• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

C. Perayaan Hari Besar Islam (PHBI)

1) Pengertian Perayaan Hari Besar Islam (PHBI)

Hari-hari besar Islam termasuk ke dalam hari-hari festival yang banyak dirayakan oleh umat Islam Imdonesia.Bahkan kemudian, di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, hari-hari tersebut dimasukan sebagai hari libur nasional. Paling tidak hari besar Islam yang termasuk dalam konteks hari libur nasional adalah Tahun baru Hijriyah (1 Muharram), hari Maulid Nabi Muhammad SAW (12 Rabi‟ul awal), hari Isra‟ Mi‟raj Nabi Muhammad (27 Rajab), Nuzulul Qur‟an (21 Ramadhan), „Idul Fitri (1-2 Syawal), dan „Idul Adha (10 Dzulhijah).28

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia “Perayaan” adalah pesta (keramaian dsb) untuk merayakan suatu peristiwa, “Hari Besar” adalah hari raya; hari istirahat dari kerja dan sekolah, “Islam” adalah agama yangdiajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. berpedoman pada kiab suci Al-qur‟an yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah SWT.29

27

Ibid,h. 8 28

K.H. Muhammad Sholikhin, Di Balik 7 Hari Besar Islam, (Jogjakarta : Garudhawaca Digital Book and PoD, 2012), h. 3

29

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Baru, (Jakarta : PT Media Pustaka Phoenix, 2010) Cet. Ke-5

Dari paparan di atas dapat dipaparkan bahwa perayaan hari besar Islam adalah merayakan suatu peristiwa hari raya keagamaan yang di dalamnya mengandung ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. 2) Hari-Hari Besar Islam

a. 1 Muharrom, adalah hari pertama tahun baru hijriyah

1 Muharram adalah hari pertama tahun baru hijriyah.30 Penanggalan atau kalender yang bahasa Arabnya adalah tarikh, yang berarti juga sejarah, adalah sebuah penentuan bagi suatu zaman yang didalamnya telah terjadi berbagai peristiwa penting yang sangat berpengaruh pada kehidupan individu atau suatu umat.

Tahun Hijri sangat patut dan wajib kita pertahankan karena dua hal; pertama, menjaga kepribadian sejarah umat Islam.Semua peristiwa-peristiwa keIslaman, mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar telah tertulis dan dikodifikasikan sesuai dengan tarikh hijriy.Kedua, keterkaitannya yang kuat dengan berbagai masalah

diniyyah dan Ahkam Syar’iyyah. Keterkaitan ini tidak hanya

sementara dan terbatas pada zaman tertentu, tetapi bersifat abadi dan menyeluruh mulai dari bulan-bulan Haram(Dzulqa‟dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab), bulan-bulan Haji (Syawwal, Dzulqa‟dah, Dzulhijjah), syahr al-Shiyam, masa „iddah bagi wanita dalam fiqih, sumpah, nadzar, kaffarah, haul-nya zakat, dua hari raya, puasa-puasa sunnah (awal-akhir tahun hijri, asyura, dll) dan sebagainya.

30

b. 10 Muharrom, disebut juga hari Asyuro

Keistimewaan 10 Muharram diterangkan dalam hadits riwayat Abu Huroiroh, bahwa Allah SWT telah mewajibkan Bani Israil berpuasa sehari dalam satu tahun , yakni pada hari Asyuro. „Aisyah menuturkan, “Hari Asyuro adalah hari puasa orang Quraisy di

zaman jahiliyah, dan Rasulullah saw mempuasakannya. Ketika itu di Madinah, beliau mempuasakannya dan menyuruh orang banyak

mempuasakannya” (H.R. Muslim).Dengan demikian berpuasa pada

hari Asyuro hukumnya sunah.

10 Muharram dianggap hari besar Islam karena pada hari ini banyak terjadi peristiwa penting, diantaranya sebagai berikut : 1) Allah SWT menjadikan „Arsy.

