• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Capaian Kinerja sampai dengan Tahun 2015 dengan Target Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN (Halaman 40-52)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi

A.4. Perbandingan Capaian Kinerja sampai dengan Tahun 2015 dengan Target Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Profil capaian Standar Pelayanan Minimal Urusan Ketahanan Pangan Kota Blitar Tahun 2014 sesuai indikator berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 65/PERMENTAN/OT.140/12/2010 selengkapnya dapat dilihat pada Tabel berikut ini :

No. Jenis Pelayanan Dasar

Indikator Kinerja Target akhir SPM Tahun 2015 Capaian s/d Tahun 2015 A. Ketersediaan dan Cadangan Pangan 1 Ketersediaan Energi dan Protein Per Kapita 90 178.36 2 Penguatan Cadangan Pangan 60 100 B. Distribusi dan Akses Pangan 3 Ketersediaan Informasi Pasokan, Harga dan Akses Pangan di Daerah 90 81,79 4 Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan 90 100 C. Penganekaragaman dan Keamanan Pangan

5 Skor Pola Pangan Harapan (PPH) 90 80,48 6 Pengawasan dan Pembinaan Keamanan Pangan 80 100 D. Penanganan Kerawanan Pangan 7 Penanganan Daerah Rawan Pangan 60 0

Rata-rata capaian indikator 82,85 92,52

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian No. : 65/PERMENTAN/OT.140/12/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Ketahanan Pangan, terdapat

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 41 empat jenis pelayanan dasar yang wajib diselenggarakan dalam urusan Ketahanan Pangan, yaitu :

4. Ketersediaan dan Cadangan Pangan. 5. Distribusi dan Akses Pangan.

6. Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan. 7. Penanganan Dearah Rawan Pangan.

Selama Tahun 2015, capaian kinerja Kota Blitar dalam penyelenggaraan keempat jenis Pelayanan Dasar tersebut dapat dilaporkan sebagai berikut :

1. Ketersediaan dan Cadangan Pangan.

Ketersediaan pangan adalah tersedianya pangan dari hasil produksi dalam Daerah, pasokan dari luar Daerah dan cadangan pangan. Ketersediaan pangan berfungsi untuk menjamin pasokan pangan dalam memenuhi kebutuhan seluruh penduduk baik dari segi kuantitas, kualitas, keragaman dan keamanannya. Selama Tahun 2015 terjadi peningkatan ketersediaan pangan sebesar 875,5 ton dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya produksi padi dan jagung Kota Blitar selama Tahun 2015. Dengan total ketersediaan pangan sebesar 43 ribu ton dapat menjamin pangan bagi penduduk Kota Blitar pada Tahun 2015 sebesar 0,30 ton/th/jiwa, meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 0,29 ton/th/jiwa.

Dari segi kandungan nilai gizi, ketersediaan pangan diukur dengan rata-rata prosentase ketersediaan energi dan protein dibandingkan dengan rekomendasi tingkat ketersediaan energi sebesar 2.200 kkal/kapita/hari dan tingkat ketersediaan protein sebesar 57gram/kapita/hari. Rata-rata prosentase ketersediaan energi dan protein Kota Blitar pada Tahun 2015 adalah sebesar 178,36%, artinya sudah melebihi standar kecukupan yang direkomendasikan. Meskipun mengalami penurunan dibanding Tahun 2014, akan tetapi capaian ini sudah jauh melampaui target Standar Pelayanan Minimal (SPM) Nasional pada Tahun 2015 yaitu sebesar 90%.

Terdapat peningkatan signifikan dalam hal penyediaan cadangan pangan Pemerintah Kota Blitar pada Tahun 2015 dibandingkan Tahun 2014. Berdasarkan data SUB DOLOG Blitar, pada Tahun 2014 tidak terdapat cadangan pangan pemerintah Kota Blitar, sedangkan pada Tahun 2015 telah terdapat cadangan

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 42 pangan sebesar 100 ton ekuivalen beras. Standar cadangan pangan yang harus disediakan pemerintah kota/kabupaten minimal sebesar 100 ton ekuivalen beras, sehingga capaian Kota Blitar telah memenuhi 100% standar Nasional. Secara umum capaian ketersediaan pangan Kota Blitar Tahun 2014-2015 dapat dilihat pada tabel berikut.

