BAB 4 PERAWATAN, PROGNOSA DAN DIFERENSIAL DIAGNOSA
4.2 Perawatan Pasca Pembedahan
Apabila Adenoma Pleomorfik kambuh dan menyebar, radiasi digunakan sebagai perawatan tambahan. Indikasi radioterapi sesudah operasi jika tingkat penyebarannya tinggi dan bertambah besar.2,5 Kemoterapi digunakan sebagai perawatan paliatif bila tumor kambuh dan bermetastase.4
4.3 Prognosa
Recurren Adenoma Pleomorfik dilaporkan antara 1-50%. Tingkat reccuren Adenoma Pleomorfik dihubungkan dengan prosedur pembedahan. Study mengatakan pasien dangan perawatan enuclease menunjukkan tingkat reccuren yang tinggi. Degenerasi Adenoma pleomorfik menular dilaporkan antara 2-5%. Bagaimanapun, sudah diperkirakan hampir 25% dari semua Adenoma Pleomorfik menular jika tidak dirawat terkait dengan jalannya waktu. Oleh karena degenerasi menular tinggi, Adenoma Pleomorfik harus direseksi sepenuhnya.1
Gambar 4.2. Spesimen setelah operasi14 Gambar 4.1. Spesimen sedang operasi9
Secara umum prognosa Adenoma Pleomorfik adalah baik apabila dilakukan pengambilan secara sempurna. Namum dapat menjadi residif bila pengambilan tidak bersih dan bahkan cenderung menjadi malignant.
4.4 Diferensial Diagnosa
Adapun diferensial diagnosa Adenoma Pleomorfik pada kelenjar saliva adalah sebagai berikut : 6,8
a. Adenoid Cystic Carsinoma f. Myoepithelioma b. Epithelial-myoepithelial carcinoma h. Myxoid neurofibrom
c. Mukoepidermoid carcinoma i. Myxsoma
BAB 5 KESIMPULAN
Adenoma Pleomorfik adalah tumor jinak kelenjar saliva tetapi mempunyai kapasitas untuk tumbuh membesar dan berubah menjadi malignant membentuk carsinoma. Penyebab Adenoma Pleomorfik pada kelenjar saliva belum diketahui pasti, diduga keterlibatan lingkungan dan faktor genetik. β- catenin memainkan
peranan penting dalam perubahan bentuk malignant, tetapi juga didalam pengaturan fungsi-fungsi fisiologis.
Adenoma Pleomorfik mempunyai gambaran klinis: tumor biasanya tunggal, massa pertumbuhan lambat, tanpa rasa sakit, nodul tunggal. Diagnosa dari tumor kelenjar saliva mempergunakan baik berupa sampel histopatologi dan analisis radiografi, lalu prosedur sampel histopatologi termasuk FNAB (fine needle aspiration biopsy). Gambaran CT maupun MR Adenoma Pleomorfik menunjukkan batas yang jelas, pinggiran halus, aspek tidak homogen, kontras tinggi atau rendah, intensitas signal intermediet atau tinggi.
Secara umum perawatan Adenoma Pleomorfik adalah dengan bedah eksisi. Prognosa Adenoma Pleomorfik adalah baik apabila dilakukan pengambilan sempurna. Namum dapat menjadi residif apabila pengambilan tidak bersih dan bahkan cenderung bersifat malignant. Apabila Adenoma Pleomorfik kambuh dan menular, radiasi digunakan sebagai perawatan tambahan. Kemoterapi digunakan sebagai perawatan paliatif bila tumor kambuh dan bermetastase.
DAFTAR RUJUKAN
1. Kakimoto N, Gamoh S, Tamaki J, Kishino M, Murakami S, Furukawa S. CT
and MR images of pleomorphic adenoma in major and minor salivary glands :
EJR, 2007 : 11-21.
2. Pleomorfik Adenoma – Wikepedia, the free encyclopedia < http:// www.
Pleomorphic Adenoma.htm> (Juli 2009)
3. Fadi Chahin, MD. Salivary Gland Tumors, Minor, Benign : medicine Speciaties : Nov, 2008.
4. Joseph A.R, Sol Silverman JR, Davit W.Eisele. Malignant Salivary Gland
Tumors ; oral canser. 2001.
5. Charles W. C, Paul W. F, Lee A. H, et al. Commings Otolaryngology Heat & Neck Surgery .4th ed. Elselver Mosby : Maryland , 1998 : 1348-76.
6. Shariff Said M. Pleomorphic Adenoma, medicine Speciaties : 14 juli 2009. 7. Andrew LW, MD. Parotid, Pleomorphic Adenoma. eMedicine Specialties
Radiology :Apr 18, 2007.
8. Prado RF, Konsolaro A, Taveira LA. Expression of β-catenin in pleomorphic adenoma, pleomorphic adenoma and salivary gland: An immunohistochemical study. Med Oral Cir. 2006; (11): 357-251.
9. Bechara Y.Ghorayeb, MD. Ficrures of Pleomorphic Adenoma.Texas,july 5, 2009.
27
10. White, Stuarat C. Oral Radiology : principles and interpretation / (edited by) Pharoah, Michael J. 4ed. Mosby : Toronto, 2000 : 617-18.
