• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Indeks SCORAD setelah Pemberian 1 Minggu, 2 Minggu dan 3 Minggu antara Kelompok yang Diberi Vitamin D dan Plasebo

BAB 4. HASIL PENELITIAN

4.3. Perbedaan Indeks SCORAD setelah Pemberian 1 Minggu, 2 Minggu dan 3 Minggu antara Kelompok yang Diberi Vitamin D dan Plasebo

Tabel 4.3.Perbedaan Indeks SCORAD setelah 1 Minggu Pemberian

SCORAD Vitamin D

(n=23)

Plasebo

(n=23) P

Persentase area yang terkena, rerata (SB)

Kepala dan leher 4,87 (1,36) 5,04 (1,02) 0,403 Badan depan 1,7 (2,34) 2,13 (1,96) 0,299

Tangan 0 0

Ekstremitas atas 0,78 (1,88) 0,7 (1,66) 0,775 Ekstremitas Bawah 0,09 (0,42) 0,17 (0,83) 0,975 Kepala dan leher belakang 0,09 (0,42) 0 0,317

Ekstremitas atas belakang 0 0

Badan belakang 0,39 (1,88) 0 0,317

Ekstremitas Bawah Belakang 0 0

Genitalia 0 0 Intensitas, rerata (SB) Eritema 2,09 (0,42) 2,13 (0,46) 0,726 Edema 1,61 (0,66) 1,74 (0,62) 0,440 Oozing/crust 0,7 (0,88) 0,52 (0,73) 0,552 Ekskoriasi 0,22 (0,67) 0,13 (0,63) 0,323 Xerosis 0,13 (0,63) 0 0,317 Lichenifikasi 0 0

Gejala Subjektif, rerata (SB)

Pruritus 2,48 (0,73) 3,26 (0,92) 0,004

Insomnia 2,48 (0,73) 3,26 (0,92) 0,004

Indeks Scorad, rerata (SB) 21,91 (9,91) 22,61 (7,48) 0,360 Berdasarkan persentase area yang terkena dermatitis atopi dan intensitas dermatitis atopik, hasil pengukuran masih menunjukkan rerata skor yang sama. Namun, untuk gejala subjektif dan indeks SCORAD memperlihatkan skor yang menurun. Dari uji Mann Whitney ditemukan perbedaan rerata skor untuk pruritus dan insomnia (P=0,004).

Berdasarkan indeks SCORAD ditemukan rerata 21,91 (SB=9,91) pada kelompok yang menerima vitamin D dan 22,61 (SB=7,48) pada kelompok penerima plasebo. Untuk indeks SCORAD juga tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (P=0,360).

Tabel 4.4. Perbedaan Indeks SCORAD Setelah 2 Minggu Pemberian

SCORAD Vitamin D

(n=23)

Plasebo

(n=23) P

Persentase area yang terkena, rerata (SB)

Kepala dan leher 4,87 (1,36) 5,04 (1,02) 0,403 Badan depan 1,7 (2,34) 2,13 (1,96) 0,299

Tangan 0 0

Ekstremitas atas 0,78 (1,88) 0,7 (1,66) 0,775 Ekstremitas Bawah 0,09 (0,42) 0,17 (0,83) 0,975 Kepala dan leher belakang 0,09 (0,42) 0 0,317

Ekstremitas atas belakang 0 0

Badan belakang 0,39 (1,88) 0 0,317

Ekstremitas Bawah Belakang 0 0

Genitalia 0 0 Intensitas, rerata (SB) Eritema 1,3 (0,7) 1,61 (0,72) 0,086 Edema 1 (0,85) 1,35 (0,71) 0,075 Oozing/crust 0,57 (0,89) 0,52 (0,73) 0,918 Ekskoriasi 0,22 (0,67) 0,13 (0,63) 0,323 Xerosis 0,13 (0,63) 0 0,317 Lichenifikasi 0 0

Gejala Subjektif, rerata (SB)

Pruritus 1,43 (0,99) 2,09 (1,51) 0,098

Insomnia 0,7 (1,36) 1,48 (1,97) 0,133

Indeks Scorad, rerata (SB) 12,96 (10,54) 16,7 (10,15) 0,076 Pada pengamatan 2 minggu pengobatan diperoleh persentase area yang terkena dermatitis atopi dan intensitas dermatitis atopik masih

sebelum dan 1 minggu setelah pemberian obat baik pada kelompok anak yang menerima vitamin D dan plasebo.

Berdasarkan gejala subjektif, hasil pengukuran menunjukkan tidak ada perbedaan rerata skor yang signifikan baik untuk pruritus maupun insomnia (P>0,05).

