BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
4.2.4 Perbandingan Imunisasi Sebelum Pandemi Dan Masa
Pada tabel 4.6 diperoleh nilai p-value 0,000. Hal ini menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikasi dikarnakan adanya perbedaan jumlah anak yang di imunisasi pada masa pandemi lebih banyak dibandingkan dengan sebelum pandemi. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa imunisasi dasar tidak mengalami penurunan.
Imunisasi harus tetap di prioritaskan dalam pencegahan dan untuk melindungi dari PD3I selama pandemi COVID-19. WHO tidak merekomendasikan untuk melakukan penundaan vaksinasi masal, untuk menghindari penyebaran COVID-19. Risk-benefit terhadap transmisi COVID-19 tetap harus dipertimbangkan dengan seksama jika perlu dilakukan outbreak respons immunization (WHO, 2020). Beberapa strategi dilakukan untuk terlaksananya imunisasi dasar dengan aman dan mencegah penyebaran COVID-19, diantaranya dengan mengatur jadwal kedatangan agar tidak berkumpul terlalu lama. Jika wilayah dengan kasus COVID-19 tinggi, diusahakan ada petugas yang menanyakan apakah ada kontak dengan anggota keluarga atau tetangga yang sedang dirawat di Rumah Sakit karena menderita COVID-19, Jika ada riwayat kontak dilayani seusai dengan prosedur yang telah ditentukan oleh Kemenkes, diusahakan ada petugas yang mengatur untuk memisahkan anak yang sakit dan anak sehat yang akan diimunisasi ke ruang tunggu dan ruang layanan yang berbeda, menyediakan juga hand sanitizer atau bak cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menyediakan ventilasi yang baik, mengatur jarak kursi ruang tunggu 1-2 meter antar penunggu, menjauhi orang yang sedang batuk pilek. IDAI juga menyarankan agar dokter dan petugas kesehatan yang berusia lebih dari 65 tahun dianjurkan tidak berhadapan dengan pasien, tetapi aktif membantu menyebarluaskan hal-hal yang berhubungan dengan pencegahan pandemi COVID-19 dan hubungannya dengan program imunisasi melalui media sosial atau media lain (IDAI, 2020).
Penelitian yang dilakukan Irawati (2020) menunjukan hasil yang berbeda yang menyatakan bahwa pandemi COVID-19 memberikan dampak penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak-anak sehingga pelaksanaan imunisasi dasar seharusnya tetap dilakukan pada masa pandemi dengan memperhatikan berbagai kondisi agar tidak dapat menimbulkan penyakit infeksi lainnya diluar COVID-19 dan menjadi beban tambahan pada sistem kesehatan.
4.2.5 TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR BERDASARKAN PENDIDIKAN
Berdasarkan pada tabel 4.7 diperoleh mayoritas tamatan SMP memiliki pengetahuan baik sebanyak 23 orang (23,7%), tamatan SMA memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 21 orang (21,6%), tamatan Perguruan Tinggi memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 20 orang (20,6%), dan tamatan SD memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 5 orang (5,2%).
Pengetahuan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor pendidikan. Pernyataan ini dukung oleh Wawan dan Dewi (2016) yang menyatakan bahwa, pendidikan responden berpengaruh pada tingkat pengetahuan tentang kesehatan khususnya tentang pemberian imunisasi dasar kepada balita.
Ketika menempuh pendidikan akan terjadi hubungan baik secara sosial atau interpersonal yang berpengaruh terhadap wawasan seseorang. Pada tingkat pendidikan yang rendah interaksi tersebut berkurang, informasi yang akan didapatkan juga berkurang. Sehingga semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin mudah menerima informasi dan semakin banyak pengetahuan.
Terdapat beberapa ibu dengan pengetahuan yang kurang, dikarnakan masih sedikit informasi yang didapatkan ibu-ibu tentang pemberian imunisasi dasar.
