IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.6. Peraturan Perusahaan
Peraturan perusahaan merupakan hal yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Peraturan dibuat agar kegiatan perusahaan dapat berjalan baik, sehingga akan mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Beberapa peraturan yang diterapkan di RS PMI Bogor yang berkaitan dengan karyawan adalah sebagai berikut :
1. Hari kerja, jam kerja dan seragam kerja.
a. Hari kerja di RS PMI Bogor adalah enam hari dalam seminggu yaitu dari hari Senin sampai dengan Sabtu, hari ketujuh dan hari libur nasional ditentukan sebagai hari libur. Berbeda dengan karyawan operasional yang berada di ruang perawatan dengan hari kerja setiap hari.
b. Jam kerja karyawan ditentukan tujuh jam dalam satu hari kecuali karyawan yang bekerja dalam tiga shit dan jumlah jam kerja minimal empat puluh jam dalam satu minggu. Adapun jam kerja karyawan diatur sebagai berikut : 1) Shift I (Pagi) Pukul 07.3014.30 2) Shift II (Siang) Pukul 14.0021.30 3) Shift III (Malam) Pukul 21.0008.00 c. Seragam Kerja Seragam kerja yang diberlakukan di RS PMI Bogor terdapat 3 jenis seperti dalam Tabel 5, yaitu : Tabel 5. Seragam kerja karyawan RS PMI Bogor
Hari Kerja Pria Wanita
SeninSelasa Coklat Muda Pink RabuKamis Hijau Muda Krem JumatSabtu Biru Putih Biru Putih Sumber : Bidang SDM RS PMI Bogor, 2008
2. Waktu kehadiran karyawan.
Setiap karyawan yang masuk dan pulang kerja di RS PMI Bogor harus sesuai dengan jadwal yang berlaku di setiap unit kerjanya masing masing karena akan dicatat dengan alat absensi yang ditentukan oleh Direktur. Pencatatan kehadiran karyawan tidak boleh diwakilkan dan bila ada pelanggaran merupakan pelanggaran disiplin dan langsung dikenakan sanksi.
Karyawan yang terlambat masuk kerja wajib lapor kepada atasan langsungnya atau staf seksi personalia dan hanya berlaku bila alasannya dapat dipertanggungjawabkan, toleransi keterlambatan ditentukan maksimal tiga puluh menit.
3. Disiplin dan Sangsi.
RS PMI Bogor telah membuat peraturan untuk meningkatkan disiplin dan mengurangi kelalaian dalam melakukan pekerjaan masing masing dengan adanya sangsi bagi mereka yang melanggar aturan perusahaan. Tingkatan disiplin dan sangsi yang dapat diberikan kepada pegawai adalah berupa teguran lisan I, II, III, SP I, SP II, SP III, sampai dengan pemutusan hubungan kerja. Berikut contoh pelanggaran dan sangsi yang ada di RS PMI Bogor : a. Surat Peringatan I, akan mendapatkan pemotongan 20% dari tunjangan tetap selama tiga bulan. Contoh pelanggaran : · Mengabsenkan atau diabsenkan teman sekerja. · Membawa atau menggunakan barang dan alat milik RS PMI Bogor keluar dari lingkungan RS tanpa ijin atasan.
· Tiga kali datang terlambat dalam sebulan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
· Meninggalkan pekerjaan tanpa izin atasan langsung untuk kepentingan pribadi.
· Tidak memakai seragam kerja yang telah ditentukan oleh RS PMI Bogor.
b. Surat Peringatan II, akan mendapatkan pemotongan 40% dari tunjangan tetap selama empat bulan. Contoh pelanggaran :
· Tetap melakukan pelanggaran dalam masa berlakunya surat peringatan pertama.
· Memalsukan absensi kerja.
· Telah menerima surat peringatan pertama sebanyak dua kali dalam setahun.
· Tidak masuk kerja berturutturut selama tiga hari tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas.
c. Surat Peringatan III, akan mendapatkan pemotongan 60% dari tunjangan tetap selama enam bulan. Contoh pelanggaran :
· Tetap melakukan pelanggaran dalam masa berlakunya surat peringatan kedua.
· Melakukan penganiayaan fisik di lingkungan RS PMI Bogor. · Melalukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun dalam
melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi, golongan atau pihak lain.
