• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DAMPAK EMBARGO AMERIKA SERIKAT TERHADAP

4.4. Perdagangan dan Peningkatan Pengangguran pada Civil

Energi dianggap sebagai barang komersial paling penting yang memiliki aplikasi paling banyak dalam perdagangan dunia dan merupakan hal terpenting bagi aktivitas manusia. Setelah revolusi industri dan pembentukan industri mesin, energi dianggap sebagai faktor produksi pertama dan paling diterapkan. Selain itu, produktivitas energi dan peningkatan konsumsi energi adalah titik paling konsekuensial yang dapat mempengaruhi perekonomian di setiap negara.206 Salah satu sumber daya alam penghasil energi yang paling dibutuhkan adalah minyak

203Andrea De La Camara. Op.Cit, hal 37.

204International Convention on Elimination Of All Forms of Discrimination Againts Women merupakan kesepatan Hak Asasi Internasional tentang pengaturan hak-hak perempuan yang diusung oleh Majelis Umum PBB.

205Valentina M. Moghadam. Loc.Cit.

206 Gudarzi Farahani, Yazdana.,dkk. 2012. Energy Consumption in Iran: Past Trends and Future Directions.

Social and Behavioral Sciences, Elsevier Journal. University of Tehran, hal 12.

dan gas bumi. Penjualan terhadap minyak dan gas merupakan sumber dana penting bagi pemerintah Iran. Sekitar 70 persen pendapatan negara itu berasal dari sektor energi.207 AS dan Uni Eropa melarang impor minyak sejak tahun 2012 yang mengakibatkan produksi minyak Iran turun sekitar 8 persen pada kisaran 3,2 juta barrel minyak per harinya (bpd), ekspor minyak Iran tercatat mengalami penurunan sekitar 25 persen dibanding tahun 2011.208 Hal itu dikarenakan negara pengimpor utama minyak Iran di Asia, yakni Tiongkok, India, Jepang dan Korea Selatan juga mereduksi volume impornya. Selanjutnya, Uni Eropa juga melarang impor gas bumi dari Iran. Semua bank di Eropa dilarang untuk melakukan transaksi dengan bank Iran.

Embargo perdagangan Iran meliputi sektor jasa, teknologi dan semua barang yang berhubungan dengan teknologi nuklir dan militer. Tidak mudah untuk menentukan barang apa saja yang dapat diperjual-belikan ke Iran. Karena dikhawatirkan jika barang dan peralatan tersebut bisa digunakan untuk keperluan sipil maupun keperluan militer. Salah satu contohnya, Michael Tockus dari Kamar Dagang Jerman-Iran menerangkan bahwa bahan penambal gigi yang mengandung logam, tidak diperbolehkan dijual ke Iran. Karena kandungan metalnya terlalu tinggi.209

Semua ekspor ke Iran harus dilaporkan ke kantor pajak. Selain itu, banyak perusahaan yang berbisnis dengan Iran mendaftarkan diri ke Dinas Pengawasan Ekspor BAFA. Mereka harus memiliki surat ijin perdagangan. Sebab ada juga

207Deutsche Welle. Hendra Pasuhuk. 2011. Sanksi Baru terhadap Iran. diakses dari https://m.dw.com/id/sanksi-baru-terhadap-iran/a-15548533/ pada tanggal 22 Mei 2020 pukul 22.51 WIB.

208Deutsche Welle. Habib Husseinifard dan Agus Setiawan. Iran Kritik Politik Minyak Arab Saudi. diakses dari https://m.dw.com/id/iran-kritik-politik-minyak-arab-saudi/a-16016150 pada tanggal 12 Mei 2020 pukul 12.01 WIB.

209Deutsche Welle. Sven Pöhle. 2013. Pengusaha Jerman Langgar Embargo Iran. diakses dari https://m.dw.com/id/pengusaha-jerman-langgar-embargo-iran/a-16973553 pada tanggal 12 Mei 2020 pukul 11.25 WIB.

larangan untuk melakukan hubungan bisnis dengan perusahaan tertentu, misalnya perusahaan pemerintah atau perusahaan Jerman yang ingin menjalin bisnis dengan Iran, harus tahu perusahaan mana saja di Iran yang masuk daftar hitam.210

Selama masa embargo, perdagangan Iran tunduk pada pembatasan yang berasal dari sanksi Dewan Keamanan PBB, Uni Eropa, dan Amerika Serikat tahun 2012. Berikut kurva dari total ekspor dan impor Iran:

Persen Gambar 4.1 Total Ekspor dan Impor Iran periode 1995-2015

Sumber: Disertasi William John Walsh, Univ. Minnesota.