Pengetahuan menyebabkan orang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya, jika seseorang memiliki pengetahuan baik tentang imunisasai dasar maka ia akan melengkapi imunisasi bayinya sesuai dengan jadwal pemberian. Demikian dikatakan jika semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar, maka semakin besar potensi ibu untuk datang mengimunisasikan bayinya.
4.2.6 TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR BERDASARKAN PEKERJAAN
Berdasarkan pada tabel 4.8 diperoleh mayoritas responden yang tidak bekerja (Ibu rumah tangga) memiliki pengetahuan baik sebanyak 64 orang (66,0%), responden dengan pekerjaan sebagai Guru memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 2 orang (2,1%), dan pekerjaan sebagai Karyawan memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 2 orang (2,1%).
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Normalisa (2015) menyatkan bahwa pekerjaan ibu yang tertinggi sebanyak 61 orang (63,5%) adalah ibu yang tidak bekerja, yang mana pengetahuan baik pada ibu didukung oleh faktor usia dan memiliki anak yang berusia dibawah 1 tahun, mayoritas pendidikan ibu tamat Perguruan tinggi, dan ibu tidak bekerja sehingga ibu mempunyai banyak waktu luang untuk bisa mendapatkan informasi dari berbagai media (televisi, radio, surat kabar dan sosial media dan lain-lain) tentang imunisasi dasar dibandingkan dengan ibu yang memiliki pekerjaan yang akan cenderung tidak memiliki waktu yang cukup untuk imunisasi anaknya. Huda (2009) menyatakan juga bahwa mayoritas responden tidak memiliki pekerjaan (ibu rumah tangga) semakin ibu memiliki pekerjaan baik di sector formal maupun informal, sehingaa aktifitas ibu yang bekerja akan berpengaruh terhadap waktu yang dimiliki ibu untuk memberikan kasih sayang kepada anaknya termasuk perhatian ibu terhadap pemberian imunisasi dasar.
Namun penelitian yang dilakukan Panjaitan & Simanjuntak (2019) menyatakan bahwa mayoritas responden yang tidak memiliki pekerjaan (Ibu rumah tangga) 20,3% memiliki pengetahuan cukup dalam pemberian imunisasi dasar.
4.2.7 TINGKAT SIKAP IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR BERDASARKAN PENDIDIKAN
Berdasarkan tabel 4.9 didapatkan bahwa sebagian besar responden tamatan SMA memiliki sikap baik sebanyak 17 orang (17,5%), tamatan SMP memiliki sikap baik sebanyak 16 orang (16,5%), tamatan perguruan tinggi memiliki sikap
cukup sebanyak 16 orang (16,5%), dan tamatan SD mayoritas responden memiliki sikap baik sebanyak 8 orang (8,2%). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas responden dengan tamatan SMA memiliki sikap baik dalam pemberian imunisasi dasar. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi sikap seseorang antara lain seperti fasilitas sumber informasi (misal: media massa, penyuluhan) dan faktor internal dari diri orang tersebut untuk dapat menerima atau tidak menerima suatu objek (sikap positif dan negatif), (Anton, 2014).
Sikap ibu dapat dipengaruhi oleh cara pandang dan latar belakang dari dirinya sendiri, semakin berkembang pola pikir maka semakin bertambah pengetahuan sehingga ibu akan mampu memilah hal baik untuk bayinya, salah satunya dalam pemberian imunisasi dasar. Sikap ibu terhadap imunisasi memiliki pengaruh pada tingkat kepatuhan terhadap pemberian imunisasi dasar anaknya. Suatu sikap belum tentu terwujud dalam bentuk tindakan, namun sikap yang positif atau baik akan mempermudah seseorang dalam menerima suatu informasi yang positif pula.
Sehingga sikap menjadi salah satu faktor predisposisi seseorang dalam berperilaku (Notoatmdjo, 2007).
