BAB IV HASIL ANALISA HUBUNG SINGKAT DAN MOTOR STARTING
4.3 Perbandingan Hasil Analisa
Untuk analisa hubung singkat, perbandingan hasil analisa yang dilakukan secara manual dan dengan menggunakan ETAP Power Station 4.0 dapat dilihat dalam tabel 4.19.
Dengan demikian perbedaan hasil perhitungan secara manual maupun oleh ETAP Power Station 4.0 adalah sebagai berikut :
1. Arus Hubung Singkat Simetris Momentary
2. Arus Hubung Singkat Asimetris Momentary
3. Arus Hubung Singkat Simetris Interrupting
b. Di titik gangguan F2
1. Arus Hubung Singkat Simetris Momentary
2. Arus Hubung Singkat Asimetris Momentary
c. Di titik gangguan F3
1. Arus Hubung Singkat Simetris Momentary
2. Arus Hubung Singkat Asimetris Momentary
Untuk menguji kelayakan rating pengaman yang terpasang, maka besar kontribusi arus hubung singkat setiap feeder hasil perhitungan manual dan ETAP 4.0
dibandingkan terhadap breaking capacity pengaman yang terpasang di bus primary
sub station, chiller LV-B dan bus paralel generator. Perbandingan ini dapat dilihat
dalam tabel 4.20, tabel 4.21, dan tabel 4.22.
Untuk analisa motor starting Chiller 1, drop tegangan yang terjadi berdasarkan hasil analisa yang dilakukan secara manual adalah 81,55%, sedangkan dengan menggunakan ETAP Power Station 4.0 adalah 78,95%.
Tabel 4.19 Perbandingan Hasil Analisa Hubung Singkat Perhitungan Manual terhadap Perhitungan oleh ETAP Power Station 4.0
Fault
Perhitungan Manual Perhitungan ETAP Power Station 4.0
Momentary Rating (kA) Interrupting Rating (kA) Momentary Rating (kA) Interrupting Rating (kA)
Arus SC Simetris Arus SC ASimetris Arus SC Simetris Arus SC ASimetris Arus SC
Simetris Arus SC ASimetris Arus SC Simetris Arus SC ASimetris F1 18,174 22,530 17,668 - 18,079 22,647 17,601 - F2 74,421 100,840 - - 73,666 99,896 - - F3 360,209 574,533 - - 357,645 570,535 - -
Tabel 4.20 Pebandingan Besar Kontribusi Arus Hubung Singkat Hasil Perhitungan Manual dan ETAP 4.0 terhadap Breaking Capacity Pengaman yang Terpasang di Bus Primary Sub Station
Dari Feeder CB Inominal
Breaking Capacity Terpasang
Besar Kontribusi Arus Hubung Singkat
Keterangan Hasil Perhitungan Manual Hasil Perhitungan
ETAP 4.0
A kA kA
POWER GRID CB 47 630 A 16 kA 15588.457 15.588 15.588 Terpasang > Hasil Perhitungan LV-SS1-B CB 11 400 A 16 kA 1.592 0.002 0.002 Terpasang > Hasil Perhitungan CHILLER LV-B CB 14 630 A 16 kA 85.505 0.086 0.085 Terpasang > Hasil Perhitungan CHILLER LV-A CB 15 630 A 16 kA 127.118 0.127 0.127 Terpasang > Hasil Perhitungan LV-SS3-A CB 16 400 A 16 kA 6.279 0.006 0.007 Terpasang > Hasil Perhitungan LV-SS4-A CB 18 400 A 16 kA 4.993 0.005 0.005 Terpasang > Hasil Perhitungan LV-SS4-B CB 19 400 A 16 kA 5.255 0.005 0.006 Terpasang > Hasil Perhitungan FEEDER TRAFO 1 CB 162 630 A 16 kA 616.053 0.616 0.616 Terpasang > Hasil Perhitungan FEEDER TRAFO 2 CB 175 630 A 16 kA 616.053 0.616 0.616 Terpasang > Hasil Perhitungan FEEDER TRAFO 3 CB 176 630 A 16 kA 616.053 0.616 0.616 Terpasang > Hasil Perhitungan
Tabel 4.21 Pebandingan Besar Kontribusi Arus Hubung Singkat Hasil Perhitungan Manual dan ETAP 4.0 terhadap Breaking Capacity Pengaman yang Terpasang di Bus 1 Paralel Generator
Dari Feeder CB Inominal Breaking Capacity Terpasang
Besar Kontribusi Arus Hubung Singkat
Keterangan Hasil Perhitungan Manual
Hasil Perhitungan
ETAP 4.0
A kA kA
FEEDER TRAFO 1 CB 7 6300 A 100 kA 68844.772 68.845 68.797 Terpasang > Hasil Perhitungan FEEDER TRAFO 2 CB 8 6300 A 100 kA 68844.772 68.845 68.797 Terpasang > Hasil Perhitungan FEEDER TRAFO 3 CB 9 6300 A 100 kA 68844.772 68.845 68.797 Terpasang > Hasil Perhitungan GEN 1 CB 1 3200 A 65 kA 25316.886 25.317 25.317 Terpasang > Hasil Perhitungan GEN 2 CB 2 3200 A 65 kA 25316.886 25.317 25.317 Terpasang > Hasil Perhitungan GEN 3 CB 3 3200 A 65 kA 25316.886 25.317 25.317 Terpasang > Hasil Perhitungan GEN 4 CB 4 3200 A 65 kA 25316.886 25.317 25.317 Terpasang > Hasil Perhitungan GEN 5 CB 5 3200 A 65 kA 25316.886 25.317 25.317 Terpasang > Hasil Perhitungan GEN 6 CB 6 3200 A 65 kA 25316.886 25.317 25.317 Terpasang > Hasil Perhitungan
Tabel 4.22 Pebandingan Besar Kontribusi Arus Hubung Singkat Hasil Perhitungan Manual dan ETAP 4.0 terhadap Breaking Capacity Pengaman yang Terpasang di Bus Chiller LV-B
Dari Feeder CB Inominal
Breaking Capacity Terpasang
Besar Kontribusi Arus Hubung Singkat
Keterangan Hasil Perhitungan Manual
Hasil Perhitungan
ETAP 4.0
A kA kA
Feeder Trafo 12 CB 34 5000 A 100 kA 60432.630 60.433 60.347 Terpasang > Hasil Perhitungan CHILLER-3 CB 99 1600 A 55 kA 5419.167 5.419 5.419 Terpasang > Hasil Perhitungan CHILLER-4 CB 100 1600 A 55 kA 5419.167 5.419 5.419 Terpasang > Hasil Perhitungan MCC-CHLV-PUMP1 CB 101 250 A 15 kA 767.933 0.768 0.759 Terpasang > Hasil Perhitungan MCC-CHLV-PUMP2 CB 103 100 A 15 kA 480.327 0.480 0.475 Terpasang > Hasil Perhitungan MCC-CHLV-FP CB 104 400 A 15 kA 785.902 0.786 0.785 Terpasang > Hasil Perhitungan MCC-CHLV-SUMPIT-PARKING CB 105 40 A 15 kA 118.099 0.118 0.116 Terpasang > Hasil Perhitungan MCC-CHLV-SUMPIT-BASEMENT CB 106 63 A 15 kA 85.589 0.086 0.085 Terpasang > Hasil Perhitungan CMTR 14 CB 111 80 A 15 kA 253.243 0.253 0.248 Terpasang > Hasil Perhitungan CMTR 3 CB 114 100 A 15 kA 221.739 0.222 0.221 Terpasang > Hasil Perhitungan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari analisa yang telah dilakukan, maka ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, yaitu :
1. Analisa hubung singkat yang dilakukan dengan ETAP Power Station 4.0 jika dibandingkan dengan analisa yang dilakukan secara manual menurut perhitungan teoritis, maka rata – rata perbedaan hasil perhitungan keduanya adalah cukup kecil yaitu sekitar 0,7 %.
2. Dengan rata – rata persen error yang cukup kecil tersebut, maka ETAP Power Station 4.0 dapat dijadikan sebagai refrensi ataupun acuan dalam menghitung besar arus short circuit dalam suatu sistem kelistrikan menurut metode per unit dengan standard ANSI/IEEE.
3. Dari hasil analisa motor starting, diperoleh bahwa untuk proses starting
motor chiller 648 kW, terjadi voltage dip sesaat hingga rata – rata mencapai
80% dari tegangan nominal motor, 380V.
4. Dari analisa hubung singkat, diperoleh bahwa breaking capacity pengaman yang terpasang di bus primary sub station, chiller LV-B dan bus paralel generator sudah lebih besar dari pada arus hubung singkat prospektive hasil perhitungan manual dan ETAP.
5. Analisa perhitungan dengan menggunakan program ETAP Power Station 4.0 dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat dan akurat dibandingkan dengan
perhitungan manual yang rumit, sehingga ETAP 4.0 dapat disimulasikan untuk sistem yang lebih besar.
5.2 Saran
Setelah mengerjakan tugas akhir ini, penulis menyarankan beberapa hal terkait analisa yang telah dilakukan :
1. Pihak pengelola Sun Plaza Medan dapat menjadikan ETAP Power Station 4.0 sebagai salah satu refrensi ataupun acuan dalam menentukan rating kapasitas alat proteksi yang seharusnya terpasang dalam sistem kelistrikan yang ada di Sun Plaza Medan.
2. Karena memang setiap peralatan atau beban yang terpasang selalu berubah – ubah, maka sebaiknya perlu mengupdate data peralatan – peralatan atau beban – beban listrik yang ada di Sun Plaza Medan secara rinci untuk memperoleh hasil perhitungan yang lebih real dan akurat.
3. Dalam Tugas Akhir ini masih mengabaikan faktor – faktor yang mempengaruhi besarnya jatuh tegangan akibat proses motor starting seperti penggunaan kapasitor bank dan Load Tap Changing (LTC) Transformator, sehingga analisa motor starting yang dilakukan menghasilkan persentase drop tegangan yang cukup besar. Diharapkan ke depannya Tugas Akhir ini dapat dikembangkan dengan memperhatikan beberapa faktor tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
1. Beaty, H. Wayne, 2000. Handbook Of Electric Power Calculations, Third Edition. McGraw-Hill.
2. Gonen, Turan, 1988. Modern Power System, John Wiley and Sons, Inc., Kanada.
3. Grainger, John J., and Stevenson, W. D. Jr., 1994. Power System Analysis, McGraw-Hill.
4. H., Seidman, Arthur, Mahrous, H., and G., Hicks, Tyler, 1984. Handbook Of Electric Power Calculations, McGraw-Hill.
5. J., Chapman, Stephen, 2002. Electric Machinery and Power System Fundamental, McGraw-Hill.
6. Lazar, Irwin, 1980. Electrical Systems Analysis and Design for Industrial Plants, McGraw-Hill Book Company.
7. Marsudi, Djiteng, 1990. Operasi Sistem Tenaga Listrik, Balai Penerbit & Humas ISTN, Jakarta.
8. Saadat, Hadi, 2004. Power System Analysis, Second Edition. McGraw-Hill. 9. Stevenson, W. D. Jr., 1975. Elements Of Power System Analysis, Third
Edition. McGraw-Hill, Tokyo-Jepang.
10.Wijaya, Mochtar, 2001. Dasar-Dasar Mesin Listrik, Penerbit Djambatan, Jakarta.