B. Analisis Ekuitas Merek
I. Elemen Ekuitas Merek
3. Perceived Quality (Persepsi Kualitas Merek) dan Leadership (Kepemimpinan Merek)
Pengujian komponen ekuitas merek yang berikutnya adalah persepsi kualitas merek dan kepemimpinan suatu merek. Menurut Durianto et. al (2004a), untuk pengukuran komponen persepsi kualitas dan kepemimpinan merek dilakukan kepada para responden yang pernah menggunakan atau mengenal produk sosis merek Kimbo dan produk sosis merek Farmhouse. Berdasarkan hasil tabulasi, semua responden (200 orang) pernah menggunakan atau mengenal sosis merek Kimbo, sementara hanya 188 orang yang pernah menggunakan atau mengenal sosis merek Farmhouse. Untuk yang pertama akan dibahas persepsi kualitas merek terlebih dahulu. Menurut David A. Aaker dalam Durianto et.al (2004a), menyatakan bahwa persepsi kualitas merupakan persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan yang sama dengan maksud yang diharapkan.
Brand perceived quality (persepsi kualitas merek) yang dimaksud dalam
pembahasan berikut adalah persepsi pelanggan terhadap kualitas suatu merek produk. Perceived quality ini akan membentuk persepsi kualitas dari suatu produk di mata pelanggan. Persepsi terhadap kualitas keseluruhan dari suatu produk atau jasa dapat menentukan nilai dari produk atau jasa tersebut dan berpengaruh secara
langsung kepada keputusan pembelian konsumen dan loyalitas mereka terhadap merek. Perceived quality yang positif akan mendorong keputusan pembelian dan menciptakan loyalitas terhadap produk tersebut. Karena perceived quality merupakan persepsi konsumen maka dapat diramalkan jika perceived quality pelanggan negatif, produk tidak akan disukai dan tidak akan bertahan lama di pasar. Sebaliknya, jika perceived quality pelanggan positif produk akan disukai.
Untuk mendapatkan informasi mengenai perceived quality dari responden, di dalam kuesioner yang diajukan, responden diberikan 8 butir persepsi kualitas yang dikutip dari buku Brand Equity Ten Index (Durianto et. al, 2004a), yakni : produknya bergizi dan aman untuk dikonsumsi; rasa produknya nikmat, enak, dan aromanya wangi; kemasannya bagus; informasi produk pada kemasan lengkap; produk mudah diperoleh; produknya dijamin halal; harganya mahal; komposisinya lengkap.
Lalu diajukan pertanyaan “Berikan penilaian Anda mengenai atribut-atribut produk sosis merek Kimbo/Farmhouse”. Kemudian akan diuji realibilitas serta validitasnya terlebih dahulu kepada 30 orang responden. Menurut Singarimbun (1995), sangat disarankan agar jumlah responden untuk uji coba minimal 30 orang, karena dengan jumlah minimal 30 orang ini, maka distribusi skor atau nilai akan lebih mendekati kurva normal. Asumsi kurva normal ini sangat diperlukan di dalam perhitungan statitiska. Kemudian data yang didapat akan diuji validitasnya dengan menggunakan metode Spearman-Brown, dan uji korelasi product moment, kemudian diuji reliabilitas dengan uji teknik belah dua. Data hasil perhitungan uji validitas dan uji reliabilitas dapat dilihat pada Lampiran 18 dan Lampiran 19. Dari hasil perhitungan terdapat satu butir persepsi kualitas yang tidak valid dan tidak reliable yakni “Harganya mahal”. Untuk butir “Harganya mahal” memang tidak menunjukkan kualitas dari suatu produk sosis, sehingga butir tersebut tidak termasuk dalam faktor-faktor persepsi kualitas suatu merek.