4.2.8 TINGKAT PERILAKU IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR BERDASARKAN PENDIDIKAN
Berdasarkan tabel 4.10 diketahui bahwa responden dengan tamatan SMP mayoritas memiliki perilaku baik sebanyak 28 orang (28,9%), tamatan SMA memiliki perilaku baik sebanyak 26 orang (26,8%), tamatan Perguruan Tinggi memiliki perilaku baik sebanyak 24 orang (24,7%), dan tamatan SD memiliki perilaku baik sebanyak 8 orang (8,2%).
Penelitian yang dilakukan oleh Istriyani (2011), menyatakan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan ibu maka semakin patuh terhadap pemberian imunisasi dasar pada balitanya.
Namun pada penelitian yang dilakukan Farasari (2021) menyatakan bahwa tingkat pendidikan D3/S1 mempunyai perilaku baik 22% yang dikarenakan responden yang memiliki tingkat pendidikan tinggi sudah banyak informasi yang akan lebih
mudah menerima dan tanggap terhadap informasi yang diberikan sehingga informasi sedikitpun yang akan didapatkan tetap akan dikembangkan menjadi lebih luas. Penelitian Ridho (2012) menyebutkan bahwa perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh pengalaman yang pernah dia lakukan yang mana artinya bahwa perilaku didasarkan oleh pengalaman-pengalaman sebelumnya yang sudah terjadi dari informai yang didapatkan. Farida (2020) menyebutkan bahwa pengetahuan ibu yang baik tidak serta merta akan berpengaruh pada perilaku yang baik, namun perlu dukungan dari sikap positif dari sebelumnya. Sehingga perlu dilakukan upaya dalam meningkatkan kesadaran terhadap perilaku pentingnya melakukan pemberian imunisasi dasar.
48 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu mengenai pemberian imunisasi dasar pada masa pandemi COVID-19 di Kecamatan Tambusai Utara diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Tingkat pengetahuan responden mayoritas memiliki pengetahuan yang baik dengan persentase 70,1%, tingkat pengetahuan cukup 24,7%, dan tingkat pengetahuan kurang 5,2%.
2. Sikap responden mengenai pemberian imunisasi dasar memiliki sikap baik dengan persentase 54,6%, yang memilki sikap cukup 45,4%, dan tidak ada responden yang memiliki sikap kurang.
3. Perilaku responden paling banyak memiliki perilaku yang baik dengan persentase 88,7%, sedangkan yang memiliki perilaku cukup 7,2%, dan untuk perilaku yang kurang 4,1%.
4. Mayoritas tamatan SMP memiliki pengetahuan baik 23,7%, tamatan SMA memiliki pengetahuan baik 21,6%, tamatan Perguruan Tinggi memiliki tingkat pengetahuan baik 20,6%, dan tamatan SD memiliki tingkat pengetahuan cukup 5,2%.
5. Mayoritas responden yang tidak bekerja (Ibu rumah tangga) memiliki pengetahuan baik 66,0%, Guru memiliki tingkat pengetahuan baik 2,1%, dan Karyawan memiliki tingkat pengetahuan baik 2,1%.
6. Mayoritas responden tamatan SMA memiliki sikap baik 17,5%, tamatan SMP memiliki sikap baik 16,5%, tamatan perguruan tinggi memiliki sikap cukup sebanyak 16 orang 16,5%, dan tamatan SD mayoritas responden memiliki sikap baik 8,2%.
7. Mayoritas responden tamatan SMP memiliki perilaku baik 28,9%, tamatan SMA memiliki perilaku baik 26,8%, tamatan Perguruan Tinggi memiliki perilaku baik 24,7%, dan tamatan SD memiliki perilaku baik 8,2%.
8. Pemberian imunisasi dasar tidak mengalami penurunan pada masa pandemi COVID-19 di Kecamatan Tambusai Utara.
5.2 SARAN
1. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemberian imunisasi pada bayi.