· Berjudi atau berkelahi dengan sesama pegawai atau pimpinan di dalam lingkungan RS PMI Bogor. · Tidak masuk kerja lima hari dalam satu bulan tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas. d. Skorsing, akan mendapatkan pemotongan 50% dari gaji pokok selama dua belas bulan. Contoh pelanggaran : · Memberikan keterangan palsu atau dipalsukan sehingga merugikan RS PMI Bogor.
· Mabuk, meminumminuman keras yang memabukkan, memakai atau mengedarkan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja.
· Melakukan perbuatan asusila di lingkungan kerja.
· Melakukan pencurian, penipuan, dan penggelapan barang atau uang milik RS PMI Bogor.
· Membujuk rekan kerja untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum.
e. Pelanggaran yang akan mendapatkan sangsi PHK, maka sangsi tersebut berpedoman pada :
· Peraturan perundangundangan yang berlaku.
· Kepada karyawan yang bersangkutan dikenakan skorsing sampai ditetapkannya SK PHK dari Direktur paling lama satu bulan.
· Tidak akan mendapatkan hak uang pesangon dan uang masa penghargaan atau uang pisah
· Harus menyelesaikan semua kewajiban hutang piutangnya dengan RS PMI Bogor
4. Putus Hubungan Kerja
Karyawan RS PMI Bogor dalam masa berakhirnya kerja mereka dapat dikategorikan ke dalam berbagai pilihan putus hubungan kerja, seperti :
a. Putus hubungan kerja secara hukum.
Hubungan kerja dianggap putus secara hukum perundang undangan bila berakhirnya perjanjian kerja dalam waktu tertentu termasuk karyawan kontrak dan karyawan yang tidak dapat melakukan tugasnya karena sakit selama dua belas bulan atau satu tahun.
b. Putus hubungan kerja karena pengunduran diri.
Karyawan yang mengundurkan diri dari RS PMI Bogor harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada pimpinan sekurang kurangnya satu bulan sebelumnya. Selama belum mendapatkan persetujuan dari rumah sakit, karyawan tersebut tetap harus melaksanakan pekerjaannya seperti biasa. Karyawan yang mengundurkan diri dengan masa kerja di bawah dua puluh tahun tidak mendapatkan uang penghargaan masa kerja.
c. Putus hubungan kerja karena pensiun.
RS PMI Bogor telah mempunyai standar tertentu dalam menetapkan usia pensiun karyawan. Bagi karyawan yang telah mencapai usia 56 tahun dapat dimintakan pensiun dan khusus dokter spesialis, dokter umum serta dokter gigi batas usia pensiun adalah 60 tahun. Karyawan akan mendapat gaji penuh termasuk tunjangan fungsional dan tunjangan kesehatan serta tunjangan uang makan bila telah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) selama enam bulan.
RS PMI Bogor juga dapat memberhentikan karyawan sebelum karyawan tersebut mencapai usia 56 tahun berdasarkan pertimbangan dokter yang disebabkan kondisi fisik dan mental tidak memungkinkan
lagi untuk bekerja. Jika PHK karena pensiun dilakukan, maka karyawan mendapatkan hak pensiunan sesuai dengan Program Jaminan Hari Tua yang belaku dan uang Penghargaan Masa Kerja sesuai kemampuan RS PMI Bogor.
Karyawan yang telah mencapai usia 45 tahun dan telah memiliki masa kerja minimal 20 tahun dapat mengajukan pensiun dini, dan pertimbangan atas permintaan tersebut diputuskan oleh direktur RS PMI Bogor.
d. Putusan hubungan kerja karena meninggal dunia.
Karyawan yang putus hubungan kerja karena meninggal dunia pada usia di bawah 45 tahun mendapatkan hak seperti PHK karena mengundurkan diri, sedangkan yang meninggal pada usia 45 tahun ke atas mendapatkan hak seperti PHK karena pensiun.
e. Putus hubungan kerja karena gangguan operasional RS.
Karyawan RS PMI Bogor akan mengalami pemutusan hubungan kerja secara masal karena operasional RS terhenti akibat mengalami kerugian terusmenerus yang disertai dengan bukti laporan keuangan yang telah diatur oleh akuntan publik paling singkat dua tahun terakhir atau keadaan memaksa.
Karyawan akan mendapatkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang ganti rugi ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan dan perundangundangan yang berlaku dan kemampuan rumah sakit.