Hasil perhitungan persepsi kualitas dari kusioner dapat dilihat pada Lampiran 20, sedangkan untuk summary dari hasil perhitungan persepsi kualitas dapat dilihat pada Tabel 2. Pada Tabel 2 diperlihatkan bahwa secara keseluruhan, sosis merek Kimbo memimpin nilai rata-rata secara keseluruhan dibandingkan
sosis merek Farmhouse. Nilai rata-rata keseluruhan yang dimiliki oleh sosis merek Kimbo adalah 3,88, dan sosis merek Farmhouse adalah 3,65. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas sosis Kimbo secara keseluruhan dinilai lebih baik oleh responden di wilayah Cibubur, dibandingkan sosis dengan merek Farmhouse.
Pada Tabel 3 ditunjukkan bahwa sosis merek Kimbo memimpin untuk semua atribut persepsi kualitas yang disebutkan, dari sosis merek Farmhouse. Merek sosis Kimbo menang mutlak di atribut “produknya dijamin halal” dan “produknya mudah diperoleh” dengan nilai rata-rata masing-masing adalah 4,11 dan 3,89, sedangkan sosis merek Farmhouse hanya memiliki nilai rata-rata masing-masing adalah 3,76 dan 3,53 (sosis merek Kimbo unggul dengan selisih rata-rata 0,35 dan 0,36). Hal ini menunjukkan bahwa responden sudah sangat percaya bahwa produk merek Kimbo pasti halal, hal ini sesuai dengan perhitungan aspek brand association sebelumnya, yang menyatakan bahwa “produknya halal”, merupakan salah satu brand image yang dimiliki oleh sosis merek Kimbo.
Tabel 2. Ringkasan Perhitungan Persepsi Kualitas Merek Kimbo dan Farmhouse.
KIMBO FARMHOUSE ATRIBUT Total Nilai Jml. Resp Rata-rata Total Nilai Jml. Resp Rata-rata Produknya bergizi dan aman
dikonsumsi 798 200 3.99 706 188 3.77
Rasa produknya nikmat, enak dan
aromanya wangi 791 200 3.96 671 188 3.74
Kemasannya bagus 744 200 3.72 680 188 3.53
Informasi produk pada kemasan
lengkap 773 200 3.87 664 188 3.62
Produknya mudah diperoleh 778 200 3.89 663 188 3.53
Produknya dijamin halal 822 200 4.11 703 188 3.76
Komposisinya lengkap 727 200 3.64 708 188 3.57
Rata-rata 776 200 3.88 685 188 3.65
Lalu untuk atribut “produknya mudah diperoleh”, menunjukkan bahwa memang sosis merek Kimbo mudah untuk didapatkan, daripada sosis merek Farmhouse. Hal ini sesuai dengan aspek sumber pengetahuan sosis merek Kimbo
yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa hampir seluruh responden mengetahui sosis merek Kimbo dari toko swalayan/mini market (35,29%) dan
hypermarket/supermarket (26,47%). Sama halnya dengan sosis merek Farmhouse,
yang sebagian besar responden mengetahui merek Farmhouse dari toko swalayan/mini market (41,98%) dan hypermarket/supermarket (33,03%). Keunggulan sosis merek Kimbo dalam hal mudah diperoleh, adalah PT. Madusari Nusaperdana bekerja sama dengan PT. Foodex Indonesia dalam pendistribusian sosis merek Kimbo, sehingga distribusi sosis merek Kimbo lebih luas dibandingkan sosis merek lainnya.
Untuk lebih memperjelas kecenderungan dari tiap atribut kedua merek sosis, dapat dilihat pada kedua gambar grafik semantic differential berikut, dimana Gambar 15 merupakan grafik semantic differential merek Kimbo dan Gambar 16 merupakan grafik semantic differential merek Farmhouse. Dalam grafik dapat dilihat bahwa sosis merek Kimbo secara keseluruhan menunjukkan kecenderungan memiliki persepsi kualitas yang positif di mata responden. Hal ini ditunjukkan dengan nilai pada grafik yang berada di sebelah kanan semua, yang berarti berada pada nilai yang baik sampai sangat baik (3,5-5). Pada Gambar 15, terlihat bahwa sosis merek Kimbo memiliki nilai rata-rata yang tinggi untuk atribut “produknya bergizi dan aman untuk dikonsumsi”, hal ini berarti sosis merek Kimbo merupakan produk yang sudah dipercaya oleh konsumen di wilayah Cibubur, sebagai produk sosis yang aman dan bergizi. Hal ini didukung oleh PT. Madusari Nusaperdana yang memang telah memperoleh sertifikat HACCP dari badan standarisasi SGS, pada bulan Desember 2001, kemudian pada bulan April 2002, PT. Madusari Nusaperdana memperoleh sertifikat ISO 9001:2000.
Produk sosis merek Kimbo juga dipandang sebagai produk sosis yang rasanya enak, nikmat, dan aromanya wangi (dengan rata-rata yang tinggi yakni, 3,96), dan informasinya pada kemasan lengkap (dengan rata-rata tinggi yakni, 3,87) oleh para konsumen di wilayah Cibubur. Dapat disimpulkan bahwa sosis merek Kimbo sudah mendapatkan kepercayaan (trust) dari para responden bahwa sosis merek Kimbo dapat memenuhi harapan mereka, karena rasa yang enak dan informasi produk yang lengkap, serta komposisi yang lengkap (dengan nilai
rata-rata 3,64) merupakan hal yang penting dari suatu produk makanan, terutama makanan olahan seperti sosis.
1 2 3 4 5
1 = Sangat Tidak Setuju ; 2 = Tidak Setuju ; 3 = Biasa saja ; 4 = Setuju ; 5 = Sangat Setuju
Gambar 15. Grafik Semantic Differential Persepsi Kualitas Kimbo
Meskipun secara keseluruhan sosis merek Farmhouse tidak dapat mengungguli sosis merek Kimbo, jika dilihat dalam Gambar 16, sosis merek Farmhouse memiliki nilai rata-rata atribut yang baik sampai sangat baik juga. Hal ini berarti sosis merek Farmhouse juga memiliki persepsi kualitas yang positif di mata konsumen di wilayah Cibubur, namun persepsi kualitas yang dimiliki belum sekuat persepsi kualitas yang dimiliki oleh sosis merek Kimbo. Persepsi kualitas yang positif ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata yang berada di sisi kanan semua. Selain itu, sosis merek Farmhouse memiliki nilai rata-rata yang tinggi untuk atribut “produknya dijamin halal” (3,76) dan “produknya bergizi dan aman untuk dikonsumsi” (3,77). Kedua atribut tersebut merupakan persepsi yang harus dapat dipercaya oleh konsumen, karena kedua persepsi tersebut sangat penting bagi suatu produk. Menurut Kertajaya et.al (2005), ada tiga faktor yang mempengaruhi belanja seorang ibu (konsumen), yakni faktor trust, dimana seorang ibu ingin yang terbaik untuk keluarganya, oleh karenanya kepercayaan adalah nomor satu bagi mereka, kemudian faktor penghematan waktu, dimana seorang ibu merupakan sosok yang multifungsi dengan berbagai pekerjaan, oleh karenanya produk yang cepat, praktis dan bergizi merupakan pilihan yang utama, dan yang terakhir adalah
Produknya Bergizi dan Aman Untuk Dikonsumsi Rasa Produknya Enak, Nikmat, dan Aromanya Wangi Kemasannya Bagus Informasi Produk Pada Kemasan Lengkap Produk Mudah Diperoleh Produknya Dijamin Halal
Komposisinya Lengkap 3.64 3.89 4.11 3.87 3.72 3.96 3.99
faktor keamanan, dimana seorang ibu ingin memberikan keamanan bagi keluarganya, termasuk produk-produk yang digunakannya.