Capaian Ketersediaan Pangan Kota Blitar Tahun 2014-2015

NO. INDIKATOR CAPAIAN

2014

CAPAIAN 2015 1 Rata-rata ketersediaan

pangan utama per tahun (ton)

42.127,29 43.001,82

2 Ketersediaan pangan per jiwa (ton/th/jiwa)

0,29 0,30 3 Ketersediaan energi dan protein (%) 181,24 178,36 4 Penguatan cadangan pangan pemerintah (%) 0 100

2. Distribusi dan Akses Pangan.

Salah satu kewajiban Pemerintah Kota adalah menjamin kelancaran distribusi dan akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok. Tingkat kelancaran distribusi dicerminkan dari stabilitas harga selama setahun. Stabilitas harga pangan pokok diukur dengan Nilai Koefisien Antar Waktu (KVAW) dengan hasil sebagaimana tabel berikut :

Nilai Koefisien Variasi Antar Waktu (KVAW) Bahan Pangan Strategis Tahun 2015

No. Bahan Pangan Nilai

KVAW (%) Ambang Maksimal KVAW (%) 1 Beras 1,09 5 2 Minyak goreng 1,51 5

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 43 3 Gula 4,81 5 4 Jagung pipilan 3,35 10 5 Kedelai 2,58 10 6 Bawang merah 11,8 25 7 Cabai 19,9 25

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa selama Tahun 2015 terjadi fluktuasi harga bahan pangan strategis di Kota Blitar, tetapi kisarannya tidak melebihi ambang batas maksimal yang disyaratkan secara Nasional. Artinya fluktuasi harga yang terjadi di Kota Blitar masih relatif wajar dan belum memerlukan intervensi khusus dari pemerintah.

3. Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan.

Pola konsumsi pangan masyarakat diarahkan menuju pemanfaatan pangan secara Beragam, Bergizi, Berimbang, Sehat, Aman dan Halal (3BSAH), agar menjamin tumbuhnya masyarakat yang sehat dan cerdas. Pemerintah berkewajiban untuk melakukan pemantauan dan pembinaan pola konsumsi serta keamanan pangan segar yang beredar di masyarakat secara berkelanjutan. Tingkat konsumsi pangan masyarakat dicerminkan dari hasil penghitungan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi, Angka Konsumsi Energi, Prosentase Konsumsi Energi serta Prosentase Pengawasan Keamanan Pangan Segar, seperti tertera pada tabel berikut :

Capaian Konsumsi dan Pengawasan Keamanan Pangan Kota Blitar Tahun 2014-2015

No. Indikator Capaian

2014

Capaian 2015

1 Skor PPH Konsumsi 83,30 88,70

2 Angka Konsumsi Energi

(kkal/kapita/hari) 1.771 1.788

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 44 Energi (%)

4 Pengawasan keamanan

pangan segar (%) 100 100

Sesuai tabel di atas, terjadi kenaikan Skor PPH Konsumsi dari 83,30 pada Tahun 2014, menjadi 88,70 pada Tahun 2015. Ini berarti terjadi peningkatan pola konsumsi masyarakat Kota Blitar menuju pola konsumsi ideal (Skor PPH maksimal = 100). Dari segi asupan gizi, tingkat konsumsi masyarakat Kota Blitar juga meningkat, tercermin dari Angka Konsumsi Energi sebesar 1.771 kkal/kapita/hari pada Tahun 2014 menjadi 1.778 kkal/kapita/hari pada Tahun 2015. Angka tersebut telah memenuhi 89,4% Angka Kecukupan Energi (AKE) Nasional sebesar 2.000 kkal/kapita/hari. Berdasarkan klasifikasi Departemen Kesehatan RI, angka tersebut termasuk dalam kriteria tingkat konsumsi DEFISIT RINGAN (80%-90%).

Pengawasan keamanan pangan segar dilakukan dengan cara mengambil sampel pangan segar yang beredar di masyarakat untuk diuji di laboratorium agar diketahui tingkat cemaran bahan-bahan yang berbahaya untuk dikonsumsi. Selama Tahun 2015 telah dilakukan uji laboratorium terhadap 40 sampel pangan segar dan dinyatakan 100% bebas residu pestisida dan AMAN DIKONSUMSI.

4. Penanganan Daerah Rawan Pangan.

Kerawanan pangan adalah suatu kondisi ketidakcukupan pangan yang dialami daerah, masyarakat atau rumah tangga pada waktu tertentu untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologis bagi pertumbuhan dan kesehatan masyarakat.

Kondisi kerawanan pangan dipantau secara berkala oleh Pemerintah Kota dengan membentuk Tim Pelaksana Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG). SKPG adalah sistem deteksi dini dan pengelolaan informasi tentang situasi pangan dan gizi secara berkala. SKPG diukur dengan tiga indikator, yaitu : pertanian (ketersediaan pangan), kesehatan (status gizi balita) dan sosial ekonomi (data kemiskinan). Hasil Laporan SKPG Tahun 2015, di Kota Blitar terdapat 0,29% penduduk rawan pangan berdasarkan indikator kesehatan (status gizi Balita = BALITA GIZI KURANG).

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 45 A.5. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Pencapaian Perencanaan Kinerja Pencapaian Perencanaan Kinerja yang telah ditetapkan merupakan hasil dari pelaksanaan Program dan Kegiatan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan selama Tahun Anggaran 2015, yaitu :

1. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya.

a. Kegiatan Rehabilitasi / Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Realisasi kegiatan :

- Pembangunan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) sepanjang 7.835 meter di 38 titik lokasi serta pembangunan 22 unit pintu air/dam parit selama Tahun 2015. Selain itu, penyediaan irigasi air tanah terutama untuk kebutuhan di musim kemarau juga telah diusahakan dengan dibangunnya 20 titik sumur bor lengkap dengan pompa air diesel, pompa air portabel beserta rumah pompa di lahan sawah aset Pemerintah Kota Blitar.

2. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan.

b. Kegiatan Penyediaan Sarana Produksi Pertanian

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya rapat koordinasi Tim pengawas pupuk bersubsidi dan pendampingan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di 19 Gapoktan Kelurahan.

- Terlaksananya Rapat Mutasi Lahan.

8. Program Pembinaan Lingkungan Sosial (Pertanian).

a. Kegiatan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau.

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 46 - Terlaksananya hibah bantuan kepada kelompok tani berupa : 18 paket

alat produksi / budidaya pertanian, 1 paket alat pengolahan pangan dan 4 paket sarana optimalisasi lahan pekarangan.

b. Kegiatan Pembinaan Kemampuan dan Ketrampilan Kerja Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau.

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) Padi bagi 3 Gapoktan Kecamatan.

- Terlaksananya Farm Field Day (FFD)/Panen Raya Padi di Kelurahan Tanggung.

- Terlaksannaya pelatihan hidroponik diikuti 60 orang peserta.

- Terlaksananya jejaring kerja hidroponik ke Bali diikuti 80 orang peserta.

3. Program Lingkungan Sosial (Perikanan)

a. Kegiatan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau.

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya hibah bantuan kepada kelompok perikanan berupa : 7 paket alat budidaya ikan dan 2 paket alat pengolah hasil ikan.

b. Kegiatan Pembinaan Kemampuan dan Ketrampilan Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau.

