• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Cara Belajar Tradisional Dengan Cara Belajar

BAB II DASAR-DASAR PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

A. Perbandingan Cara Belajar Tradisional Dengan Cara Belajar

Untuk melihat cara manakah yang lebih efisien dan efektif dari kedua cara ini kita coba memperbandingkan keduanya.

1. Belajar dengan cara tradisional (pada teacher’s centered learning)

a. Mahasiswa lebih banyak mencatat dan mendengarkan b. Kemampuan mahasiswa selalu dianggap sama

c. Mahasiswa diajar secara klasikal

d. Penilaian terhadap kemajuan mahasiswa selalu bersamaan e. Dosen menjadi pusat/sumber belajar dan memberi ceramah f. Belajar/mengajar terikat pada ruang kelas.

2. Belajar dengan modul (pada student centered learning):

a. Mahasiswa belajar sendiri dengan modul dan mahasiswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran dan menjadi titik pusat kegiatan belajar mengajar. b. Mahasiswa dibina sesuai tingkat kemampuannya baik individual maupun

kelompok.

c. Penilaian terhadap kemajuan mahasiswa secara individual/kelompok d. Dosen berfuingsi sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran . e. Belajar mengajar tidak terlalu terikat pada ruang kelas

3. Pembelajaran dengan modul ternyata lebih baik dalam hal-hal berikut :

a. Memberi motivasi belajar yang kuat untuk mencapai tujuan pembelajaran dan minat mahasiswa meningkat dalam proses pembelajaran.

b. Mahasiswa dapat belajar menurut kecepatan belajar masing-masing, sehingga mahasiswa yang cepat tidak terhambat oleh mahasiswa yang lambat, sebaliknya mahasiswa yang lambat tidak merasa tertekan untuk mengejar mahasiswa yang cepat.

c. Dosen mempunyai waktu,membantu mahasiswa yang mempunyai kesulitan belajar

d. Mahasiswa lebih memungkinkan dapat menerapkan hasil belajarnya pada situasi kehidupan nyata dengan menyimpulkan sendiri prinsip dan konsep dalam situasi yang menyerupai situasi kehidupan sebenarnya dari pada hanya sekedar menghafalkan saja.

e. Mahasiswa dapat memperoleh informasi berulang-ulang tentang kemajuan belajarnya karena mereka harus memperbaiki semua kesalahanyang mereka alami dalam pembelajaran.

f. Dosen akan menggunakan metode-metode belajar yang paling efisien seperti melalui buku, kertas LK, hardcopy, e-learning; internet, website dan sebagainya.

B. Ciri-Ciri Pembelajaran Individual/Kelompok Dengan Modul

Disini dicoba memberikan beberapa ciri-ciri pembelajaran dengan modul:

1. Modul merupakan paket pembelajaran yang bersifat self instructional. Pengajaran modul menggunakan paket pembelajaran yang memuat konsep atau unit dari bahan pembelajaran. Mahasiswa diberi kesempatan belajar menurut irama dan kecepatan masing-masing. Dasar pengembangan modul ialah bahwa pembelajaran dengan modul itu merupakan proses yang harus dilakukan oleh mahasiswa sendiri.

2. Pengakuan atas perbedaan-perbedaan individual.

Pada pembelajaran klasikal, perbedaan individual tidak mungkin mendapat pelayanan yang semestinya dari dosen, pembelajaran cenderung menyamaratakan, perbedaan perorangan yang mempunyai pengaruh penting terhadap proses pembelajaran yaitu perbedaan kemampuan intelektual, perbedaan latar belakang akademik dan perbedaan gaya belajar. Modul yang bersifat self instructional itu sangat sesuai untuk menanggapi kebutuhan dan perbedaan individual mahasiswa. Sehingga sebagian modul disusun untuk diselesaikan oleh mahasiswa secara perseorangan, dan ada pula disusun untuk diselesaikan oleh mahasiswa dalam bentuk kelompok.

3. Rumusan tujuan pembelajaran secara eksplisit.

Tiap modul memuat rumusan tujuan pembelajaran yang spesifik.

Rumusan tujuan ini sangat berguna bagi penyusunan modul, bagi dosen dan bagi mahasiswa sendiri untuk mengarahkan proses belajar mereka.

Rumusan tujuan ini berguna juga buat menyusun item tes guna mengevaluasi hasil belajar mahasiswa.

