• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan PDRB antar Daerah

Dalam dokumen pekanbarukota.bps.go.id (Halaman 33-38)

PENDAPATAN REGIONAL

3.4. Perbandingan PDRB antar Daerah

Analisis tentang PDRB akan semakin lengkap dengan melakukan perbandingan PDRB antar kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Dengan membandingkan PDRB antar

kabupaten/kota, dapat diperoleh gambaran menyeluruh tentang capaian ekonomi Kota Pekanbaru, sehingga evaluasi pembangunan dapat lebih baik, objektif dan komprehensif.

Dalam perbandingan PDRB antar kabupaten/kota, akan disajikan perbandingan beberapa indikator makro ekonomi dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Indikator tersebut adalah laju pertumbuhan,

struktur ekonomi, dan PDRB per kapita. Karena pengaruh minyak bumi dan gas terhadap perekonomian kabupaten/kota se-Riau sangat besar, maka angka PDRB yang digunakan dalam analisis adalah PDRB tanpa Migas.

3.4.1 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota

Laju pertumbuhan ekonomi erat kaitannya dengan stabilitas sosial, ekonomi dan politik suatu daerah. Berbagai fenomena yang terjadi dalam kurun waktu 2009-2013 sangat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi. Krisis eropa yang terjadi tahun 2008 masih dirasakan dampaknya di regional Sumatra, tak terkecuali Riau dan Pekanbaru.

Dampak tersebut berupa perlambatan

pertumbuhan ekonomi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seluruh Provinsi di Sumatra, tak terkecuali Riau, mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari tahun sebelumnya. Adanya kebijakan pemerintah yang melarang ekspor mineral mentah langsung tanpa melalui proses

pengolahan juga turut mempengaruhi

pertumbuhan ekonomi.

24:

Pendapatan Regional Kota Pekanbaru menurut Lapangan Usaha Tahun 2009

-2013

Tabel 3.4. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau 2009-2013 (%) No. Kabupaten/Kota 2009 2010 2011 2012 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Kuantan Singingi 6.90 7.03 7.33 7.39 7.17 2 Indragiri Hulu 6.99 7.01 7.21 7.32 6.77 3 Indragiri Hilir 7.14 7.31 7.38 7.47 7.03 4 Pelalawan 7.02 7.35 7.05 7.16 7.07 5 Siak 7.15 7.36 7.46 7.54 6.72 6 Kampar 6.86 7.05 7.04 7.44 7.41 7 Rokan Hulu 6.37 6.69 7.60 7.48 7.54 8 Bengkalis 6.95 7.14 7.67 7.65 7.26 9 Rokan Hilir 7.26 7.57 7.68 7.77 7.36 10 Kepulauan Meranti - - 8.45 8.19 8.22 11 Pekanbaru 8.81 8.98 9.56 10.57 9.01 12 Dumai 8.43 8.60 8.34 8.59 8.57 Riau 6.56 7.17 7.76 7.86 6.13

Sumber: BPS Kota Pekanbaru

Tabel 3.4. menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2013 sebesar 6,13 persen, sedikit mengalami perlambatan dari tahun sebelumnya. Trend yang sama juga terjadi pada hampir seluruh kabupeten/kota se-Provinsi Riau, kecuali Kabupeten Indragiri Hulu, Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Dari 12 (dua belas) kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau, ketiga kabupaten tersebut

tetap menunjukkan kenaikkan laju

pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut berarti kinerja ekonomi Kabupaten Indragiri Hulu,

Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kepulauan Meranti tetap menunjukkan performa yang baik.

Secara umum, pertumbuhan

ekonomi kabupaten/kota se-Riau tahun

2009-2013 berkisar antara 6,37-10,57

persen. Kota Pekanbaru tetap menduduki

peringkat pertama laju pertumbuhan

ekonomi di Provinsi Riau tahun 2009-2013. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Pekanbaru tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi Riau

tanpa migas, selain menjadi pusat

pemerintahan.

25:

Pendapatan Regional Kota Pekanbaru menurut Lapangan Usaha Tahun 2009

-2013

Tabel 3.5. Distribusi PDRB Kabupaten/Kota se-Prov. Riau, 2009-2013 (%)

No. Kabupaten/Kota 2009 2010 2011 2012 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Kuantan Singingi 6.84 6.54 6.36 6.24 6.16 2 Indragiri Hulu 8.35 8.29 8.69 8.67 8.64 3 Indragiri Hilir 12.28 13.32 13.64 12.99 12.61 4 Pelalawan 8.38 7.99 7.58 7.29 7.17 5 Siak 11.11 10.72 10.52 10.49 10.53 6 Kampar 7.79 8.02 7.65 7.35 7.20 7 Rokan Hulu 5.84 5.51 5.51 5.50 5.58 8 Bengkalis 10.49 7.47 7.44 7.48 7.45 9 Rokan Hilir 8.30 8.21 8.10 8.22 8.20 10 Kepulauan Meranti 0.00 2.91 2.98 3.03 3.12 11 Pekanbaru 17.55 17.83 18.33 19.49 20.00 12 Dumai 3.08 3.17 3.20 3.25 3.33 Riau 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00

Sumber: BPS Kota Pekanbaru

3.4.2. Distribusi PDRB Kabupeten/Kota

Distribusi PDRB kabupaten/kota

diperoleh dengan membagi nilai PDRB kabupaten/kota atas dasar harga berlaku terhadap total PDRB provinsi. Nilai ini digunakan untuk melihat seberapa besar peran/kontribusi kabupaten/kota terhadap ekonomi provinsi.

Tabel 3.5 menunjukkan bahwa tahun 2009-2013 Pekanbaru mendominasi peran pembentukan ekonomi Riau tanpa migas. Kontribusi PDRB Kota Pekanbaru tahun 2009 sebesar 17,55 persen dari total PDRB Riau. Angka ini terus meningkat menjadi 20,00 persen pada tahun 2013. Hal tersebut

menunjukkan bahwa selain menjadi pusat pemerintahan, Pekanbaru juga menjadi pusat perekonomian di Provinsi Riau.

Tiga kabupaten yang memberikan kontribusi terbesar setelah Pekanbaru tahun 2013 adalah Kabupaten Indragiri Hilir, Siak dan

Indragiri Hulu, yang masing-masing

memberikan kontribusi sebesar 12,61 persen, 10,53 persen dan 8,64 persen. Jadi, apabila kontribusi empat Kabupaten/kota (Pekanbaru, Indragiri Hilir, Siak dan Indragiri Hulu) digabung, maka akan memberikan peran sebesar 51,78 persen kepada pembentukan ekonomi Riau.

26:

Pendapatan Regional Kota Pekanbaru menurut Lapangan Usaha Tahun 2009

-2013

Tabel 3.6. PDRB Per Kapita Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, 2009-2013 (Juta Rupiah)

No. Kabupaten/Kota

Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2000

2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1 Kuantan Singingi 40.96 45.92 53.32 59.30 66.40 10.18 10.61 11.34 11.85 12.53 2 Indragiri Hulu 40.53 46.75 57.64 64.94 72.81 10.68 11.03 11.61 12.08 12.62 3 Indragiri Hilir 32.11 40.93 49.80 55.18 60.82 9.57 10.03 10.68 11.47 12.11 4 Pelalawan 50.34 54.08 56.75 61.64 66.12 10.21 10.25 10.14 10.53 10.70 5 Siak 52.37 58.30 66.28 74.60 83.60 9.79 10.06 10.46 10.91 11.30 6 Kampar 20.05 23.88 26.55 28.79 31.60 6.55 6.73 7.01 7.31 7.64 7 Rokan Hulu 22.11 23.74 26.80 30.21 33.78 5.31 5.35 5.44 5.66 5.84 8 Bengkalis 36.94 30.75 36.48 41.37 46.66 9.28 6.83 7.31 7.63 8.05 9 Rokan Hilir 26.64 30.41 34.81 39.90 44.47 7.17 7.39 7.71 8.06 8.41 10 Kepulauan Meranti 0.00 34.09 41.58 49.02 57.67 0.00 8.06 8.69 9.38 10.08 11 Pekanbaru 34.64 40.70 48.70 58.45 67.14 9.57 10.02 10.67 11.44 12.14 12 Dumai 21.44 25.64 30.42 34.82 40.17 7.80 8.18 8.70 9.16 9.72 Riau 32.98 36.96 43.11 48.88 54.79 8.62 8.63 9.06 9.54 10.01