Dari segi kualitas rasa dan aroma, produk sosis merek Farmhouse juga dipercaya memiliki persepsi yang positif oleh konsumen di wilayah Cibubur, hal ini dapat dilihat pada Gambar 16 dimana atribut persepsi ini memiliki nilai rata-rata yang tinggi (3,74). Untuk informasi dalam kemasan, merek Farmhouse juga telah memiliki rata-rata yang tinggi (3,62), atribut ini penting dalam suatu produk makanan, terutama makanan olahan, karena atribut ini dapat mendukung persepsi bahwa produk makanan tersebut aman untuk dikonsumsi.
1 2 3 4 5
1 = Sangat Tidak Setuju ; 2 = Tidak Setuju ; 3 = Biasa saja ; 4 = Setuju ; 5 = Sangat Setuju
Gambar 16. Grafik Semantic Differential Persepsi Kualitas Farmhouse
Secara keseluruhan, kedua merek sosis baik Kimbo maupun Farmhouse, telah memiliki persepsi kualitas yang positif di mata konsumen di wilayah Cibubur. Persepsi kualitas yang positif ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata dari seluruh atribut yang berada di sebelah kanan semua (dalam grafik semantic
differential). Hanya saja, untuk produk sosis merek Farmhouse ada beberapa
atribut yang perlu dibenahi, yakni seperti kemasan yang lebih baik serta produknya yang harus mudah diperoleh.
Kepemimpinan umumnya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan yang pertama kali bergerak di bidang tersebut karena pada kondisi itu pesaingnya masih
Rasa Produknya Enak, Nikmat, dan Aromanya Wangi Kemasannya Bagus Informasi Produk Pada Kemasan Lengkap Produk Mudah Diperoleh Produknya Dijamin Halal
Komposisinya Lengkap
Produknya Bergizi dan Aman Untuk Dikonsumsi
3.57 3.76 3.53 3.62 3.53 3.74 3.77
sedikit dan keuntungan yang digapai muncul dari first mover advantage. Namun banyak pula perusahaan pionir yang tergeser dari posisi kepemimpinan karena ketidakmampuan mereka mempertahankan posisi di pasar. Kepemimpinan sangat terkait erat dengan popularitas.
Menurut Durianto et. al (2004a), menyatakan bahwa kepemimpinan dapat diukur dengan pertanyaan : Apakah sebuah merek dikategorikan pemimpin, berkembang semakin populer dan melakukan inovasi? Jadi hal penting yang harus diperhatikan adalah perkembangan popularitas, tingkat inovasi, tingkat turnover, dan obsoleting rate produk atau merek tersebut. Butir kepemimpinan atau popularitas pada penelitian ini diperoleh dari Teori Building Strong Brands oleh David A. Aaker. Lima butir kepemimpinan atau popularitas tersebut adalah sebagai berikut : peningkatan popularitas cepat; inovasi produk cepat; produknya sangat laku; produknya “up to date”; teknologi produk moderen (Durianto et. al, 2004a).
Sama halnya dengan pengukuran persepsi kualitas sebelumnya, yakni pengukuran kepemimpinan dilakukan terhadap responden yang mengetahui produk sosis merek Kimbo dan Farmhouse. Pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah “Berikan penilaian Anda mengenai atribut-atribut sosis merek Kimbo dan atau Farmhouse?”. Hasil perhitungan dari aspek kepemimpinan merek atau brand leadership merek sosis Kimbo dan Farmhouse ini dapat dilihat pada Lampiran 21, sementara untuk ringkasan dari perhitungan kepemimpinan merek Kimbo dan Farmhouse ini dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Ringkasan Perhitungan Leadership Merek Kimbo dan Farmhouse
KIMBO FARMHOUSE ATRIBUT Total Nilai Jml. Resp Rata-rata Total Nilai Jml. Resp Rata-rata Peningkatan popularitas cepat 744 200 3.72 657 188 3.49
Inovasi produk cepat 737 200 3.69 646 188 3.44
Produknya sangat laku 749 200 3.75 649 188 3.45
Produknya “up to date” 761 200 3.81 663 188 3.53
Teknologi produk modern 782 200 3.91 674 188 3.58
Pada Tabel 3 memperlihatkan hasil dari perhitungan leadership merek Kimbo dan Farmhouse secara ringkas. Dapat dilihat bahwa sosis merek Kimbo kembali memimpin untuk nilai rata-rata secara keseluruhan, dari sosis merek Farmhouse, yakni sosis merek Kimbo sebesar 3,78 dan sosis merek Farmhouse sebesar 3,47. Dari tabel diatas juga dapat dilihat bahwa sosis merek Kimbo menang telak dari sosis merek Farmhouse di atribut “produknya sangat laku”, “produknya “up to date”, dan “teknologi produk moderen”. Jika sosis merek Kimbo memiliki nilai rata-rata yang tinggi pada atribut tersebut, dapat dikatakan bahwa menurut responden di wilayah Cibubur, sosis merek Kimbo memimpin dalam hal teknologi produk yang moderen, produknya yang selalu terkini, dan produknya sangat laku, dibandingkan dengan sosis merek Farmhouse.
