• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KATA KETERANGAN BAHASA INDONESIA DAN

3.4. Persamaan dan Perbedaan Kata Keterangan Bahasa Indonesia dan

3.4.2. Perbedaan Kata Keterangan Bahasa Indonesia dan

kata berimbuhan, kata pengulangan dan kata gabungan sedangkan kata keterangan bahasa Jepang terbentuk selain dari kata dasar juga terbentuk dari kata apa yang disebut dengan giseigo, gitaigo dan giongo.

2) Kata – kata keterangan bahasa Indonesia apabila dilihat dari segi fungsi maka kata keterangan bahasa Indonesia hanya menerangkan verba, nomina, adjektiva dan numerilia. Sedangkan kata keterangan bahasa Jepang memiliki fungsi yang lebih spesifik, yaitu pada fungsi nomina

memiliki beberapa jenis lagi, seperti nomina yang menyatakan arah, waktu dan jumlah/ kuantitas.

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Kata keterangan dalam bahasa Indonesia disebut juga adverbia. Kata keterangan adalah kata – kata yang digunakan untuk memberi penjelasan pada kata – kata kalimat lain yang sifatnya tidak menerangkan keadaan atau sifat.

Jenis – jenis kata keterangan bahasa Indonesia yaitu kata keterangan yang menerangkan keseluruhan kalimat dan kata keterangan yang menerangkan unsur kalimat.

Fungsi kata keterangan bahasa Indonesia sesuai dengan defenisi adalah memberikan penjelasan pada kata – kata, yaitu : kata kerja, kata sifat, kata bilangan dan seluruh kalimat.

Kata keterangan bahasa Jepang disebut fukushi. Fukushi adalah kata – kata yang digunakan untuk menerangkan yougen (verba, adjektiva – i dan adjektiva – na), tidak dapat menjadi subjek dan tidak mengenal konjugasi/ deklanasi.

Jenis – jenis kata keterangan bahasa Jepang yaitu Jootai no fukushi, teido no fukushi dan chinjutsu no fukushi.

Fungsi kata keterangan bahasa Jepang yaitu untuk menerangkan kata yang ada di depannya, yaitu verba, adjektiva, nomina dan adverb lain.

Syarat kata bahasa Indonesia dapat menjadi kata keterangan yaitu:

(1) Sebuah kata yang apabila diletakkan pada sebuah kalimat dapat memberi keterangan kepada kata lainnya, misalnya pada kata kerja, kata sifat, kata benda, kata bilangan maupun kata keterangan itu sendiri.

(2) sebuah kata dapat menjadi kata keterangan yaitu dapat berupa kata dasar ( biasanya disebut juga bentuk tunggal ), kata berimbuhan (tetapi bukan jenis kata kerja), kata pengulangan dan kata gabungan.

(3) sebuah kata dapat digolongkan sebagai kata keterangan apabila kata tersebut memenuhi persyaratan sebagai kata yang dapat menyatakan fungsi tertentu yang telah ditetapkan dan termasuk ke dalam jenis kata keterangan.

(4) sebuah kata keterangan haruslah digolongkan kepada sebuah jenis. Syarat sebuah kata bahasa Jepang dapat menjadi kata keterangan ialah: (1) sebuah kata yang apabila diletakkan dalam sebuah kalimat berfungsi

menerangkan kata yang lainnya.

(2) sebuah kata yang tidak mengalami perubahan bentuk, tidak dapat diubah – ubah lalu disusun dengan kata – kata lain ( seperti yang sering terjadi pada verba, adjektiva-na, adjektiva-i atau verba bantu).

(3) sebuah kata tersebut dapat berdiri sendiri.

(4) sebuah kata yang tidak dapat menjadi subjek, predikat dan pelengkap. (5) sebuah kata yang tidak mengenal konjugasi/ deklinasi.

(6) kata keterangan bahasa Jepang juga bisa terbentuk sebagai hasil dari onomatope (giseigo, gitaigo, giongo).

Persamaan kata keterangan bahasa Indonesia dan kata keterangan Jepang ialah:

1) Dalam penjelasan dan contoh – contoh pada setiap jenisnya maka dapat diketahui bahwa setiap kata – kata keterangan baik bahasa Indonesia maupun bahasa Jepang telah memiliki jenis dan fungsi tertentu dalam membentuk sebuah kalimat.

2) Setiap kata – kata keterangan baik pada bahasa Indonesia maupun pada bahasa Jepang merupakan kata – kata yang apabila diletakkan dalam sebuah kalimat tidak bisa menjadi subjek.

3) Baik kata keterangan bahasa Indonesia maupun kata keterangan bahasa Jepang memiliki fungsi yang sama yaitu menerangkan verba, nomina dan adjektiva.

4) Kata – kata keterangan bahasa Indonesia dan bahasa Jepang apabila diletakkan dalam sebuah kalimat maka kata – kata keterangan tersebut terletak sebelum kata – kata yang diterangkan.

Perbedaan kata keterangan bahasa Indonesia dan kata keterangan bahasa Jepang ialah:

1) Kata – kata keterangan bahasa Indonesia terbentuk dari jenis kata dasar, kata berimbuhan, kata pengulangan dan kata gabungan sedangkan kata keterangan bahasa Jepang terbentuk selain dari kata dasar juga terbentuk dari kata apa yang disebut dengan giseigo, gitaigo dan giongo.