4. Penggunaan berbagai macam media (multimedia)

Pengajaran dengan modul dapat menggunakan berbagai macam media guna menanggapi perbedaan-perbedaan mahasiswa terhadap berbagai media pembelajaran.

Media yang digunakan antara lain:

a. Bahan Cetakan : buku modul,buku teks/referensi yang ditetapkan, atau didownload dari internet dengan website dan sebagainya.

b. Bahan Visual /Audio: diagram, foto, slide, website dan rekaman/tape,dan sebagainya.

c. Benda/alat Tiruan atau benda yang sebenarnya

d. Interaksi langsung antara dosen dengan mahasiswa dan antara sesama mahasiswa.

5. Partisipasi mahasiswa.

Parrtisipasi dari pada mahasiswa, dapat dicapai; karena dengan pembelajaran dengan modul ini mahasiswa secara aktif berpartisipasi dalam proses belajar, sedangkan kalau dengan tehnik ceramah perhatian anak hanya mampu ditarik sekitar 10% dari jumlah mahasiswa di kelas.

6. Adanya reinforcement langsung terhadap response mahasiswa, dimana mahasiswa secara langsung dapat mengetahui jawaban-jawaban yang benar dalam kegiatannya, dan juga mendapat koreksi langsung terhadap kesalahan yang dilakukan mahasiswa dapat secara langsung dan terus-menerus mencocokkan hasil pekerjaannya dengan kunci jawaban yang ada. Hal ini tentu tidak terjadi pada pengajaran klasikal biasa.

Sekarang kita lihat apa batasan modul itu?

C. Batasan Modul

Yang kita maksudkan dengan modul adalah Modul pembelajaran (instructional

module). Selanjutnya untuk memudahkan, kita sebut saja dengan singkat Modul.

Di bawah ini disajikan beberapa buah definisi tentang modul.

1. Menurut James D. Russel “A module is an instructional package dealing with a single conceptual unit of subject matter. It is an attempt to individualize learning by enabling the student to master one unit of content before moving to another”ii 2. Sedang menurut R.M. Thomas dalam memberikan definisi modul ini dapat

diberikan dalam dua kategori yaitu secara umum dan secara terperinci.

Secara umum dia mendefinisikan “A Module is a package of suggestions for teachers and learning materials for students that can be used for persuing specified learning goals for a period of time that may be as short as fifteen minutes or as long as six or light class periods distributed over a series of three or four weeks

Jadi “Modul” adalah suatu satuan pelajaran yang telah direncanakan dan ditulis secara operational, sistematis yang isinya meliputi:

a. Rumusan tujuan-tujuan pelajaran yang secara khusus harus dikuasai para mahasiswa setelah menyelesaikan satuan pelajaran tersebut.

b. Pokok-pokok bahan yang akan dipelajari oleh para mahasiswa sampai selesainya satuan pelajaran tersebut

c. Daftar alat pelajaran yang harus disediakan dan digunakan dalam proses belajar mengajar

d. Rumusan kegiatan-kegiatan belajar yang harus dilakukan oleh para mahasiswa dalam bentuk:

Teks materi yang berisi bacaan dan petunjuk-petunjuk belajar yang harus diikuti oleh para mahasiswa dan

Lembaran kerja yang berisi tugas-tugas yang harus diselesaikan sehubungan dengan satuan kegiatan mahasiswa tersebut.

e. Kunci lembaran kerja yang berisi petunjuk-petunjuk tentang jawaban atau cara penyelesaian tugas yang benar.

f. Lembaran tes untuk mengukur tingkat penguasaan mahasiswa terhadap bahan yang telah dipelajari yang dilengkapi dengan lembaran jawaban

g. Kunci lembaran tes yang berisi petunjuk tentang jawaban-jawaban yang benar Secara singkat modul dapat didefinisikan sebagai berikut:

Modul ialah suatu satuan program belajar-mengajar yang dapat dipelajari oleh mahasiswa dengan bantuan yang minimal dari pihak dosen, satuan program ini meliputi; tujuan yang harus dicapai secara jelas, petunjuk kegiatan yang harus dilakukan, materi dan alat-alat yang dibutuhkan, alat penilaian guna mengukur keberhasilan mahasiswa dalam mengerjakan satuan tersebut.

D. Komponen-Komponen Modul

Komponen modul meliputi;

1. Pedoman/petunjuk untuk dosen

2. Lembaran Kegiatan mahasiswa (buku teks) 3. Lembaran Kerja

4. Kunci lembaran kerja 5. Lembaran tes

6. Kunci lembaran tes

Isi dan tujuan dari masing-masing komponen ini kita bicarakan berikut ini:

1. Pedoman/Petunjuk untuk dosen

Pedoman/petunjuk untuk dosen ini terdiri dari: a. Topik modul: Pokok materi yang dibahas b. Tujuan yang ingin dicapai

c. waktu yang diperlukan, tingkat berapa,

d. Prosedur pembelajaran modul, kegiatan dosen dan mahasiswa serta alat yang dipergunakan

e. Penilaian, prosedur dan alat evaluasinya.

2. Lembaran Kegiatan Mahasiswa/sumber pelajaran

Lembaran kegiatan mahasiswa/sumber pelajaran atau sebagai buku teks, yang berisi tentang:

Petunjuk bagi mahasiswa mengenai topik yang dibahas dan waktu:

Tujuan berupa TIK; Pokok-pokok materi dan rinciannya: alat pelajaran yang Dipergunakan.

Petunjuk mengenai langkah-langkah kegiatan belajar yang harus ditempuh melalui petunjuk padaLembaran Kerja.

Lembaran kagiatan Mahasiswa ini ditulis/dikembangkan oleh dosen dari buku teks yang ada. Lembaran kegiatan ini dapat juga langsung berupa buku teks/refernsi yang ditetapkan. Sehingga lembaran kerja yang disusun dosen, dikerjakan oleh mahasiswa langsung bersumber dari buku teks tersebut.

3. Lembaran Kerja, berisi tentang :

Tugas-tugas dan persoalan-persoalan yang harus dikerjakan oleh mahasiswa dalam mempelajari materi perkuliahan dari sumber belajar ataupun mengerjakan tugas yang diminta langsung dari buku sumber /buku referensi yang ditetapkan. Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Yang Berpusat Pada Mahasiswa (SCL) 17

Lembaran Kerja ini dapat tertulis dapat lisan ataupun melalui internet dengan e-learning dan website.

4. Kunci Lembaran Kerja

Berisi jawaban dari tugas-tugas dan persoalan yang terdapat di dalam lembaran kerja dari kunci lembaran kerja ini mahasiswa dapat mengoreksi hasil kerjanya.

5. Lembaran Tes

Berisi soal-soal untuk menguji tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mempelajari bahan yang disajikan dalam modul tersebut.

6. Kunci Lembaran Tes

Pada kunci ini ditemukan jawaban yang benar untuk setiap soal yang ada dalam lemabaran tes, yang digunakan untuk mengoreksi hasil tes mahasiswa.

E. Komponen Modul Yang Disiapkan Dosen Sebagai Sarana Belajar Mahasiswa

Dalam pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dengan menerapkan pembelajaran dengan Modul secara sederhana praktis dan singkat, adalah dengan cara:

1. Dosen yang tetap menggunakan buku teks /referensi sebagai “sumber belajar” atau pada sitem modul disebut komponen “Lembaran Kegiatan Mahasiswa” yang sudah mengandung Pedoman/ petunjuk Dosen dan sumber belajar mahasiswa”.

Jadi buku teks/referensi mata kuliah itulah dipandang sebagai komponen modul berupa: Pedoman/ Petunjuk dosen dan Lembaran kegiatan Mahasiswa.

2. Komponen berikutnya yang disiapkan dosen adalah “Lembaran Kerja/Worksheet” (LK) yang berisi tentang: Tugas-tugas dan soal yang harus dikerjakan oleh mahasiswa dalam mempelajari bahan ajar /buku teks yang ditetapkan dosen ataupun LK ini dapat pula diberi dengan lisan, mahasisiwa diminta mengerjakan tugas langsung oleh dosen mata kuliah.

3. Komponen berikutnya adalah Kunci Lembaran Kerja tentang: jawaban dari tugas-tugas dan persoalan yang terdapat di dalam lembaran kerja. Dari kunci lembaran kerja ini mahasiswa dapat mengoreksi hasil kerjanya.

Sehingga secara singkat dapat dilakukan Pembelajaran dengan Modul tersebut dapat berlangsung jika tiga komponen modul sudah ditetapkan dan disiapkan oleh Dosen yaitu Buku teks, Lembaran Kerja dan Kunci lembaran kerja.

Komponen modul lainnya seperti Lembaran tes dan kunci lembaran tes dapat saja tidak perlu disiapkan dulu,jika dosen menginginkan para mahasiswa dalam proses belajarnya saja yang pakai modul sedang tes /ujian tetap bersama sama seperti biasa. Hal ini karena UAI masih menganut adanya Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) yang dilaksanakan secara bersamaan bagi seluruh mahasiswa, dan telah ditetapkan waktunya.

Tapi jika seorang dosen ingin menerapkan system Pembelajaran dengan Modul secara lengkap agar mahasiswa belajar sesuai dengan waktu dan kemampuan masing-masing, maka Lembaran tes dan kunci lembaran tes perlu disiapkan oleh dosen. Hal ini diserahkan kepada dosen masing-masing sistem mana yang mau dilaksanakan.

BAB VI

CARA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DENGAN MODUL

Untuk mengetahui bagaimana cara pelaksanaan pembelajaran dengan modul ini kami akan uraikan bagaimana urutan penggunaan atau pelaksanaan modul pada sesuatu pertemuan, bagaimana peranan dosen dan cara penggunaan fasilitas dan perlengkapannya.

A. Pelaksanaan Modul Pada Pertemuan Di Kelas

Untuk memperoleh ilustrasi pelaksanaan pembelajaran dengan modul pada suatu pertemuan atau pada suatu jam pelajaran kita coba memberikan langkah-langkah yang harus diikuti oleh dosen maupun mahasiswa sebagai berikut:

Pertama Dosen mempelajari petunjuk yang ada baik pada buku teks maupun petunjuk lainnya dan menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu modul, untuk menyiapkan alat ini sebaiknya kerjasama dengan/dibantu oleh mahasiswa dan atau Laboran.

Kedua Dosen memberikan pengarahan singkat tentang tugas mahasiswa dalam pembelajaran modul tersebut dan sekaligua memberikan/menjelaskan Lembaran Kerja/ Worksheet.

Ketiga Mahasiswa membaca teks atau buku sumber yang ditetapkan dan mengerjakan tugas-tugas yang ada pada lembaran kerja. Pada saat itu hendaklah dosen berkeliling mengamati kegiatan mahasiswa sambil memberikan bantuan secara individu jika diperlukan.

Keempat Dosen memberikan kunci lembaran kerja kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas dalam lembaran kerja. mahasiswa memeriksa hasil kerjanya berdasarkan kunci yang ada, dan memperbaiki jawaban yang salah setelah mempelajari kembali bagian teks yang salah itu.

Kelima Mahasiswa yang telah menyelesaikan modul dengan baik pada lembaran kerjanya dapat meminta lembaran kerja Topik modul berikutnya pada dosen. Dan atau sekaligus mengerjakan Lembaran kerja untuk topik yang bersangkutan. Dan seterusnya sampai selesai seluruh modul perkuliahan semester yang terkait. Tetapi Jika telah tersedia Lembaran tes (tes formatif) maka sebaiknya mahasiswa tersebut mengerjakan tes formatif untuk setiap topik modul yang bersangkutan.

Keenam Dari hasil tes yang dikerjakan para mahasiswa inilah dosen dapat mengevaluasi penguasaan mahasiswa atas modul yang baru mereka pelajari. Dosen memberikan nilai pada hasil tes dengan ketentuan sebagai berikut:

- Mahasiswa yang mencapai nilai ≥ 75% dinyatakan lulus dan dapat

meneruskan ke modul berikutnya atau mengambil pengayaan.

- Mahasiswa yang mencapai nilai < 75% harus mengambil program perbaikan.

Begitulah tahap-tahap yang dilakukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan modul.

Untuk lebih jelas berikut ini kami gambarkan pada suatu bagan tentang urutan penggunaan komponen-komponen modul.

B. Bagan Urutan Penggunaan Komponen Modul Pada Proses Pembelajaran

Dosen mempelajari petunjuk dan menyiapkan alat serta memberi

pengarahan singkat

mahasiswa belajar dari buku sumber yang telah ditetapkan dan

mengerjakan lembaran kerja

Mencocokkan hasil lembaran kerja dengan kunci lembaran

kerja

Mengerjakan Tes Formatif

Jawaban tes dicocokkan dengan kunci tes

Hasil tes ≥75% langsung ke modul

berikutnya/pengayaan

Hasil tes <75%

program perbaikan

BAB VII

CARA MENYUSUN LEMBARAN KERJA/ WORKSHEET- MODUL

A. Pengertian Pembelajaran Mandiri/ Berpusat Pada Mahasiswa (Student Centered

Learning)

Sebagai salah satu cara dalam mengaktifkan mahasiswa dalam pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa adalah Pembelajaran mandiri yang menggunakan self

instruction biasanya menggunakan modul.

