• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketikasyekhyangbiasamengajarikuitutahu,bahwasaya pergi belajarkepada orang-orang salafdan mendengarkan pelajaranyang disampaikanolehSyekh

Muhammad

Nashiruddinal-Albani, iasangat marali sekali, karena khawatir saya meninggalkannya dan berubah haluan. Setelah beberapa saat kemudian, salah seorang tetangga mesjid, datang untuk ikut menghadiri pengajian bersama kami di mesjidsetelahSholatMaghrib. Ia bercerita,bahwaiatelahmenyimak pelajaran dari salah seorang syekh golonganSufi. Syekhituberkata,

bahwa istrisalahseorangmuridnya, mengalamikesulitanketikaakan melahirkan. Kemudian muridnyaitu istighatsah

(memohon

bantuan) kepada syekhkecil(yangiamaksudkanadalahdirisangsufi itu sendiri), lalu istrinyaitumelahirkandengan

mudah

tanpakesulitan. Kemudian syekh tempat kami belajar itu bertanya kepada laki-laki tetangga mesjidini: "Jadi, bagaimana pendapatmu tentangperistiwa itu?"

Laki-lakiitumenjawab: "Inijelasperbuatansyirik.

"

Syekh itu langsung menghardik dan berkata: "Diaml

Apa

yang

kamu

ketahui tentangsyirik,

kamu

hanyalah seorang tukang pandaibesi, sementarakamiadalahparasyekhyangmemiliki ilmu danlebih banyakmengetahui berbagaihal dari

pada

kamu!

"

(MenitiJaCan9denujuTauhid 443fr

Kemudian

syekh itu berdiri dan menuju kamarnya, lalu kembali dan

membawa

buku Adzkar karangan

Imam

Nawawi.

Selanjutnyaia

membaca

suatukisah tentang Abdullahbin

Umar *, bahwa

bila kaki beliau tersandung beliau berkata: "Ya

Muhammad!!"

Jadi apakah beliau telah melakukan perbuatan syirik? Laki-laki tadi menjawab: "Riwayat ini dhoif (lemah dan tidak shohih).

"

Laludengansuara keras syekhituberkata:

"Kamu

itu tidak tahu

manayang

lemah dan

mana

yangshohih, kamilahpara ulama

yang

mengetahuiitusemua."

Kemudian

syekh itu menoleh kepadaku dan berkata: "Bila oranginihadirsekali lagi, sayaakan membunuhnya."

Kami

semua keluar dari mesjid, lalu laki-laki itu meminta agaraku menyuruh anakku

menemaninya

untukmengambil buku Adzkar yang ditahqiq oleh Syekh Abdul Qodir Arnawuth. Lalu anakitupundatangdan memberikan bukuitukepadaku. Temyata kisahyangdiceritakan tadi, menurutorangyang mentahqiq buku

ini,adalah riwayatyang lemah(dhoif).

Dan

pada hari kedua. anak saya menyerahkan buku ini kepada syekh itu. Temyata ia

membaca bahwa

kisah itu adalah

tidak shohih (lemah), tetapi syekh itu tidak

mau

mengakui kesalahannya, dan berkata

bahwa

riwayat ini adalah termasuk fadha'ilula'mal(amalan-amalanyangutama)yangbisa diterapkan

dengan

menggunakan

hadits-haditslemah.

Saya katakan,

bahwa

kisah ini bukan termasuk diantara amalan-amalan yang utama sebagaimana yang didugaoleh syekh

itu, tetapi ini adalahtermasukAqidah yangtidakboleh digunakan dengansandaranhaditsyanglemah.

Sebagai informasitambahan,bahwa

Imam

Muslimdan

imam-imam

yang lain

memandang

ketidakbolehan menggunak;in hadits lemah dalam masalah amalan-amalan yangutama.

Adapunulama-ulamamutaakhirin (yang datangsetelah

imam-imam

itu)

memandang

bolehnya menggunakan hadits lemah dalam masalah amalan-amalan yang utama, dengan syarat-syarat

yani-(44fr Meniti JaCanMenuju tauhii

banyakdansemuasyaratitujugasulitdiwujudkan,Kisah(Ibnu

Umar

*&)inibukanlahhaditsdanjugabukantermasukamalan-amalanyang utama,tetapi iaadalah dasar aqidah,sepertiyangsaya jelaskantadi.

Kemudian

pada hari selanjutnya, kami pergi untuk mengikuti pengajiansebagaimanabiasa.