Gambar 4.1 menjelaskan bahwa sejak berlakunya pembatasan langsung pada perdagangan menyebabkan pergeseran dari total ekspor dan total impor menjadi 25% dan 30% di tahun 2012. Lebih dari setengah dari ekspor utamanya berkurang, ekspor minyak bumi adalah penghasilan utama Iran dengan begitu mengakibatkan melonjaknya pengangguran, kemiskinan dan inflasi dan telah mengubah sepenuhnya hidup banyak warga Iran. Negara harus berjuang melawan inflasi yang dramatis, dan semakin terbenam dalam krisis ekonomi. Hampir setiap hari harga bahan pangan dan barang-barang lainnya melonjak naik. Pada akhir Maret 2012, Badan Statistik Iran menyatakan secara resmi, kenaikan inflasi selama setahun mencapai 30%. Hal itu menjadi rekor dalam sejarah Iran. Menurut

210Ibid.

keterangan resmi, dalam setahun harga pangan naik 60%. Pakar ekonomi berpendapat, jumlah sesungguhnya jauh lebih tinggi.211

Sejak embargo minyak yang mulai berlaku pada 1 Juli 2012 dari Uni Eropa, mata uang Iran, Rial, kehilangan nilai. Nilai tukar satu Dolar kini 35.000 Rial, sementara sembilan bulan lalu masih 20.000 Rial.212 Akibat krisis ekonomi, banyak pabrik, terutama di sektor industri mobil, tidak mampu membayar gaji. Ini menyebabkan aksi mogok. Negara memberikan sokongan bagi biaya hidup, tetapi orang beranggapan itu hanya propaganda saja, karena jumlahnya sangat kecil.

Pemerintah Iran tahun 2011 mencoret subsidi bagi energi dan bahan pangan. Langkah itu awalnya disambut baik Dana Moneter Internasional atau IMF, tapi dikritik banyak pakar, karena terlalu radikal. Di lain pihak, milyaran dana dikeluarkan untuk tunjangan hidup untuk membayar ganti rugi bagi warga miskin. Tunjangan ini tidak bermanfaat karena harga bahan bakar dan bahan pangan melonjak naik akibat pengurangan subsidi. Bank Sentral berhasil mempertahankan nilai tukar Rial karena ada pemasukan dari minyak. Namun sanksi yag mencakup embargo minyak ibaratnya pukulan terakhir bagi perekonomian Iran. Sanksi dan inflasi berdampak besar bagi rakyat di negara dengan persediaan minyak ketiga terbesar di dunia.213

Hal tersebut sangatlah berdampak pada angkatan kerja masyarakat sipil Iran.

Di Iran, terdapat beberapa kategori pekerjaan, berikut pembagiannya dalam tabel 4.4:

211Deutsche Welle. Samira Nikaeen. 2013. Tercekiknya Perekonomian Iran. Diakses dari https://m.dw.com/id/tercekiknya-perekonomian-iran/a-16876297 pada tanggal 12 Mei 2020, pukul 11.30 WIB.

212Ibid.

213Deutsche Welle. Samira Nikaeen. 2013. Tercekiknya Perekonomian Iran. diakses dari https://m.dw.com/id/tercekiknya-perekonomian-iran/a-16876297 pada tanggal 12 Mei 2020, pukul 11.30 WIB.

Tabel 4.4. Populasi Pembagian Kelompok Pekerjaan Tahun 2006-2012

Major occupation group 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012

Total 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 Legislators, senior officials and

managers 2.1 2.9 2.4 2.4 2.4 2.6 2.6 Skilled agricultural and fishery

workers 22.4 19.0 17.8 17.8 16.0 15.5 16.0

Crafts and related trades workers 20.9 20.7 19.3 19.0 18.7 18.9 18.9 Plant and machine operators,

assemblers and drivers 9.7 11.0 12.1 11.8 12.5 12.5 12.4 Elementary occupations workers 13.9 14.2 15.7 14.9 16.4 16.8 16.9

Others and not stated 3.0 2.3 2.6 2.4 2.3 2.4 2.3

Sumber: Statistical Center of Iran dalam www.amar.org.ir

Tabel 4.4. menunjukkan bahwa kelompok kerja di Iran menurut Pusat Statistik Irandibagi menjadi 10 kategori. Kategori kerajinan dan terkait pekerjaan perdagangan memiliki persentase yang tinggi dan stabil dengan satu tahun sebelumnya dengan tetap mencapai 18,9 persen. Sedangkan kategori legislator, pejabat senior, dan manajer memiliki persentase kedua terendah mencapai 2,6 persen setelah kategori lainnya. Perbandingan dari tahun 2011 ke 2012 persentasi naik-turun digitnya rata-rata 1 sampai 4 persen. Selanjutnya menurut data World Bank tingkat pengangguran resmi Iran tahun 2012 mencapai 12,63 persen, dan pengangguran di kalangan muda dengan rentang usia 15 sampai 24 tahun mencapai 28,14 persen. Dibandingkan tahun sebelumnya, pengangguran tahun 2011 mencapai 12,45 persen, dan di kalangan muda 26,96 persen.214

214Statista. Unemployment rate from 1999 to 2019. Diakses dalam https://www.statista.com/search/?q=iran+unemployment&Search=&qKat=search pada tanggal 19 Juli 2020 pukul 02.27 WIB.

(persen)

Dokumen terkait