BAB II PROFIL PARTAI NASDEM DAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA SEJAHTERA
PERBANDINGAN PARTISIPASI POLITIK PEREMPUAN DI PARTAI NASDEM DAN PARTAI KEADILAN SEJATERA DI KABUPATEN
C. Perbandingan Affirmative Action Partai NasDem dan Partai PKS
1 Program-program Partai NasDem dan Bidang Perempuan dengan membentuk Garnita Malahayati yang betujuan untuk mengupayakan kesetaraan gender dan menghapuskan tindakan diskriminasi terhadap perempuan adalah;
1) Melaksanakan program sosial kemasyarakan (penyantunan janda, dan lansia)
2) Melakukan pembinaan pemudi Kabupaten Batubara.
3) Melakukan berbagai Penyuluhan-penyuluhan (Nelayan, Petani, Hukum dan Kesehatan)
4) Melakukan konsolidasi partai dan pendidikan politik kepada seluruh pengurus, anggota dan simpatisan Partai NasDem serta masyarakat sekitar di tingkat Desa/kelurahan se Kabupaten Batubara.
5) Mengupayakan para kader-kader perempuan partai dapat
1 Upaya PKS dalam rangka mewujudkan
Affirmative Action yaitu dengan
mempercayai bidang perempuan DPP PKS untuk mejalankan beberapa program–program nasional bersama bidang perempuan di DPW dan DPD PKS dan kegiatan para Perempuan PKS dikenal sebagai Gerakan Muslimah. Kegiatan-kegian dari program tersebut adalah;
1) Pelatihan Keluarga SAMARA (Sakinah Mawaddah wa Rahmah) 2) Pelatihan dan pendidikan Politik 3) Pelatihan Peningkatan Ekonomi
Keluarga 4) Pelatihan
Kepribadian/Pengembangan diri 5) Pelatihan Publik Speaking.
6) Pelatihan Bebas Buta Aksara Arab.
7) Pelatihan Entrepreneaurship/ Wirausaha.
8) Pelatihan tentang penggunaan IT. 9) Pelatihan tentang kesehatan
reproduksi.
10) Pertemuan Pimpinan Partai dengan keluarga dan anak-anak kader.
Keberhasilan kedua Partai Politik diatas mengupayakan penghapusan tindakan diskriminasi terhadap perempuan yang dikenal dengan Affirmative Action menjadi tolak ukur untuk para kaum perempuan yang ingin ikutserta dalam perpolitikan di Indonesia dengan memilih partai politik yang terus memperjuangkan perempuan. Dalam melakukan kegiatan-kegiatan Partai NasDem dengan para Gerakan-gerakan yang dibentuk bergerak sesuai dengan prinsip perjuangan yang di usung Partai NasDem yaitu restorasi Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai
memberikan peran nya dalam bermasyarakat dan memberikan perempuan jabatan-jabatan strategis di setiap perusahaan atau pemeritahan setempat.
6) Melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya partisipasi kaum wanita dalam bidang sosial politik.
11) Seminar Tatanan Keluarga dalam Islam (Keluarga Pilar Peradaban). 12) Training For Trainer (Sahabat
keluarga).
13) PKS Family Gathering.
14) Konsultasi Keluarga Nasional. 15) Community Development. 16) PKS Family EXPO.
17) Bersinergi Mewujudkan Program 18) Kunjungan Ke Fraksi PKS DPR
RI.
19) Sinergi dengan Lembaga atau organisasi Masyarakat.
20) Partisipasi Dalam the Internasional Conference on Family of The Islamic World.
gerakan perubahan pola pikir mayarakat Indonesia yang semakin bergantung dengan pemerintahan yang berpura-pura. Partai NasDem membuka seluas-luasnya keterlibatan rakyat dalam program partai melalui partisipasi secara sukarela dalam berbagai kegiatan partai termasuk untuk kaum perempuan. Dalam pelaksanaan Partai NasDem belum banyak melakukan kegiatan-kegiatan mengenai perempuan dengan dibentuknya Garnita Malahayati untuk membantu serta memberikan wadah yang luas untuk para kaum perempuan tetap saja para kaum perempuan masih kurang mendapatkan tempat yang baik serta strategis dalam perpolitikan.
