan yang bertugas untuk menemukan dan membuat berbagai mesin. Unsur dekoratif ini diperlukan untuk menekankan unsur steampunk seperti yang dianalisis di dalam film Hugo. Awalnya aset-aset tambahan tersebut hanya ingin berupa bahan-bahan logam seperti tembaga, kuningan, maupun rantai-rantai yang tergantung di dalam

workshop. Alat-alat tangan di dalam workshop juga akan dimasukkan ke dalam

ruangan tersebut. Akan tetapi, pada akhirnya beberapa bentuk mesin-mesin mekanis dengan memakai gaya visual steampunk yang lain ditambahkan untuk lebih menekankan pekerjaan suami sebagai tinkerer. Berikut ini adalah contoh referensi yang diambil untuk dekorasi mesin penemuan maupun alat-alat

workshop berunsur steampunk. Referensi ini diambil karena dalam buku ini

terdapat contoh-contoh penemuan bergaya steampunk yang sangat menerapkan unsur punk dimana satu benda terdiri dari beberapa elemen bentuk khas

steampunk yang digabungkan. Aset-aset tambahan ini adalah berupa mainan serta

benda penemuan lainnya yang bersifat mekanis agar dapat menekankan unsur

steampunk.

Gambar 3.37 Kumpulan Referensi Benda Steampunk (1000 Steampunk Creations: Neo-Victorian Fashion, Gear, & Art, 2011)

Beberapa benda-benda hasil rancangan Louis yang digantung bermaksud untuk menekankan bahwa Louis memang memandang pekerjaan itu adalah segalanya, sehingga disekelilingnya pun juga penuh dengan benda-benda mesin. Beberapa sketsa benda ini dibuat berdasarkan analisis visualisasi bentuk yang

sering dipakai dalam tema steampunk (penggabungan beberapa bentuk, unsur mekanis, dan unsur penemuan). Detail-detail dekorasi visual tambahan ini diperlukan untuk lebih menampilkan kesan penuh dan berantakan layaknya sebuah workshop mesin yang dimiliki oleh seorang tinkerer. Penambahan detail ini dilakukan dengan cara meletakkan beberapa mesin-mesin berupa benda penemuan dari Louis yang berunsur retrofuturistik steampunk pada beberapa tempat di dalam ruangan, baik secara berceceran maupun digantung dalam ruangan.

Gambar 3. 38 Sketsa Benda dan Mesin dalam Workshop (dokumentasi pribadi)

Dokumen terkait