2. TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Perawat
Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang dimaksudkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.1176 tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. Sebagai salah satu profesi yang selalu berhubungan secara langsung dengan pasien, perawat dituntut untuk memahami dan berperilaku sesuai dengan etik keperawatan.
Memperhitungkan kebutuhan tenaga keperawatan, sebagai bagian dari tenaga kesehatan, juga harus berdasarkan kepada permasalahan yang ada. Untuk itulah diperlukan proses identifikasi masalah yang matang.
Dalam mengidentifikasi masalah, Quede (1982) mengemukakan bahwa dalam pengkajian permasalahan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Source and problem background
Permasalahan yang terjadi harus menggambarkan dengan jelas sumber dan latar belakang dari terjadinya masalah tersebut dengan singkat dan padat
2. Reason for attention
Inilah gambaran mengapa permasalahan tersebut harus diperhatikan.
Dalam jabarannya juga menjelaskan analisa situasi dan membantu menentukan berapa banyak dan apa saja yang harus disiapkan oleh analis
3. Groups or institutions toward which corrective activity directed
Menggambarkan siapa sasaran dari suatu analisis masalah yang dilakukan, apakah pemerintah atau instansi tertentu yang bertanggungjawab sebagai eksekusi terakhir
4. Beneficiaries and losers
Peneliti harus mampu menjelaskan keuntungan dan kerugian yang didapatkan dalam sebuah elemen atas berlakunya sebuah kebijakan 5. Related programs and activity
Peneliti harus mampu menjelaskan apakah sebelumnya sudah ada aturan atau program tertentu mengenai permasalahan yang terjadi
6. Goals and objectives
Peneliti harus mengarahkan dan memberikan solusi yang rasional untuk mencapai tujuan dan maksud tertentu. Hal ini tentu saja dilakukan setelah menggambarkan permasalahan dengan jelas, tepat dan benar
7. Criteria and effectiveness
Penentuan pengukuran criteria dan kebijakan yang paling efektif cenderung sulit dilakukan. Untuk itulah, diperlukan sebuah kriteria yang mampu mengerucutkan alternative kebijakan-kebijakan untuk penelitian lebih lanjut
8. The framework for analysis
Peneliti harus dapat merangkum semua permasalahan yang terjadi secara terarah dan detail agar tujuan yang diharapkan tercapai
2.4.1 Model Pemberian Asuhan Keperawatan
Asuhan keperawatan merupakan serangkaian kegiatan dalam praktik keperawatan yang diberikan kepada pasien di berbagai tatanan pelayanan kesehatan , berdasar kepada kaidah keperawatan secara ilmu dan secara manusiawi diberikan berdasarkan kebutuhan objektif pasien untuk mengatasi masalahnya (Alimul, 2003). Dalam melakukan kegiatan keperawatan, ada beberapa model pemberian asuhan keperawatan, diantaranya menurut Gartinah (1995), yaitu :
1. Model Fungsional
Merupakan sebuah model asuhan keperawatan yang dilakukan secara terpisah-pisah. Tugas keperawatan secara berbeda-beda dibebankan kepada setiap tenaga keperawatan yang dianggap kompeten untuk dilakukan secara rutin sesuai dengan prosedural yang ditetapkan
2. Model Kasus
Merupakan sebuah model asuhan keperawatan yang dilakukan secara menyeluruh untuk satu orang pasien. Untuk melakukan model ini, sebaiknya tenaga keperawatan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kasus yang dimiliki pasien, sehingga pasien dapat ditangani dengan baik
3. Model Tim
Merupakan sebuah model asuhan keperawatan, dimana sekelompok perawat memiliki tanggung jawab atas setiap individu dari sekelompok pasien. Dalam melakukan model ini, perawat berkelompok menjadi sebuah tim yang terkoordinasi dan kooperatif satu sama lain untuk memberikan perawatan
4. Model Primer
Merupakan model asuhan keperawatan yang memiliki primary nurse, yaitu perawat yang bertugas secara primer atas pasien dari mulai pasien masuk (berdasarkan kepada kebutuhan pasien atas masalah keperawatan) sampai pasien keluar. Tugas dari primary nurse disesuaikan dengan kemampuan dari primary nurse itu sendiri.
