PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA-PEMBERIAN PENGHARGAAN WAHANA TATA NUGRAHA BAGI PELAKSANAAN
4. Perbandingan Pengukuran Kinerja
a. Pengertian dan pentingnya perbandingan pengukuran kinerja
Perbandingan pengukuran kinerja dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan operasi dari unit kerja organisasi khusus, atau fungsinya untuk meningkatkan hasil kebijakan dan alokasi pusat keputusan dan mengkomunikasikannya kepada publik apa yang telah diselesaikan dan apa yang masyarakat butuhkan, harus menjadi tujuan. Perbandingan pengukuran kinerja meliputi :
a. Mengukur kinerja dari perwakilan, hak-hak hukum, atau wilayah yang menjadi perhatian.
b. Memperoleh informasi tentang kinerja dari perwakilan lain atau hak-hak hukum.
c. Membandingkan kinerja parawakil, operasi atau hak-hak hukum. d. Mengidentifikasi perbedaan kinerja dan alasan perbedaannya. e. Belajar dari perbedaan mengapa kinerja dapat ditingkatkan, dan f. Menerapkan apa yang telah dipelajari.
b. Pencarian benchmark pembandingan dalam menilai laporan kinerja
Benchmark merupakan pengukuran yang diharapkan. Kebanyakan tipe Benchmark digunakan untuk menilai kinerja laporan periode khusus, seperti :
a. Kinerja pada periode sebelumnya.
b. Kinerja dari unit dari organisasi atau area geografis serupa.
c. Hasiluntuk beban kerja atau kelompok pengguna layanan yang berbeda.
d. Standar umum yang dikenal.
e. Kinerja dari jurisdiksi lain atau sektor private. f. Perbedaan pelaksanaan penyediaan pelayanan. g. Sasaran yang ditentukan pada awal periode kinerja.
Kineja dalam periode yang lalu
Perbandingan kinerja sebelumnya dengan kinerja saat ini adalah tipe yang paling umum yang dapat diaplikasikan kepada seluruh program dengan baik. Pelaporan data pada setiap indikator yaitu, :
a. Frekuensi, kebanyakan organisasi mempersiapkan program laporan internal pada dasar proses dan indikator output secara triwulan, jika tidak setiap bulan.
b. Periode perbandingan, membandingkan periode 12 bulan yang khusus dengan periode 12 bulan sebelumnya.
Kinerja unit organisasi terkait atau area geografi
Manfaat penting breakout adalah pembandingan hasil untuk menyediakan pelayanan yang sesuai dengan berbagai tipe pemakai layanan. Unit yang mungkin diperbandingkan adalah :
a. Kantor
b. Distrik layanan
c. Fasilitas ( seperti perpustakaan, sekolah, taman, rumah sakit, dll )
d. Wilayah/region
Hasil untuk beban kerja atau kelompok pengguna layanan yang berbeda
Pembandingan dapat mengindikasikan apakah program lebih sukses atau tidak, sesui kategori pemakai layanan dan beban kerja unit pelayanan.
Pengenalan standar umum
Ketika tingkat pemerintah yang lain atau asosiasi profesional telah mengembangkan standar indikator hasil, standar ini telah digunakan untuk menilai kinerja. Sebagai contoh :
a. Pemerintah pusat secara periodik membuat standar kualitas air minum dan emisi dari tempat penampungan air kotor. Beberapa dapat dipercaya sementara beberapa yang lainnya tidak. Jurisdiksi individual dapat menggunakan standar ini untuk pembandingan.
b. Proses pengukuran kinerja yang dilakukan oleh departemen pekerja amerika serikat untuk job training partnership act (JTPA) yang menghitung dan menyebarkan standar kinerja nasional tahunan.program individual di area lokal dan regional ini telah menggunakan standar nasional untuk menilai kinerja mereka sendiri.
Kinerja hukum atau sektor swasta yang berbeda
Perbandingan data hasil dapat tersedia dari bidang hukum atau dari sektor swasta lainnya. Tipe perbandingan ini dapat digunakan sepanjang :
a. Aktifitas dari bidang hukum atau perusahaan swasta serupa dengan program yang sedang dievaluasi.
b. Data yang sesuai dengan indikator tersedia tepat pada waktunya.