Modul adalah satu satuan program belajar-mengajar yang dapat dipelajari peserta didik dengan bantuan minimal dari pihak dosen. Modul itu sendiri merupakan satuan program pembelajaran yang memuat konsep atau materi kuliah. Satuan Program ini meliputi, tujuan yang harus dicapai, petunjuk kegiatan yang harus dilakukan;materi kuliah,alat yang dibutuhkan; alat penilaian guna mengukur keberhasilan mahasiswa. Untuk memudahkan dosen dalam pelaksanaan pembelajaran SCL ini dosen hanya menggunakan dan menyiapkan tiga komponen modul penting saja. Yaitu Buku teks;

lembaran kerja, kunci lembaran kerja sedang komponen lembaran tes dan kunci lembaran tes karena UAI masih menganut UTS dan UAS bersama, maka kedua komponen tersebut tidak perlu disiapkan saat ini.

Sehingga Komponen Modul yang harus disusun/disiapkan dosen adalah Bacaan materi kuliah/atau buku teks sebagai komponen modul Lembaran kegiatan mahasiswa; Lembaran Kerja(LK); Kunci Lembaran Kerja.

Pada kesempatan ini, difokuskan pada penyusunan lembaran kerja sebagai salah satu komponen modul. Untuk mengaktifkan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik harus disusun Lembaran Kerja/Worksheet, sedang sumber materi tetap menggunakan buku sumber/teks (referensi) dengan e-learning atau sumber lainnya yang biasa digunakan.

B. Lembaran Kerja (LK = Worksheet)

1. Pengertian :

Lembaran Kerja berisi tugas-tugas yang harus diselesaikan sehubungan dengan satu satuan kegiatan pembelajaran tertentu.

2. Lembaran Kerja dan sumber belajar

Melalui LK mahasiswa akan mencari pengetahuan dari berbagai sumber yang ditrtapkan dosen.Mahasiswa akan mendapat banyak kesempatan untuk menggali pengetahuan, langsung dari sumbernya, seperti; Laboratorium, alam sekitar, museum, media cetak dan elektronik, website, dowlload dari internet dan sumber lainnya.

Hubungan LK dan sumber belajar digambarkan pada diagram berikut:

Jadi Lembaran Kerja dapat diartikan sebagai petunjuk bagi peserta didik untuk belajar langsung dari berbagai sumber belajar yang ada. Tanpa LK kegiatan belajar cenderung klasikal berpusat pada dosen, pengetahuan yang diperoleh mahasiswa sebagian besar akan hanya berasal dari dosen. Belajar dengan LK mahasiswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatan masing-masing

3. Isi Lembaran Kerja

Pada dasarnya LK berisi tugas yang harus dikerjakan para mahasiswa dan atau pertanyaan yang harus mereka cari jawabannya dari sumber belajar.

Sebagai contoh ;

- Amati peta Jawa Barat dan catatlah nama-nama sungainya.

- Bacalah buku Science tentang satuan dan jawablah pertanyaan pada hal 30.

Bentuk pertanyaan dapat menggunakan kata tanya : Apa, siapa, dimana; kapan; mengapa; dan bagaimana?

4. Jenis Lembaran Kerja

Lembaran Kerja ada dua macam LK terbuka dan LK tertutup.

LK disebut terbuka apabila memungkinkan berbagai alternatif jawaban yang diberikan. Tingkat berpikir pada LK terbuka ini adalah lebih tinggi karena memerlukan kemampuan ( C-2-C4-C5,C-6 ) yaitu; analisa, sintesa, dan bahkan evaluasi.

LK disebut tertutup apabila jawaban yang diperlukan sudah tertentu; Jenis LK ini hanya perlu tingkat berpikir yang lebih rendah, hanya berupa domain C-1 hafalan/ingatan saja.

Contoh: LK Terbuka:

- Amati peta dunia,mengapa Indonesia disebut menempati posisi silang?

- Rencanakan eksperimen untuk menyelidiki pengaruh suhu terhadap larutnya gula dalam air!

LK Tertutup:

- Amati Peta dunia, apa dua benua yang berdekatan dengan Indonesia?

- Masukkan sesendok gula dalam segelas air dingin aduk sampai larut semua; catat waktunya.Masukkan lagi sesendok gula dalam segelas air panas; aduk sampai larut semua, catat lagi waktunya; bandingkan.

