BAB II: KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR (KIKD)
D. Tujuan
Pertimbangan itu berkonsekuensi pula pada tujuan pembelajaran bahasa dan sastra Sunda yang secara umum agar Peserta didik mencapai tujuan-tujuan berikut.
1) Peserta didik beroleh pengalaman berbahasa dan bersastra Sunda.
2) Peserta didik menghargai dan membanggakan bahasa Sunda sebagai bahasa daerah di Jawa Barat, yang juga merupakan bahasa ibu bagi sebagian besar masyarakatnya.
3) Peserta didik memahami bahasa Sunda dari segi bentuk, makna, dan fungsi, serta mampu menggunakannya secara tepat dan kreatif untuk berbagai konteks (tujuan, keperluan, dan keadaan).
4) Peserta didik mampu menggunakan bahasa Sunda untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional, dan kematangan sosial.
5) Peserta didik memiliki kemampuan dan kedisiplinan dalam berbahasa Sunda (berbicara, menulis, dan berpikir).
6) Peserta didik mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra Sunda untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa Sunda, mengembangkan kepribadian, dan memperluas wawasan kehidupan.
7) Peserta didik menghargai dan membanggakan sastra Sunda sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Sunda.
F. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA SUNDA JENJANG SMA/SMK/MA/MAK
KELAS X
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikapspiritual, yaitu “menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan kompetensi sikap sosial, yaitu “menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air”. Kedua kompetensi tersebut dicapai
melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan dirumuskan sebagai berikut.
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, meng-analisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang (a) ilmu pengetahuan, (b) teknologi, (c) seni, (d) budaya, dan (e) humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara (a) efektif, (b) kreatif, (c) produktif, (d) kritis, (e) mandiri, (f) kolaboratif, (g) komunikatif, dan (h) solutif, dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metode
sesuai dengan kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR 3 KOMPETENSI DASAR 4
3.1. Menganalisis aspek kebahasaan dan rasa bahasa teks terjemahan.
4.1. Menerjemahkan teks ke dalam bahasa Sunda atau sebaliknya dengan memperhatikan aspek kebahasaan dan rasa bahasa.
3.2. Membandingkan jenis dongeng, berdasarkan isi, struktur, dan aspek kebahasaan.
4.2. Menampilkan berbagai jenis dongeng dengan cara ngadongeng, monolog, atau dramatisasi.
3.3. Menganalisis isi, struktur dan aspek kebahasaan laporan kegiatan.
4.3. Menulis laporan kegiatan dengan memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan.
3.4. Membandingkan bentuk, struktur dan aspek kebahasaan teks kawih Sunda klasik dan pop.
4.4. Melantunkan kawih Sunda klasik dan pop dengan memperhatikan ekspresi, danteknik vokal.
3.5. Menganalisis isi, struktur, dan aspek kebahasaan teks wawancara.
4.5. Merancang, melakukan dan menyusun laporan wawancara dengan memperhatikan kesantunan berbahasa.
3.6. Menganalisis isi, struktur, dan aspek kebahasaan teks babad/
sejarah Sunda.
4.6. Menyajikan isi teks babad/sejarah Sunda dengan memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan.
3.7. Menganalisis bentuk dan tipe aksara Sunda sesuai dengan kaidah-kaidahnya.
4.7. Mengkreasikan aksara Sunda sesuai dengan kaidah-kaidahnya.
3.8. Menganalisis isi, struktur, dan aspek kebahasaan sajak.
4.8. Menampilkan sajak dengan cara membaca, mendeklamasikan, musikalisasi atau dramatisasi.
KELAS XI
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual, yaitu “menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan kompetensi sikap sosial, yaitu “menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru,
dan tetangganya serta cinta tanah air”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan dirumuskan sebagai berikut.
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN) 3. Memahami, menerapkan,
menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang (a) ilmu pengetahuan, (b) teknologi, (c) seni, (d) budaya, dan (e) humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara (a) efektif, (b) kreatif, (c) produktif, (d) kritis, (e) mandiri, (f) kolaboratif, (g) komunikatif, dan (h) solutif, dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metode sesuai dengan kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR 3 KOMPETENSI DASAR 4 3.1. Menganalisis isi, struktur, dan aspek
kebahasaan teks biantara. 4.1. Mendemonstrasikan biantara dengan memperhatikan kesantunan dan penggunaan kaidah bahasa.