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya pelatihan pembuatan probiotik ikan (30 orang), pelatihan pembuatan pellet ikan (30 orang), pelatihan pembenihan ikan (30 orang), pelatihan pengendalian hama penyakit ikan (30 orang) dan jejaring kerja perikanan ke Sukabumi (90 orang).

4. Program Lingkungan Sosial (Peternakan)

a. Kegiatan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau.

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 47 Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya hibah bantuan kepada kelompok peternakan berupa : 2 paket alat pengolahan pangan hasil peternakan, 4 paket alat produksi biogas, 1 paket sarana budidaya burung kenari.

b. Kegiatan Pembinaan Kemampuan dan Ketrampilan Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau.

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya pelatihan pembuatan pakan kambing (30 orang), pelatihan pembuatan pakan sapi (30 orang), pelatihan budidaya kroto (30 orang), pelatihan pembuatan pupuk organik (30 orang) dan pelatihan pengolahan susu (30 orang).

5. Program Lingkungan Sosial (Ketahanan Pangan)

a. Kegiatan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau.

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya hibah bantuan sarana optimalisasi pekarangan dengan model Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebanyak 5 paket.

b. Kegiatan Pembinaan Kemampuan dan Ketrampilan Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau.

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya pelatihan pemanfaatan pekarangan dengan model KRPL (150 org).

- Terlaksananya jejaring kerja KRPL ke Jawa Tengah.

6. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

a.Kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 48 - Terlaksananya monitoring pelaksanaan Program Peningkatan Usaha

Agribisnis Perdesaan (PUAP).

b.Kegiatan Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya fasilitasi legalisasi Kelompok Tani. - Terlaksananya evaluasi kelas kelompok tani.

- Terlaksananya fasilitasi administrasi kelembagaan kelompok tani.

7. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan

a.Kegiatan Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian/Perkebunan

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya penyusunan Programma Penyuluhan Tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Kota.

- Terlaksananya penyusunan Monografi Pertanian Kelurahan sebanyak 21 kelurahan.

- Terlaksananya demplot budidaya cabai di BPP Kec. Sananwetan.

8. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian

a.Kegiatan Promosi atas Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan Unggulan Daerah

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya keikutsertaan dalam Pameran Hari Krida Pertanian di Surabaya.

- Terlaksananya Lomba Pangan Olahan Tingkat Kota Blitar.

- Terlaksananya keikutsertaan dalam Lomba Pangan Olahan Tingkat Provinsi Jatim.

- Terlaksananya Lomba Bonsai Tingkat Kota. - Terlaksananya partisipasi dalam AGRINEX EXPO. - Terlaksananya partisipasi dalam GEBYAR PERBENIHAN. - Terlaksananya Intorduksi olahan hasil tanaman pangan.

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 49 b.Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pasar Kecamatan/Pedesaan Produksi Hasil Pertanian/Perkebunan

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya pembangunan saluran irigasi di 4 lokasi.

- Terlaksananya penyediaan sarana pendukung Kebun Produksi (genzet).

9. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan

a.Kegiatan Penyuluhan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna.

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya pembinaan Gapoktan sebanyak 12 kali di 3 kecamatan. - Terlaksananya pertemuan Forum KWT 4kali x 3 kecamatan.

- Terlaksananya reorganisasi KTNA.

- Terlaksananya Sekolah Lapang Tata Guna Air (SLTGA).

- Terlaksananya pembangunan Gubug Sarasehan Petani di Kel. Karangsari.

b.Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna.

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya operasionalisasi Kebun Produksi Hortikultura selama 12 bulan.

9 Program Pengembangan Budidaya Perikanan

a.Kegiatan Pendampingan pada Kelompok Tani Pembudidaya Ikan

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya pembinaan kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN) sebanyak 23 kelompok.

- Terlaksananya pelatihan budidaya lele dengan teknologi booster & bioflock.

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 50 Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya Blitar Koi Show di BBI Kota Blitar.

- Terlaksananya keikutsertaan Kota Blitar dalam event All Indonesian Koi Show di Jakarta.

- Terlaksananya keikutsertaan Kota Blitar dalam event Jatim Expo.

- Terlaksananya kontes ikan Cupang di Pusat Agribisnis Ikan Hias Kota Blitar. - Terlaksananya Lomba Masak Ikan tingkat Kota diikuti oleh 24 peserta dari

21 TP PKK Kelurahan dan 3 TP PKK Kecamatan se-Kota Blitar.

- Terlaksananya keikutsertaan Kota Blitar dalam Lomba Masak Berbahan Ikan tingkat Provinsi Jawa Timur.

- Terlaksananya Mancing Ikan Gratis bersama Walikota Blitar, diikuti seluruh SKPD, FORPIMDA dan masyarakat, bertempat di Kolam Pemancingan BBI Kota Blitar.

- Terlaksananya Bursa Ikan Hias di PIAIH Kota Blitar.

- Terlaksananya Sosialisasi Gemar Makan Ikan di 3 Pondok Pesantren dan 2 Sekolah Dasar.

c.Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Perikanan (DAK IKAN)

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya perbaikan sarana pokok BBI sebanyak 4 paket. - Terlaksananya perbaikan sarana prasarana PIAIH sebanyak 4 paket. - Terlaksananya pengadaan sarana laboratorium sebanyak 9 item. - Terlaksananya pengadaan induk & pakan ikan di BBI.

- Terlaksananya pengadaan sarana penunjang BBI 10 item.

- Terlaksananya hibah alat pengolahan hasil ikan sebanyak 3 paket.

10. Program Peningkatan Ketahanan Pangan

a. Kegiatan Laporan Berkala Kondisi Ketahanan Pangan

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 51 - Terlaksananya penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM) Kota Blitar

Tahun 2015.

b. Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan untuk Pengembangan Pangan

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya pembinaan dan pendampingan terhadap Kelompok Wanita Tani penerima bantuan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di 3 Kelurahan.

- Terlaksananya sosialisasi Karangkitri.

- Terlaksananya Lomba KRPL Tingkat Kota Blitar.

c. Kegiatan Penyuluhan Sumber Pangan Alternatif

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya introduksi pengolahan pangan berbahan umbi-umbian kepada 30 orang peserta dari kalangan ibu rumah tangga.

- Terlaksananya Lomba Cipta Menu Tingkat Kota Blitar yang diikuti oleh 24 kelompok peserta berasal dari 21 TP PKK Kelurahan dan 3 TP PKK Kecamatan.

- Terlaksananya keikutsertaan dalam Lomba Cipta Menu Tingkat Provinsi Jawa Timur dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS).

d. Kegiatan Analisis dan Penyusunan Pola Konsumsi dan Suplai Pangan

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya survey dan kajian analisis pola konsumsi pangan masyarakat Kota Blitar Tahun 2015.

e. Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Pasar

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya penyediaan data hasil survey harga pasar komoditas pangan strategis selama 52 minggu.

DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR 52 Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya pengujian laboratorium terhadap sampel buah dan sayur yang diperdagangkan untuk mengetahui tingkat keamanan pangan yang akan dikonsumsi masyarakat.

11. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

a. Kegiatan Pengembangan Agribisnis Peternakan

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya pelayanan terpadu kesehatan ternak di 7 lokasi.

- Terlaksananya Sosialisasi Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU).

12. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak

a. Kegiatan Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak

Realisasi kegiatan :

- Terlaksananya pemeriksaan hewan qurban sebanyak 1.200 ekor kambing dan 350 ekor sapi.

- Terlaksananya pengujian sampel Bahan Asal Hewan (BAH) sebanyak 53 sampel.

- Terlaksananya pengujian sampel pemalsuan daging sapi sebanyak 5 sampel.

- Terlaksananya pengadaan alat dan bahan obat penanganan penyakit Antraks.

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN (Halaman 40-52)

Dokumen terkait