Dalam upaya perjuangan penghapusan tindakan diskriminasi tehadap perempuan yang dilakukan Garnita malahayati belum banyak memberikan hasil dalam kehidupan kaum perempuan di perpolitikan. Masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki dalam mencapai tujuan partai yang ini mengembangkan kehidupan politik kebangsaan demokratis, partisipatif dan beradab dan memenuhi hak asasi manusia dan warga neraga Indonesia serta kembali menggerakkan kesetaraan gender dalam segala bidang di kehidupan politik Indonesia. Proggram-program nasional yang di usung Bidang perempuan belum dapat telaksana dengan seharusnya selain kader-kader perempuan yang belum paham mengenai politik juga kurang membangun katakter kader-kader perempuan untuk menjadi pemimpin yang mendapatkan kepercayaan lebih dari rakyat terhadap peran perempuan di pemerintahan kemudian dari tindakan-tindakan yang sudah
dilaksanakan Garnita malahayati masih berupaya untuk membangun gerakan wanita yang membawa andil kader-kader pria sehingga program kerja serta nilai-nilai kebijakan untuk kaum perempuan kurang produktif atau masih kurang seimbang nya tatanan peran perempuan dan laki-laki yang seharusnya dalam gerakan perempuan hanya untuk kader-kader perempuan sehingga berbagai perjuangaan perempuan Nasdem masih belum lepas dari kuatnya budaya politik untuk kaum laki-laki namun yang menjadi kelebihan kaum perempuan Partai NasDem sebagai partai baru Partai NasDem dianggap partai yang paling berkompenten dalam berjuang di pemilihan umum 2014 serta partai yang paling berambisi untuk menunjukkan tidak adanya perbedaan dari Partai lain yang sudah lama di perpolitikan Indonesia.
Berdeda dengan Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera sebagai partai yang melanglang buana diperpolitikan Indonesia sejak tahun 1998 dengan masih menggunakan nama awal partai Keadilan memiliki program-program bidang perempuan PKS dalam gerakan Muslimah terlihat jauh lebih memperjuangkan kaum perempuan walaupun. Selama ini, perempuan yang ikut dalam pencalonan legislatif ditempatkan di nomor urut sepatu padahal perempuan sejatinya memiliki hak yang sama untuk nomor urut. Kedudukan perempuan di partai politik terkait dengan sistem pengkaderan partai yang memang belum memberikan tempat, perhatian, serta peluang pada perempuan untuk tetap berpartisipasi dalam perpolitikan di Indonesia.
BAB IV PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Partisipasi politik perempuan dalam proses perpolitikan di Indonesia mengalami peningkatan pasca diberlakukannya UU Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik. Partisipasi politik perempuan dalam partai politik meliputi proses perumusan kebijakan, serta menjalankan kebijakan yang telah dirumuskan. Partisipasi politik perempuan berpengaruh terhadap partai politik dalam menjalankan program-program partai. Sejatinya partisipasi politik perempuan menjadi aspek penting dalam perpolitikan Indonesia dan setiap partai politik harus menyertakan perempuan dalam keanggotaan partai. Sebagaimana yang termuat dalam UU Nomor 31 Tahun 2002 pasal 13 ayat 3 yang menyatakan bahwa “Kepengurusan partai politik disetiap tingkatan dipilih secara demokratis melalui forum musyawarah partai politik sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender”.
Perbandingan partisipasi politik perempuan di Partai Nasdem dan PKS, dalam proses perumusan kebijakan kedua partai sama-sama memberikan kesempatan bagi kader perempuan untuk terjun langsung dalam proses perumusan kebijakan. Namun terdapat perbedaan dalam pemberian kesempatan terhadap partisipasi perempuan dalam proses perumusan kebijakan. Pertama, Partisipasi kader perempuan Partai Nasdem dalam perumusan kebijakan belum cukup besar karena partai ini masih tergolong partai baru sehingga kader perempuan kurang memahami tugas dan
fungsinya. Keikutsertaan perempuan dalam pembuatan kebijakan masih minim dan hanya sebagai perwakilan disebabkan karena hanya beberapa perempuan saja yang berperan aktif dan diikusertakan dalam rapat kerja bersama dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Kedua, partisipasi kader perempuan di PKS dalam perumusan kebijakan partai termasuk kebijakan mengenai perempuan terlihat lebih cekatan dan tanggap atas kebijakan mengenai perempuan dan pencegahan isu-isu negatif mengenai perempuan. Partisipasi politik kader perempuan dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan di tingkat pusat bukan sekedar pelengkap tetapi menjadi bagian penting dalam setiap perumusan kebijakan partai. Perempuan di PKS mendapatkan hak yang sama untuk berpartisipasi dalam proses perumusan serta dalam merumuskan kebijakan dan kemudian menjalankan program-program nasional yang telah dibuat. Karena partisipasi politik perempuan diharapkan dapat memberikan pencegahan dari konsidi-kondisi baik atau buruk dalam politik maupun ekonomi agar mampu menghapuskan tindakan diskriminasi terhadap perempuan.