3.2. Menganalisis isi, struktur, dan aspek
kebahasaan sisindiran. 4.2. Menyusun dan menampilkan sisindiran secara lisan/tulisan sesuai dengan konteks dan fungsi sosialnya.
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN) 3.3. Menganalisis isi, struktur dan
aspek kebahasaan teks panumbu catur dalam kegiatan diskusi, debat, dan sejenisnya.
4.3. Mendemonstrasikan panumbu catur dalam kegiatan diskusi, debat, dan sejenisnya yang sesuai dengan konteks penggunaan bahasa.
3.4. Menganalisis isi, struktur dan aspek kebahasaan carita pondok.
4.4. Menulis carita pondok sederhana dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan.
3.5. Menganalisis isi, pola penyajian, dan aspek kebahasaan teks berita dari media massa cetak atau elektronik.
4.5. Menyusun teks berita berdasarkan pengamatan atau hasil wawancara sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan.
3.6. Menganalisis isi, struktur, dan aspek kebahasaan novel.
4.6. Menyajikan hasil analisis novel melalui berbagai media (seperti bagan, cerita bergambar, animasi) dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan.
3.7. Menganalisis isi, struktur dan aspek kebahasaan teks biografi.
4.7. Menulis teks biografi sederhana dengan memperhatikan struktur dan penggunaan kaidah bahasa.
3.8 Menganalisis isi, struktur, serta aspek kebahasaan cerita wawacan.
4.8. Mentransformasikan cerita wawacan ke dalam prosa atau mengkreasikan ke dalam bentuk pertunjukan (seperti beluk, jemblungan, dramatisasi).
KELAS XII
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompeten sisikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual, yaitu “menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan kompetensi sikap sosial, yaitu “menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun,
peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan dirumuskan sebagai berikut.
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN) 3. Memahami, menerapkan,
menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang (a) ilmu pengetahuan, (b) teknologi, (c) seni, (d) budaya, dan (e) humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara (a) efektif, (b) kreatif, (c) produktif, (d) kritis, (e) mandiri, (f) kolaboratif, (g) komunikatif, dan (h) solutif, dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metode sesuai dengan kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR 3 KOMPETENSI DASAR 4 3.1. Menganalisis isi, struktur dan
aspek kebahasaan teks bahasan tradisi Sunda.
4.1. Menyajikan bahasan tradisi setempat melalui berbagai media (seperti mading, pameran fotografi, film dokumenter) dengan memperhatikan kaidah bahasa Sunda.
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.2. Menganalisis isi, struktur, dan aspek kebahasaan petikan cerita wayang.
4.2. Mengkreasikan petikan cerita wayang secara lisan/tulisan ke dalam bentuk lain (seperti drama, carita pondok, puisi) dengan
memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan.
3.3. Menganalisis isi, struktur dan aspek kebahasaan teks resensi (buku, film, musik, pertunjukan)
4.3. Menulis resensi (buku, film, musik, pertunjukan) dengan
memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan.
3.4. Menganalisis isi, struktur, dan aspek kebahasaan teks/naskah drama.
4.4. Menampilkan drama
berdasarkan teks/naskah dengan memperhatikan intonasi dan ekspresi.
3.5. Menganalisis isi, struktur dan aspek kebahasaan teks artikel berbahasa Sunda.
4.5. Menulis artikel sederhana berbahasa Sunda dengan memperhatikan struktur dan penggunaan kaidah kebahasaan.
3.6. Menganalisis isi, struktur, dan aspek kebahasaan petikan cerita pantun.
4.6. Mengkreasikan cerita pantun secara lisan/tulisan ke dalam bentuk lain (seperti drama, carita pondok, puisi) dengan
memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan.
Keterangan:
Pada prinsipnya kompetensi bahasa dan sastra Sunda untuk peserta didik SMA/SMK/MA/MAK relatif sama. Akan tetapi, pemilihan KD dan materi pokok di SMK/MAK disesuaikan dengan vokasional, kondisi, dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah masing-masing.
Bagi SMK/MAK yang melaksanakan empat tahun akademik, pendidik dapat memilih enam KD dan materi yang berfokus pada praktek dan unjuk kerja berbahasa Sunda yang berkaitan dengan kekhasan vokasional sekolah.