Berdasarkan Indeks SCORAD ditemukan rerata 12,96 (SB=10,54) pada kelompok yang menerima vitamin D dan 16,7 (SB=10,15) pada kelompok penerima plasebo. Untuk indeks SCORAD juga tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (P=0,076).

Tabel 4.5. Perbedaan Indeks SCORAD setelah 3 Minggu Pemberian Vitamin D dan Plasebo

SCORAD Vitamin D (n=23) Plasebo (n=23) P Persentase area yang terkena,

rerata (SB)

Kepala dan leher 4,87 (1,36) 5,04 (1,02) 0,403 Badan depan 1,7 (2,34) 2,13 (1,96) 0,299

Tangan 0 0

Ekstremitas atas 0,78 (1,88) 0,7 (1,66) 0,775 Ekstremitas Bawah 0,09 (0,42) 0,17 (0,83) 0,975 Kepala dan leher belakang 0,09 (0,42) 0 0,317

Ekstremitas atas belakang 0 0

Badan belakang 0,39 (1,88) 0 0,317

Ekstremitas Bawah Belakang 0 0

Genitalia 0 0 Intensitas, rerata (SB) Eritema 0,65 (1,03) 0,96 (1,07) 0,271 Edema 0,57 (0,99) 1,04 (0,77) 0,013 Oozing/crust 0,52 (0,85) 0,48 (0,73) 0,969 Ekskoriasi 0,22 (0,67) 0,13 (0,63) 0,323 Xerosis 0,13 (0,63) 0 0,317 Lichenifikasi 0 0

Gejala Subjektif, rerata (SB)

Pruritus 0,7 (1,36) 1,35 (1,97) 0,217

Pada pengamatan minggu ketiga pemberian obat, tampak bahwa peresentase area dermatitis masih relatif sama untuk kedua kelompok (P>0,05). Berdasarkan intensitas dermatitis atopik, maka untuk edema ditemukan perbedaan rerata skor yang signifikan (P=0,013) dimana rerata skor edema pada kelompok vitamin D lebih kecil dengan rerata 0,57 (SB=0,99) bila dibandingkan dengan edema pada kelompok plasebo dengan rerata 1,04 (SB=0,77) dengan menggunakan uji Mann Whitney.

Berdasarkan Indeks SCORAD ditemukan rerata 8,43(SB=12,49) pada kelompok yang menerima vitamin D dan 12,09 (SB=12,18) pada kelompok penerima plasebo. Untuk indeks SCORAD juga tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (P=0,099).

Pada tabel 4.3.4 secara kumulatif setelah pemberian intervensi selama 3 minggu tampak terdapat perbedaan yang signifikan indeks SCORAD pada komponen intensitas yaitu edema antara kelompok anak yang diberi vitamin D dengan plasebo (p=0,03). Rerata intensitas edema pada kelompok yang diberi vitamin D adalah 1,06 (SB=0,76) sedikit lebih rendah dibandingkan kelompok anak yang diberi plasebo dengan rerata 1,38 (SB=0,63). Secara statistik, vitamin D tidak signifikan terhadap indeks SCORAD.

Tabel 4.6. Perbedaan Kumulatif Indeks Scorad Setelah 3 Minggu Pemberian Obat Scorad Vitamin D (n=23) Plasebo (n=23) P

Persentase area yang terkena, rerata (SB)

KeKepala dan leher 4,87 (1,36) 5,04 (1,02) 0,403 BaBadan depan 1,7 (2,34) 2,13 (1,96) 0,299

TaTangan - -

EkEkstremitas atas 0,78 (1,88) 0,7 (1,66) 0,775 EkEkstremitas Bawah 0,09 (0,42) 0,17 (0,83) 0,975 Kepala dan leher belakang 0,09 (0,42) 0,39 (1,88) 0,317

EkEkstremitas atas belakang - - -

BaBadan belakang - - - EkEkstremitas Bawah Belakang - - - GeGenitalia - - - Intensitas, rerata (SB) Eritema 1,35 (0,67) 1,57 (0,67) 0,151 Edema 1,06 (0,76) 1,38 (0,63) 0,03 Oozing/crust 0,59 (0,85) 0,51 (0,72) 0,669 Ekskoriasi 0,22 (0,67) 0,13 (0,63) 0,323 Xerosis 0,13 (0,63) - Lichenifikasi - - -

Gejala Subjektif, rerata (SB)

Pruritus 1,54 (0,95) 2,23 (1,37) 0,011

Insomnia 1,29 (1,07) 2,03 (1,51) 0,011

BAB 5. PEMBAHASAN

Dermatitis atopik merupakan keadaan yang sering muncul pada anak yang biasanya dapat menghilang pada usia 3 tahun pada beberapa anak.2 Pada penelitian ini diagnosis dermatitis atopik ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan fisik yang sesuai dengan kriteria Hanifin dan Rajka.

Penderita dermatitis atopik yang kami skrining saat datang ke posyandu puskemas untuk penimbangan rutin dan imunisasi. Jumlah laki laki maupun perempuan sama pada kedua kelompok dengan usia terbanyak dijumpai pada usia kurang dari satu tahun dengan status gizi yang normal. Pada studi tahun 2013 di Inggris melaporkan tidak ada perbedaan pada jenis kelamin, usia dan indeks massa tubuh pada penderita dermatitis atopik.7

Dermatitis atopik derajat sedang didapatkan pada kelompok usia kurang dari 1 tahun dan kelompok usia 1 sampai 3 tahun dengan rerata indeks SCORAD antara 25 sampai 50 dan derajat ringan pada kelompok usia 3 sampai 5 tahun dengan indeks SCORAD kurang dari 25. Area yang terkena pada usia kurang dari satu tahun adalah pada kepala dan leher, badan depan, ekstremitas atas dan bawah dengan gejala yang paling banyak dijumpai adalah eritema, edema dan dengan gejala subjektif yang dilaporkan

subjektif pruritus dan insomnia. Pada usia tiga sampai lima tahun area yang terkena adalah kepala, leher dan badan dengan gejala edema dan krusta dan gejala subjektif yang dilaporkan adalah pruritus dan insomnia. Pada penelitian tahun 2012 oleh Motswaldi melaporkan gejala pruritus merupakan gejala utama yang dikeluhkan oleh penderita dan keluarga penderita dermatitis atopik disertai eritema, edema, krusta, kulit kering, ekskoriasi dan likenifikasi.30

Penelitian tahun 2008 di Boston mendapatkan pemberian vitamin D tidak signifikan terhadap Eczema Area and Severity Index (EASI) dan

Investigator’s Global Assessement (IGA),31 sedangkan pada penelitian tahun

2011 di Iran pemberian vitamin D signifikan terhadap indeks SCORAD.7Pada studi ini menggunakan indeks SCORAD untuk menilai derajat keparahan penyakit sebelum dan sesudah diberikan vitamin D.

Efek suplementasi vitamin D pada perkembangan dermatitis atopik masih dalam perdebatan. Beberapa studi melakukan uji klinis mengenai pemberian vitamin D pada derajat keparahan dermatitis atopik. Defisiensi vitamin D dianggap berhubungan dengan meningkatnya fungsi imun bawaan dan imun adaptif. Vitamin D sebagai imunomodulator dapat menurunkan gejala dermatitis atopik dengan menghambat maturasi sel dendrite dan mempengaruhi secara langsung limfosit T untuk menghambat prolifearsi sel T.9 Pada penelitian tahun 2011 di Inggris mendapatkan hubungan antara

atopik menggunakan indeks SCORAD.32 Subjek dengan dermaitits dapat mengalami infeksi karena kekurangan dalam fungsi sistem kekebalan tubuh alami sehingga dapat menimbulkan gangguan epidermis dan perubahan pengenalan reseptor dan penekanan peptida antimikroba.9 Penelitian tahun 2009 di Costa Rica mendapatkan vitamin D berhubungan dengan alergi dan didapatkan hubungan yang signifikan antara level serum vitamin D, serum immunoglobulin E dan jumlah eosinofil dalam sirkulasi.22 Penelitian tahun 2008 di Boston mendapatkan perbedaan yang tidak signifikan pada kelompok yang mendapatkan suplemen vitamin D dengan kelompok yang mendapatkan plasebo.31 Penelitian tahun 2011 di Iran mendapatkan perubahan yang signifikan terhadap indeks SCORAD pada kelompok yang mendapat vitamin D oral atau pada kelompok yang mendapat vitamin D dan E.33 Penelitian ini merupakan uji klinis untuk mengetahui efek vitamin D pada derajat keparahan dermatitis atopik dengan menggunakan indeks SCORAD untuk menilai derajat keparahan dermatitis atopik sebelum dan sesudah pemberian vitamin D tanpa melakukan pemeriksaan kadar serum vitamin sebelum dan sesudah pemberian vitamin D. Setelah pemberian vitamin D selama tiga minggu dijumpai rerata skor indeks SCORAD yang menurun akan tetapi secara statistik tidak signifikan.

Dokumen terkait