• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan perundangan dan Lemahnya Penegakan Hukum

A. Ruang Lingkup Pengelolaan Persampahan

5. Peraturan perundangan dan Lemahnya Penegakan Hukum

Lemahnya penegakan hukum terkait pelanggaran dalam pengelolaan sampah dan kurangnya pendidikan masyarakat dengan PHBS sejak dini juga menjadi kendala dalam penanganan sampah.

Sedangkan untuk Kabupaten Indragiri Hilir terdapat beberapa Isu strategis dibidang persampahan. Isu strategis ini akan menjadi dasar dalam pengembangan infrastruktur, prasarana dan sarana dasar di daerah, serta akan menjadi landasan penyusunan program dan kegiatan dalam Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur (RPI2JM). Isu-isu tersebut antara lain :

1. Pelayanan persampahan belum merata. Sampai saat ini pelayanan persampahan masih terpusat di Kota Tembilahan, sedangkan kawasan perkotaan INHIL lainnya pelayanan persampahan masih sangat minim.

2. Kurangnya sarana dan prasarana persampahan hingga lingkungan permukiman, khususnya di wilayah perkotaan lainnya selain Kota Tembilahan.

3. Sistem pengolahan sampah pada lokasi pembuangan akhir sampah (TPA) di Sungai Beringin masih bersifat Open Dumping.

4. Secara geografis, akses pencapaian untuk menuju sebagian wilayah perkotaan di Kabupaten Indragiri Hilir hanya bisa dilewati oleh jalur air. Hal ini tidak memungkinkan proses pembuangan akhir sampah dilakukan secara memusat namun harus menyebar pada beberapa kawasan disekitar pusat kegiatan perkotaan.

Rencana Terpadu Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPIJM) 210 |P a g e

6. Kurang dilaksanakannya kegiatan pengurangan persampahan, seperti; melalui program 3R (TPST dan Komposting) serta pendirian Bank Sampah.

B. Kondisi Eksisting

Untuk menggambarkan kondisi eksisting pengembangan persampahan yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, perlu diuraikan hal-hal berikut ini:

a. Aspek teknis

Menguraikan sistem pengelolaan persampahan aspek teknis saat ini yang dilaksanakan oleh masyarakat (individu/komunal), pemerintah/dinas dan swasta, meliputi hal-hal berikut:

1) Teknik Operasional pengelolaan persampahan:

- Sumber sampah yang dihasilkan dan ditangani (m3/hari);

- Jumlah sampah terkumpul, terangkut dan terolah sd TPA (m3/hari);

- Cakupan pelayanan (ha).

2) Daerah Pelayanan dan Kondisi Spesifiknya (fisik dan sosial);

3) Upaya pengurangan sampah di sumber melalui kegiatan 3R (reduce, reuse, recycle); 4) Kapasitas kerja dan efisiensi pemanfaatan;

5) Dampak negatif yang terjadi akibat sistem pengelolaan persampahan yang ada;

6) Pola Penanganan (Pewadahan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan, pengolahan, pembuangan akhir);

7) Rentang tanggung jawab instansi terkait dalam teknik operasional.

Kondisi eksisting pengembangan persampahan di Kabupaten Indragiri Hilir sebagaimana diuraikan di atas dapat ditampilkan dalam tabel-tabel berikut:

Tabel VI-28. Teknis Operasional Pelayanan Persampahan Saat Ini

No Uraian Volume Ket.

(1) (2) (3) (4)

1 Cakupan pelayanan 9,74 %

2 Perkiraan timbulan sampah 1.724,85 M3/hari 3

Timbulan sampah yang terangkut: - Permukiman - Non Permukiman - Total 810,68 M3/hari 914,17 M3/hari 1.724,85 M3/hari 4 Kapasitas Pelayanan TPA

Rencana Terpadu Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPIJM) 211 |P a g e Tabel VI-29. Kondisi Eksisting Pengembangan Persampahan Sistem

pengelolaan/ sub sistem

Prasarana dan Sarana Satuan Kapasitas

per unit Jumlah

Lokasi Layanan Pengadaan Kondisi Ket. Tahun Sumber dana Jumlah biaya (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

DIKELOLA OLEH MASYARAKAT

Pewadahan. a. Bin/Tong Sampah - - - - - - - -

-Pengumpulan a. Gerobak sampah b. Becak sampah c. Lainnya - - - - - - - - -Penampungan Sementara a. Transfer depo b. Container - - - - - - - -

-Pengangkutan a. Dump Truck b. Arm Roll Truck

- - - - - - - -

-Pengolahan a. Pengomposan b. Daur ulang

- - - - - - - -

-DIKELOLA OLEH PEMERINTAH

Pewadahan. a. Bin/Tong Sampah 400 0.25

Pengumpulan a. Gerobak sampah b. Becak sampah 2 17 1,5 1,5 Tembilahan 2010 Penampungan Sementara a. Transfer depo b. Container Tembilahan 2010