2. Diharapakan masyarakat agar memanfaatkan kegiatan penyuluhan tentang imunisasi dasar, sehingga dapat mengantarkan anaknya untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
3. Diharapkan dinas kesehatan, puskesmas, ataupun pelayanan kesehatan perlu meningkatkan informasi tentang imunisasi dasar dan pentingnya pemberian imunisasi dasar untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi kepada masyarakat. Pemberian informasi dapat disebarluaskan melalui sosial media dan media lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Adamu AA, Jalo RI, Habonimana D, Wiysonge CS. COVID-19 and routine childhood immunization in Africa: Leveraging systems thinking and implementation science to improve immunization system performance. Int J Infect Dis 2020;98:161-5. 6.
Anton, A. (2014). Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Ibu Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Selalong Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau (Skripsi). Pontianak: Universitas Tanjungpura.
Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Budiman & Riyanto, A. 2013, Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan, Salemba Medika, Jakarta.
Chusun & Suni, A. A. 2020. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Rutin Pada Balita Di Jakarta Timur. Jurnal Farmasi, Vol 7.
Dillyana, T. A., Nurmala, I. 2019. Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Persepsi Ibu dengan Status Imunisasi Dasar Di Wonokusumo. Jurnal Promkes, Vol. 7 pp. 67-77.
Farasari, P. 2021. Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Batita di Posyandu. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kenda,l Volume 11 No 3, Hal 587 – 594.
Farida, F. (2020). The Relationship Between Patterns of Care and Level of Emotional Intelligence Among Pre-School Children. Journal of Global Research in Public Health, 5(2), 204–209.
Felicia, FV., Suarca, IK. 2020. Pelayanan Imunisasi Dasar pada Bayi di Bawah Usia 12 Bulan dan Faktor yang Memengaruhi di RSUD Wangaya Kota Denpasar Selama Masa Pandemi COVID-19.Sari Pediatri. 22(3):139-145
Gondowardojo, Y. R., & Wirakusama, I. B. 2015. Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Mengenai Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Bebandem 2014. E-Jurnal Medika Udayana Vol.4 No.4, 1- 15.
Huda, N. (2009). Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu tentang Imunisasi Dasar Lengkap di Puskesmas Ciputat (Skripsi). Jakarta:
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayahtullah.
Irawati, N. A. V. 2020. Imunisasi Dasar dalam Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Kedoktean Unila, Vol. 4 No.2
Istriyani, E.2011. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa Kumpulrejo Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga.Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Kartini, D., Ekasari, F., Aryastuti, N. 2021.Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Ketepatan Imunisasi Dasar pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabumi II Selatan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2020. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KesMas Respati Vol.
6, No. 1, April 2021, pp. 1-14
Kemenkes. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017. Tentang Penyelenggara Imunisasi. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Kemenkes RI. 2017. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Difteri. Jakarta:
Kementerian Republik Indonesia.
Kemenkes RI. 2019. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Jakarta:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Buletin survailans PD3I &
Imunisasi. Jakarta: Kemenkes RI. Edisi 2
Kemenkes RI. 2020. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. 2020. Juknis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemi COVID-19. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Maidartati & Yuniarti, I. Y.2020. Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pemberian Imunisasi Dasar Di Puskesmas Kabupaten Bandung. Jurnal Keperawatan BSI, Vol. VIII No. 1
Mukhi, S., Medise, B. E. 2021. Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Cakupan Imunisasi Pada Masa Pandemi COVID-19. Jakarta: Sari Pediatri.
Normalisa. 2015.Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi di Puskesmas Kota Banjarmasin. Banjarmasin: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sari Mulia Banjarmasin.
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. 2014. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.
Jakarta: Rineka Cipta.
Panjaitan, N. & Simanjuntak, L. 2019. Faktor-Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Puskesmas Soposurung.
Pusdatin. 2016. Situasi Imunisasi di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI
Puspita, Ndaru. 2018. Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Imunisasi dasar Pada Bayi. Skripsi. Surabaya : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.
Rachmawati, S. D., Barlianto, W., Ariani. 2019. Pedoman Praktis Imunisasi Pada Anak:Pemberian Imunisasi Pada Anak Sehat, Sakit, dan Terlambat Jadwal. Malang: UB Press.