Sumber: BPS Kota Pekanbaru

3.4.3. PDRB Per Kapita Kabupaten/Kota

Nilai PDRB per kapita sangat

ditentukan oleh jumlah penduduk. Dalam hal ini, total penduduk pertengahan tahun di suatu daerah berperan sebagai pembagi nilai PDRB, sehingga diperoleh PDRB per kapita.

Pembahasan tentang PDRB per kapita terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu PDRB per kapita atas dasar harga berlaku dan PDRB per kapita atas dasar harga konstan tahun 2000. PDRB per kapita atas dasar harga harga berlaku menunjukkan besaran nilai tambah

yang dinikmati setiap penduduk secara nominal di suatu daerah, sedangkan PDRB per kapita atas dasar harga konstan tahun 2000 menunjukkan nilai tambah yang dinikmati penduduk secara riil di suatu daerah karena sudah mengeliminir faktor inflasi (faktor harga).

PDRB per kapita Riau atas dasar harga beraku selama kurun waktu 2009-2013 mengalami peningkatan secara signifikan. Tahun 2009, PDRB Riau sebesar 32,98 juta rupiah, naik menjadi 54,79 juta rupiah tahun

27:

Pendapatan Regional Kota Pekanbaru menurut Lapangan Usaha Tahun 2009

-2013

2013. Hal ini menunjukkan kesejahteraan penduduk Riau secara umum semakin meningkat setiap tahun karena nilai tambah atas produksi barang dan jasa yang dinikmati

penduduk Riau secara nominal terus

meningkat.

Jika dilihat menurut kabupaten/kota, Siak adalah kabupaten yang mempunyai nilai PDRB per kapita atas dasar harga berlaku tertinggi tahun 2013. Bahkan, PDRB per kapita atas dasar harga berlaku Siak adalah yang tertinggi selama 5 (lima) tahun terakhir dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau. PDRB per kapita Siak atas dasar harga berlaku tahun 2009 sebesar 52,37 juta rupiah dan tahun 2013 angka tersebut meningkat menjadi 83,60 juta rupiah, jauh di atas PDRB per kapita Riau

Seiring dengan perkembangan PDRB atas dasar harga berlaku, PDRB atas dasar

harga konstan juga menunjukkan

kecenderungan meningkat. PDRB atas dasar harga kontsan Riau tahun 2009 sebesar 8,62 juta rupiah. Nilai ini meningkat pesat menjadi 10,01 juta rupiah tahun 2013. Hal ini dapat

diartikan bahwa nilai tambah atas produksi barang dan jasa yang dinikmati penduduk Riau secara riil terus meningkat dan kesejahteraan penduduk Riau semakin baik dari tahun ke tahun.

Indragiri Hulu adalah kabupaten dengan PDRB per kapita atas dasar harga konstan tertinggi di Provinsi Riau tahun 2013. PDRB per kapita Kabupaten Indragiri Hulu juga merupakan yang tertinggi dalam jangka waktu lima tahun terakhir di Provinsi Riau. Tahun 2009, PDRB per kapita Kabupaten Indragiru Hulu sebesar 10,68 juta rupiah dan tahun 2013 meningkat menjadi 12,14 juta rupiah. Angka PDRB per kapita Kabupaten Indragiri Hulu selalu berada di atas PDRB per kapita Riau.

Semakin meningkatnya PDRB per kapita baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan menunjukan bahwa tingkat kemakmuran penduduk Riau semakin tinggi. Berbagai kebijakan yang diambil pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah telah memberikan hasil yang positif terhadap kesejahteraan penduduk Riau.

Dalam dokumen pekanbarukota.bps.go.id (Halaman 33-38)

Dokumen terkait