Untuk melihat kecenderungan dari nilai rata-rata leadership yang dimiliki oleh kedua merek sosis, baik Kimbo maupun Farmhouse, dapat dilihat pada grafik
semantic differential, pada Gambar 17 untuk merek Kimbo dan Gambar 18 untuk
merek Farmhouse. Kedua grafik semantic differential tersebut, akan menunjukkan apakah suatu merek memiliki persepsi leadership yang positif atau yang negatif. Jika dilihat pada grafik semantic differential leadership merek Kimbo, menunjukkan bahwa secara keseluruhan atribut kepemimpinannya berada pada posisi baik sampai sangat baik, dan seluruhnya berada di sebelah kanan, ini berarti merek sosis Kimbo memiliki aspek leadership yang positif di mata konsumen di wilayah Cibubur.
Pada Tabel 3 dan Gambar 17 dapat dilihat bahwa merek sosis Kimbo memiliki nilai rata-rata yang tinggi pada atribut leadership “Teknologi produk moderen”, “produknya up to date”, dan “produknya sangat laku”. Sosis merek Kimbo memiliki berbagai jenis sosis yang diluncurkan ke pasar, dan pembagian jenis sosis tersebut dilakukan oleh Kimbo berdasarkan manfaat fungsionalnya bukan berdasarkan rasa atau flavour, seperti Kimbo sosis sapi serbaguna, Kimbo sosis sapi goreng, Kimbo sosis ayam, dan jenis lainnya, hal ini menciptakan persepsi dalam benak konsumen bahwa merek sosis Kimbo lebih up to date (terkini) dibandingkan merek sosis lainnya. Persepsi bahwa merek Kimbo lebih up
to date membuat para pelanggan memiliki persepsi bahwa untuk membuat produk
yang moderen. Hal ini kemudian akan menjadi sebuah daya tarik bagi konsumen untuk membeli atau menggunakan produk sosis Kimbo tersebut.
1 2 3 4 5
1 = Sangat Tidak Setuju ; 2 = Tidak Setuju ; 3 = Biasa saja ; 4 = Setuju ; 5 = Sangat Setuju
Gambar 17. Grafik Semantic Differential Leadership merek Kimbo
Atribut kepemimpinan lainnya yang perlu dicermati adalah, “inovasi produk cepat”, dan “peningkatan popularitas cepat”. Pada Gambar 17 dapat dilihat bahwa kedua atribut tersebut juga memiliki nilai rata-rata yang tinggi. Menurut responden di wilayah Cibubur, merek sosis Kimbo memiliki peningkatan popularitas yang cepat, dan inovasi produk cepat. Atribut “inovasi produk cepat” dilihat responden dari banyaknya jenis produk sosis Kimbo yang ada di pasaran, sedangkan untuk “peningkatan popularitas yang cepat” merek sosis Kimbo dinilai telah populer di wilayah Cibubur, terbukti dari 200 responden yang diuji, semua pernah menggunakan produk sosis merek Kimbo.
