• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN ANALISA DATA

4.3. Analisa Data

4.3.1. Perbandingan Jenis Road Humps

Setelah data kecepatan kendaraan dan tingkat kebisingan didapat dari pengukuran dilapangan pada lokasi speed bump dan rumble strips. kemudian kedua jenis road humps tersebut diperbandingkan untuk perubahan kecepatan dan tingkat kebisingan pada 4 area pengamatan.

1. Speed Bump

Dari data yang didapat pada hasil pengukuran 4 area pengamatan speed bump, dibuat tabel rekapitulasi untuk membandingkan hasil perubahan kecepatan setempat dan tingkat kebisingan lalu lintas.

a. Kecepatan Setempat

Perubahan persentase penurunan dan penambahan kecepatan setempat mobil penumpang pada 4 area pengamatan speed bump dapat dilihat pada Tabel 4.11

Tabel 4.11 Perubahan Presentase Kecepatan Setempat Mobil Penumpang (Speed Bump) No. Lokasi Perubahan Area 1- Area 2 (%) Perubahan Area 2- Area 3 (%) Perubahan Area 3- Area 4 (%)

1 Jl. Rumah Sakit Haji -9.42% -3.47% -1.08%

2 Jl. Tengku AmirHamzah -27.94% -10.42% 2.75%

3 Jl. Kapten Muslim -14.19% -8.27% 10.52%

4 Jl. Abdullah Lubis -4.49% -5.56% 7.18%

5 Jl. Universitas -40% -5.37% 43.64%

Dengan melihat data hasil perhitungan pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa kecepatan setempat mobil penumpang pada 4 area pengamatan menunjukkan reduksi yang berbeda. penurunan terbesar terjadi ketika kendaraan dari area 1 (kecepatan bebas) menuju area 2 (area perlambatan) yang terletak di jalan universitas dengan penurunan kecepatan sebesar 40%. Sedangkan penurunan kecepatan terbesar dari area 2 ke area 3 terletak di jalan Dr. A. Sofian dengan penurunan kecepatan sebesar 17,09%. Kemudian penurunan kecepatan dari area 3 menuju area 4 hanya terdapat dijalan rumah sakit haji. Hal ini menujukkan bahwa kendaraan setelah melewati area 3 akan melakukan percepatan.

Sedangkan perubahan persentase penurunan dan penambahan kecepatan setempat sepeda motor pada 4 area pengamatan speed bump dapat dilihat pada Tabel 4.12.

Tabel 4.12 Perubahan Presentase Kecepatan Setempat Sepeda Motor (Speed Bump)

No. Lokasi Perubahan 1-2

(%)

Perubahan 2-3 (%)

Perubahan 3-4 (%) 1 Jl. Rumah Sakit Haji -19.25% -6.79% 10.81% 2 Jl. Tengku AmirHamzah -29.86% 0.42% 16.86%

3 Jl. Kapten Muslim -16.01% -5.09% 12.95%

4 Jl. Abdullah Lubis -11.71% 2.40% 1.50%

5 Jl. Universitas -24.72% -11.25% 31.63%

6 Jl.Dr.A. Sofian -30.68% -10.08% 17.04%

Dari tabel diatas perubahan penurunan kecepatan setempat sepeda motor terbesar dari area 1 (kecepatan bebas) menuju area 2 (perlambatan) terdapat pada jalan Dr.A. Sofian sebesar 30,68% dan perubahan penurunan kecepatan dari area 2 (area perlambatan) menuju area 3 ( saat kendaraan melintas diatas speed bump) terbesar terdapat pada jalan Universitas sebesar 11,25%. Sedangkan kecepatan kendaraan dari area 3 menuju area 4 terjadi penambahan kecepatan.

Dari perubahan kecepatan setempat mobil penumpang dan sepeda motor pada 4 area pengamatan diatas bahwa speed bump sangat efektif dalam menurunkan kecepatan kendaraan. Hal ini sesuai dengan fungsi dari road humps yaitu sebagai alat pengendali kecepatan lalulintas untuk menurunkan kecepatan pada daerah yang memiliki geometrik atau tata guna lahan yang kurang menguntungkan sampai 40%. dimana rata- rata penurunan kecepatan hasil penelitian adalah 40%.