2) Kata – kata keterangan bahasa Indonesia apabila dilihat dari segi fungsi maka kata keterangan bahasa Indonesia hanya menerangkan verba, nomina, adjektiva dan numerilia. Sedangkan kata keterangan bahasa Jepang memiliki fungsi yang lebih spesifik, yaitu pada fungsi nomina memiliki beberapa jenis lagi, seperti nomina yang menyatakan arah, waktu dan jumlah/ kuantitas.

4.2 Saran

1) Kajian dalam bidang linguistik mengenai perbandingan mempunyai kesukaran tersendiri. Oleh karena itu, dalam meneliti perbandingan kata

keterangan yaitu kata keterangan bahasa Indonesia dan kata keterangan bahasa Jepang diperlukan pemahaman yang dalam mengenai kedua bahasa tersebut.

2) Baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Jepang jumlah kata keterangan sangatlah banyak, agar penggunaannya mudah dipahami dalam kalimat, maka haruslah benar – benar diperhatikan pemakaian kata, struktur kalimat dan pemakaian tanda baca. Kesalahan dalam penggunaan kata keterangan mengakibatkan kerancuan arti dan maksud.

DAFTAR PUSTAKA

Cahyono, Bambang Yudi. 1995. Kristal – Kristal Ilmu Bahasa. Surabaya : Erlangga University Press.

Chaer, Abdul. 1998. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.

2003. Linguistik Umum. Jakarta : Rineka Cipta.

Hs, Widjono. 2005. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Perguruan Tinggi. Jakarta : Grasindo.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Jakarta: Balai Pustaka.

Keraf, Gorys. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Ende – Flores : Nusa Indah. 1996. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta : PT. Gramedia.

Minna no Nihongo I 日 語 .2006. Surabaya: IMA Foundation Press.

Minna no Nihongo II 日 語 .2005. Surabaya: PT. Pustaka Lintas Budaya.

Moleong, Lexy J. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Muhibbah. 2003. Analisis Kontrastif Kata Sambung Bahasa Indonesia dan Setsuzokushi Bahasa Jepang Ditinjau dari Sintaksis. (Skripsi). Medan : Fakultas Sastra. Jurusan Sastra Jepang Ekstensi.

Nawawi, Hadari. 1991. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta : Gajah Mada University.

Nomura, Masaaki. 1992. 日 語 辞典 (Nihongo no Jiten: Kamus Bahasa Jepang). Seiji Koike.

Ramlan, M. 1995. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta : CV. Karyono.

Situmorang, Hamzon. 2007. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Medan : USU Press.

Sudjianto. 2004. Gramatika Bahasa Jepang Modern Seri A. Bekasi : Kesaint Blanc.

Sudjianto dan Ahmad Dahidi. 2004. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta : Kesaint Blanc.

Sutedi, Dedi. 2003. Dasar – dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung : Humaniora Utama Press (HUP).

要旨

統語論

見 日 語 副詞

ン ネシ 語

KATA

KETERANGAN

比較

コ ュニ ーション 言う 各人 ンフォー ーション 伝え 関係 形 あ ンフォー ーション 伝え 各人 言語 使うわ あ 一番大 言語 通 他人 あ 外国語 外国語 勉強 い 人々 多 各国 使 い 言語 い い 文法 い 例え ン ネシ 語 日 語 う文法 あ ン ネシ 語 日 語 副詞 閑 対照言語学い う い 調査 目的 類似い 相 見 あ う い ン ネシ 語 副詞 あ 全文章う 説明 副詞 元素 文章 説明 副詞 あ 全文章 説明 副詞 文章 最初

中 最後 置 機能 全文章 説明 あ 元素 文章 説明 副詞 文章 説明 言葉 い 置 機能 元素 文章 説明 あ 日 語 中 副詞 い 状態 副 詞 程 副詞 特 言い方 要 求う う 副詞 陳 述 副詞 あ 状態 副詞 状態 表 副詞 あ 程 副詞 いー形容詞 ー形容 詞 動詞 特 表 副詞 あ 陳述 副詞 文章 使い方 決 形 あ 例え ~ い形 ~ い形 あ ン ネシ 語 日 語 副詞 機能 類似 あ 動詞 形容詞 詞 ほ 副詞 説明 あ 相 詞 説明 日 語 副詞 機能 あ 総計う い 方向ほう う 時間 表 詞 あ ン ネシ 語 日 語 副詞 い 調査 結果 類似 相 見 類似 あ 文章 作 時 特 類い 機能 い あ 文章 中 主語

い あ 機能 い 動詞 形容詞 詞 ほ 副詞 説明 あ 副詞 一般 説明 言葉 え 置 あ ン ネシ 語 日 語 副詞 相 ン ネシ 語 副詞 熟 語 重 複う 接辞語 作 あ 日 語 副詞 作 うえ 擬音語 擬態語い 擬声語 作 あ 後 ン ネシ 語 副詞 機能 ほ 副詞 詞 形容詞 動詞 表 い 日 語 中 副詞 表 い 詞 機能 中 時間 表 詞 あ 方向 表 総計 表 詞 あ い

Dokumen terkait