Dengan data tersebut dapat diketahui bahwa dengan penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament terbukti dapat meningkatkan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS 2 SMA N 1 Mojolaban.
B. Pembahasan
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament pada materi Masyarakat Multikultural. Dengan menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament pembelajaran menjadi lebih menyenangkan karena pembelajaran tidak hanya diisi dengan metode ceramah saja namun juga di variasi dengan games yang membuat siswa menjadi aktif dan bersemangat. Selain itu proses pembelajaran juga tidak terpusat pada guru saja tetapi terpusat pada siswa. Model pembelajaran Teams Games Tournament ini memang dirancang agar proses pembelajaran lebih menyenangkan karena adanya games dan tournament. Apalagi dengan dilengkapi adanya reward, reward di sini sebenarnya bukan hanya sekadar pemberian hadiah berupa barang melainkan bisa dengan pujian atau ucapan selamat dari guru. Bagi kelompok pemenang maka hal ini akan menumbuhkan minat belajar siswa sehingga siswa mampu menguasai materi yang diajarkan oleh guru sedangkan bagi kelompok yang belum menang maka juga bisa menjadi pacuan agar belajar lebih giat dan bisa menjadi kelompok pemenang pada pertemuan berikutnya. Jika semua siswa dapat menguasai materi yang diajarkan maka hasil belajar siswa pun akan meningkat. Selain itu model Teams Games Tournament ini juga dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa karena dengan adanya diskusi kelompok dalam bentuk permainan maka akan membuat siswa dapat lebih efektif dalam berinteraksi dengan teman maupun dengan guru. Dalam Teams Games Tournament siswa akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok dengan tingkat nilai yang heterogen (tinggi, sedang, rendah). Mereka harus bekerja sama untuk mencapai keberhasilan dalam kelompok. Dalam pelaksanaan model pembelajaran
Teams Games Tournament juga akan disajikan permainan-permainan dengan anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing. Point utama yang paling penting dalam model Teams Games Tournament ini adalah kerja sama antar individu satu sama lain karena tanpa adanya kerja sama dari anggota tim maka keberhasilan tim tidak akan tercapai. Dalam Teams Games Tournament ini juga diperlukan adanya pemberian motivasi antar anggota jadi setiap anggota harus bisa saling memotivasi teman timnya agar mereka dapat berhasil melakukan permainan dan turnamennya. Dengan adanya game dan tournament tersebut maka akan menghidupkan suasana kelas yang sebelumnya sebagian besar siswa pasif dalam pembelajaran menjadi aktif. Selain itu siswa pun nantinya akan lebih memahami pembelajaran karena siswa merasakan model pembelajaran yang menyenangkan sehingga tertarik dalam mempelajari materi.
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan untuk penyampaian materi dan tes evaluasi kognitif. Kemudian siklus II juga dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan untuk penyampaian materi dan tes evaluasi kognitif. Siklus II dilaksanakan karena setelah pelaksanaan tindakan siklus I masih ditemui beberapa kekurangan atau kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran sehingga peneliti bersama guru memutuskan untuk dilaksanakan tindakan siklus II dengan memperbaiki semua kekurangan atau kelemahan dari tindakan siklus I.
Pada pelaksanaan tindakan siklus I proses pembelajaran memiliki kelemahan-kelemahan yaitu siswa masih banyak yang menyontek pada saat pelaksanaan tes evaluasi, guru masih terlalu cepat pada saat menjelaskan materi pembelajaran sehingga banyak siswa yang masih kurang memahami materi pelajaran, saat pembahasan soal kuis Teams Games Tournament soal hanya dipegang oleh kelompok yang mengambil kertas soal tersebut sehingga kelompok yang lain hanya dapat mendengarkan soal ketika sedang dibacakan oleh kelompok yang memilih soal tersebut, pemberian reward untuk kelompok pemenang atau kelompok yang mendapatkan point tertinggi pada saat games sebaiknya diberikan setiap akhir pembelajaran
bukan pada akhir siklus, pembagian kelompok lebih efektif ketika diumumkan pada awal pembelajaran.
Menurut Shoimin (2014:203) di dalam penerapan model Teams Games Tournament, model ini juga memiliki kekurangan yaitu:
a. Membutuhkan waktu yang lama.
b. Dituntut untuk pandai memilih materi pelajaran yang cocok untuk model ini.
c. Guru harus menyiapkan model ini dengan baik sebelum diterapkan. Misalnya, membuat soal untuk setiap meja turnamen atau lomba, dan guru harus tahu urutan akademis peserta didik dari yang tertinggi hingga yang rendah.
Jika dilihat pada kelemahan-kelemahan penerapan model Teams Games Tournament menurut Shoimin (2014) secara garis besar berbeda dengan kenyataan yang terjadi pada penelitian ini. Seperti halnya sudah dijelaskan sebelumnya tentang hasil refleksi yang telah didapat pada pelaksanaan tindakan siklus I, guru maupun peneliti tidak menemukan kelemahan-kelemahan seperti yang dikemukakan oleh Shoimin (2014). Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua penerapan model Teams Games Tournament akan memiliki kelemahan yang sama tergantung pada pemahaman siswa. Pada kelas XI IPS 2 ini siswa cepat dalam memahami model Teams Games Tournament ini sehingga guru tidak mengalami kesulitan atau kendala dalam menjelaskan langkah-langkah model pembelajaran ini dan proses pembelajaran dengan menerapkan model Teams Games Tournament ini berjalan lancar tanpa memakan waktu yang lama. Namun peneliti juga setuju dengan kelemahan model Teams Games Tournament yang dikemukakan oleh Shoimin yang menyatakan bahwa penerapan model Teams Games Tournament dituntut untuk pandai memilih materi pelajaran yang cocok. Materi pelajaran yang cocok untuk penerapan model ini bukan materi yang membutuhkan tingkat analisis yang tinggi. Seperti halnya materi yang sedang dibahas pada saat peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yaitu materi Masyarakat Multikultural.
Sedangkan hasil dari pelaksanaan siklus II sudah dapat dikatakan jauh lebih baik daripada pelaksanaan tindakan siklus I. Guru sudah jauh
lebih paham terhadap penerapan model Teams Games Tournament karena guru sudah berpengalaman dan mengetahui berbagai kekurangan atau kesalahan yang ada pada pelaksanaan siklus I, sudah tidak terlihat kesenjangan nilai diantara siswa, keaktifan siswa pada saat pembelajaran meningkat, minat dan antusias belajar siswa menjadi lebih tinggi, dan hasil evaluasi dari pra tindakan, siklus I dan siklus II hasil belajar siswa dilihat mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini sesuai dengan kelebihan-kelebihan model Teams Games Tournament yang di jelaskan oleh Shoimin (2014:203) yaitu:
a. Model Teams Games Tournament tidak hanya membuat peserta didik yang cerdas (berkemampuan akademis tinggi) lebih menonjol dalam pembelajaran tetapi peserta didik yang berkemampuan akademis lebih rendah juga ikut aktif dan mempunyai peranan penting dalam kelompoknya.
b. Dengan model pembelajaran ini, akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai sesama anggota kelompoknya.
c. Dalam model pembelajaran ini, membuat peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran karena dalam pembelajaran ini guru menjanjikan sebuah penghargaan pada peserta didik atau kelompok terbaik.
d. Dalam pembelajaran peserta didik ini, membuat peserta didik menjadi lebih senang dalam mengikuti pelajaran karena ada kegiatan permainan berupa turnamen dalam model ini.
Dari kelebihan-kelebihan model Teams Games Tournament menurut Shoimin yang telah dikemukakan sebelumnya, peneliti maupun guru menemukan beberapa kesamaan jika dibandingkan dengan hasil refleksi tindakan siklus II seperti siswa menjadi lebih antusias dan lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran karena dalam pembelajaran ini guru menjanjikan sebuah penghargaan pada peserta didik atau kelompok terbaik. Kemudian penerapan model Teams Games Tournament ini membuat siswa menjadi lebih senang dalam mengikuti pelajaran karena ada kegiatan permainan berupa turnamen dalam model ini. Hal ini membuktikan bahwa memang model Teams Games Tournament ini adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan minat dan motivasi
belajar siswa. Jika minat dan motivasi belajar siswa tinggi maka akan menimbulkan kemungkinan hasil belajar siswa pun akan lebih meningkat.
Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Teams Games Tournament telah dapat mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di kelas XI IPS 2, yaitu mengatasi rendahnya kerja sama antar siswa pada saat diskusi, rendahnya hasil belajar siswa, rendahnya keaktifan belajar siswa dan rendahnya antusias belajar siswa. Dengan penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament suasana belajar jauh lebih baik dan lebih hidup. Pada saat pelaksanaan diskusi kelompok sudah tidak ada kesenjangan antar satu kelompok dengan kelompok lainnya karena pembentukan kelompok yang dibentuk dengan heterogen sehingga tidak ada istilah siswa yang berkemampuan tinggi saja yang menonjol. Dengan penerapan model Teams Games Tournament siswa yang berkemampuan tinggi dapat membantu siswa yang berkemampuan rendah sehingga tercipta kerja sama diantara siswa. Hasil belajar pun sudah meningkat secara signifikan dari sklus ke siklus.
Dari penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS 2 SMA N 1 Mojolaban tahun pelajaran 2015/2016 maka diketahui capaian hasil belajar siswa dari pra tindakan, siklus I dan siklus II pada tabel 4.9
Tabel 4.9 Hasil Belajar Siswa Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II
Nilai Tes Yang Diamati Pra Siklus Siklus I Siklus II
Rata-rata nilai siswa 73,37 81 89,97
Dilihat dari tabel 4.9 nilai rata-rata siswa setiap siklus mengalami peningkatan. Untuk pada saat pra siklus nilai rata-rata siswa adalah 73,37 sedangkan untuk siklus I nilai rata-rata siswa adalah 81 kemudian untuk siklus II nilai rata-rata siswa naik lagi menjadi 89,97.
Kemudian akan di paparkan tabel ketercapaian target keberhasilan dengan kriteria ketercapaian yang sudah di tentukan pada tabel 4.10
Tabel 4.10 Ketercapaian Target Keberhasilan
Siklus I Siklus II
Kriteria Ketercapaian 75 % 90 %
Rata-rata Nilai Siswa 80 % 100 %
Tercapai/Belum tercapai Tercapai Tercapai
Tabel 4.10 menunjukkan perbandingan kriteria ketercapaian degan nilai rata-rata kelas di siklus I dan siklus II. Untuk siklus I kriteria ketercapaian yang ditentukan adalah 75 % tuntas dari nilai KKM dan hasil siklus I adalah 80 % siswa dinyatakan tuntas dari KKM hal ini menunjukkan bahwa hasil siklus I sudah mencapai dari kriteria ketercapaian yang ditentukan. Sedangkan untuk kriteria ketercapaian pada siklus II adalah 90 % tuntas dari nilai KKM dan hasil siklus II adalah 100 % siswa dinyatakan tuntas dari KKM hal ini menunjukkan bahwa hasil siklus II juga sudah mencapai dari kriteria ketercapaian yang ditentukan
Dilihat dari hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA N 1 Mojolaban ini dapat dinyatakan bahwa penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil tes evaluasi yang telah dilaksanakan setiap siklus nya yaitu tes siklus I dan tes siklus II mata pelajaran Sosiologi menyatakan bahwa ketuntasan belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan hanya 51% dengan nilai rata-rata kelas 73,37. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I ketuntasan belajar siswa menjadi 80% dengan nilai rata-rata kelas 81. Hasil ini sudah mencapai target yang telah ditetapkan yaitu 75% siswa tuntas dengan nilai rata-rata kelas ≥ 75, namun hasil ini belum maksimal dan masih bisa ditingkatkan maka perlu dilaksanakan tindakan pada siklus II untuk meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Hasil presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus II menjadi 100% dan nilai rata-rata kelas juga meningkat menjadi 89,97. Hasil ini telah mencapai target yang ditetapkan yaitu 90% siswa.
Pembentukan kelompok secara heterogen juga membantu dalam peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa, karena dengan pembagian
kelompok secara heterogen ini pada masing-masing kelompok terdapat siswa yang lebih pintar sehingga dapat membantu siswa lain dalam kelompoknya untuk memahami materi yang sedang dipelajari
Dari hasil tindakan, pengamatan dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok masyarakat multikultural kelas XI IPS 2 SMA N 1 Mojolaban tahun pelajaran 2015/2016.
Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa penelitian ini berhasil menjawab hipotesis yang diajukan. Penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 2 SMA N 1 Mojolaban tahun pelajaran 2015/2016.