Dan

setelahsholat, syekh sufi itu langsung keluar dari mesjid, dan tidak duduk untuk memberipengajiansebagaimanabiasanya.

Syekhiniberusahamenjelaskan kepadaku,

bahwa memohon

pertolongan (isti'anah) kepada selain Allah dl adalah boleh, sebagaimana halnya dengan tawassul. Ia memberiku beberapa buku, diantaranya adalahbuku "Muhiqqut Taqawwulfl

Mas

'alatit

Tawassul"karanganZaahid al-Kautsari. Saya

membaca

bukuitu,

dan ternyatabukuitu

membolehkan

isti'anahkepadaselain Allah 3k.

Adapun

haditsRasulullah$&:

s / s s s / s s s

[[jti\'

{

y^\}'i^L*\

\}\ji-Oil

jClicJC

lij))

"Bila engkau meminta,

maka

mintalah kepadaAllah, dan bila engkau

memohon

pertolongan,

maka memohonlah

pertolonganitu

kepadaAllah." [H.R.Tirmidzidanmengatakan

Hasan

Shohih]

Pengarang buku ini mengatakan

bahwa

sanad hadits ini lemah, oleh karena itu ia tidak memakainya, padahal hadits ini

disebutkanoleh

Imam Nawawi

dalam bukunya

Arba

'in

Nawawiy

hadits

nomor

19. Haditsinidiriwayatkanoleh

Imam

Tirmidzidan berkata Hadits Hasan Shohih.

Imam Nawawi

dan

Imam

lainnya juga

memakai

hadits ini.

Dan

yang mengherankan, bagaimana

al-Kautsari menolak hadits ini. Itu karena hadits ini bertentangan dengan aqidah mereka. Sayapun semakin marah kepadanya dan kepada aqidahnya,dan semakincintakepada orang-orangsalafdan aqidah mereka yang melarang isti'anah kepada selain Allah Si.

berdasarkanhaditstadidanfirman Allahsfe:

; * '- ' '

t

- ' >>

-r

//

__ , ., ,/'

MenitiJa CanMenujulaud-id ^45^

"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa'atdantidak (pula)memberi mudharat kepadamuselainAllah;

sebabjika

kamu

berbuat (yang demikian)itu,

maka

sesungguhnyakamu kalau begitutermasukorang-orangyangzalim." (Q.S.Yunus: 106)

Dan

juga sabda Rasulullahsg:

"Doaituadalahibadah" [H.R.TirmidzidanberkataHasanShohih]

Ketika syekh itumelihatkutidakpuas dengan bukuyang ia berikan kepadaku. Ia mulaimenjauhikudan menyebarkan kepada orang lain bahwa saya adalah seorang "Wahabi, hati-hati terhadapnya."

Saya berkata dalam hati: "Mereka mengatakan tentang

Muhammad #

bahwaiaseorang tukangsihirdangila, danberkata tentang

Imam

Syafe'i

bahwa

iaseorangRafidhi, kemudianbeliau membalasnya dengansyair:

Bila Rafidhahituadalah kecintaankepadakeluarga

Muhammad

Jg

maka

saksikanlahwahaijindanmanusia, bahwasaya adalah seorang Rafidhah.

Merekajuga

menuduh

salahseorangyang mentauhidkan AllahdengansebutanWahabi, laluorangitumenjawabnya:

'., -,:

i!

S'.

Bilapengikut

Muhammad

$gseorang Wahabi,

maka

sayamengakui bahwasayaadalah seorang Wahabi

' "> a " ' , i

SayameniadakansekutubagiAllah,jadisayatidakpunyatuhan kecuali(Allah) Yang

Maha

Tunggaldan

Maha Memberi

(Wahhab)

^46^ Meniti JaCanMenuju<Taukit£

Soyaf;cfa&

memohon

kepadaqubah, berhala ataupunkuburanyang dianggapsebagai saranapenghubung(kepadaAllah) Saya memuji kepadaAllahyang telahmemberikupetunjuk kepada Tauhid, aqidah

kaum

salaf.

Dan

saya mulai berda'wah mengajak orang lain untuk menuju kepada Tauhid dan menyebarkannya diantara manusia. Mengikuti penghulu seluruh manusia (Nabi

Muhammad

M) yang telah memulai da'wahnya kepada Tauhidselama 13tahundiMakkah.Dengan penuhkesabaran beliau dan para sahabatnya menghadapi siksaan dan gangguan, hingga akhirnyaTauhidinimenyebar danberhasilmendirikannegara yangberasaskan Tauhid,denganpertolonganAllah5§.

Dokumen terkait