11. Martins C, foncesa I, Pereira T, et al. PLAG 1 gene alterations in salivary gland
pleomorphi adenoma and carcinoma ex pleomorphic adenoma : a combinet study using chromosome banding, in situ hybridization and immunocytochemistry. Mod Pathol. 2005 Aug ; 18 (8) : 1048-55.
12. Lawler B, Pierce A, Sambrook PJ, Jones RHB, Goss AN. The Diagnosis and
Surgical Management of Major Salivary Gland Pathology : Aust Den Jou,
2004; 49 (1) : 9-15.
13. Fadi Chahin, MD. Salivary Gland Tumors, Minor, Benign : Treatment, medicine Speciaties : Nov, 2008
14. .Breeze J, Ramesar K, Williams MD, Howlett DC. Pleomorphic Adenoma
Arasing From Accessory Parotid Tissue Presenting As Dysphonia. JR Army
Lampiran
• Adenoma : tumor jinak kelenjar saliva yang berasal dari epitel dan jaringan ikat, menggangu fungsi organ dapat berubah menjadi ganas membentuk karsinoma.
• Adhesi : kekuatan yang menyebabkan dua benda saling
melekat satu sama lain akibat tarik-menarik antara molekul ke dua benda.
• Allelic : variasi dari suatu gen atau penanda DNA
pleomorfik yang terdapat dalam anggota suatu spesies.
• Atropy : suatu bentuk kemunduran sel yang menyebabkan
ber tambah kecilnya organ.
• Aspiration biopsy : biopsi dengan cara penyedotan jarum.
• Anasthesi : hilang rasa atau sensasi pada tubuh selama
pemblokiran saraf oleh obat secara mekanik.
• Axial : berkaitan dengan sumbu atau aksis.
• Biopsy : pengambilan dan pemeriksaan jaringan biasanya
secara makroskopis, diambil dari jaringan hidup untuk kepentingan diagnosa.
• β- catenin : suatu molekul yang dihubungkan dengan invasi dan metastase dari karsinoma.
29
• Carsinoma : kanker sel epitel yang paling banyak di jumpai pada manusia.
• Computed Tomografi (CT) : suatu alat untuk mendapatkan potongan melintang densitas dan citra terkomputerisasi dari pancaran
sinar - X /sistem detektor.
• Chromosom : struktur dalam nukleus yang mengandung DNA dan mentransmisikan informasi genetik
• Contras Medium : zat yang membantu visualisasi beberapa struktur selama menggunakan tehnik CT/MRI, bekerja berdasarkan prinsip dasar panjaran sinar-X sehingga mencegah pengiriman sinar tersebut pada pasien.
• Cluster : lembaran-lembaran, benang-benang dari epitel.
• CTNNB1 : cadherin associated protein beta 1 berfungsi untuk mediasi sel-sel sistim adhesi, dan juga memberikan signal kepada molekul dalam lintasan WNT.
• Embriogenesis : proses pembentukan sel didalam janin.
• Enuklease : pengangkatan kista beserta isinya atau pengangkatan benih gigi tanpa menimbulkan robekan.
• Gene : sesutu yang dapat menghasilkan DNA yang mengendalikan sifat-sifat herediter, biasanya berkaitan dengan protein tunggal atau RNA.
• Hipersellulary : bertambah besarnya sel
• Hiperchromatism : bertambahnya sel yang mengalami perubahan bentuk yang mengarah kepada keganasan.
• Intubasi : pemasukan pipa kedalam kavitas/rongga.
• Intimate : mengenal lebih baik/lebih dalam.
• Invasi : masuknya suatu zat atau sel dari luar ke dalam struktur tubuh
• Exsisi : pengambilan seluruh jaringan yang terkena lesi.
• Kemotherapy : suatu prinsip pengobatan tumor, dimana tumor dihancurkan untuk mengurangi resiko kekambuhan dan merupakan prognosa pengobatan jangka panjang.
• Metastase : berpindahnya sel malignan dari satu tempat di tubuh ke tempat lain melalui aliran darah atau limpa dan membentuk lesi lagi di tempat yang baru..
• MRI : suatu tehnik diagnosa berdasarkan fakta dari
struktur inti atom, tempat pembuatan sebuah molekul berdasarkan frekuensi bunyi radio dan perubahan energi dihasilkan oleh signal radio.
31
• Metaplasia : satu bentuk sel abnormal dan mengarah kepada
malignant.
• Onkogenesis : proses pembentukan sel tumor.
• Pleomorphism : istilah morfologi sel bakteri yang mengacu pada populasi mikroorganisme yang memperlihatkan bentuk dan ukuran yang tidak beraturan.
• PLAG 1 : (Pleomorfik Adenoma gen 1) berfungsi sebagai satu dari N-pusat inti yang lokasinya berada pada (NLS1) untuk mempengaruhi karyopherin a2 mengantarkan protein-protein kedalam inti, termasuk Zn- finger yang bertanggung jawab untuk DNA dan PLAG1.
• Resorpsi : hilangnya material baik fisiologis maupun patologis dari suatu jaringan.
• Radiotherpy : pengobatan malignansi dengan tujuan untuk
memperoleh kesembuhan dan menghentikan penyakit yang progresi.
• Stroma : jaringan penyokong/matrix organik yang dibedakan
dari unsur-unsur fungsional.
• Vessel : saluran atau pembuluh yang membawa cairan