Nilai hasil perlu di “normal” kan untuk menghasilkan beragam arti dan penilaian yang seimbang. Dalam pembuatan perbandingan ini terdapat beberapa keuntungan tambahan dari :
a. Penunjukantingkat kinerja yang realistik dengan sasaran.
b. Pengidentifikasian praktik kinerja organisasi yang dapat diadaptasi untuk peningkatan kinerja organisasi lainnya.
Pembandingan data indikator hasil yang sesuai dengan yurisdiksi daerah maupun nasional dalam beberapa tahun :
a. Kecelakaaan lalu lintas, luka-luka dan kematian b. Tingkat kejahatan
c. Tingkat kecelakaan yang disebabkan oleh api d. Tingkat polisi air dan udara ( dikota atau didesa) e. Statistik kesehatan
f. Standarnisasi nilai ujian sekolah kabupaten, pengumpulan, dan pelaporan dilakukan oleh kabupaten dan departemen pendidikan pusat.
Perbedaan praktik penyediaan layanan
Proses pengukuran hasil dapat digunakan untuk membantu program penilaian hasil,seperti :
a. Prosedur operasi yang berbeda b. Perbedaan teknologi
c. Perbedaan penyusunan staf
d. Perbedaan jumlah atau tingkat penyedia layanan untuk pengguna layanan individu
e. Perbedaan penyedia layanan seperti kontraktor swasta
Prinsip pendekatan yang digunakan dalam proses pengukuran hasil dapat diperbandingkan dengan kebijakan alternatif, proses, atau prosedur yang sedang berjalan :
a. Memperkenalkan praktik baru lintas dewan untuk mengganti praktik lama
b. Memperkenalkan praktik baru kedalam sebuah atau bagian dari operasi, praktik yang sedan berjalan dan praktik baru sedikit demi sedikit dalam periode waktu tertentu.
Penentuan saasaran pada awal periode kinerja
Sasaran setiap indikator hasil untuk kinerja periode mendatang merupakan alat manajemen. Pengalaman dengan indikator adalah penting untuk mengatur target perusahaan. Jadi data pelaksanaan program dapat dijadikan sebagai area simulasi dari indikator baru. Kriteria pemilihan pemilihan tujuan adalah sebagai berikut :
a. Sebuah tujuan tidak mempunyai nilai tunggal. b. Petimbangkan kinerja sebelumnnya
c. Pertimbangkan benchmarking
d. Jika benchmarking diperkirakan akan memenangkan persaingan, maka kinerja rata-rata untuk semua unit digunkan sebagai dasar
e. Pertimbangan hasil yang dicapai dalam menggunakan layanan atau kategori beban kerja yang berbeda
f. Pertimbangan pencapaian level kinerja oleh perusahaan swasta dengan aktivitas yang serupa atau komposisi pengguna layanan yang sama.
g. Pastikan tujuan yang dipilih dicapai sesuai dengan anggaran dan perencanaan program dalam satu tahun
h. Indetifikasi pengembangan caru-baik internal maupun eksternal-akan memberikan hasil yang diinginkan
c. Batasan Potensial Perbandingan Pengukuran Kinerja
Pengukuran perbandingan kinerja mempunyai batasannya sendiri, yaitu :
1. Fakta mengidentifikasi bahwa tidak ada juridiksi atau organisasi yang dapat dibandingkan secara keseluruhan.
2. Bahwa perbandingan pengukuran kinerja, seperti alat lain, dapat disalahgunakan.
3. Indikator proses penentuan perbandingan kinerja yang dilakukan dengan mengidentifikasi unit kerja organisasi yang dapat dibandingkan, mengumpulkan dan memeriksa informasi kinerja, dan menganalisis serta melaporkan perbandingangan informasi yang memerlukan waktu yang substantif, usaha, dan biaya.
4. Data perbandingan pengukuran kinerja, seperti pengukuran data kinerja, tidak menjelaskan, mengapa terjadi perbedaan dalam kinerja, mengapa hasilnya bisa tinggi atau rendah, baik atau buruk, dan mengapa tergantung pada organisasi lainnya. Sebelum asumsi kinerja itu dibuat, alasan tingkat kinerja dapat ditentukan, yaitu :
a. Faktor-faktor yang tidak diperhitungkan dalam usaha perbandingan pengukuran kinerja dapat menyebabkan ketidakpastian kualitas indikator kinerja.contohnya : baik atau buruknya cuaca, permintaan baru negara atau pemerintah
pusat, perubahan besar dalam sumber daya, perbedaan daya, perbedaan wilayah atau demografi, dan perubahan dalam pelayanan pengguna layanan.
b. Variasi definisi data yang digunkan oleh unit kerja organisasi dalam perbandingan pengukuran kinerja tidak dapat dielakkan.