Rahmadhani, S.P., & Amalia, R. 2021. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tingkat Pendidikan Dan Jenis Pekerjaan Ibu Dengan Status Imunisasi Bayi Usia 9 Sampai 12 Bulan. Journal Of Midwifery Science, Volume 1 No 1.
Ranuh, I.G., Hadinegoro, S.R., Kartasasmita, C.B., Ismoedijanto, Soedjatmiko, Gunardi, H., Ismoedijanto, Soedjatmiko, Gunardi, H., Hendrarto, T.W.
2017. Pedoman Imunisasi di Indonesia Edisi Keenam tahun 2017.
Jakarta Pusat: Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Ridho, S. (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi Dasar Di Wilayah Kelurahan Ngestiharjo Kabupaten Bantul Yogyakarta. Tesis. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Sarri, R. K., & PH, L. 2018. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pemberian Imunisasi Dasar. Jurnal Keperawatan, Volume 10 No 1, 75-82.
Sari, L.I. 2020. Buku Ajar Imunisasi Bayi. Bandung: CV Media Sains Indonesia.
Sarwono, S.W. 2018, Psikologi Remaja, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Siregar, I.S.2021. Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Ibu Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2017
Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap. Skripsi. Medan : Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Soedjatmiko, Sitaresmi, M. N., Hadinegoro, S. R. S., Kartasasmita, C. B., Ismoedijanto. Rusmil, K., Siregar, S. P., Munasir, Z., Prasetyo, D.,
Sarosa, G. I. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 – 18 Tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2020. Sari Pediatri.
2020;22(4):252-60
Triana, V. 2016. Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (JKMA). e-ISSN 2442-6725. Vol 10(2):123-135.
UNICEF. 2018, September.Unicef Immunization Roadmap 2018-2030. Retrieved Juni 4, 2021, fromwww.unicef.org/sites/default/files/2019/01/ UNICEF_
Immunization_Roadmap_2018.pdf: https://www.unicef.org
Wawan, A. & Dewi, M. 2016, Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia, Nuha Medika, Yogyakarta.
World Health Organization. 2012. Information Sheet Observed Rate Of Vaccine Reaction Hepatitis B Vaccine. Avaibel at: https://cdn.who.int/media/
docs/default-source/global-vaccine-safety/hep-b-vaccine-rates-World Health Organization. April 2012. Information Sheet Observed Rate Of Vaccine Reaction Bacille Calmette-Guerin (BCG) Vaccine.. Available at: https://cdn.who.int/media/docs/default-source/global-vaccine-
World Health Organization. 2013. Weekly Epidemiological Record: Haemophilus influenzae type b (Hib) Vaccines.Retrieved Juni 4, 2021,from Weekly Epid. Record(2013,88:413-428) : https://www.who.int/wer
World Health Organization. 2015. Weekly Epidemiological Record: Pertussis Vaccines. Retrieved Juni 4, 2020, from Weekly Epid. Record . (2015, 90:
433-460) [: https://www.who.int/wer
World Health Organization. 2016. Weekly Epidemiological Record: Polio Vaccines. Retrieved Juni 4, 2020, from Weekly Epid. Record (2016, 9:
145-168): https://www.who.int/wer
World Health Organization. 2017. Weekly Epidemiological Record: Hepatitis B Vaccines. Retrieved April 15, 2020, from Weekly Epid. Record (2017,92:369-392):https://www.who.int/wer
World Health Organization. 2017. Weekly Epidemiological Record: Tetanus Vaccines. Retrieved Juni 4, 2020, from Weekly Epid. Record . (2017, 92:
53-76): https://www.who.int/wer
World Health Organization. 2017, August 4. Weekly Epidemiological.Record:
Diphteriae Vaccines. Retrieved Juni 4, 2020, from Weekly Epid. Record (2017, 92:417- 436): https://www.who.int/wer
World Health Organization. 2020. Meeting of the Strategic Advisory Group of Experts on Immunization, October 2020 – conclusions and recommendations. Retrieved Juni 5, 2021, from Weekly Epidemiological Record, vol 95, 48: 585-608: https://apps.who.int/iris/
bitstream/handle/10665/337100/WER9548-eng-fre.pdf?ua=1
World Health Organization. At least 80 million children under one at risk of diseases such as diphtheria, measles and polio as COVID-19 disrupts routine vaccination efforts, warn Gavi. WHO and UNICEF; 2020.