Sama halnya dengan persepsi kualitas, meskipun sosis merek Farmhouse secara keseluruhan kalah dari nilai rata-rata sosis merek Kimbo, jika dilihat pada Gambar 18, dimana pada grafik semantic differential menunjukkan bahwa sosis merek Farmhouse memiliki nilai rata-rata yang baik untuk atribut kepemimpinannya. Grafik semantic differential sosis merek Farmhouse juga menunjukkan bahwa semua nilai rata-rata atribut kepemimpinan berada di sebelah kanan, yang artinya atribut kepemimpinan sosis merek Farmhouse memiliki nilai yang positif di mata responden di wilayah Cibubur.
Peningkatan Popularitas Cepat Inovasi Produk Cepat Produknya Sangat Laku Produknya ”up to date”
Teknologi Produk Moderen 3.91
3.81
3.75
3.69
Nilai rata-rata tertinggi diperoleh oleh atribut kepemimpinan ‘teknologi produk moderen”, dan “produknya up to date”. Hal ini menunjukkan bahwa responden di wilayah Cibubur menilai produk sosis Farmhouse yang ada di pasaran merupakan produk yang up to date, meskipun belum bisa menyaingi sosis merek Kimbo, karena sosis merek Farmhouse hanya mengeluarkan jenis produk yang berdasarkan rasa atau flavour, ini sama dengan produk sosis pada umumnya.
1 = Sangat Tidak Setuju ; 2 = Tidak Setuju ; 3 = Biasa saja ; 4 = Setuju ; 5 = Sangat Setuju
Gambar 18. Grafik Semantic Differential Leadership merek Farmhouse Dapat dilihat juga sosis merek Farmhouse memiliki nilai rata-rata yang cukup tinggi untuk “inovasi produk cepat”, akan tetapi belum dapat menyaingi nilai rata-rata merek Kimbo. Hal ini dikarenakan produknya yang dirasa belum
se-up to date merek Kimbo, maka responden menilai inovasi sosis merek Farmhouse,
belum sebaik merek sosis Kimbo. Untuk atribut “peningkatan popularitas”, merek Farmhouse juga belum dapat menyaingi merek Kimbo, dimana pada saat penyebaran kuesioner masih terdapat responden yang belum mengetahui sosis merek Farmhouse (karena itu jumlah respondennya hanya 188 orang).
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kedua merek sosis memiliki atribut kepemimpinan yang positif, karena semua nilai rata-rata atribut berada di sebelah kanan pada grafik semantic differential. Untuk sosis merek Kimbo telah memiliki persepsi kepemimpinan yang sangat baik di mata para konsumen di wilayah Cibubur , terlihat dari nilai rata-rata yang tinggi, tentunya hal ini perlu
1 2 3 4 5 3.58 3.53 3.45 3.44 3.49
Peningkatan Popularitas Cepat Inovasi Produk Cepat Produknya Sangat Laku Produknya ”up to date” Teknologi Produk Moderen
dipertahankan, sedangkan merek sosis Farmhouse masih bisa mengembangkan terus atribut-atribut kepemimpinannya sebagai langkah strategis untuk kedepannya.
Pada penelitian ini juga diajukan pertanyaan “Apa merek produk sosis yang terakhir Anda makan?”, pertanyaan ini diajukan kepada 200 orang responden dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4. Pada tabel ditunjukkan bahwa, tingkat konsumsi paling banyak di wilayah Cibubur, adalah merek sosis Kimbo, dengan persentase 50,00%, disusul oleh Farmhouse sebesar 18,50%, dan Sozzis sebesar 11,50%.
Tabel 4. Merek Produk Sosis Yang Terakhir Dikonsumsi
Merek Yang Terakhir Digunakan Total Total % of
Kimbo 100 50 Farmhouse 37 18.5 Sozzis 23 11.5 Winners 9 4.5 Fiesta 11 5.5 Kemchick 4 2 Bernardi 7 3.5 Vigo 5 2.5 Vida 4 2 Total 200 100.0
Responden juga ditanyakan “Apa alasan utama Anda memilih merek produk sosis Kimbo atau Farmhouse yang Anda makan?”, untuk menggali informasi mengenai alasan utama seorang konsumen memilih suatu produk sosis, terutama konsumen yang berada di wilayah Cibubur. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada Lampiran 22. Pada Lampiran 22, dapat dilihat bahwa alasan utama konsumen membeli merek sosis Kimbo, adalah : Praktis dan cepat saji (24,52%); Rasanya enak dan bergizi (17,73%); Produknya mudah diperoleh (16,99%); Harganya terjangkau (16,10%). Sedangkan yang menjadi alasan utama konsumen mengkonsumsi merek sosis Farmhouse adalah : Praktis dan cepat saji (24,08%); Produknya mudah diperoleh (16,7%); Rasanya enak dan bergizi (16,12%); Ingin mencoba (14,37%).
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, alasan “praktis dan cepat saji” menjadi salah satu syarat utama yang harus dimiliki oleh produk sosis. Terlihat bahwa konsumen di wilayah Cibubur, baru akan mengkonsumsi suatu produk sosis jika produk sosis tersebut dapat memberikan kepraktisan dan waktu yang cepat dalam penyajiannya. Selain itu, alasan “rasanya enak dan bergizi” serta “produknya mudah diperoleh”, menjadi alasan lainnya yang membuat konsumen mengkonsumsi produk sosis. Oleh karena itu, kedua produk baik itu sosis merek Kimbo dan Farmhouse harus terus mengembangkan rasa serta menjaga kandungan gizi yang baik dalam produknya, dengan ditunjang oleh jaringan distribusi yang lebih luas lagi, sebagai langkah strategis ke depannya.
4. Brand Loyalty
Loyalitas merek merupakan suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek produk yang lain, terutama jika pada merek tersebut didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga maupun atribut yang lain. (Durianto et. al, 2004b). Pengukuran brand loyalty dilakukan dengan pengukuran harga optimum, tingkat switcher buyer, tingkat habitual
buyer, tingkat liking the brand, tingkat satisfied buyer, tingkat commited buyer,
dan brand switching. Menurut Durianto et. al (2004a), pengujian harga optimum dilakukan untuk melihat sejauh mana kesediaan konsumen merek Kimbo dan merek Farmhouse membayar dengan harga lebih tinggi untuk tip merek, sehingga hal ini akan menunjukkan penghargaan mereka kepada tiap-tiap merek baik itu Kimbo dan Farmhouse, daripada merek pesaing.
Pengukuran harga optimum dalam penelitian ini dilakukan terhadap 100 orang user Kimbo , 37 orang user Farmhouse, dan 63 orang user lainnya (sama dengan pengukuran tingkat kesadaran merek). Penelitian ini dimaksudkan pula untuk mengetahui pada tingkat harga berapa konsumen di wilayah Cibubur, masih bersedia membayar untuk merek sosis Kimbo dan merek sosis Farmhouse. Jika konsumen loyal, maka secara logis mereka akan bersedia membayar lebih dari biasanya.
toko-toko swalayan serta supermarket sekitar wilayah Cibubur, survei ini dilakukan secara judgement sampling. Hal ini didukung juga oleh informasi sumber pengetahuan sebelumnya, yang menyatakan bahwa umumnya konsumen mengetahui merek sosis Kimbo dan Farmhouse dari toko swalayan atau
minimarket, dan hypermarket atau supermarket. Didapatkan harga rata-rata untuk
produk merek Kimbo adalah Rp. 25.000/25 batang, dan untuk sosis merek Farmhouse adalah Rp. 26.000/25 batang.
Pertanyaan pertama yang diajukan dalam kuesioner adalah, “Bila produk sosis merek Kimbo sosis sapi goreng berharga Rp. 25.000/pack (25 batang) dan merek sosis Farmhouse sosis sapi goreng berharga Rp. 25.000/pack (25 batang),