Selain mengacu kepada asuhan keperawatan, setiap kegiatan keperawatan juga mengacu kepada jenis kegiatan keperawatan itu sendiri.
Hal ini akan berimplikasi kepada penetapan jenis dan jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan. Menurut Gillies (1994), kegiatan keperawatan terbagi menjadi 3, yaitu (1) kegiatan keperawatan langsung, (2) kegiatan keperawatan tidak langsung, dan (3) penyuluhan kesehatan.
Sedangkan menurut Rowland (1980), kegiatan keperawatan dibagi menjadi :
1. Keperawatan Langsung
Merupakan kegiatan keperawatan yang terpusat pada pasien, dengan ditandai adanya interaksi atau kontak antara pasien dengan perawat
2. Keperawatan Tidak Langsung
Merupakan kegiatan keperawatan yang walaupun tidak terpusat kepada pasien (tidak ada interaksi atau kontak antara pasien dengan perawat), namun merupakan bagian yang saling melengkapi dan mendukung perawat melakukan kegiatan keperawatan langsung kepada pasien
3. Unit Care
Merupakan kegiatan keperawatan yang mengutamakan koordinasi umum dalam unit/ruang perawatan, misalnya pertemuan/rapat dan komunikasi dengan unit yang lain
4. Kegiatan Personal
Merupakan kegiatan yang berada diluar lingkup keperawatan, sifatnya lebih pribadi melekat kepada perawat, misalnya makan/minum/istirahat
2.4.2 Perawat Instalasi Hemodialisa
Perawat instalasi hemodialisa adalah perawat yang memiliki kompetensi untuk merawat pasien hemodialisa dibawah pengawasan dokter. Dalam menjalankan tugasnya, perawat instalasi hemodialisa memiliki asuhan keperawatan, yaitu : (Haryati, 2010)
1. Anamnesa
• Biodata pasien dan penanggung jawab pasien
• Riwayat keperawatan berupa keluhan utama, riwayat penyakit sekarang dan sebelumnya serta riwayat penyakit keluarga
2. Pemeriksaan fisik berupa aktifitas/frekuensi istirahat, sirkulasi, eliminasi, nutrisi/cairan, neurosensori, nyeri/rasa nyaman, respirasi, keamanan, seksual dan pemeriksaan fisik head to foot
3. Pengkajian psikososio spiritual yang mencakup integritas, interaksi sosial dan tingkat pengetahuan pasien tentang penyakit dan penatalaksanaannya
4. Pengkajian hasil diagnostik
2.4.3 Manajemen Keperawatan
Menurut Irnalita (2008), manajemen keperawatan didefinisikan sebagai pelayanan keperawatan profesional dengan mengelola perawat berdasarkan ilmu manajerial sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang maksimal kepada klien. Lebih lanjut, dikatakan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan yang professional, perawat harus berbekalkan pengetahuan teoritis (ilmu dan kiat perawatan) yang baik sehingga mampu menunjukkan kemampuan keterampilan dan pengetahuan yang semakin maju. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang perawat adalah :
1. Melaksanakan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) dan memahami tugas Kepala Ruangan (KaRu), Primary Nurse (PN) dan Associate Nurse (AN)
2. Memahami dan mampu melaksanakan tugas yang sifatnya manajerial di ruang rawat inap
3. Mampu melaksanakan metode praktik bimbingan mahasiswa selama di rawat inap
4. Melaksanakan diskusi dengan kelompok dan para perawat di ruang rawat inap
5. Menetapkan Standar Asuhan Keperawatan (SAK) dan dokumentasi keperawatan
6. Membuat draft SAK untuk beberapa penyakit
7. Mampu berkolaborasi dengan team di ruang rawat inap 8. Melaksanakan peningkatan mutu di ruang rawat inap
9. Mengikuti audit keperawatan dalam rangka menilai pendokumentasian