HASIL PENELITIAN
4.4. Perbedaan skor total MoCA-INA pada ODS yang mendapat aripiprazole dan risperidone pada minggu VIII
Tabel 4.4. Perbedaan total skor MoCA-INA pada ODS yang mendapat aripiprazole dan risperidone pada akhir minggu VIII.
Median
(Minimum-Maksimum) Nilai p Aripiprazole 23,00 (18,00-28,00)
0,043 Risperidone 22,50 (18,00-26,00)
Uji Mann-Whitney U
Pada Tabel 4.4. memperlihatkan nilai median total skor MoCA-INA untuk kelompok yang mendapatkan aripiprazole adalah 23,00 dengan batas nilai minimum-maksimum 18,00-28,00 sedangkan nilai median total skor MoCA-INA pada kelompok yang mendapatkan risperidone adalah 22,50 dengan batas nilai minimum-maksimum 18,00-26,00. Dari hasil analisis dengan uji Mann-Whitney U untuk perbedaan total skor MoCA-INA pada ODS yang mendapat aripiprazole dan risperidone pada akhir minggu VIII didapatkan nilai p=0,043 (p<0,05) sehingga dalam hal ini menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok.
47
Grafik pengamatan rerata skor MoCA-INA pada kedua kelompok subjek yang mendapat pengobatan aripiprazole dan risperidone
Gambar 4.1. Pengamatan rerata skor MoCA-INA pada kedua kelompok subjek yang mendapat pengobatan aripiprazole dan yang mendapat risperidone.
Dari gambar 4.5 menunjukkan perbedaan skor MoCA-INA pada kedua kelompok subjek yang mendapat pengobatan aripiprazole dan yang mendapat risperidone. Pada subjek yang mendapat pengobatan aripiprazole pada awal minggu 0 hingga minggu III hanya terlihat peningkatan skor MoCA-INA yang tidak terlalu signifikan dan hampir sama dengan kelompok subjek yang mendapat risperidone. Namun pada minggu VI dan seterusnya sampai akhir minggu VIII terlihat peningkatan skor MoCA-INA yang signifikan pada kedua kelompok.
Grafik pengamatan rerata skor PANSS pada kedua kelompok subjek yang mendapat pengobatan aripiprazole dan risperidone
Gambar 4.2. Pengamatan rerata skor PANSS kelompok subjek tidak berpasangan yang mendapat pengobatan aripiprazole dan yang mendapat pengobatan risperidone
Pada gambar 4.2. menunjukkan skor PANSS pada kedua kelompok subjek penelitian yang mendapat pengobatan aripiprazole dan yang mendapat risperidone memperlihatkan grafik yang hampir sama untuk rerata skor PANSS setiap minggunya dan menunjukkan penurunan skor PANSS pada kedua kelompok sehingga dapat dikatakan bahwa setiap kelompok pada penelitian ini didapati kemajuan pengobatan berdasarkan skor PANSS.
BAB 5 PEMBAHASAN
Studi ini merupakan studi eksperimental, dengan uji hipotesis analitik komparatif numerik tidak berpasangan dua kelompok untuk menilai perbedaan skor MoCA-INA kelompok ODS yang mendapat terapi aripiprazole dan risperidone yang diukur pada baseline dan akhir minggu VIII. Sampel penelitian didapatkan dengan cara non-probability sampling tipe consecutive sampling.
Pada studi ini terdapat 2 subjek yang drop out, satu subjek drop out pada minggu IV pada kelompok aripiprazole dan satu lagi pada minggu VII pada kelompok risperidone oleh karena tidak kontrol kembali, akan tetapi oleh karena studi ini merupakan studi on treatment analysis sehingga setiap terjadi drop out, subjek akan digantikan dengan yang baru.
Studi ini menggunakan instrumen MoCA-INA, dimana instrumen ini telah menunjukkan validitas dan realibilitas yang baik untuk menilai fungsi kognitif.
Dosis aripiprazole yang digunakan adalah 20 mg/hari yang diberikan pada pagi hari, dimana dosis ini memiliki ekuivalensi dengan 6 mg risperidone yang diberikan dalam dosis terbagi.
Dari hasil studi ini didapatkan karakteristik demografik subjek penelitian dengan median usia 34,50 (24-40) tahun pada kelompok ODS yang mendapatkan aripiprazole dan 32,00 (21-40) tahun pada kelompok ODS yang mendapatkan risperidone. Pada studi ini dijumpai lebih banyak subjek berjenis kelamin laki-laki pada kelompok ODS yang mendapatkan aripiprazole dan risperidone yaitu sebanyak 40 (83,3%) dan 34 (70,8%) subjek. Status pernikahan pada studi ini dijumpai lebih banyak yang tidak menikah pada kedua kelompok ODS yang
mendapatkan aripiprazole dan risperidone yaitu 28 (58,3%) dan 31 (64,6%). Status pendidikan yang terbanyak dijumpai pada studi ini adalah tingkat pendidikan SMA yaitu 27 (56,3%) pada kelompok aripiprazole dan 24 (50%) pada kelompok risperidone. Indeks massa tubuh pada studi ini dijumpai median 21,845 (18,72-24,93) pada kelompok aripiprazole sedangkan pada kelompok risperidone dijumpai median 21,930 (18,38-24,91). Usia awitan pada subjek penelitian ini memiliki rerata 29,73 dengan simpangan baku 4,92 pada kelompok yang mendapatkan aripiprazole dan 27,94 dengan simpangan baku 5,529 pada kelompok yang mendapatkan risperidone. Riwayat hospitalisasi pada kedua kelompok memiliki median 3 kali dengan batas nilai minimum-maksimum yang sama yaitu 1-4 kali. Lama sakit pada kedua kelompok studi ini memiliki median yang sama yaitu 3 tahun dengan nilai minimum dan maksimum yang berbeda dimana pada kelompok aripiprazole 1-8 tahun sedangkan pada kelompok risperidone 2-9 tahun. Total skor PANSS baseline pada studi ini didapati median 108,50 (101-118) pada kelompok aripiprazole sedangkan pada kelompok risperidone didapati median 109,50 (101-119). Total skor MoCA-INA minggu 0 pada studi ini dijumpai 20,00 (15-25) pada kelompok aripiprazole dan 18,50 (17-23) pada kelompok risperidone.
Hasil studi ini menunjukkan tidak dijumpainya perbedaan yang bermakna pada demografik umur, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, indeks massa tubuh, usia onset, riwayat hospitalisasi (jumlah serangan), lama sakit, dan total skor PANSS serta MoCA-INA pada minggu 0. Hal ini sesuai dengan penelitian open-label, randomized, yang dilakukan oleh Wang dkk di China pada tahun 2008 hingga 2010, dengan 100 ODS yang dirawat jalan yang mendapatkan terapi olanzapine, risperidone, dan aripiprazole, dengan menggunakan alat ukur PANSS
51
dan cognitive test battery yang terdiri dari 6 test yaitu Hopkins Verbal Learning Test-Revised, Brief Visuospatial Memory Test-Revised, Spatial Span Subtest, Verbal Fluency test, Stroop Color and Word Test, dan Digit Symbol Coding yang dinilai pada saat baseline dan 6 bulan kemudian, dimana tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada jenis kelamin, umur, pendidikan dan lama sakit, serta skor PANSS pada baseline.2
Pada studi yang dilakukan oleh Hori dkk di Jepang pada tahun 2012 terhadap 101 ODS yang dirawat jalan, yang mendapatkan terapi risperidone, olanzapine, dan aripiprazole selama 3 bulan dan diukur skor PANSS dan Brief Assessment of Cognition in Schizophrenia, Japanese Language Version, dimana juga tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada jenis kelamin, usia, pendidikan, lama sakit, riwayat hospitalisasi, usia awitan dan skor PANSS pada baseline.3
Hal yang sama dijumpai pada studi yang dilakukan oleh Riedel dkk di Munich pada tahun 2009 yang membandingkan tiga data dari penelitian yang berbeda yang menggunakan subjek penelitian 129 ODS yang di rawat inap dengan pengobatan aripiprazole, olanzapine, risperidone dan quetiapine dengan menggunakan neurocognitive test battery untuk mengukur kognitif dan dinilai selama 8 minggu, pada penelitian ini juga tidak dijumpai perbedaan yang bermakna pada demografik usia awitan dan lama sakit.8
Begitu juga dengan penelitian double blind yang dilakukan oleh SATO dkk di Jepang pada tahun 2012, dimana terdiri dari 23 subjek penelitian yang mendapatkan 8 minggu terapi aripiprazole dan risperidone dan 8 minggu kemudian terapinya ditukar, dengan menggunakan alat ukur PANSS dan neurocognitive assessment, tidak dijumpai perbedaan bermakna pada demografik umur, jenis kelamin, usia awitan dan lama sakit, serta PANSS.9
Dari tabel 4.2. menunjukkan hasil nilai median total skor MoCA-INA minggu 0 untuk kelompok yang mendapatkan aripirazole adalah 20,00 dengan nilai minimum 15,00 dan maksimumnya 25,00 sedangkan nilai median total skor MoCA-INA pada akhir minggu VIII adalah 23,00 dimana nilai minimumnya 18,00 dan maksimumnya adalah 28,00. Dari hasil analisis Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,001, oleh karena p<0,05, secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna antara total skor MoCA-INA pada minggu 0 dan akhir minggu VIII pada kelompok yang mendapatkan aripirazole.
Hal ini sesuai dengan penelitian open-label, randomized, yang dilakukan oleh Wang dkk di China pada tahun 2009 hingga 2010, dengan 100 ODS yang dirawat jalan yang mendapatkan terapi olanzapine, risperidone, dan aripiprazole, dari uji t berpasangan menunjukkan aripiprazole meningkatkan visual learning (p=0,021) dan working memory (p=0,0116).2
Menurut studi yang dilakukan Lee dkk di Korea pada tahun 2006 yang mengevaluasi efektifitas dan keamanan dari aripiprazole setelah di switching dari antipsikotik sebelumnya terhadap 21 ODS kronik dengan menganalisis fungsi kognitifnya menggunakan beberapa instrumen neurogognitive seperti Hopkins Verbal Learning Test (HVLT), Rey Complex Figure Test (RCFT), The Digit Span Forward, Trail Making Test A, dan Boston Naming Test versi Korea, dimana dijumpai perbaikan yang signifikan setelah 24 minggu di switching ke aripiprazole, terutama verbal memori dan atensi.31
Dari tabel 4.3. Memperlihatkan nilai median total skor MoCA-INA minggu 0 untuk kelompok yang mendapatkan risperidone adalah 18,50 dengan batas nilai minimum-maksimum 17,00-23,00 sedangkan nilai median total skor MoCA-INA pada akhir minggu VIII adalah 22,50 dengan batas nilai minimum-maksimum
53
18,00-26,00. Hasil analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dijumpai perbedaan yang bermakna secara statistik dari skor MoCA-INA pada minggu 0 dan pada akhir minggu VIII dengan nilai p<0,001.
Hal ini sesuai dengan penelitian open-label, randomized, yang dilakukan oleh Wang dkk di China pada tahun 2009 hingga 2010, dengan 100 ODS yang dirawat jalan yang mendapatkan terapi olanzapine, risperidone, dan aripiprazole, dari uji t berpasangan menunjukkan risperidone meningkatkan beberapa ranah kognitif yaitu; verbal learning (p=0,035), processing speed (p=0,001), visual learning (p<0,001), atensi (p<0,001) dan working memory (p=0,013).2
Pada studi yang dilakukan oleh Riedel dkk di Munich yang membandingkan tiga data dari penelitian yang berbeda yang menggunakan subjek penelitian 129 ODS yang di rawat inap dengan pengobatan aripiprazole, olanzapine, risperidone dan quetiapine dengan menggunakan neurocognitive test battery untuk mengukur kognitif juga mendapatkan perbaikan yang signifikan pada semua ranah kognitif yang dinilai dari baseline hingga minggu ke-8.8
Dari tabel 4,4, studi ini menunjukkan adanya perbedaan median dan nilai minimum-maksimum dari total skor MoCA-INA yang bermakna antara kelompok ODS yang mendapatkan aripiprazole dan risperidone (p=0,043) dengan nilai median total skor MoCA-INA untuk kelompok yang mendapatkan aripiprazole adalah 23,00 (18,00-28,00) sedangkan nilai median total skor MoCA-INA pada kelompok yang mendapatkan risperidone adalah 22,50 (18,00-26,00).
Selama dalam pencarian literatur jurnal, peneliti tidak menjumpai literatur yang sama dengan studi ini sehingga dilakukan studi pendahuluan. Akan tetapi terdapat literatur yang meneliti hubungan antara aripiprazole dan risperidone terhadap fungsi kognitif.
Sebuah studi open randomized yang dilakukan oleh Wang dkk pada tahun 2008 hingga 2010 di Cina pada ODS yang mengalami episode pertama, akan dinilai neurokognitifnya pada baseline, setelah dinilai, subjek tersebut akan diberikan terapi olanzapine, risperidone, dan aripiprazole secara acak. Uji battery of neurocognitive menunjukkan bahwasannya risperidone memberikan manfaat pada kelima ranah kognitif, yaitu verbal learning dan memory, visual learning dan memory, working memory, processing speed dan atensi; olanzapine memperbaiki processing speed dan atensi, sedangkan aripiprazole hanya meningkatkan visual learning memory dan working memory, dan tidak meningkat pada ranah yang lain. 2
Obat antipsikotik telah banyak dilaporkan memperbaiki fungsi kognitif.
Akan tetapi, mekanisme dari efek tersebut tidaklah jelas. Sistem neurotransmitter yang multipel mungkin terlibat dalam efikasi kognitif. Pada risperidone, efek kognitif yang meningkat mungkin berhubungan dengan kombinasi low-affinity antagonism D1, dan high-affinity antagonism 5HT2A/2C. sedangkan pada aripiprazole, mekanisme kognitif mungkin berhubungan dengan farmakologinya yang unik, oleh karena aripiprazole bersifat partial agonis reseptor dopamin D2 dan D3 dan meningkatkan transmisi dopamin pada prefrontal korteks dan hipokampus.2
Pada suatu studi open randomized trial yang dilakukan oleh Maat dkk di Belanda melaporkan aripiprazole tampil lebih baik pada substitusi simbol (p=0,003). Aripiprazole juga lebih unggul dari risperidone pada reaction time untuk memori kerja emosional dan memori kerja (p=0,006 dan p=0,023). Dengan kesimpulan, aripiprazole dan risperidone menunjukkan dampak yang sama pada skor tes kognitif sosial. Namun, terapi aripiprazole menghasilkan efek yang lebih besar pada kecepatan pemrosesan dibandingkan dengan risperidone.7
55
Pada studi yang dilakukan oleh Riedel dkk tahun 2010 di Munich Jerman yang membandingkan efek dari antipsikotik atipikal yang berbeda terhadap kognitif.
Dengan total 129 ODS yang dinilai fungsi kognitifnya pada saat masuk, minggu ke-4 dan ke-8. Dengan hasil dijumpai perbaikan yang signifikan pada semua domain kognitif.8
Pada penelitian double blind yang dilakukan oleh SATO dkk di Jepang, dimana terdiri dari 23 subjek penelitian yang mendapatkan 8 minggu terapi aripiprazole dan risperidone dan 8 minggu kemudian terapinya ditukar, mendapatkan nilai disinhibition yang lebih rendah pada aripiprazole daripada risperidone (p=0,04).9
Studi ini merupakan penelitian pertama yang dilakukan di Indonesia khususnya di Sumatera Utara yang meneliti perbedaan skor MoCA-INA pada ODS yang mendapatkan terapi aripiprazole dan risperidone. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu penelitian ini tidak menilai setiap ranah pada MoCA-INA.
BAB 6