• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4. Pembahasan Hasil Penelitian

4.4.5. Perbedaan Hasil Penelitian Sekarang dengan

Berikut ini akan disajikan perbedaan-perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu dilihat dari tahun penelitian, variabel penelitian dan hasil dari penelitian itu sendiri:

Tabel 4.13: Perbedaan-Perbedaan Penelitian Ini dengan Penelitian Terdahulu

No. Nama Peneliti Obyek

Penelitian Hasil Penelitian 1 Andi Luthfi Kurniawan Kabupaten Ponorogo

Pertumbuhan PDRB Kabupaten Ponorogo tahun 1993-2006 dipengaruhi secara signifikan opeh

(2008) Tahun 1993 – 2006

pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Variabel pengeluaran pembangunan mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap pertumbuhan PDRB di Kabupaten Ponorogo tahun 1993-2006. 2 Asnafiah

Yuliati (2001)

Kecenderungan peningkatan kemandirian dilihat dari proporsi PAD terhadap TPD dan kemampuan PAD dalam membiayai pengeluaran rutinnya selama tahun 1982/1983-1995/1996 menjelang otonomi daerah terbukti.

Kecenderungan rasio B/TPD signifikan yang berarti kecenderungan peningkatan bantuan atau ketergantungan daerah masih nyata.

Kecenderungan rasio PAD/PP tidak signifikan, artinya kemampuan PAD dalam membiayai pengeluaran pembangunan tidak terbukti.

Hasil analisis statistik untuk pengaruh variabel PAD dan pengeluaran pembangunan riil terhadap pertumbuhan ekonomi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan.

Variabel pengeluaran rutin tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

3 David Harianto

dan Priyo Hari Adi (2007)

DAU berpengaruh positif dan signifikan terhadap BM, sedangkan BM berpengaruh signifikan dan negative terhadap PDRB Per Kapita, tetapo mempunyai hubungan yang positif dalam

hubungan tidak langsung melalaui PAD terhadap PDRB Per Kapita, kemudian PAD berpengaruh signifikan dan psitif terhadap PDRB Per Kapita, dan DAU mempunyai dampak yang signifikan terhadap PAD melalui BM (efek tidak langsung)

4 Priyo Hari Adi

(2006)

Kabupaten Kota Se Jawa- Bali

belanja pembangunan memberikan dampak yang positif terhadap PAD maupun pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi daerah mempunyai dampak secara signifikan terhadap peningkatan PAD yang nantinya dengan sendirinya akan membuat daerah dapat menjalankan roda kepemerintahan melalui pembiayaan secara mandiri

5 Arfian (2012) Propinsi Bali

tahun 2001- 2008

Realisasi Anggaran Pendapatan Asli Daerah dan Realisasi Anggaran Belanja Modal tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan Realisasi Anggaran Belanja Rutin berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi

Berdasarkan perbedaan-perbedaan tersebut diatas, dapat dijadikan masukan bagi penelitian selanjutnya untuk memperluas jangkauan populasi, memperpanjang tahun pengamatan, dan menambah variabel bebas selain realisasi anggaran pendapatan asli daerah, realisasi belanja modal dan belanja rutin.

4.4.5. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi linier berganda, dengan menggunakan data time series dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2008 dan data cross section yaitu Sembilan kabupaten/kota di Propinsi Bali. Penelitian ini akan memberikan hasil yang berbeda, jika menggunakan regresi panel.

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda dan pembahasan, maka kesimpulan pada penelitian ini adalah:

1. Peningkatan Realisasi Anggaran Pendapatan Asli Daerah tidak memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi, sehingga hipotesis ke-1 “Diduga Realisasi Anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB)” tidak teruji kebenarannya.

2. Peningkatan Realisasi Anggaran Belanja Modal tidak memberikan kontribusi yang nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga hipotesis ke-2 “Diduga Realisasi Anggaran Belanja Modal berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB)” tidak teruji kebenarannya.

3. Peningkatan Realisasi Anggaran Belanja Rutin memberikan kontribusi yang nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga hipotesis ke-3 “Diduga Realisasi Anggaran Belanja Rutin berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB)” teruji kebenarannya.

5.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka beberapa saran yang dapat diajukan adalah:

1. Bagi perusahaan, hendaknya memperhatikan sektor anggaran belanja rutin untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten/Kota nya.

2. Bagi penelitian selanjutnya, hendaknya memperluas jangkauan populasi, memperpanjang tahun pengamatan, menambah variabel bebas dan menggunakan analisis regresi panel.

Adi, Priyo Hari, 2006, Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Belanja Pembangunan dan Pendapatan Asli Daerah (Studi Pada Kabupaten dan Kota se Jawa – Bali), Simposium Nasional Akuntansi (SNA) IX, Padang, 23-26 Agustus 2006, Hal. 1-21.

Ardani, Rezka Prakarsa, 2009, Analisis Pengaruh Realisasi Anggaran Pendapatan Asli Daerah, Pengeluaran Anggaran Belanja Modal, Dan Pengeluaran Anggaran Belanja Rutin Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Era Otonomi Daerah (Studi Kasus Kabupaten/Kota Di Propinsi Jawa Timur Tahun 2001- 2008), Skripsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya.

Arsyad, Lincolin, 2004, Ekonomi Pembangunan, Edisi ke-4, Cetakan kedua, Penerbit STIE YKPN, Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik, 2003, Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2001-2003, Penerbit Badan Pusat Statistik, Jakarta.

__________, 2004, Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2003-2004, Penerbit Badan Pusat Statistik, Jakarta.

__________, 2006, Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2005-2006, Penerbit Badan Pusat Statistik, Jakarta.

__________, 2008, Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2007-2008, Penerbit Badan Pusat Statistik, Jakarta.

Bastian, Indra, 2006, Sistem Akuntansi Sektor Publik, Edisi ke-2, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

__________, Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar, Penerbit Erlangga, Jakarta. __________, Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pemerintah Daerah di

Indonesia, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Djarwanto, 2001, Mengenal Beberapa Uji Statistik dalam Penelitian, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Liberty, Yogyakarta.

Ghozali, Imam, 2005, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Badan Penerbit UNDIP, Semarang.

Gujarati, Damodar, 1995, Ekonometrika Dasar, Alih Bahasa Sumarno Zain, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Dr. Abdul Halim, MBA. Ak., Edisi Revisi, Penerbit UPP AMP YPKN, Yogyakarta.

__________, 2007, Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah, Edisi 3, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Halim, Abdul, dan Subiyanto, Ibnu, 2008, Seri Bunga Rampai Manajemen Keuangan Daerah: Analisis Investasi (Belanja Modal) Sektor Publik-Pemerintah

Daerah, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Penerbit UPP STIM YKPN,

Yogyakarta.

Hamzah, Ardi, 2007, Pengaruh Belanja dan Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan dan Pengangguran (Studi Pada APBN 1999-2006), Konferensi Penelitian Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik Pertama: Membangun Pondasi Komunikasi Dalam Mewujudkan Akuntabilitas Publik,

Pascasarjana Universitas Pembangunan Nasional “Vetaran” Jatim,

Surabaya, 25-26 April 2007, Hal. 1-18.

Harianto, David dan Adi, Priyo, 2007, Hubungan Antara Dana Alokasi Umum, Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah dan Pendapatan Per Kapita, Simposium Nasional Akuntansi (SNA) X, Universitas Hassanudin (Unhas), Makasar, 26- 28 Juli 2007, Hal. 1-26.

Ikatan Akuntan Indonesia, 2007, Standar Akuntansi Keuangan: per 1 September 2007, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang, 1999, Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen, Yayasan BPFE, Yogyakarta.

Irawan dan Suparmoko, 2002, Ekonomika Pembangunan, Edisi 6, Cet.1, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Jhingan, M.L., 1990, Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Diterjemahkan oleh D. Guritno, Edisi ke-1, Cetakan ke-2, Penerbit Rajawali, Jakarta.

Kamaluddin, Rustian, 1996, Pengantar Ekonomi Pembangunan: Dilengkapi dengan Analisis Beberapa Aspek Pembangunan Ekonomi Nasional, Penerbit LPFE UI, Jakarta.

Kuncoro, Mudrajad, 2004, Otonomi Dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Kuncoro, Mudrajad, 2004, Otonomi Dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Ponorogo Tahun

1993-2006, Skripsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unair, Surabaya,

Unpublished.

Mangkoesoebroto, Guritno, 1993, Ekonomi Publik, Edisi ke-3, Cetakan ke-1, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Mardiasmo, 2002, Akuntansi Sektor Publik, Penerbit Andi, Yogyakarta.

__________, Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah, Penerbit Andi, Yogyakarta. Musgrave, Richard A dan Musgrave, Peggy E, 1991, Keuangan Negara dalam Teori dan

Praktek, Alih Bahasa Drs. Alfonso Sirait, Ak., dkk, Edisi Kelima, Cetakan Pertama, Penerbit PT. Erlangga, Jakarta.

Nanga, Muana, 2005, Makroekonomi: Teori, Masalah dan Kebijakan, Edisi ke-2, Penerbit Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Nazir, M, Ph.D., 1988, Metodologi Penelitian, Edisi Pertama, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.

Peraturan Pemerintah, 2005, Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.

Peraturan Pemerintah, 2005, Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.

Pirade, Ramon Diaz, 2006, Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Timur, Skripsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya, unpublished.

Pracoyo, Tri Kunawangsih dan Pracoyo, Antyo, 2005, Aspek Dasar Ekonomi Makro di Indonesia, Penerbit PT. Grasindo, Jakarta.

Purbadharmaja, Ida Bagus Putu, 2006, Implikasi Variabel Pengeluaran dan Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Propinsi Bali, Buletin Studi Ekonomi, Vol. 11 No. 1 Tahun 2006.

Putri, Ratih Dwimbantari, 2006, Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia Periode 1996-2003, Skripsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unair, Surabaya, unpublished.

Republik Indonesia, 2004, Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antar Pemerintah Pusat dan Daerah. __________, Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Penerbit PT. Elex Media Computindo, Jakarta.

Saragih, Juli Panglima, 2003, Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah dalam Otonomi, Cetakan Pertama, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.

Soetrisno, 1984, Dasar-Dasar Ilmu Keuangan Negara, Cetakan Ketiga, Penerbit BPFE UGM, Yogyakarta.

Sudjana, 2002, Teknik Analisis Regresi dan Korelasi, Edisi Pertama, Penerbit Tarsito, Bandung.

Suhadak dan Nugroho, Trilaksono, 2007, Paradigma Baru Pengelolaan Keuangan Daerah dalam Penyusunan APBD di Era Otonomi Daerah, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Penerbit Bayu Media dan Lembaga Penerbitan dan Dokumentasi FIA-Unbraw, Malang.

Suharyadi dan Purwanto S.K., 2003, Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Sumarsono, 2002, Metodologi Penelitian Akuntansi, Edisi Revisi, Penerbit Fakultas Ekonomi UPN “Veteran”, Surabaya.

Suparmoko, 1992, Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek, Edisi Keempat, Cetakan Keempat, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Supranto, J. 1984, Ekonometrik, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Suryana, 2000, Ekonomi Pembangunan: Problematika dan Pendekatan, Edisi Pertama, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Tarigan, 2007, Ekonomi Pembangunan: Problematika dan Pendekatan, Edisi Pertama, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

The Bali Times, 2011, Up to 2.8m Foreign Tourist This Year, http://www.thebalitimes.com/2011/02/17/up-to-2-8m-foreign-tourists-this- year/. Diakses pada tanggal 16 Oktober 2011.

Yuliati, Asnafiah, 2001, “Kemandirian dan Pertumbuhan Ekonomi dalam Menyongsong Otonomi Daerah (Studi Kasus Kabupaten Sleman, DIY)”, Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis (KEBI), Vol. 6, Edisi April-Juli 2001, STIE Kerjasama (Stiekers).

Baker, Aryn, 2003, Desperately Seeking Survival,

http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,393799,00.html

.

http://ineddeni.files.wordpress.com/2008/07/regresi_linier.pdf. Diakses pada tanggal 15 Mei 2012.

The Jakarta Post, 2011, Only 2.23 Percent Of Loans In Bali Are Bad,

http://www.thejakartapost.com/news/2011/07/25/only-223-percent-

Dokumen terkait