Dari persentase penurunan kecepatan kendaraan diatas, dapat dilihat juga bahwa speed bump dengan karakteristik yang berbeda akan menghasilkan persentase penurunan kecepatan yang berbeda. Sebagai contoh adalah speed bump dengan lebar bawah 50 cm yang terletak di jalan Tengku Amir Hamzah dan jalan Kapten Muslim. Semakin tinggi elevasi speed bump tersebut, maka persentase penurunan kecepatannya semakin besar. Demikian juga speed bump yang terletak di jalan Universitas dan di jalan Dr. A. Sofian yang mempunyai lebar bawah 38 cm, persentase penurunan kecepatannya semakin besar seiring dengan berkurangnya lebar speed bump tersebut. Selain itu dari data juga dapat dilihat bahwa untuk speed bump dengan ketinggian yang sama tetapi dengan ukuran lebar yang berbeda juga menghasilkan peredaman yang berbeda. Semakin kecil lebar speed bump, semakin besar persentase penurunan kecepatannya.

b. Tingkat Kebisingan Lalu Lintas

Perubahan persentase penurunan dan penambahan tingkat kebisingan mobil penumpang pada 4 area pengamatan speed bump dapat dilihat pada Tabel 4.13.

Tabel 4.13 Perubahan Presentase Tingkat Kebisingan Mobil Penumpang (Speed Bump)

No. Lokasi Perubahan 1-2

(%)

Perubahan 2-3 (%)

Perubahan 3-4 (%)

1 Jl. Rumah Sakit Haji 7.28% 3.76% 7.90%

2 Jl. Tengku AmirHamzah 7.31% -12.72% 16.78%

3 Jl. Kapten Muslim -2.32% -10.14% 18.36%

4 Jl. Abdullah Lubis 3.97% -2.49% 1.97%

5 Jl. Universitas -4.69% 7.54% -3.05%

6 Jl.Dr.A. Sofian -4.50% 3.50% 0.12%

Dengan melihat data hasil perhitungan pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa tingkat kebisingan mobil penumpang pada 4 area pengamatan menunjukkan adanya penurunan dan penambahan kebisingan. Dimana reduksi tingkat kebisingan terbesar terjadi pada area 2 ( perlambatan) menuju area 3 (saat kendaraan melintas diatas speed bump) sebesar 12,72% terdapat pada jalan Tengku Amir Hamzah. Sedangkan di jalan Universitas, jalan Dr.A.Sofian dan jalan Rumah Sakit Haji justru terjadi penambahan kebisingan ketika kendaraan dari area 2 menuju area 3.

Sedangkan perubahan persentase penurunan dan penambahan tingakat kebisingan sepeda motor pada 4 area pengamatan speed bump dapat dilihat pada Tabel 4.14.

Tabel 4.14 Perubahan Presentase Tingkat Kebisingan Sepeda Motor (Speed Bump)

No. Lokasi Perubahan 1-2

(%)

Perubahan 2-3 (%)

Perubahan 3-4 (%)

1 Jl. Rumah Sakit Haji 9.18% 4.32% 7.85%

2 Jl. Tengku AmirHamzah 1.68% -12.87% 23.99%

3 Jl. Kapten Muslim -2.11% -10.64% 18.43%

4 Jl. Abdullah Lubis 6.89% -4.17% 2.97%

5 Jl. Universitas -1.73% 10.65% 0.48%

6 Jl.Dr.A. Sofian -2.58% 6.68% 1.48%

Data perubahan tingkat kebisingan sepeda motor hampir sama dengan tingkat kebisingan mobil penumpang dimana reduksi terbesar terjadi pada area 1 menuju

area 2 yang terdapat pada jalan Tengku Amir Hamzah. Sedangkan di jalan Universitas, jalan Dr.A.Sofian dan jalan Rumah Sakit Haji justru terjadi penambahan kebisingan ketika kendaraan dari area 2 menuju area 3.

Dari perubahan tingkat kebisingan mobil penumpang dan sepeda motor pada 4 area pengamatan diatas bahwa speed bump selain bisa meruduksi kecepatan bisa juga mereduksi tingkat kebisingan tetapi hanya terjadi pada jalan Tengku Amir Hamzah, jalan Kapten Muslim dan jalan Abdullah lubis.

Dari persentase penurunan kecepatan kendaraan diatas, dapat dilihat juga bahwa speed bump dengan karakteristik yang berbeda akan menghasilkan persentase penurunan tingkat kebisingan yang berbeda. Sebagai contoh adalah speed bump dengan lebar bawah 50 cm yang terletak di jalan Tengku Amir Hamzah dan jalan Kapten Muslim. Semakin tinggi elevasi speed bump tersebut, maka persentase penurunan kebisingannya semakin besar. Selain itu dari data juga dapat dilihat bahwa speed bump yang terbuat dari bahan aspal lebih tinggi tingkat kebisingannya dari pada speed bump yang terbuat dari bahan karet.

Tingkat kebisingan yang terukur pada enam lokasi speed bump, telah melampaui baku tingkat kebisingan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996. Dimana pada enam lokasi tersebut terdapat lingkungan kegiatan seperti perumahan, mesjid, rumah sakit dan perkantoran.

2. Rumble Strips

Dari data yang didapat pada hasil pengukuran 4 area pengamatan rumble strips, dibuat tabel rekapitulasi untuk membandingkan hasil perubahan kecepatan dan tingkat kebisingan.

a. Kecepatan Setempat

Perubahan persentase penurunan dan penambahan kecepatan setempat pada 4 area pengamatan rumble Strips dapat dilihat pada Tabel 4.15.

Tabel 4.15 Perubahan Presentase Kecepatan Setempat Mobil Penumpang (Rumble Strips)

No. Lokasi Perubahan 1-2

(%) Perubahan 2-3 (%) Perubahan 3-4 (%) 1 Jl. Dr. Mansur -8.90% 2.26% 2.74% 2 Jl. K.H. Wahid Hasyim -7.46% -7.91% 5.52% 3 Jl. Sei Serayu -19.44% 16.49% 7.25% 4 Jl.Sei Belutu -9.90% 0.52% 3.83% 5 Jl. Gajah Mada -12.56% 11.96% 6.15% 6 Jl.Danau Singkarak -8.71% 3.60% 0.84%

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa penurunan kecepatan kendaraan hanya terjadi ketika kendaraan dari area 1 menuju area 2. Sedangkan ketika kendaraan dari area 2 menuju area 3 tidak terjadi penurunan kecepatan. Penurunan kecepatan mobil penumpang pada rumble strips hanya terjadi pada jalan K.H. Wahid hasyim sebesar 7,91 %, karena pada lokasi tersebut terdapat persimpangan, sehingga banyak kendaraan ketika melewati area tersebut menurunkan kecepatannya. Sedangkan pada jalan Dr. Mansur, jalan Sei Serayu, jalan Sei Belutu, jalan Gajah Mada dan jalan Danau singkarak tidak adanya penurunan kecepatan ketika melewati rumble strips. Hal tersebut terjadi karena masih banyak pengendara yang nekat menerobos, bahkan dengan kecepatan yang cukup tinggi (lebih dari 25 km/jam).

Sedangkan perubahan persentase penurunan dan penambahan kecepatan setempat sepeda motor pada 4 area pengamatan rumble Strips dapat dilihat pada Tabel 4.16.

Tabel 4.16 Perubahan Presentase Kecepatan Setempat Sepeda motor (Rumble Strips)

No. Lokasi Perubahan 1-2

(%) Perubahan 2-3 (%) Perubahan 3-4 (%) 1 Jl. Dr. Mansur -18.34% 5.56% 16.02% 2 Jl. K.H. Wahid Hasyim -3.12% -3.22% 8.50% 3 Jl. Sei Serayu -22.99% 12.95% 5.53% 4 Jl.Sei Belutu -12.68% 3.49% -6.35% 5 Jl. Gajah Mada -5.65% 5.39% 6.92% 6 Jl.Danau Singkarak -5.15% 1.04% 5.68%

Dari tabel diatas terlihat bahwa perubahan kecepatan setempat mobil penumpang hampir sama dengan sepeda motor, dimana penurunan kecepatan hanya terjadi ketika kendaraan dari area 1 menuju area 2. Sedangkan ketika kendaraan dari area 2 menuju area 3 tidak ada terjadi penurunan kecepatan. Penurunan kecepatan sepeda motor pada rumble strips hanya terjadi pada jalan K.H. Wahid hasyim sebesar 3,22 %.

Dari perubahan kecepatan setempat mobil penumpang dan sepeda motor pada 4 area pengamatan diatas bahwa rumble strips tidak efektif dalam menurunkan kecepatan kendaraan. Hal ini disebabkan bahwa rumble strips tidak dirancang untuk mengurangi kecepatan lalu lintas, akan tetapi dirancang untuk memberi peringatan pada pengendara agar lebih waspada terhadap situasi perjalanan.

b. Tingkat Kebisingan

Perubahan persentase penurunan dan penambahan tingkat Kebisingan mobil penumpang pada 4 area pengamatan rumble strips dapat dilihat pada Tabel 4.17.

Tabel 4.17 Perubahan Presentase Tingkat Kebisingan Mobil Penumpang (Rumble Strips)

No. Lokasi Perubahan 1-2

(%) Perubahan 2-3 (%) Perubahan 3-4 (%) 1 Jl. Dr. Mansur 5.82% 3.37% 3.55% 2 Jl. K.H. Wahid Hasyim 14.06% 2.97% -0.77% 3 Jl. Sei Serayu -10.64% 10.41% 1.23% 4 Jl.Sei Belutu -6.10% 3.07% 0.08% 5 Jl. Gajah Mada 2.82% 5.74% -0.30% 6 Jl.Danau Singkarak 2.41% 1.26% -2.74%

Dari tabel diatas terlihat bahwa perubahan tingkat kebisingan mobil penumpang terjadi penurunan terbesar di area 1 menuju area 2 dengan perubahan sebesar 10,64% terdapat pada jalan Jl. Sei Serayu.

Sedangkan perubahan persentase penurunan dan penambahan tingkat kebisingan sepeda motor pada 4 area pengamatan rumble strips dapat dilihat pada Tabel 4.18.

Tabel 4.18 Perubahan Presentase Tingkat Kebisingan Sepeda Motor (Rumble Strips)

No. Lokasi Perubahan 1-2

(%) Perubahan 2-3 (%) Perubahan 3-4 (%) 1 Jl. Dr. Mansur 13.04% -4.22% 3.34% 2 Jl. K.H. Wahid Hasyim 9.03% 4.79% 0.51% 3 Jl. Sei Serayu 4.89% -5.48% 1.21% 4 Jl.Sei Belutu -5.63% -2.48% 5.75% 5 Jl. Gajah Mada -2.21% 5.91% -0.81% 6 Jl.Danau Singkarak 1.45% -1.59% -1.84%

Dari tabel diatas terlihat bahwa perubahan penurunan tingkat kebisingan sepeda motor terbesar hanya terjadi di area 1 menuju area 2 sebesar 5,63% yang terletak di jalan Sei Belutu.

Tingkat kebisingan yang terukur di enam lokasi penelitian rumble strips, telah melampaui baku tingkat kebisingan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996. Sebagai contoh adalah rumble strips yang terletak di jalan sei serayu,

dimana pada lokasi tersebut terdapat tempat ibadah Mesjid Nurul Huda, tingkat kebisingan yang diperbolehkan untuk tempat ibadah sebesar 55 dBA, sedangkan yang terjadi dilapangan sebesar 72.8 dBA (lihat tabel 4.10).

4.3.2 Pengaruh Road Humps Terhadap Kecepatan dan Tingkat Kebisingan

Dokumen terkait