• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perawatan Kimono

Dalam dokumen Teknik Pemakaian Kimono Kimono No Kitsuke (Halaman 49-74)

BAB III TEKNIK PEMAKAIAN KIMONO

3.3 Perawatan Kimono

Kimono merupakan salah satu pakaian tradisional negara Jepang yang tergolong mahal. Kimono sutra berkualitas baik tentu membutuhkan perawatan khusus agar tetap bersih dan terbebas dari noda. Hal penting namun tak jarang sering terabaikan yaitu melakukan pencegahan dari noda dengan cara mencuci tangan sebelum memakai dan sebelum melepskannya. Karena noda di tangan terkhusus partikel-partikel yang berminyak akan dengan mudah berpindah ke kimono dan dengan cepat akan menarik ngengat ataupun serangga lainnya. Saat memakai kimonotahan diri dari penggunaanparfum atau cologne, dan tidak pernah merokok sambil mengenakan kimono.Jika makan atau minum selagi memakai kimono berhati- hatilah agar tidak tumpah.

Ketika akan keluar rumah disarankan untuk membawa tiga sapu tangan. Sapu tangan pertama yang berenda berfungsi untuk membuat suatu hiasan menarik ketika duduk dan menjaga tangan saat menyentuh kimono secara langsung.Sapu tangan yang ke dua bewarna putih dan lebar cocok untuk dibentangkan di pangkuan saat sedang makan.Sapu tangan ke tiga harus lebar dan bewarna.Itu digunakan ketika

mengendarai mobil, untuk membersihkan noda pada kimono atau untuk

membersihkan tangan. Saat di meja makan perhatikan cara lengan kimono bergerak. Ini dimaksudkan agar membatasi pergerakan lengan ketika menyentuh sesuatu.

Ketika berjalan keluar rumah berhati-hatilah agar tidak mengotori ujung keliman kimono.Ketika hujan berjalanlah dengan hati-hati dan hindari dari percikan lumpur di kimono. Rintik hujan dapat meninggalkan noda yang sulit dihilangkan, sehingga cara terbaik yaitu memakai jas hujan dengan panjang penuh yang akan melindungi kimono sepenuhnya.

Angin-anginkan kimono sebelum menyimpannya.Gantung kimono dengan emonkake (Lampiran Gambar 3.12) di tempat yang sejuk dan dingin biarkan

kelembaban dan panas tubuh pada kimono keluar.Ini akan membantu untuk mencegah pembentukan jamur dan bintik-bintik pada kimono.Jika lumpur mengotori kimono, biarkan kering secara menyeluruh sebelum disikat dengan sikat lembut.Lalu dengan lembut tepuk dan gosok daerah kotor dengan sepotong kecil beludru kain terry, atau katun lembut turun ke arah tenunan.

Obi juga harus di angin-anginkan.Jika obi itu adalah obi tenunan, luruskan kerutan dengancara menyetrika pada sisi sebaliknya dari obi.Obi dari katun dan sintetis juga dapat disetrika.

Kimono dipotong dalam garis lurus dan dapat dengan mudah dilipat rapih menjadi persegi. Lipatan yang benar akan membuat kimono tampak rapi dan bersih. Aturan pertama yaitu melipat kimono dengan benar disepanjang jahitan.Bawa sudut bersama-sama dengan rapi dan lipat bagian demi bagian.Rahasianya yaitu

pertahankan garis vertikal panjang dan tidak perlu membuat lipatan horizontal (Lampiran Gambar 3.12).Setelah dilipat letakkan kimono kedalam kertas pembungkus.Masukkan ke dalam lemari penyimpanan.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah dipaparkan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1) Pemakaian kimono tidaklah sama seperti pemakaian baju pada umumnya. Dalam

pemakaian baju kimono ada banyak aturan dan teknik tertentu dalam pemakaiannya.

2) Urutan pemakaian kimono secara benar yaitu dimulai dari mengenakan Tabi,

kemudian memakai Hadajuban dan Susoyoke, diikuti dengan mengisi cekungan pada bentuk tubuh dengan handuk atau alas tubuh, lalu memakai Nagajuban yang telah dijahit Han eri dan Chikara nuno, kemudian nagajuban diikat dengan date jime atau date maki. Setelah kimono bagian dalam selesai, saatnya memakai kimono itu sendiri jepit bagian kerah, posisikan panel dan lipatan pada pinggang kimono dengan benar lalu ikat dengan,koshi himo, lalu rapikan dan ratakan dari kerutan. Pasang date jime dan ketatkan. Kemudian pakaiObi , Obi ita,Obi makura, Obi age, Obi jime, dan terakhir pakai Zori.

dan status perkawinan.

4) Saat memakai kimono perlu untuk menjaga sikap badan. Pergerakan harus

dibatasi, lebih lambat, dan lebih seimbang daripada pakaian ala barat yang memungkinkan untuk bergerak bebas.

5) Karena kimono merupakan pakaian tradisional yang harganya mahal dan bernilai

seni tinggi, oleh karena itu harus bisa merawat kimono agar tetap rapi dan terhindar dari noda.

4.2Saran

Dari pembahasan kita dapat mengetahui bahwa mengenakan kimono bukanlah hal yang mudah.Peraturan dalam pemakaiannya sangat terperinci, mulai dari memahami jenis-jenis dan warna kimono yang dikenakan di berbgai kesempatan serta waktu pengunaannya, hingga hiasan pelengkap yang sesuai dengan jenis kimono tertentu.Oleh karena itu ketika anda ingin memakai kimono pelajari dahulu tentang kimono itu sendiri atau boleh meminta bantuan orang yang sudah ahli dalam mengenakan kimono.

Untuk para pembaca, ada begitu banyak pembahasan dari kimono yang belum saya paparkan seperti: cara pemakaian kimono untuk pria dan anak-anak, penjelasan tentang obi secara keseluruhan dan jenis-jenis obi, cara membersihkan/ mencuci kimono secara keseluruhan, dan penjelasan mengenai lambang keluarga

pada kimono. Demikian saya paparkan agar kiranya para pembaca dapat menjadikan ini sebagai referensi pembahasan anda di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Washington Press. http://johnmarshall.to/blog/tag/fold-kimono/

Gambar 2.1 Bagian-bagian kimono

c

Gambar 2.2 Jenis-jenis kimono wanita: (a) Tomesode (Kurotomesode dan

Irotomesode), (b) Furisode, (c) Uchikake, (d) Homongi, (e) Iromuji, (f) Tsukesage, (g) komon (h) Iromuji, (i) Susohiki / Hikizuri, (j) Mofuku, dan (k) Yukata.

Gambar 2.3 Jenis kimono pria: (a) Setel dan (b) Kimono santai kinagashi

i

l

Gambar 2.4 Hiasan pelengkap kimono: (a) Haori, (b) Haorihimo wanita , (c) Haorihimo pria, (d) Hadajuban, (e) Nagajuban, (f) Date eri, (g) Date jime, (h) Kimono slip, (i) Hakama, (j) Geta, (k) Kanzashi, (l) Obi, (m) Tabi, (n) Waraji, (o) Zori, (p) Netsuke, (q) Obi jime, (r) Obi makura, (s) Obi age, dan (t) Obi ita

Gambar 3.1 Hadajuban dan susoyoke

Han eri Eri shin

Gambar 3.4 Cara memasang nagajuban

Gambar 3.7 Cara memakai kimono

Gambar 3.8 Gambar Nagoya obi tesaki

doumawari taresaki

Gambar 3.11 Cara memasang obi age

Dalam dokumen Teknik Pemakaian Kimono Kimono No Kitsuke (Halaman 49-74)

Dokumen terkait