BAB II DESKRIPSI TEORITIS, KERANGKA PIKIR
A. Deskripsi Teoritis
7. Perbedaan Pendekatan Konvensional dan CTL
Konvensional merupakan sebuah pendekatan secara klasikal yang biasa digunakan oleh setiap pendidik dalam mendidik siswanya. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan pengajaran yang menempatkan guru sebagai inti dalam keberlangsungan proses belajar mengajar. Peran siswa lebih banyak belajar sendiri secara individual. Siswa tidak diberi banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan berinteraksi dengan siswa lainnya. Keadaan seperti ini membuat proses belajar menjadi tidak efektif, karena waktu siswa hanya dihabiskan untuk mengisi buku tugas, mendengarkan pengajar dan menyelesaikan latihan-latihan. Sebaliknya siswa di minta untuk mengikuti ujian yang bisa mengungkapkan pemahaman berdasarkan hafalan yang mereka miliki.
Pendekatan konvensional lebih mengutamakan hasil akhir daripada proses pencapaiannya. Guru berfungsi sebagai sumber ajar yang memberikan informasi dan siswa hanya sebagai penerima informasi yang mengikuti langkah sang guru. Metode ceramah adalah metode yang paling banyak digunakan, hal ini mungkin dianggap guru sebagai metode mengajar yang paling mudah dilaksanakan. Jika bahan pelajaran dikuasai dan ditentukan urutan penyampaiannya, guru tinggal menyajikannya di depan kelas dan siswa hanya memperhatikan guru berbicara, mencoba menangkap apa isinya dan membuat catatan. Selain metode ceramah metode yang sering dilakukan adalah metode ekspositori, metode kelompok dan metode diskusi.
Pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL mengajak siswa untuk aktif, berpikir kreatif, memberikan tugas-tugas yang merangsang bukan hanya kerja otaknya tetapi juga fisiknya, dan terlibat penuh dalam proses pembelajaran. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional, siswa hanya berperan sebagai penerima informasi yang pasif, yaitu siswa lebih banyak belajar sendiri secara individual. Siswa tidak diberi kesempatan banyak untuk mengemukakan pendapat
dan berinteraksi dengan siswa lainnya. Keadaan seperti ini membuat proses belajar menjadi tidak efektif, karena waktu siswa hanya dihabiskan untuk mengisi buku tugas, mendengarkan pengajar dan menyelesaikan latihan-latihan yang membosankan. Selebihnya siswa diminta untuk mengikuti ujian yang bisa mengungkapkan pemahaman siswa, mereka hanya mengikuti ujian yang mengukur kemampuan mereka dalam menghapal fakta.
Untuk lebih lengkapnya, perbedaan pendekatan CTL dengan pendekatan tradisional (konvensional) dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.3 Perbedaan pendekatan CTL dan pendekatan konvensional
No CTL Konvensional
1 Menyandarkan pada memori spasial (pemahaman makna)
Menyandarkan pada hafalan 2 Cenderung mengintegrasikan beberapa
bidang (disiplin)
Pemilihan informasi ditentukan oleh guru
3 Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang (disiplin)
Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin tertentu)
4 Mengaitkan informasi pengetahuan awal yang dimiliki siswa
Memberikan tumpukan informasi pasif
5 Siswa secara aktif terlibat dalam pembelajaran
Siswa adalah penerima informasi pasif
6 Siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, dan saling mengoreksi
Siswa belajar secara individual
7 Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata atau masalah yang disimualasikan
Pembelajaran abstrak, teoritis dan kurang dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa
Tabel 2.4 Perbedaan pendekatan CTL dan Konvensional37
No CTL Konvensional
1 Siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran
Siswa adalah penerima informasi pasif
2 Siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, saling mengoreksi
Siswa belajar secara individual 3
Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan masalah yang disimulasikan
Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis
4 Perilaku dibangun atas kesadaran sendiri Perilaku dibangun atas kebiasaan 5 Keterampilan dikembangkan atas dasar
pemahaman
Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan
6 Hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri
Hadiah untuk perilaku baik adalah tujuan atau nilai rapor
37
7 Seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan
Seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman 8 Bahasa diajarkan dengan pendekatan
komunikatif, yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata
Bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural, rumus diterangkan sampai paham kemudian dilatihkan
9 Pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa
Rumus itu ada di luar diri siswa 10 Pemahaman itu berbeda antara siswa yang
satu dengan yang lainnya (on going process of development)
Rumus adalah kebenaran absolut (sama untuk semua orang).
11 Siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis, terlibat penuh dalam mengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif
Siswa secara pasif menerima rumus atau kaidah (membaca, mendengar, mencatat, menghafal)
12 Pengetahuan yang dimiliki manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri
Pengetahuan adalah fakta, konsep, atau hukum yang berada diluar diri manusia
13 Pengetahuan tidak pernah stabil, selalu berkembang (tentative incomplete)
Kebenaran bersifat absolut dan pengetahuan bersifat final
14 Siswa diminta bertanggungjawab memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing
Guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran
15 Penghargaan terhadap pengalaman siswa sangat diutamakan
Proses pembelajaran tidak memerhatikan pengalaman siswa
16 Hasil belajar diukur dengan berbagai cara proses bekerja hasil karya, penampilan, rekaman tes
Hasil belajar hanya diukur dengan tes
17 Pembelajaran terjadi diberbagai tempat, konteks, dan setting
Pembelajaran hanya terjadi dalam kelas
18 Penyesalan adalah hukuman dari perilaku jelek
Sangsi adalah hukuman dari perilaku jelek
19 Perilaku baik berdasarkan motivasi instrinsik Perilaku baik berdasar dari motivasi ekstrinsik
20 Seseorang berperilaku baik karena dia yakin itulah yang terbaik dan bermanfaat
Seseorang berprilaku baik karena dia terbiasa melakukan begitu
Perbedaan CTL dengan pengajaran konvensional, juga dapat dibedakan melalui strategi-strategi yang terkandung di dalamnya. Strategi CTL berisi kooperatif, proyek pengetahuan dasar, masalah pengetahuan dasar, perkembangan portofolio, penilaian sebenarnya, berbagai pendekatan disipliner, pembelajaran menggunakan komputer, pembelajaran yang memudahkan guru siap dalam bimbingan dan pelatihan, tanggung jawab atas pembelajaran siswa, melangsungkan komunitas pembelajaran, memberikan umpan balik, dan dorongan kepada siswa. Sedangkan pembelajaran dan pengajaran konvensional berisi modul pendidikan teknologi, demonstrasi guru, diskusi guru, tugas individu, penilaian
tradisional, menggunakan papan buletin dan poster, dan menggunakan papan tulis dalam kegiatan pembelajaran.38