5. Kinerja buruk unit kerja organisasi yang diidentifikasi dan dilaporkan, akan mendorong keengganan berbagai organisasi serupa untuk mengukur dan melaporkan kinerja.
d. Konsorsium Perbandingan Pengukuran Kinerja Pemerintah Setempat ICMA
Pengembanagan perbandingan yang sah ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi elemen pelayanan yang dibutuhkan dan praktik pelayanan yang efektif. Terdapat 44 kota dan daerah yang berpartisipasi.dimana setiap daerah mengirimkan perwakilan untuk memusatkan pada 4 wilayah yang digunakan oleh semua partisipan-polisi, pemadam kebakaran, tetangga, dan pelayanan pendukung.
Dalam rangka mengembangkan indikator kinerja untuk perbandingan, empat komite pengawas teknik dibentuk, yaitu satu untuk setiap pelayanan. Termasuk tiga tipe indikator kinerja diantaranya :
a. Indikator hasil, meakili beberapa aspek kualitas atau hasil dari pelayanan.
b. Indikator efesiensi, melaporkan rasio hasil atau output yang dihasilkan oleh, atau waktu kerja dari pelayanan dari sekitar input yang diterapkan pemerintah untuk menghasilkan output.
c. Indikator input, menggambarkan jumlah suber daya (pengeluaran dollar atau jumlah jam kerja) digunakan untuk menghasilkan output.
e. North Carolina Institute Of Gonverment (IOG): Proyek Perbandingan Pengukuran Kinerja
Pada tahun 1995, beberapa kota dan daerah IG. North Garolina League of Municipanties, dan North Carolina Association of Country
Commisioners mengadakan proyek perbandingan pengukuran kinerja (Coc 1999; few and Vogt 1997; North Carolina Local Gonverment Performance Measurement Project 1997). Kelompok ini membentuk komite pengawas dan memperkerjakan koordinator proyek. Komite itu kemudian menyeleksi kota dan daerah mana yang termasuk dalam usaa, dengan menggunakan tiga kriteria ini :
1. Kepentingan pelayanan untuk tujuan jurisdiksi 2. Jumlah warga yang perlu dilayani
3. Pelayanan yang menjadi keutamaan dalam swastanisasi
Pelayanan terpilih adalah :
1. Pelayanan polisi termasuk patroli, investigasi, dan komunikasi gawat darurat
2. Pengumpulan sampah baku termasuk pengumpulan perumahan, daur ulang, dan sampah halaman
3. Perawatan jalan termasuk perawatan dan perbaikan jalan
IOG mengembangkan model akuntansi untuk memfasilitasi pengumpulan informasi biaya yang dapat diperbandingkan. Dengan menggunakan model ini, biaya dapat dikelompokan dalam empat kategori :
1. Pelayanan personal langsung dan pengeluaran operasi 2. Biaya pusat / tidak langsung
3. Biaya peralatan 4. Biaya fasilitas.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Indikator kinerja merupakan ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhitungkan indikator masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak. Kinerja adalah gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan / program / kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi. Secara umum kinerja merupakan prestasi yang dicapai oleh organisasi dalam periode tertentu.
Pelaporan kinerja merupakan refleksi kewajiban untuk mempresentasikan dan melaporkan kinerja semua ktivitas dan sumber daya yang perlu dipertanggungjawabkan. Pelaporan ini merupakan wujud dari proses akuntabilitas. Analisis data dari sistem pengukuran kinerja yang baik dapat membantu organisasi dalam:
e. Mengidentifikasi kondisi pelaksanaan program yang mendorong perbaikan program.
f. Membantu pengembangan dan peningkatan strategi pelayanan. g. Menyediakan petunjuk permasalahan dan apa yang harus dilakukan
dalam meningkatkan hasil.
Perbandingan pengukuran kinerja dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan operasi dari unit kerja organisasi khusus, atau fungsinya untuk meningkatkan hasil kebijakan dan alokasi pusat keputusan dan mengkomunikasikannya kepada publik apa yang telah diselesaikan dan apa yang masyarakat butuhkan, harus menjadi tujuan.