World Health Organization. 2021. Dasar-dasar Keamanan Vaksin Pelatihan Melalui Elektronik; Bagaimana Vaksin Bekerja. Retrieved Juni 8, 2021.Available at: https://in.vaccine-safety-training.org/
Wibowo, C. A., Ashila. U. S., Aditya, I. G. Y., Probo, A., Karima, S. W., Rino, S.
A., Rosaningrum, J., Krisnayanti, N. W., Tanjung, N., Hutasuhut, M., Sulistyarini, A. 2020. Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Imunisasi Dasar Pada Balita . Jurnal Farmasi Komunitas, Volume 7, pp. 17-22.
Yuda, A., D., &Nurmala, I. 2018. Hubungan Karakteristik, Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Ibu Dengan Kepatuhan Imunisasi. Jurnal Berkala Epidemiologi, Volume 6 No.1 pp. 86-94.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Nurul Laili
NIM 180100217
Tempat / Tanggal Lahir : Simpang Kanan / 2 Maret 2000
Agama : Islam
Nama Ayah : Kusnen
Nama Ibu : Rumikem
Alamat : Jl. Dr. Hamzah No. 10, Medan
Riwayat Pendidikan :
1. TK Bunga Tanjung (2005-2006) 2. SD 008 Tambusai Utara (2006-2012) 3. SMP Negeri 5 Tambusai Utara (2012-2015) 4. SMA Negeri 3 Tebing Tinggi (2015-2018)
5. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (2018-Sekarang)
Riwayat Pelatihan :
1. Peserta PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) FK USU 2018 Peserta MMB (Manajemen Mahasiswa Baru) FK USU 2018
2. Peserta LKMM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa) FK USU 2018
Riwayat Organisai :
1. Anggota Departemen Kerohanian PEMA (Pemerintah Mahasiswa) FK USU 2019
2. Sekertaris Departemen DANUS (Dana dan Usaha) FOSKAMI PEMA FK USU 2020-2021
3. Wakil Bendahara Umum HMI FK USU 2020-2021
Lampiran B
SURAT IZIN PENELITIAN
Lampiran C
SURAT PERSETUJUAN KOMISI ETIK
Lampiran D
Lampiran E
LEMBAR PENJELASAN Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Perkenalkan nama saya Nurul Laili, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2018. Saat ini saya sedang melakukan penelitian tugas akhir sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran.
Untuk itu saya memohon bantuan saudara sekalian untuk ikut berpartisipasi dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner "Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Mengenai Pemberian Imunisasi Dasar Pada Masa Pandemi COVID-19 di Kecamatan Tambusai Utara" yang saya bagikan ini. Partisipasi suadara semua bersifat sukarela tanpa adanya paksaan. Setiap data dalam penelitian ini hanya digunakan untuk kepentingan penelitian.
Demikian yang dapat saya sampaikan, saya ucapkan terima kasih untuk saudara yang sudah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner ini dan membantu saya dalam menyelesaikan penelitian saya. Atas perhatiannya sekali lagi saya ucapkan terima kasih.
Rokan Hulu, 2021 Hormat saya,
Nurul Laili NIM. 180100217
Lampiran F
LEMBAR PERSETUJUAN PESERTA PENELITIAN
Setelah membaca dan mendapat penjelasan serta memahami sepenuhnya tentang penelitian:
Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Mengenai Pemberian Imunisasi Dasar Pada Masa Pandemi COVID-19 di Kecamatan Tambusai Utara
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : ………
Usia : ………
Alamat : ………
Menyatakan bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, pernyataan persetujuan ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan.