Misalnya: (a) menulis laporan, (b) menyusun berita, (c) mendemonstrasikan panata acara, (d) menulis aksara Sunda, (e) mendemonstrasikan biantara, (f) menulis artikel, dan (g) mengkreasikan kawih.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1
SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA SUNDA
SMA/SMK/MA/MAK
A. PENGERTIAN SILABUS
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) termasuk ke dalam desain pembelajaran perencanaan pembelajaran yang mengacu kepada standar isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan.
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.
B. KOMPONEN SILABUS
Di dalam lampiran Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses disebutkan bahwa silabus paling sedikit memuat beberapa komponen, yakni:
(1) Identitas mata pelajaran (misalnya: Bahasa dan Sastra Sunda);
(2) identitas sekolah, diisi dengan satuan pendidikan dan kelas (SD/Kelas I);
(3) kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran;
(4) kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran;
(5) tema (khusus SD/MI),
(6) materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi;
(7) pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
(8) penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik;
(9) alokasi waktu, sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan
(10) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
Komponen silabus tersebut termasuk komponen yang lengkap. Dalam perkembangan selanjutnya dan perbaikan Kurikulum 2013, komponen silabus hanya terdiri atas tiga komponen, yakni (1) kompetensi dasar, (2) materi pembelajaran, dan (3) kegiatan pembelajaran.
C. PENGEMBANGAN SILABUS
Pengembangan Kurikulum 2013 diharapkan dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi dalam rangka mewujudkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, dan inovatif. Oleh karena itu proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Memperhatikan konteks global dan kemajemukan masyarakat Indonesia, misi dan orientasi Kurikulum 2013 diterjemahkan dalam praktik pendidikan dengan tujuan khusus agar peserta didik memiliki kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan masyarakat di masa kini dan di masa mendatang, seperti tampak pada gambar 1.
Dimensi Pengetahuan
Dimensi Keterampilan Dimensi
Sikap
SDM yang beradab, berpengetahuan,
berketerampilandan
Gambar 1
Kompetensi yang dimaksud yaitu: (1) menumbuhkan sikap religius dan etika sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; (2) menguasai pengetahuan; (3) memiliki keterampilan atau kemampuan menerapkan pengetahuan dalam rangka melakukan penyelidikan ilmiah, pemecahan masalah, dan pembuatan karya kreatif yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Mata pelajaran bahasa dan sastra Sunda yang dikembangkan di setiap jenjang pendidikan harus mempertimbangkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk itu kemampuan pendidik dalam menggunakan dan memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi menjadi faktor penting agar pembelajaran bahasa dan sastra Sunda mampu menjawab tantangan abad moderen dewasa ini. Selain penggunaan dan pemanfaatan teknonolgi, pembelajaran bahasa dan sastra Sunda juga harus memperhatikan kebutuhan daerah dan peserta didik, sehingga mata pelajaran ini dapat menjadi penya-ring dari masuknya kebudayaan asing sekaligus mendorong peserta didik untuk memiliki kearifan terhadap budaya lokal atau budaya masyarakat setempatnya.
Silabus mata pelajaran bahasa dan sastra Sunda SD/MI, SMP/MTs, SMA/
MA/MAK disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya.
Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable);
mudah dipelajari oleh peserta didik (learnable); terukur pencapainnya (measurable); dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.
Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas.
Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan peserta didik.
KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
KELAS X
Alokasi Waktu: 2 jam pelajaran/minggu
Kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), pada pembelajaran kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, Pembelajaran untuk kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan sebagai berikut. Kompetensi DasarMateri PembelajaranKegiatan Pembelajaran 3.1. Menganalisis aspek kebahasaan dan rasa bahasa t
eks terjemahan.
• Struktur kalimat - Bagian pembuka - Bagian Eusi - Bagian Penutup • Aspek Kebahasaan - Diksi
- EYD Bahasa Sunda - Tatakrama bahasa Sunda • Topik Teks terjemahan dalam bentuk prosa atau puisi
- Memilih teks berbahasa Indonesia untuk diterjemahkan. - Mengidentifikasi kata-kata/ungkapan yang sulit dimengerti. - Menanyakan hal-hal yang tidak diketahui atau yang berbeda. - Memahami isi teks yang diterjemahkan . - Memperhatikan alur teks terjemahan. - Memahami pesan/amanat teks terjemahan. 4.1. Menerjemahkan teks ke dalam bahasa Sunda atau sebaliknya dengan memperhatikan aspek kebahasaan dan rasa bahasa
- Menerjemahkan teks berbahasa indonesia ke dalam bahasa. Sunda atau sebaliknya dengan memperhatikan aspek kebahasaan. - Memilih/menggunakan padanan kata dengan tepat. - Membacakan hasil terjemahan. - Mengoreksi hasil terjemahan dengan teman sebangku atau kelompok. - Menyunting/memperbaiki teks terjemahan.