Pengangkutan a. Dump Truck b. Arm Roll Truck

7 4 6 4 Tembilahan 2010 Pengolahan a. Pengomposan b. Daur ulang

Tempat Pengelolaan Akhir (TPA)

Nama dan Lokasi TPA:

A. TP Sei Beringin .Lokasi Kelurahan Sungai Beringin Open Dumping

TPA Sei Beringin

1. Pembuangan Akhir a. Alat berat b. Luas area TPA

2. Pengendalian pencemaran di TPA a. Lapisan kedap air

Unit Ha -6 M3/Unit 5.025 -2 -TPA Tembilahan - - - - -

-Rencana Terpadu Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPIJM) 212 |P a g e Sistem

pengelolaan/ sub sistem

Prasarana dan Sarana Satuan Kapasitas

per unit Jumlah

Lokasi Layanan Pengadaan Kondisi Ket. Tahun Sumber dana Jumlah biaya (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

b. Perpipaan pengumpul lindi c. Instalasi pengolahan lindi d. Buffer zone

e. pipa gas metan f. Sumur monitoring g. Drainase air hujan 3. Sarana penunjang

a. Jalan masuk b. Kantor c. Pos jaga

d. Bengkel, garasi, cuci kendaraan e. Jembatan timbang

DIKELOLA OLEH SWASTA

Pewadahan. a. Bin/Tong Sampah Pengumpulan a. Gerobak sampah b. Becak sampah c. Lainnya - - - - - - - - -Penampungan Sementara a. Transfer depo b. Container - - - - - - - -

-Pengangkutan a. Dump Truck b. Arm Roll Truck

- - - - - - - -

-Pengolahan a. Pengomposan b. Daur ulang

- - - - - - - -

-Tempat Pengelolaan Akhir (TPA)

Nama dan Lokasi TPA:

Rencana Terpadu Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPIJM) 213 |P a g e b. Pendanaan

Menguraikan kemampuan masyarakat/Pemda/Swasta dalam membiayai penyediaan serta operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan seperti pembiayaan pembangunan sarana individual, retribusi persampahan serta anggaran pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk pengelolaan persampahan. Dalam aspek pendanaan perlu juga diuraikan tentang;

1) Sumber Pendapatan (Pemda, Retribusi); 2) Struktur biaya operasional;

o Pengumpulan dan penyampuran; o Penampungan sementara; o Pengangkutan;

o Pembuangan akhir. 3) Struktur tarif retribusi;

o Kondisi dan kemampuan daerah; o Kemampuan masyarakat;

o Institusi yang mengelola retribusi.

c. Kelembagaan

Menguraikan organisasi pengelolaan persampahan yang mencakup bentuk organisasi (lampirkan struktur organisasi), uraian tugas, tata laksana kerja, serta kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang dimiliki. Uraian tersebut harus mencerminkan kemampuan organisasi pengelola persampahan saat ini. Termasuk juga informasi tentang:

1) Pelaksanaan penanganan sampah skala sumber, kawasan, Kabupaten Indragiri Hilir dan regional;

2) pemisahan fungsi regulator dan operator pengelolaan persampahan Kabupaten Indragiri Hilir.

d. Peraturan Perundangan

Menguraikan peraturan-peraturan yang sudah ada saat ini yang terkait dengan pengelolaan persampahan (tingkat propinsi dan Kabupaten Indragiri Hilir), diantaranya:

Rencana Terpadu Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPIJM) 214 |P a g e

2) Peraturan perundangan tentang Pembentukan badan pengelola persampahan skala Kabupaten Indragiri Hilir;

3) Peraturan perundangan tentang retribusi (struktur tarif, prosedur dan kewajiban pelanggan);

4) Peraturan perundangan tentang kerjasama pengelolaan persampahan skala regional dengan pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir lain;

5) Peraturan perundangan tentang kerjasama pengelolaan persampahan skala kawasan dengan badan usaha swasta;

6) Peraturan perundangan tentang peran serta masyarakat.

Dalam aspek peraturan perundangan perlu juga diuraikan tentang Kesesuaian peraturan dan kondisi lapangan serta pelaksanaan peraturan yang ada.

e. Peran Serta Masyarakat

Menguraikan peran serta masyarakat dan swasta dalam pengelolaan persampahan serta kondisi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di dalam masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir yang meliputi kesediaan masyarakat membayar retribusi, penerimaan masyarakat terhadap aturan terkait pengelolaan persampahan, perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah (apakah sudah melakukan 3R), kegiatan-kegiatan apa yang telah dilakukan dalam mendorong peran serta masyarakat misalnya saja kegiatan kampanye dan edukasi terkait pengelolaan persampahan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat/swasta, maupun peran masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sampah serta operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada.