BAB V PENUTUP
Kotak 23: Perencanaan Pembangunan Desa yang Inklusif
Kelompok Perencanaan Pembangunan Desa Masyarakat Adat Desa Selingsing Kecamatan Gantung Kabupaten
Belitung Timur memfasilitasi masyarakat adat Sawang menyelenggarakan ritual adat Buang Jong.
Disabilitas Desa Kiringan, Desa Bono, Desa Gedong Jetis Kec. Tulung Kab Klaten mengalokasikan anggaran program untuk penyandang disabilitas. Misalnya pemberian bantuan modal usaha dan ternak bagi warga disabilitas.
Penghayat
kepercayaan Desa Segara Langu, Kecamatan Cipari Kab. Cilacap memberikan bantuan untuk pengurusan jenazah kepada keluarga yang mengalami kedukaan, sebesar Rp.200.000/orang/bulan. Ketentuan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Desa Segara Langu Nomor 11 Tahun 2018 tentang penetapan petugas pengurus jenazah untuk agama Kristen, Budha, dan penghayat kepercayaan.
5. RPJM Desa Inklusif
Dokumen RPJM Desa merupakan penjabaran visi misi kepala Desa terpilih ke dalam rencana program/kegiatan pembangunan Desa selama 6 (enam) tahun. Penyusunan RPJM Desa maupun rencana kegiatan pembangunan di RPJM Desa harus bersifat inklusif. Kelompok marginal dan rentan berpartisipasi dalam penyusunan
51
RPJM Desa. Hal-hal strategis dalam penyusunan RPJM Desa inklusif dijabarkan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 1. Langkah-langkah penyusunan RPJM Desa Inklusif No
Tahapan Penyusunan
RPJM Desa Proses Penyusunan Rumusan Kebijakan
a. Musyawarah
Desa tentang perencanaan Desa
Perwakilan kelompok marginal dan rentan wajib hadir dan berpartisipasi dalam musyawarah Desa.
∗ membahas visi misi Kepala Desa terpilih yang bersifat inklusif ∗ pokok-pokok pikiran
BPD dan prakarsa unsur masyarakat tentang mengagas masa depan Desa Inklusif
b. Penetapan Tim
Penyusun RPJM Desa
Tim Penyusun RPJM Desa dipilih secara demokratis, partisipatif, transparan dan akuntabel.
Informasi terbuka untuk semua warga dan memastikan ada keterwakilan kelompok marginal dan kelompok rentan. c. Perumusan arah kebijakan perencanaan pembangunan Desa
Kepala Desa dan Tim Penyusun RPJM Desa menyusun rumusan arah kebijakan perencanaan pembangunan Desa. ∗ Arah kebijakan perencanaan pembangunan Desa dirumuskan ber-dasarkan berita acara Musyawarah Desa tentang Perencanaan Desa. ∗ Arah perencanaan pembangunan Desa yang dipastikan memuat kepentingan kelompok marginal dan rentan d. Penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan Desa
Kepala Desa dan Tim Penyusun RPJM Desa menyusun penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan Desa.
Keterpaduan arah kebijakan perencanaan pembangunan Desa dan daerah memuat kolaborasi pengelolaan urusan kelompok marginal dan rentan. e. Pengkajian
Keadaan Desa ∗ Tim Penyusunan RPJM Desa memastikan terjadi
perbincangan warga tentang rencana kegiatan
Penyusunan usulan kelompok marginal dan rentan berdasarkan:
52
pembangunan Desa dalam jangka waktu 6 tahun. ∗ Perbincangan warga harus
melibatkan kelompok marginal dan rentan. ∗ Tim Penyusunan RPJM
Desa bertemu kelompok marginal dan rentan untuk merumuskan usulan-usulan tentang kegiatan pembangunan Desa. ∗ Tim Penyusunan RPJM
Desa mengawal usulan kelompok marginal dan rentandalam penyusunan draft rancangan RPJM Desa. ∗ arah kebijakan perencanaan pembangunan Desa yang dipastikan memuat rumusan arah kebijakan pembangunan Desa yang berpihak kepada kelompok marginal dan rentan.
∗ profil Desa yang sudah dimutakhirkan dan dipastikan sudah memuat data dan informasi tentang kelompok marginal dan rentan; dan ∗ laporan hasil kajian
sejarah Desa. f. Penyusunan
Rancangan RPJM Desa
Kepala Desa dibantu Tim Penyusunan RPJM Desa menyusun rancangan RPJM Desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rancangan RPJM Desa dipastikan memuat usulan kelompok marginal dan rentan yang telah disepakati dalam musyawarah Desa. g. Musrenbang Desa Pembahasan RPJM Desa Perwakilan kelompok marginal dan rentan wajib hadir dan berpartisipasi dalam musrenbangdes.
Rancangan RPJM Desa memuat usulan-usulan kelompok marginal dan rentan yang disepakati dalam musyawarah Desa. h. Musyawarah Desa Pembahasan dan Menyepakati RPJM Desa Perwakilan kelompok marginal dan rentan wajib hadir dan berpartisipasi dalam musyawarah Desa.
∗ Pembahasan dan penyepakatan rancangan RPJM Desa ∗ Pembahasan dan penyepakatan program dan/atau kegiatan pembangunan Desa untuk kelompok marginal dan rentan diprioritaskan untuk ditetapkan dalam RPJM Desa
53 i. Musyawarah BPD Pembahasan dan Menyepakati Rancangan Perdes RPJM Desa
∗ Kepala Desa dan BPD menyusun dan
menetapkan Peraturan Desa tentang RPJM Desa. ∗ Kelompok marginal dan
rentan memantau penyusunan Perdes RPJM Desa. Penyusunan dan penetapan Perdes RPJM Desa sesuai dengan kesepakatan dalam musyawarah Desa. j. Sosialisasi Perdes tentang RPJM Desa Perwakilan kelompok marginal dan rentan ikut mensosialisasikan Perdes tentang RPJM Desa. Penyebaran informasi tentang program/kegiatan RPJM Desa terkait pemenuhan hak-hak kelompok marginal dan rentan.
6. RKP Desa Inklusif
RKP Desa merupakan penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. RKP Desa disusun oleh Pemerintah Desa mulai bulan Juli dan paling lambat akhir bulan September tahun berjalan. Penyusunan RKP Desa berpedoman pada RPJM Desa. Hal-hal strategis dalam penyusunan RPJM Desa yang dipastikan harus bersifat inklusif dijabarkan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 2. Tahapan Penyusunan RKP Desa Inklusif
No RKP Desa Proses Substansi
a. Musyawarah Desa perencanaan pembangunan tahunan Perwakilan kelompok marginal dan rentan wajib hadir dan berpartisipasi dalam musyawarah Desa.
∗ Pembahasan dan penyepakatan program di RPJM Desa yang akan dilaksanakan pada tahun depan
∗ Pembahasan dan
penyepakatan program/ kegiatan pembangunan Desa untuk kelompok marginal dan rentan yang diprioritaskan untuk dilaksanakan pada tahun depan b. Pembentukan
Tim Penyusun RKP Desa
Tim Penyusun RKP Desa dipilih secara demokratis, partisipatif, transparan dan akuntabel. Memastikan ada keterwakilan kelompok marginal dan rentan.
54
c. Pencermatan
pagu indikatif dan program masuk ke Desa
Kepala Desa dan Tim Penyusun RKP Desa melakukan pencermatan pagu indikatif dan
program masuk Desa.
∗ Kepastian pembiayaan untuk program yang ditujukan untuk
kelompok marginal dan rentan
∗ Keterpaduan program masuk Desa dan program yang dibiayai keuangan Desa
d. Pencermatan
ulang RPJM Desa
Kepala Desa dan Tim RKP Desa melakukan pencermatan RPJM Desa.
∗ Penjabaran program di RPJM Desa yang akan dilaksanakan pada tahun depan dengan berdasarkan hasil kesepakatan dalam musdes perencanaan pembangunan tahunan ∗ Prioritas pembiayaan program pembangunan Desa untuk tahun depan terkait urusan kelompok marginal dan rentan
e. Penyusunan
Rancangan RKP Desa dan daftar usulan RKP Desa
Kepala Desa dibantu Tim Penyusunan RKP Desa menyusun draft rancangan RKP Desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. ∗ Usulan kelompok marginal dan rentan ∗ Anggota kelompok
marginal dan rentan sebagai Pelaksana Kegiatan f. Musrenbang Desa Pemba- hasan Ran-cangan RKP Desa Perwakilan kelompok marginal dan rentan wajib hadir dan berpartisipasi dalam Musrenbangdes.
Rancangan RKP Desa memuat usulan-usulan kelompok marginal dan rentan. g. Musyawarah Desa pembahasan dan penetapan RKP Desa Perwakilan kelompok marginal dan rentan wajib hadir dan berpartisipasi dalam musyawarah Desa pembahasan dan penetapan RKP Desa. ∗ Pembahasan dan penyepakatan rancangan RKP Desa ∗ Program pembangunan untuk kelompok marginal dan rentan diprioritaskan untuk ditetapkan dalam RKP Desa
55
h. Musyawarah
BPD penetapan Perdes tentang RKP Desa
∗ Kepala Desa dan BPD menyusun dan
menetapkan Peraturan Desa tentang RKP Desa ∗ Kelompok marginal dan
rentan memantau penyusunan Perdes RKP Desa.
Penyusunan dan penetapan Perdes RKP Desa sesuai dengan kesepakatan dalam Musyawarah Desa.
7. APB Desa Inklusif
Penganggaran Desa yang inklusif ditandai adanya proses perencanaan dan penetapan anggaran Desa yang diarahkan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan kelompok marginal dan rentan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) yang inklusif berpedoman kepada RKP Desa yang sudah dipastikan bersifat inklusif. Selain itu, perencanaan dan penetapan APB Desa Inklusif melibatkan kelompok marginal dan rentan. Pendamping masyarakat Desa memfasilitasi kepala Desa, BPD dan warga Desa termasuk kelompok marginal dan rentan untuk merencanakan dan menetapkan APB Desa melalui langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pencermatan APB Desa
APB Desa terdiri dari: pendapatan Desa, belanja Desa dan pembiayaan Desa. Hal yang paling penting untuk dicermati dalam APB Desa adalah bagian tentang belanja Desa. Belanja Desa merupakan pengeluaran dari rekening Desa untuk membiayai kewenangan Desa. Kewenangan Desa meliputi penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa. Salah satu hal dalam bagian tentang Desa yang harus dicermati adalah peruntukan anggaran Desa dalam membiayai kegiatan pembangunan Desa untuk kelompok marginal dan rentan dibandingkan dengan dokumen RKP Desa yang sudah dipastikan memuat usulan-usulan kegiatan dari kelompok marginal dan rentan.
56
Tabel 3. Contoh APB Desa Inklusif BELANJA BIDANG Penyelengaraan pemerintahan Pelaksanaan Pembangunan Desa Pembinaan Kemasyarakatan Desa Pemberdayaan Masyarakat Desa Kekhususan : Anggaran khusus untuk kelompok rentan dan marginal Penyediaan staf khusus yang menangani pos informasi dan pengaduan ∗ Pembangunan sanggar untuk pertemuan kelompok penghayat kepercayaan ∗ Pembangunan guiding block dan bidang miring di balai Desa Pendanaan untuk rapat rutin kelompok penghayat Desa, Kelompok Difa-bel Desa (KDD), kelompok adat dll ∗ Pembiayaan pelaksanaan ritual kelom-pok penghayat di Desa untuk melestarikan kebudayaan ∗ Pelatihan Kader Posyandu tentang deteksi dini gagal tumbuh pada bayi usia 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) Pengarus- utamaan: Anggaran untuk kelompok marginal dan rentan yang masuk di seluruh program dan kegiatan yang ada. Membangun taman Desa atau toilet Desa yang aksesibel Pendanaan festival budaya Desa (contoh mertideso, dll) Pelatihan pemberdayaan ekonomi dan pemberian modal usaha Afirmasi: Anggaran khusus untuk meningkatkan partisipasi kelompok marginal dan rentan lainnya dalam penye- lenggaraan Desa Pendanaan untuk musrenbang tematik Pemberian beasiswa bagi anak disabilitas ditambahkan dengan item biaya transportasi
57
b. Prioritas Kegiatan
Sumber keuangan Desa seringkali tidak mencukupi untuk membiayai seluruh kegiatan yang tercantum dalam RKP Desa. Oleh sebab itu, dari seluruh kegiatan yang sudah dirumuskan dalam RKP Desa ditentukan skala prioritas untuk dibiayai dengan keuangan Desa. Kelompok marginal dan rentan memilih di antara usulan kegiatan yang sudah masuk dalam RKP Desa untuk dibiayai terlebih dahulu. Kegiatan-kegiatan di RKP Desa yang diprioritaskan untuk dianggarkan disampaikan kepada BPD sebagai bahan masukan dalam penyusunan APBDesa.
Tabel 4. Contoh Prioritas Kegiatan Masyarakat Adat
Program/Kegiatan Jumlah Anggaran
Kegiatan Bidang Pemerintahan:
1. Pendataan masyarakat adat (Laki/Perempuan) Rp. Kegiatan Bidang Pembangunan:
2. Pembangunan sarana jalan menuju lokasi
masyarakat adat Rp.
3. Pembangunan sarana penerangan menuju lokasi masyarakat adat
Rp. Kegiatan Bidang Kemasyarakatan:
4. Insentif kader pendamping masyarakat adat Rp. Kegiatan Bidang Pemberdayaan:
5. Pelatihan ketrampilan Rp. 6. Sosialisasi dan edukasi gerakan hidup bersih
dan sehat Rp.
Tabel 5. Contoh Prioritas Kegiatan Kelompok Perempuan
Program/Kegiatan Jumlah Anggaran Kegiatan Bidang Pemerintahan:
1. Pendataan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak
Rp. Kegiatan Bidang Pembangunan :
2. Rehab rumah layak huni Rp. 3. Pengadaan sarana-prasarana rumah aman Rp.
58 4. Pengadaan ambulance Desa Rp.
Kegiatan Bidang Kemasyarakatan :
5. Pembentukan KPA atau Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak Rp. Kegiatan Bidang Pemberdayaan Masyarakat:
6. Sosialisasi dan edukasi tentang perlindungan
perempuan dan anak Rp.
7. Pelatihan penanganan korban bagi KPA atau
Satgas PPA Rp.
Tabel 6. Contoh Prioritas Kegiatan Kelompok Disabilitas
Program/Kegiatan Jumlah Anggaran Kegiatan Bidang Pemerintahan:
1. Pendataan jumlah disabilitas secara terpilah
(laki-laki/ perempuan) Rp. Kegiatan Bidang Pembangunan:
2. Pembangunan/rehab sarana umum yang
dapat digunakan penyandang disabilitas Rp. 3. Pengadaan sarana-prasarana ramah
disabilitas Rp.
Kegiatan Bidang Kemasyarakatan:
4. Pembentukan Satuan Tugas Disabilitas di tingkat Desa
Rp. 5. Pembentukan koperasi disabilitas
Kegiatan Bidang Pemberdayaan:
6. Sosialisasi dan edukasi tentang perlindungan
disabilitas Rp.
7. Pelatihan bahasa isyarat Rp.
c. Rencana Anggaran dan Biaya
Rencana anggaran dan biaya (RAB) memuat perkiraan biaya yang akan dikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan pembangunan. RAB wajib disusun sebelum pelaksanaan kegiatan pembangunan.
59
Tabel 7. Rancangan Anggaran dan Biaya (RAB) Pendataan Kelompok marginal dan rentan
Bidang : Pemerintahan
Kegiatan : Pendataan Kelompok marginal dan rentan
: Pendataan ini dilakukan untuk kelompok perempuan yang rentan miskin, kepala keluarga perempuan, disabilitas, kelompok penghayat, dan lainnya yang secara spesifik akan menjadi perhatian dalam pengalokasian anggaran Desa.
Anggaran : Rp. Belanja Pegawai : Rp. Belanja Barang/Jasa : Rp. Belanja Modal : Rp.