Tindakan penghapusan diskriminasi terhadap perempuan atau disebut dengan Affirmative Action. Affirmative Action diusung oleh semua partai politik di Indonesia termasuk Partai Nasdem dan PKS. Di Partai Nasdem, tindakan proaktif untuk penghapusan diskriminasi dilakukan oleh partai politik bersama dengan bidang perempuan partai. Partai NasDem memiliki Garnita Malahayati yang bertujuan untuk mengupayakan kesetaraan gender dan menghapus tindakan diskriminasi terhadap
perempuan. Partai Nasdem dengan fokus kegiatan awal yaitu melakukan penerapan serta memperbaiki kesadaran para perempuan maupun laki-laki atas tindakan-tindakan diskrimasi itu sendiri, sampai saat ini sudah berjalan dengan baik namun perempuan masih belum mendapatkan posisi strategis untuk mengisi jabatan-jabatan penting di partai. Tatanan peran perempuan dan laki-laki yang belum seimbang sehingga gerakan perempuan yang seharusnya hanya untuk kader-kader perempuan belum lepas dari kuatnya budaya patriarkhi.
Sedangkan di Partai Keadilan Sejahtera dengan Gerakan muslimah dan salimah PKS, upaya affirmative action oleh PKS lebih mengedepankan hak-hak perempuan terutama dalam keluarga sehingga kaum perempuan dilibatkan dalam keputusan-keputusan dalam partai politik maupun dalam keluarga. Jika dilihat dari kegiatan penghapusan tindakan diskriminasi terhadap perempuan kental dengan kegiatan keluarga. Kader perempuan PKS ikut serta dalam kegiatan-kegiatan partai baik dalam perpolitikan di Indonesia maupun Luar Negeri. Sehingga keterlibatan kader perempuan PKS dalam kehidupan politik lebih besar dan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Partai Keadilan Sejahtera meyakini bahwa pemberdayaan perempuan harus didukung seutuhnya; lahir dan batin, dan dunia akhirat. Partisipasi politik perempuan yang relatif tinggi di PKS, tidak diikuti dengan representasi politik yang seimbang.
Kesetaraan gender merupakan salah satu wacana yang menjadi perhatian masyarakat luas karena akan banyak mehasilkan perubahan-perubahan serta menjadi penyeimbang pandangan terhadap laki-laki dan perempuan. Hampir semua partai di Indonesia mengedepankan kesetaraan gender. Partai Nasdem sebagai partai baru yang berbasis nasionalis mencetuskan gerakan perubahan dapat menjadi partai yang dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik untuk Indonesia dalam sektor manapun dengan tetap mengedepankan kesetaraan gender. Partai Nasdem tidak membeda-bedakan antara perempuan dan laki-laki untuk mengisi jabatan di partai. Perempuan diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan fungsional kepartaian diantara menjabat sebagai ketua-ketua divisi. Partai Nasdem bersama kader perempuan menjadi pengurus ke dalam bidang-bidang perempuan untuk menghilangkan kekerasan terhadap perempuan dengan tindakan penghapusan diskriminasi.
Partai Keadilan Sejahtera yang berbasis nasionalis religious menyatakan diri sebagai partai dakwah memperjuangkan islam sebagai solusi dari kehidupan berbangsa dan bernegara. PKS menghargai hak-hak perempuan melalui pendekatan individu hingga keluarga. Pemberian fasilitas untuk memperjuangkan kepentingan perempuan karena perempuan merupakan aktor penting untuk menjalankan fungsi sosial yang memerlukan keterlibatan keluarga. PKS memberi dukungan kepada kader-kader perempuan dengan mencanangkan program peningkatan kapasitas dan penguatan identitas perempuan Indonesia sejati. Namun dalam kepengurusan inti kepartaian, partisipasi perempuan masih sangat minim. Perempuan PKS belum diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan-jabatan strategis di tubuh partai.
Perempuan tetap menjadi posisi nomor dua dari kader laki-laki PKS oleh karena itu PKS konsisten memulikan perempuan. Namun dalam sebuah kekuasaan atau kepemimpinan, perempuan tidak bisa memimpin laki-laki merupakan pemimpin bagi perempuan sesuai dengan syariat Islam. Jika diuraikan menjadi kelemahan dan kelebihan dalam tiga topik besar dalam penelitian ini yaitu, Kelebihan untuk kedua partai atas partisipasi perempuan dalam perumusan kebijakan; Partai NasDem sebagai partai baru dapat melaksanakan program-program partai yang dirumuskan juga melalui proses sama seperti partai PKS yang juga memberikan kesempatan untuk kader-kader perempuan ikut serta dalam perumusan semua kebijakan partai termasuk kebijakan mengenai perempuan walaupun jumlah perempuan yang ikut dalam perumusan kebijakan berbeda. Dalam topik pandangan partai mengenai gender, kelebihan Partai Nasdem,terlihat bagaimana mereka memberikan tanggapan bahwa partai nasdem tidak ada membedakan hak kaum perempuan dengan laki-laki dengan istilah Partai NasDem menentang budaya Patriarkhi, Berbeda dengan Partai Nasdem, Pandangan PKS justru sebalikanya, sesuai dengan kodrat para kaum perempuan akan tetap menjadi penyeimbang dan laki-laki lah yang akan memegang kendali dari setiap kegiatan dan dengan tegas PKS setujua dengan budaya Patriarkhi. Topik terakhir yaitu Bagaimana Prtai Nasdem dan PKS menjalankan Affirmative Action disetiap kebijakan menganai perempuan. Partai Nasdem sebagai partai baru terlihat tidak memiliki banyak program-program mengenai perempuan sehingga tindakanyang dilakukan untuk penghapusan diskriminasi terhadap perempuan juga belum dapat dikatakan tepat sasaran. Disisi lain PKS yang termasuk partai yang mengutamakan pengkaderan secara sistematis dengan tujuan memberikan kader-kader yang tetap menjunjung tinggi visi-misi partai serta menjalankan setiap program sesuai dengan apa yang sudah diberikan oleh murabbi pada pelatihan-pelatihan yang dilakukan saat pengkaderan. Dengan prinsip memuliakan perempuan, PKS merumuskan kebijakan-kebijakan yang akan mewujudkan terhapusnya tindakan-tindkan diskriminasi
terhadap perempuan dan sampai saat ini, perempuan PKS di Indonesia terkenal dengan kesolidan dan selalu siap bersaing dalam perpolitikan Indonesia.
Dalam akhir penutup ini penulis tidak hanya membahas mengenai Partai NasDem dean PKS, tetapi bagaimana kedudukan perempuan di seua partai politik di Indonesia yang menurut saya ketika perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki dalam bidang politik di Indonesia tetap saya terlihat tidak adannya keseimbangan komposisi dianatar perempuan denganlaki-laki sekaligus ditambah oleh representasi masyarakat yang masih mengenai dengan budaya patriakhi sehingga tidak ada partai politik di Indoensia yang bisa menunjukkan bahwa mereka tidak bisa menetapkan bahwa perempuan juga memiliki hak yang sama untuk ikutserta dalam perpolitikan di Indonesia. menurut penulis jika penerapan kuota 30% tidak akan banyak memberikan pengaruh terhadap peningkatan keterwakilan perempuan karena dapat dipahami jika jumlah partai politik peserta pemilu sedikit maka peluang terpilihnya calon perempuan akan sedikit karena perolehan kursi cenderung semakin banyak didapatkan oleh calon laki-laki yang diusung partai politik, tidak bisa dipungkiri dengan tingkat kepercayaan masyarakat yang cenderung memilih calon laki-laki sehingga calon perempuan yang berkualitas tetap tidak bisa dipastikan untuk ikutserta atau berpartisipasi dalam perpolitikan Indonesia.
4.2 SARAN
Perlu adanya Upaya membangun kesadaran peran dan partisipasi politik perempuan di Kabupaten Batuabara secara sadar untuk melaksanakan tujuan-tujuan program partai secara maksimal. Perlu adanya upaya membangun kesadaran kritis dalam mempengaruhi serta mengontrol jalannya pemerintahan dengan menjalin komunikasi antara perempuan-perempuan aktif dengan menjadi wadah mempersatukan apresiasi dan meningkatkan keterwakilan perempuan dalam politik.
Partai NasDem dan PKS diharapkan meniingkatkan jumlah pejabat terpilih perempuan di tingkat nasional, provinsi dan lokal, kemudia dapat memastikan posisi-posisi strategis untuk perempuan dalam partai maupun pemerintahan kemudia tetap mengedepankan kesetaraan gender dalam pelaksanaan program-proram partai.