BAB II PENGELOLAAN KASUS
2.6 Asuhan Keperawatan Kasus
2.6.5 Perencanaan dan Rasional
Perencanaan keperawatan dan Rasional Asuhan keperawatan pada Ny. E dengan prioritas masalah Ansietas di Lingkungan V Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia.
No Diagnosa Out Come/Kriteria Hasil (NOC) 1. Ansietas berhubungan dengan
ancaman atau perubahan status kesehatan ditandai dengan pasien tampak gelisah gangguan tidur, gangguan perhatian.
1. Ansietas control 2. Mekanisme koping
Dengan ketentuan berikut (skala 1-5 : tidak pernah, jarang, kadang-kadang, sering, selalu) :
Indikator:
1. Menunjukkan fleksibilitas peran 2. Keluarga menunjukkan
fleksibilitas peran para anggotanya 3. Melibatkan anggota keluarga
dalam membuat keputusan
4. Mengekspresikan perasaan dan kebebasan emosional
5. Menunjukkan strategi penurunan ansietas
Intervensi (NIC) Rasional
Penurunan ansietas dan peningkatan koping:
1. Tenangkan klien
2. Berusaha memahami keadaan klien
3. Berikan informasi tentang diagnosa, prognosis dan tindakan 4. Kaji tingkat ansietas dan reaksi
fisik pada tingkat ansietas
Penurunan ansietas dan peningkatan koping
1. Membantu merilekskan perasaan klien
2. Memberikan rasa nyaman kepada klien
3. Menambah pengetahuan klien
4. Mengetahui tingkat ansietas klien
5. Gunakan pendekatan dan sentuhan
6. Temani klien untuk mendukung keamanan dan rasa takut
7. Instruksikan kemampuan klien untuk menggunakan tekhnik relaksasi
8. Dukung keterlibatan keluarga dengan cara yang tepat
5. Membina rasa saling percaya terhadap klien dan perawat
6. Untuk mengurangi rasa takut klien
7. Meningkatkan pengetahuan pasien untuk melakukanintervensi mandiri jika ansietas terjadi
8. Melibatkan keluarga membantu mengurangi ansietas
No Diagnosa Out Come/Kriteria Hasil (NOC) 2. Gangguan pola tidur berhubungan
dengan nyeri akut ditandai dengan, pasien mengatakan ketidakpuasan tidur, skala nyeri skala 4 waktu tidur klien 3-4 jam.
Pasien menunjukkan tingkat nyeri, yang dibuktikan oleh indikator berikut
(skala 1-5 : sangat
berat,berat,sedang,ringan,tidak ada).
1. Pengendalian nyeri 2. Tingkat nyeri
Intervensi (NIC) Rasional
1. Gunakan laporan dari klien sendiri sebagai pilihan pertama untuk mengumpulkan informasi pengkajian
2. Minta klien untuk menilai nyeri dengan skala 0-10
3. Dalam mengkaji nyeri klien,gunakan kata-kata yang sesuai usia dan tingkat perkembangan klien
Manajemen nyeri:
4. Lakukan pengkajian nyeri secara komprhensif meliputi lokasi, karakteristik, awitan, dan durasi frekuensi, kualitas, intensitas atau
1. Untuk mengumpulkan informasi klien.
2. Mengetahui skala nyeri klien.
3. Untuk memudahkan proses pengkajian
4. Mengetahui daerah nyeri, kualitas, kapan nyeri dirasakan, faktor pencetus, berat ringannya nyeri yang dirasakan.
keparahan nyeri dan faktor presipitasinya
5. Ajarkan penggunaan tekhnik non farmakologi (relaksasi, distraksi) Tindakan kolaborasi:
6. Berikan analgetik sesuai program
5. Untuk mengajarkan klien apabila nyeri timbul.
6. Untuk mengurangi rasa nyeri
2.2.6 Implementasi dan Evaluasi Keperawatan
Implementasi dan Evaluasi Asuhan keperawatan pada Ny.E dengan prioritas masalah Kecemasan di Lingkungan V Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia.
Hari/
Tanggal No.
Dx Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) 01-03
Juni 2017
1 Ansietas
1. Menenangkan klien 2. Memahami keadaan klien 3. Memberikan informasi
tentang diagnosa, prognosis dan tindakan
4. Mengkaji tingkat ansietas dan reaksi fisik pada tingkat ansietas
5. Menemani klien untuk mendukung keamanan dan rasa takut
6. Menginstruksikan
kemampuan klien untuk menggunakan tekhnik relaksasi
7. Mendukung keterlibatan keluarga dengan cara yang
O = klien tampak tenang, mau mengungkapkan P = intervensi dilanjutkan.
Hari/
Tanggal No.
Dx Implementasi Keperawatan Evaluasi(SOAP) 01-03
Juni 2017
2 1. Menggunakan laporan dari klien sendiri sebagai pilihan
pertama untuk
1. Melakukan pengkajian nyeri secara komprhensif meliputi
2. Mengajarkan penggunaan tekhnik non farmakologi (relaksasi, distraksi)
Tindakan kolaborasi:
3. Memberikan analgetik sesuai program
2. Frekuensi nafas 22x/m 3. Suhu 36,5 C
A:
1. Tujuan tercapai sebagian P:
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Ny dengan prioritas masalah kecemasan selama 3 hari yaitu tanggal 01-03 Juni 2017 sebagai langkah terkhir dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini dapat diambil kesimpulan sekiranya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi pemberian asuhan keperawatan pada klien khususnya yang mengalami kecemasan di lingkungan V Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia.
Ansietas adalah satu kondisi kegelisahan mental, keprihatinan, ketakutan, atau firasat, atau perasaan putus asa karena ancaman yang akan terjadi atau ancaman antisipasi yang tidak dapat di identifikasi terhadap diri sendiri atau terhadap hubunan yang bermakna. Ansietas dapat dialami pada tingkat sadar, setengah sadar, atau tidak sadar. Dimana pasien yang mengalami gangguan ansietas biasanyaa mengalami peningkatan tekanan darah, gelisah, menarik diri, berkeringat seluruh badan, kehilangan nafsu makan, mual, nyeri pada abdomen, sering berkemih dan mengalai gangguan tidur.
Pada diagnosa keperawatan untuk menentukan diagnosa keperawatan pada Ny. E dengan prioritas masalah kecemasan ditemukan 2 diagnosa keperawatan yang muncul antara lain: Ansietas berhubungan dengan ancaman atau perubahan pada status kesehatan, Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri akut ditandai dengan, pasien mengatakan ketidakpuasan tidur, skala nyeri skala 4 waktu tidur klien 3-4 jam.
Adapun fokus intervensi pada Ny. E dengan prioritas masalah kecemasan yaitu pada diagnosa pertama yaitu pengendalian diri klien terhadap kecemasan.
Fokus intervensi pada diagnosa kedua yaitu manajemen nyeri.
Implementasi yang penulis lakukan sudah maksimal dan efektif sesuai dengan perencanaan yang penulis buat sebelumnya, sehingga hasil yang diharapkan sudah mendekati kriteria hasil yang penulis telah tetapkan. Sedangkan Evaluasi asuhan keperawatan pada Ny. E dengan prioritas masalah kecemasan di Lingkungan V kelurahan Sari Rejo Medan Polonia dimana kedua diagnosa
keperawatan yang penulis tegakkan belum ada diagnosa keperawatan yang dapat teratasi sepenuhnya dan masih perlu intervensi lanjutan.
3.2 Saran
1. Bagi mahasiswa hendaknya lebih memahami tentang konsep dasar asuhan keperawatan jiwa sehingga dalam pelaksanaannya lebih mudah untuk memahami kasus yang ada
2. Untuk mahasiswa di harapkan dalam melaksanakan tindakan keperawatan, harus terlebih dahulu memahami masalah dengan baik serta mendokumentasikan hasil tindakan yang telah dilakukan.
3. Gunakan waktu seefisien mungkin dan seefektif mungkin dalam melakukan tindakan keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA
Asmadi. (2008). Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta: Salemba Medika.
Bulechek. (2016). Nursing Interventions Classification (NIC). Edisi 6. Singapore:
Elsevier.
Dalami. (2009). Asuhan Keperawatan Jiwa dengan masalah Psikososial: Jakarta.
CV. Trans Info Media.
Heather. PhD, RN. (2011). Nanda International Diagnosis Keperawatan Defenisi dan Klasifikasi 2012-2014. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Judith. (2012). Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Edisi 9. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Kozier. (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktik. Edisi 7. Volume 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Riyadi. (2013). Asuhan keperawatan jiwa. Edisi 1.Yogyakarta: Grahana Ilmu.
Lampiran
CATATAN PERKEMBANGAN
Catatan perkembangan asuhan keperawatan pada Ny. E dengan prioritas masalah kecemasan di Lingkungan V Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia.
Hari/
Tanggal
No.
Dx Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) 01-03
Juni2017
1 Ansietas
8. Menenangkan klien 9. Memahami keadaan klien 10. Memberikan informasi
tentang diagnosa,prognosis dan tindakan
11. Mengkaji tingkat ansietas dan reaksi fisik pada tingkat ansietas
12. Menemani klien untuk mendukung keamanan dan rasa takut
13. Menginstruksikan
kemampuan klien untuk menggunakan tekhnik relaksasi
14. Mendukung keterlibatan keluarga dengan cara yang
O = klien tampak tenang, mau mengungkapkan P = intervensi dilanjutkan.
Hari/
Tanggal
No.
Dx Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) 01-03
Juni 2017
2 4. Menggunakan laporan dari klien sendiri sebagai pilihan pertama untuk mengumpulkan informasi
1. Melakukan pengkajian nyeri secara komprhensif meliputi
2. Mengajarkan penggunaan tekhnik non farmakologi (relaksasi, distraksi)
Tindakan kolaborasi:
3. Memberikan analgetik sesuai program
S:
3. Klien mengatakan sudah lebih baik dan skala
5. Frekuensi nafas 22x/m 6. Suhu 36,5 C
A:
2. Tujuan tercapai sebagian P: