• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai rata-rata ammonia

4.5. Perbandingan Hasil pengukuran Dengan Sumber Rujukan

Untuk mengetahui kelayakan perairan waduk Bilibili maka parameter kimia dari hasil pengukuran dilapangan maka akan dibandingkan dengan berbagai sumber rujukan seperti disajikan pada tabel 13.

Tabel 13. Perbandingan Hasil Pengukuran Dengan Sumber Rujukan

No. Parameter

Parameter Hasil Pengukuran

Parameter

yang layak Referensi Ket.

1

25 V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dan telah dibahas pada bab sebelumnya maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu:

1. Berdasarkan hasil pengamatan DO( oksigen terlarut) diperairan waduk bili-bili masih dalam batas yang optimum dan layak untuk dijadikan tempat budiday.

2. Kandungan pH yang terkandung pada waduk bili-bilimasih dalam batas yang optimum dan layak bagi kegiatan budidaya.

3. Kandungan Amoniak yang terkandung dalam waduk bili-bili masih layak untuk dijadikan lahan budidaya.

4. Kandungan Fosfat pada waduk bili-bili menunjukkan nilai diatas batas maksimum, akan tetapi pada kisaran ini masih bisa ditolerir sehingga tidak dapat mempengaruhi parameter lain.

5.2 Saran

1. Memaksimalkan pelestarian aliran sungai terutama bagian hulu sehingga kontinuitas aliran dapat lebih stabil.

2. Peralatan dan bahan pereaksi fisika dan kimia sebaiknya menggunakan alat yang lebih lengkap selain mengunakan metode tetrasi pada larutan.

3. Air limbah rumah tangga (domestic)hendaknya diolah terleih dahulu sebelum dibuang kesaluran pembuangan yang menuju kearah sungai/badan air dengan maksud menurunkan nitrogen anorganik serta zat-zat tersuspensi .

26 DAFTAR PUSTAKA

Akbar S dan Sudaryanto, (2001). Pembenihan dan Pembesaran Kerapu Bebek.

Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.

Ardiwijaya, R.R. 2002. Distribusi horizontal klorofil-a dan hubungannya dengan kandungan unsur hara serta kelimpahan fitoplankton di Teluk Semangka, Lampung. Skripsi (tidak dipublikasikan). Program Studi MSP. FP IK. IPB.

Bogor.

Asmawi, S. 1984. Pemeliharaan Ikan dan Ekosikologi Pencemaran. UI Press.

Jakarta.

Barus, T.A. 2004. Pengantar Limnologi, Studi Tentang Ekosistem Sungai dan Danau. Jurusan Biologi Fakultas MIPA USU. Medan.

Barus, T.A. 2007. Keanekaragaman Hayati Ekosistem Danau Toba dan Upaya Pelestariannya. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Limnologi pada Fakultas MIPA USU. Medan. 3 Februari 2007.

Beveridge, M.C.M. 1984. The environmental impact of freshwater cage and pen fish farming and the use of simple models to predict carrying capacity.

FAO Technical Paper No. 255. Rome.

Boyd, C.E. 1982. Water Quality in Warm Water Fish Pond. Auburn University Agricultural Experimenta Satation. Auburn Alabama.

Brotowijoyo M D,. Dj. Tribawono., E. Mulbyantoro. 1995. Pengantar Lingkungan Perairan Budidaya Air. Penerbit Liberty, Yogyakarta.

Cahyono, Bambang. (2000). Budi Daya Ikan Air Tawar. Penerbit: Kanisius.

Yogyakarta.

Dojildo, J.R., and G.A. Best. 1992. Chemistry of Water and Water Pollution. Ellis Horwood Limited. New York.

Effendi, H. (2003).Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius.

EPA. 1973. Water Quality Criteria. Ecological Research Series. Washington:

595p.

Frits Tatangindatu, Ockstan Kalesaran, Robert Rompas., 2013. Laporan Penelitian Studi Parameter Fisika Kimia Air pada Areal Budidaya Ikan di Danau Tondano, Desa Paleloan, Kabupaten Minahasa. 8-19 halaman.

Gusrina. 2008. Budidaya Ikan Jilid 1 untuk SMK. Jakarta

27 Hardjojo B dan Djokosetiyanto. 2005. Pengukuran dan Analisis Kualitas Air.

Edisi kesatu, Modul 1 – 6. Universitas Terbuka. Jakarta.

Jeffries, M., and D. Mills. 1996. Freshwater Ecology, Principles and Applications. John Wiley and Sons. Chicester UK.

Kep MENLH No. 51 Tahun 2004. Podoman Baku Mutu Air Laut Untuk Budidaya Biota Laut.

Kordi G, Tancung AB. 2005. Pengelolaan Kualitas Air Dalam Budidaya Perairan. Rineka Cipta. Jakarta.

Kusuma, E. M. (2005). Kajian Perubahan Kualitas Air Sungai Code Setelah Melewati Kawasan Perkotaan. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Liaw, M.K., 1969. Chemical and biological Studies of Fish Pond and Reseoir in Taiwan. Chine-American join Comission on rural reconstruction fish series.

Lohoo s.v., Moningkey R, 1998. Evaluasi Kandungan Sulfida (H2S) dan Amoniak (NH3) Terlarut pada Wadah Pemeliharaan Ikan Dengan Sistem Terapung di Danau Tondano. Jurnal Reseach And Development, 19 (18); Hal 49-54.

Marganof. 2007. Modal pengendalian pencemaran perairan di danau maninjau sumatera barat, Laporan Hasil Penelitian Sekolah Pasca Sarjana IPB Bogor.

Nixon, S.W. 1995. Coastal marine eutrophication: a defijition, sosial causes, and future concens. Ophelia, 41:199-219

Novonty, V., and H. Olem. 1994. Water Quality, Prevention, Identification and Management of Diffuse Pollution. Van Nostrans Reinhold. New York.

Olivia. 2012. Studi Kualitas Air Disungai Kahayan. Universitas Kristen Palangka Raya. Skripsi 25 Hal.

Pescod, M.B. 1973. Invfestigation of Nasional Efluent and Steram Standar for Tropical Countries. AIT. Bangkok.

PP No. 82 Tahun 2001. Standar Baku Mutu Air (Kelas II) Untuk Kegiatan Budidaya.

Puspowardoyo, Harsono. (1992). Membudidayakan Gurami Secara Intensif.

Penerbit: Kanisius. Yogyakarta.

Saefumillah, Asep. 2002. Eutrofikasi Problem Lingkungan Berskala Global.

http://www.limnologi.lipi.co.id/dip/ringkasan.html

28 Sawyer,C.N. and P.L.Mc.Carty. 1978. Chemistri For Environmental Engineering.

3nd Ed. Mc. Graw Hill Kogakusha Ltd.

Sastrawijaya A T. 2000. Pencemaran Lingkungan. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

SNI 6989.57:2008. Air dan air limbah – bagian 57; Metode pengambilan contoh air permukaan. ICS 13.060.50 Badan Standardisasi Nasional.

Sudja, W.A. 1985. Ilmu Kimia Lingkungan. jakarta: universitas terbuka

Sumardianto. 1995. Struktur Komunitas Fitoplankton di perairan Teluk Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor, Bogor. 57 p.

Van Wyk P dan John Scarpa. 1999. Water Quality requiremente and management. Chapter 8 in. Farming Marine Shrip in Recirculating Freshwatwer System. Prepared by Peter Van Wyk. Megan Davishodgkins, rolland Laramore, Kevan L. Main, Joe Mountain, John Scarpa. Florida Departement of Agriculture and Consumers Servis. Horbor Branch Oceanographic Institution.

Wardhana, W. A. 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: Andi Offset

Wardoyo, S.T.H. 1989. Kriteria Kualitas Air untuk Pertanian dan Perikanan.

Makalah pada Seminar Pengendalia Pencemaran Air, Dirjen Pengairan Departemen Pekerjaan Umum, Bandung.

Wetzel, R.O. 1975. Limnologi. Sounders Collage Publishing. USA.

29

30

31

32 Lampiran 5. Hasil rata-rata analisis fosfat waduk Bilibili zona I minggu

pertama sampai minggu keempat.

Stasiun Minggu Pengamatan

Total Rata-rata Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4

Stasiun satu 0,34 0 0 0,421 0,761 0,19

stasiun dua 0,5 0,26 0 0,421 1,181 0,29

stasiun tiga 0,48 0 0 0,449 0,929 0,23

Total 1,32 0,26 0 1,29

Rata-rata 0,44 0,08 0 0,43

Lampiran 6. Hasil rata-rata pengukuran ammonia waduk Bilibili zona I minggu pertama sampai minggu keempat.

Stasiun Minggu Pengamatan

Total Rata-rata Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4

Stasiun satu 0,002 0,003 0,001 0,002 0,008 0,002

stasiun dua 0,002 0,003 0,001 0,002 0,008 0,002

stasiun tiga 0,004 0,003 0,001 0,001 0,009 0,002

Total 0,008 0,008 0,003 0,005

Rata-rata 0,003 0,003 0,002 0,002

33 Gambar 7. Analisis fosfat di laboratorium UNHAS.

Gambar 8. Analisis ammonia di laboratorium UNHAS

34 Gambar 9. Analisis fosfat di laboratorium UNHAS.

Gambar 10. Botol sampel

35 RIWAYAT HIDUP

Riswandi Yusuf merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan dari Ayahanda Muh.Yusuf dan Rania, Lahir di Salassae 09 Oktober 1991.

Pendidikan formal yang dilalui penulis mulai di SDN 244 Salassae, Lulus pada tahun 2004, dilanjutka di SMP Negeri 6 Salassae Lulus

pada tahun 2007, Kemudian penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Bulukumpa Lulus tahun 2010. Pada tahun yang sama, penulis lulus seleksi masuk program studi Budidaya Perairan Fakultas Pertaniam Universitas Muhammadiyah Makassar. Selama mengikuti perkuliahan, penulis pernah magang di Instalasi Tambak Percobaan Marana Kab. Maros. Penulis juga pernah mengikuti Kuliah Kerja Profesi (KKP) Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Atas berkat rahmat Allah Swt, disertai perjuangan keras dan dorongan semangat orang tua dan teman-teman tercinta, akhirnya dapat menyelesaikan studi pada tahun 2014 dengan judul skripsi “Studi paramer Kimia Bagi Peruntukan Budidaya Keramba Jaring Apung(Studi Kasus Waduk bili-bili).

Dokumen terkait