2) Allah SWT menjadikan malaikat Jibril AS. 3) Allah SWT menjadikan Lauh Mahfuz. 4) Hari pertama Allah SWT menciptakan alam. 5) Hari pertama Allah SWT menurunkan rahmat, dll.31

c. 12 Rabiul Awal, Hari Maulid (kelahiran) Nabi Muhammad SAW. Konon ceritanya, perayaan maulid Nabi bermula dari kekalahan umat Islam dalam perang salib pada abad ke-13. Oleh karena itu, Sultan Turki Utsmani, Shalahudin al-Ayyubi mencari cara bagaimana membangkitkan semangat jihad di kalangan umat Islam. Diperoleh suatu cara, mereka harus diingatkan kembali dengan

31

tauladan semangat kejuangan Rasulullah menegakkan kalimat Allah. Maka diadakanlah sayembara penulisan kitab (buku) tentang sejarah hidup Rasulullah, mana yang paling bagus dan member pengaruh psikis kuat pada masyarakat itulah yang dianggap sebagai pemenangnya.

Setelah diseleksi sedemikian rupa, ternyata kitab sirah Nabi yang paling memikat hati umat Islam kala itu dan mampu membangkitkan semangat kejuangan umat Islam adalah kitab Maulid

Syarif al-Anam, karya Syaikh Idris al-Barzanji. Hasilnya semangat

jihad kembali muncul secara mengagumkan, dan umat Islam menang kembali membela hak agamanya, termasuk memasukkan kembali Yerusalem ke dalam pangkuan kaum muslimin.32

d. 27 Rajab, Hari Isro‟ Mi‟roj Nabi Muhammad SAW.

Kata Israa‟ secara lughawi berasal dari kata “asraa -yusrii”yang berarti berjalan di waktu malam atau membawa berjalan di waktu malam. Adapun Mi‟rajberasal dari kata „araja-ya‟ruju yang berarti “naik” ke atas tangga. Kata Mi‟raj sendiri berarti tangga atau semacam alat yang digunakan untuk naik dari bawah ke atas.33

e. 15 Sya‟ban

Kebesaran hari ini diterangkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah saw. “Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nisfu (15) Sya’ban, seraya berkata, malam ini pintu-pintu langit dan

32

K.H. Muhammad Sholikhin, Di Balik 7 Hari Besar Islam, h. 48-49 33

pintu Rahmat dibuka bangunlah dan Shlatlah, angkat kepalamu dan

tadahan kedua tanganmu ke langit, “Rasulullah saw. bertanya

“Malam apa ini Jibril”?

Jibril menjawab, “Malam ini dibukakan 300 pintu Rahmat.

Tuhan mengampuni segala kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang terus menerus minum khomer (arak atau minuman keras), terus-menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturrahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka tobat dan meninggalkan kejahatan-kejahatan itu.

Nabi Muhammad Rasulullah pun keluar, lantas mengerjakan

shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdo’a, “Ya

Allah aku berlindung kepada-Mu dari azab dan siksa-Mu serta dari

kemurkaan-Mu. Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu

sebagaimana Engkau telah memuji diri-Mu. Maka bagi-Mu segala

pujian-pujian itu hingga Engkau rela.” (Al-Hadist). Oleh karenanya

malam tersebut sangat baik untuk beribadah dan memohon ampunan dari Allah swt.

f. 17 Romadhon, Hari Nuzulul Qur‟an. Pada malam 17 Romadhon itulah pertama kali diturunkan ayat Al-Qur‟an ketika Nabi Muhammad Rasulullah SAW. menyepi di Gua Hiro Jabal Nur, sekitar enam kilometer dari kota Mekah

g. 1 Syawal, Hari Raya Idul Fitri. Pada hari itu Allah bersihkan segala dosa umat Islam yang telah menunaikan puasa Romadhon sebulan penuh dan membayar zakat fitrah sehingga seperti bayi yang baru lahir h. 10 Dzulhijjah, Hari Raya Idul Adha, disebut juga Idul Qurban. Kata

Dzulhijjah berasal dari bahsa Arab, Dzul (punya) dan Hijjah (haji). Artinya “yang punya haji”34

34

Dokumen terkait