Rokan Hulu, ………. 2021
Peneliti Yang membuat Pernyataan
(Nurul Laili) (………...)
Lampiran G
KARAKTERISTIK RESPONDEN PENILITIAN
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IBU MENGENAI PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI
KECAMATAN TAMBUSAI UTARA
Nama :
Usia Ibu : Alamat : Pendidikan : Pekerjaan : No. Telp/ WA : Jumlah Anak : Usia Anak :
Lampiran H
LEMBAR KUESIONER
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IBU MENGENAI PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19
DI KECAMATAN TAMBUSAI UTARA
A. PENGETAHUAN
1. Apakah manfaat dari imunisasi ?
a. Agar terhindar dari suatu penyakit infeksi b. Agar meningkatkan nafsu makan
c. Untuk menambah kepintaran d. Tidak tahu
2. Berikut yang termasuk imunisasi dasar ? a. BCG, DPT-HB-Hib, Polio, dan Campak b. DPT, Polio, Campak, Hepatitis B c. BCG, Polio, Campak
d. Semua jawaban benar
3. BCG diberikan pada bayi berusia?
a. Bayi baru lahir b. 4 bulan
c. 6 bulan d. Tidak tahu
4. Imunisasi BCG diberikan untuk mencegah penyakit?
a. TBC (Tuberculosis) b. Tetanus
c. Difteri ( Radang tenggorokan) d. Tidak tahu
5. Imunisasi Polio diberikan pada bayi usia ? a. 1 bulan
b. 4 bulan c. 9 bulan d. Tidak tahu
6. Imunisasi Polio sebaiknya diberikan pada bayi sebanyak ? a. 4 kali
b. 3 kali c. 2 kali d. Tidak tahu
7. Berikut ini bagaimana cara pemberian imunisasi Polio ? a. Diteteskan
b. Disuntikan pada paha c. Disuntikan pada lengan atas d. Tidak tahu
8. Imunisasi Campak diberikan pada saat bayi berusia ? a. 9 bulan
b. 4 bulan c. 3 bulan d. Tidak tahu
9. Berapa tetes pemberian imunisasi Polio ? a. 2 tetes
b. 3 tetes c. 4 tetes d. Tidak tahu
10. Gejala yang biasa ditimbulkan setelah pemberian imunisasi ? a. Demam ringan
b. Diare c. Sesak d. Tidak tahu
B. SIKAP adalah imunisasi dasar yang diwajibkan oleh pemerintah. walaupun jarak puskesmas jauh dari rumah 7. Mengimunisasi bayi harus teratur dan tepat
waktu
8. Menurut saya memberikan imunisasi tidak dapat mencegah penyakit
9. Imunisasi BCG diberikan untuk mencegah penyakit radang otak
10. Memberikan imunisasi dasar sebaiknya pada anak pertama saja
11. Pada masa pandemi COVID-19 imunisasi anak tetap dilakukan seperti biasa
C. PERILAKU
1. Apakah anak ibu diberikan imunisasi BCG pada saat lahir ? a. Ya
b. Tidak
2. Apakah anak ibu diberikan imunisasi campak pada usia 9 bulan ? a. Ya
b. Tidak
3. Apakah anak ibu diberikan imunisasi Hepatitis B pada saat lahir ? a. Ya
b. Tidak
4. Apakah ibu memberikan imunisasi lengkap pada anak ibu ? a. Ya
b. Tidak
5. Apakah ibu tetap membawa anak ibu imunisasi pada saat pandemi COVID-19 ?
a. Ya b. Tidak
6. Apakah ibu membawa anak ibu imunisasi tepat waktu ? a. Ya
b. Tidak
7. Apakah ibu pernah membawa anak ibu imunisasi pada saat demam ?
7. Apakah ibu pernah membawa anak ibu imunisasi pada saat demam ?