5. LK Singkat dan LK Panjang

Ada kekhawatiran bahwa LK kegiatan belajar akan menjadi berkepanjangan, memakan waktu lama. Anggapan seperti itu kurang benar, karena LK ada hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Contoh:

LK Singkat :

- Buatlah 10 buah kata dengan awalan me.

- Tuliskan 7 buah benda yang mempunyai bangun lingkaran.

LK Panjang:

Buatlah naskah drama minimal tiga babak,tema bebas, tampilkan di depan kelas.

C. Bagian – Bagian Lembaran Kerja

Lembaran kerja yang disusun terdiri dari hal-hal berikut:

a. Informasi mengenai Prodi, pokok bahasan/sub pokok bahasan dan waktu yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.

b. Materi Pelajaran yang akan diajarkan ; sumber materi yaitu buku teks yang digunakan; serta alat & bahan yang diperlukan, dicantumkan pada bagian kedua. c. Tujuan pembelajaran Umum (TPU/ Standar kompetensi), Tujuan umum yang

akan dicapai setelah mereka menyelesaikan suatu pokok bahasan tertentu.

d. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK/Kompensasi dasar). Berbagai kompetensi dasar yang diuraikan dari TIU yang merupakan tujuan yang akan dicapai setelah mereka menyelesaikan atau mengerjakan lembaran kerja yang bersangkutan. e. Kegiatan Pembelajaran, Urutan kegiatan yang akan dilakukan oleh peserta didik

untuk mencapai tujuan. Kegiatan tersebut dapat dibagi menjadi beberapa kegiatan, dimana setiap kegiatan minimal dapat mencapai satu tujuan pembelajaran /kompetensi dasar. Pada tiap kegiatan supaya dicantumkan bahan/alat, buku sumber dan gambar/schema yang diperlukan untuk mengerjakan tugas yang ada pada Lembaran Kerja tersebut.

f. Kegiatan tambahan diluar jam tatap muka yang merupakan materi perluasan atau pendalaman yang bersifat pengayaan dari materi pokok yang sudah selesai.

g. Tugas/ cara belajar dengan LK ini dapat disampaikan melalui tertulis/ hardcopy, melaui internet ,pakai e’learning maupun website.

D. Pentingnya Urutan Yang Logis Dalam Lembaran Kerja (LK)

Dalam penyususnan Lembaran Kerja, kegiatan atau tugas yang harus dikerjaan perlu disusun secara teratur dan logis.LK yang disusun secara teratur secara tidak sadar pertanyaan–pertanyaan itu sudah dapat terjawab sendiri oleh pertanyaan berikutnya. Cara belajar seperti ini akan sangat berguna untuk menggiring mahasiswa untuk menemukan sendiri. “Bahkan Pertanyaan/Tugas yang tersusun secara teratur sebenarnya 50 % telah terjawab sendiri”. Jadi urutan soal/pertanyaan dalam LK disusun dari yang mudah ke yang sukar. Contoh:

Apa yang tampak seperti asap yang keluar dari permukaan air yang mendidih. Pertanyaan ini biasanya dijawab dengan “uap air”; padahal itu salah. Untuk menanamkan konsep secara benar; maka pertanyaan-pertanyaan berikut ini bisa digunakan :

a. Apa yang terjadi jika permukaan laut mendapat sinar matahari? b. Apa kita dapat melihat uap air yang keluar dari permukaan laut itu? c. Setelah sampai di tempat tinggi uang air itu akan berubah menjadi apa? d. Apa kita dapat melihatnya?

e. Di daerah pegunungan uap air juga dapat berubah menjadi tampak apa namanya? f. Apakah uap air itu (sebelum berubah) dapat tampak oleh mata kita?

g. Jadi apakah yang keluar dari permukaan air yang mendidih itu?

Contoh Lembaran Kerja (LK)

Contoh 1

Lembaran Kerja

Mata pelajaran : Fisika

Pokok bahasan : Besaran pokok dan Besaran turunan

Uraian Materi : Pengukuran; besaran pokok; besaran turunan;

satuan dalam fisika

Sumber Bahan : Buku Pelajaran Fisika

Standar Kompetensi : Memahami dan mengerti ttg satuan fisika ;

(TIU) Pengukuran; Besaran pokok dan besaran turunan

Kompetensi Dasar ( TIK ):

1. Dapat mengukur suatu benda dengan menggunakan system satuan 2. Dapat menjelaskan pengertian besaran dan juga satuan

Dokumen terkait