3.2. Membandingkan jenis dongeng berdasarkan isi, struktur, dan aspek kebahasaan.
• Fungsi sosial
Meneladani nilai- nilai mor
al yang terkandung dalam jenis-jenis dongeng untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari • Struktur teks - Bagian pembuka - Bagian isi - Bagian penutup • Aspek kebahasaan - Kosa kata - Makna denotatif - Ejahan - Tanda baca - Struktur kalimat • Topik Membandingkan dongeng sasakala, sasatoan, mitos, parabel, sage
- Menyimak jenis-jenis dongeng dengan menggunakan berbagai macam media pembelajaran. - Mencatat dan membahas kosa kata yang belum dipahami. - Bertanya jawab tentang perbedaan jenis dongeng yang telah disimak. - Membuat ikhtisar dongeng yang telah disimaknya. - Berlatih menganalisis dongeng dengan teman sebangku dan saling menilai. - Menanyakan hal-hal yang tidak diketahui . - Menampilkan salah satu jenis dongeng yang telah disiapkannya. - Melakukan refleksi tentang proses dan hasil belajar.
4.2. Menampilkan berbagai jenis dongeng dengan cara ngadongeng, monolog, dramatisasi.
3.3. Menganalisis isi, struktur dan aspek kebahasaan laporan kegiatan.
• Struktur - Bubuka - Eusi - Panutup • Aspek Kebahasaan - Diksi - EYD Bahasa Sunda - Tatakrama bahasa Sunda • Topik Laporan kegiatan
- Membaca dan mengamati beberapa contoh laporan kegiatan. - Menentukan ciri-ciri laporan kegiatan - Membedakan laporan kegiatan dengan bentuk karangan lain - Mengidentifikasi struktur laporan kegiatan. - Memahami unsur-unsur kebahasaan laporan kegiatan. - Menyimpulkan tentang aspek-aspek kebahasaan laporan kegiatan. - Menyajikan hasil analisis aspek kebahasaan laporan kegiatan. Secara lisan dan tertulis 4.3. Menulis laporan kegiatan dengan memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan.
- Menentukan tema laporan kegiatan. - Menyusun kerangka laporan kegiatan - Menulis laporan kegiatan - Mengoreksi hasil laporan kegiatan dengan teman sebangku atau kelompok - Menyunting/memperbaiki hasil laporan kegiatan 3.4. Membandingkan bentuk, struktur,
dan aspek kebahasaan t
eks kawih Sunda klasik dan pop.
• Struktur teks - Pilihan kata (diksi) - Purwakanti
- Mendengarkan salah satu kawih Sunda klasik dan pop. - Mencatat dan membahas kosa kata yang belum dipahami. - Bertanya jawab tentang perbedaan jenis kawih Sunda klasik dan pop yang telah disimak.
4.4. Melantunkan kawih klasik dan pop Sunda deng
an memperhatikan bentuk, ekspresi dan teknik vokal.
• Apek Kebahasaan - Makna denotatif - Nada - Wirahma - Artikulasi • Topik • Kawih Sunda klasik dan pop dengan beragam tema.
- Membaca salah satu teks kawih Sunda klasik dan pop. - Mengapresiasi salah satu kawih Sunda klasik dan pop. - Melantunkan salah satu kawih Sunda klasik dan pop. - Melakukan refleksi tentang proses dan hasil belajar. 3.5. Menganalisis isi, struktur, dan unsur kebahasaan teks wawancara.
• Struktur kebahasaan - Tema - Daftar pertanyaan - Bubuka
- Eusi - panut
up • Apek Kebahasaan - Diksi
- EYD Basa Sunda - Tatakrama bahasa Sunda • Topik Wawancara dengan tokoh/nara sumber untuk berbagai tujuan
- Membaca dan mengamati beberapa contoh teks wawancara. - Memahami isi wawancara. - Mengidentifikasi struktur wawancara. - Memahami aspek-aspek kebahasaan teks wawancara. - Menyimpulkan kaidah-kaidah wawancara. - Menyajikan hasil analisis aspek kebahasaan wawancara secara lisan dan tertulis. 4.5. Merancang, melakukan dan menyusun laporan wawancara dengan memperhatikan kesantunan berbahasa
- Menentukan narasumber. - Menentukan media wawancara. - Melaksanakan wawancara. - Mendiskusikan tentang isi wawancara dan kaidah-kaidahnya. - Menyusun laporan wawancara. - Mengoreksi dan menyunting/memperbaiki teks laporan wawancara dengan teman sebangku atau kelompok.
3.6. Menganalisis isi, struktur, dan aspek kebahasaan teks babad/sejarah Sunda.
• Fungsi sosial
Meneladani Nilai mor
al dan pendidikan dalam teks babad/ sejarah Sunda yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari- hari • Struktur kebahasaan - Bubuka
- Eusi - panut
up • Aspek Kebahasaan - Diksi - EYD bahasa Sunda - Tatakrama bahasa Sunda • Topik Teks babad/sejarah Sunda
- Memilih teks babad/sajarah Sunda. - Memahami struktur kebahasaan teks babad/sejarah Sunda. - Memahami setiap kejadian sejarah dalam teks babad/ sajarah Sunda. - Menemukan keterkaitan antara tokoh dan kejadian sejarah dengan kenyataan daerah setempat. - Menentukan galur teks babad/ sajarah Sunda. 4.6. Menyajikan isi teks babad/sejarah Sunda dengan memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan
- Meringkas isi teks babad/sejarah Sunda, sesuai dengan struktur dan aspek kebahasaan. - Mengoreksi hasil ringkasan isi teks babad/sejarah Sunda, dengan teman sebangku atau kelompok. - Menceritakan kembali isi teks babad/sejarah Sunda.
3.7 Menganalisis bentuk dan tipe aksara Sunda sesuai dengan kaidah-kaidahnya.
• Fungsi sosial Lambang jati diri serta rasa bangga dalam melestarikan tradisi Sunda. • Struktur Teks - Ciri aksara Sunda - Bentuk aksara Sunda - Kaidah aksara Sunda • Unsur Kebahasaan - Diksi - Ejaan dan tanda baca. • Topik Aksara Sunda yang dapat menumbuhkan perilaku yang termuat dalam KI.
- Mengamati teks dan tayangan aksara Sunda melalui media pembelajaran. - Mengidentifikasi ciri-ciri, pengertian, jenis, tujuan, sistematika dan teknik-teknik aksara Sunda. - Mengkonfirmasi hasil temuan sementara dan menanyakan/ berkonsultasi kepada guru tentang sistematika dan kaidah-kaidah penulisan yang benar. 4.7.Mengkreasikan aksara Sunda sesuai dengan kaidah-kaidahnya.- Menulis teks pendek yang menggunakan aksara Sunda sesuai dengan kaidah-kaidahnya. - Menulis nama diri (tempat, intansi, jalan), ungkapan dan kaligrafi menggunakan aksara Sunda sesuai dengan kaidah-kaidahnya. - Mengkomunikasikan pengalaman penyusunan teks aksara Sunda di antaranya berupa kesan-kesan, komentar, permasalahan. - Melakukan refleksi tentang proses dan hasil belajar.
3.8. Menganalisis isi, unsur, struktur dan aspek kebahasaan sajak.
• Struktur Teks - Teks sajak berisi kosa kata, dan
idiom. - Tema, nada, pilihan kata (diksi), rasa, amanat • Unsur Kebahasaan - Istilah khusus terkait dengan idiom dan kosa kata, bahasa yang muncul pada teks sajak - Ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, dan tanda baca. • Topik kekayaan bahasa Sunda. (idiom, kosa kata) dalam karangan sajak
- Membaca dan mengamati teks sajak yang mengandung berbagai macam kosa kata, dan idiom yang merupakan kekayaan bahasa Sunda. - Menyimak dan menampilkan salah satu sajak dengan menggunakan berbagai macam media. - Bertanya jawab tentang aspek kebahasaan yang terdapat dalam sajak. 4.8. Menampilkan sajak dengan cara membaca, mendeklamasikan atau dramatisasi.
- Membaca dan mengamati teks sajak yang mengandung berbagai macam kosa kata, dan idiom yang merupakan kekayaan bahasa Sunda. - Menyimak dan menampilkan salah satu sajak dengan menggunakan berbagai macam media. - Bertanya jawab tentang aspek kebahasaan yang terdapat dalam sajak. 4.8. Menampilkan sajak dengan cara membaca, mendeklamasikan atau dramatisasi.