BAB IV ANALISA DAN HASIL PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.6 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Struktural Sebelum dan Sesudah
4.1.6.1 Perencanaan Pembebanan Maksimum (Estimasi)
Untuk melakukan pengujian balok kayu, diperlukan beban maksimum estimasi yang dapat dipikul oleh balok tersebut.
Gambar 4.13 Pembebanan Pada Saat Pengujian Balok
Beban maksimum estimasi didapatkan dari perhitungan momen maksimum sesuai dengan pembebanan yang diberikan pada saat pengujian.
Pembebanan dengan third point loading menghasilkan momen maksimum sebesar:
( ) ( ( )) ( )
( ) ( ) ( ) ( )
Mmax = Momen Lentur
Pembebanan Maksimum Untuk Balok Kayu yang Tidak Diawetkan
( ) ( )
Dari perhitungan diatas, diperoleh bahwa beban maksimum estimasi yang dapat dipikul oleh balok kayu yang tidak diawetkan adalah 5,726 Ton.
Pembebanan Maksimum Untuk Balok Kayu yang Diawetkan dengan Kadar Boraks 10%
( ) ( )
Dari perhitungan diatas, diperoleh bahwa beban maksimum estimasi yang dapat dipikul oleh balok kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 10% adalah 6,2117 Ton.
Pembebanan Maksimum Untuk Balok Kayu yang Diawetkan dengan Kadar Boraks 20%
( ) ( )
Dari perhitungan diatas, diperoleh bahwa beban maksimum estimasi yang dapat dipikul oleh balok kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 20% adalah 6,8876 Ton.
Pembebanan Maksimum Untuk Balok Kayu yang Diawetkan dengan Kadar Boraks 30%
( ) ( )
Dari perhitungan diatas, diperoleh bahwa beban maksimum estimasi yang dapat dipikul oleh balok kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 30% adalah 7,6026 Ton.
4.1.6.2 Perhitungan Kuat Lentur Dan Lendutan Secara Analisis Analisis lendutan menggunakan metode momen sebagai muatan:
Gambar 4.14 Bidang Momen balok dan metode momen sebagai muatan
o o o ( )
( )
∑
Lendutan dihitung dengan menggunakan rumus:
̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅
Kuat lentur balok kayu dihitung berdasarkan SNI-03-3975-1995 dengan menggunakan rumus:
Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu yang Tidak Diawetkan
Kuat lentur balok kayu adalah:
Lendutan balok kayu adalah:
Maka, kuat lentur dan lendutan balok kayu yang tidak diawetkan berturut-turut adalah 91,614 MPa dan 62,794 mm.
Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu yang Diawetkan dengan Kadar Boraks 10 %
Kuat lentur balok kayu adalah:
Lendutan balok kayu adalah:
Maka, kuat lentur dan lendutan balok kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 10% berturut-turut adalah 99,388 MPa dan 55,77 mm.
Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu yang Diawetkan dengan Kadar Boraks 20 %
Kuat lentur balok kayu adalah:
Lendutan balok kayu adalah:
Maka, kuat lentur dan lendutan balok kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 20% berturut-turut adalah 110,202 MPa dan 50,865 mm.
Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu yang Diawetkan dengan Kadar Boraks 30 %
Kuat lentur balok kayu adalah:
Lendutan balok kayu adalah:
Maka, kuat lentur dan lendutan balok kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 30% berturut-turut adalah 121,642 MPa dan 47,955 mm.
Rangkuman Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu Secara Analisis
Tabel 4.16 Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu Secara Analisis
No Benda Uji Pmaks
(N)
Fb (MPa)
δ (mm) 1 Tanpa Pengawet 57258,6375 91,614 62,794 2 Diawetkan dengan
Kadar Boraks 10% 62117,3875 99,388 55,77 3 Diawetkan dengan
Kadar Boraks 20% 68876,1375 110,202 50,864 4 Diawetkan dengan
Kadar Boraks 30% 76026,1375 121,642 47,955
Gambar 4.15 Grafik Beban Maksimum Secara Analisis
0 20000 40000 60000 80000
Tanpa
Pengawet Diawetkan
Boraks 10% Diawetkan
Boraks 20% Diawetkan Boraks 30%
N
Beban Maksimum Secara Analisis
Gambar 4.16 Grafik Kuat Lentur Secara Analisis
Gambar 4.17 Grafik Lendutan Secara Analisis
0 50 100 150
Tanpa
Pengawet Diawetkan
Boraks 10% Diawetkan
Boraks 20% Diawetkan Boraks 30%
MPa
Kuat Lentur Secara Analisis
0 20 40 60 80
Tanpa
Pengawet Diawetkan
Boraks 10% Diawetkan
Boraks 20% Diawetkan Boraks 30%
mm
Lendutan Secara Analisis
4.1.6.3 Perhitungan Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu Secara Eksperimen
a. Tanpa Pengawetan
Tabel 4.17 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sampel 1
No Tekanan
Tabel 4.18 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sampel 2
No Tekanan (Psi)
Tekanan
(kg/cm2) Beban (kg) Pembacaan Dial (mm) Dial 1 Dial 2 Dial 3
Tabel 4.19 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sampel 3
No Tekanan (Psi)
Tekanan
(kg/cm2) Beban (kg) Pembacaan Dial (mm) Dial 1 Dial 2 Dial 3
Tabel 4.20 Hasil Perhitungan Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu Tidak
Total 172.8467 118.5037
Rata-rata 57.6156 39.5012
SD 0.843684 0.578429
Fb dan δ 55.64976 38.15348
Kuat lentur balok kayu dihitung berdasarkan SNI-03-3975-1995 dengan menggunakan rumus:
Dimana:
Pmaks = beban maksimum yang dapat dipikul balok kayu (N) a = 400 mm
w = bh2/6 = 125000 mm3
Beban maksimum yang dapat dipikul oleh balok kayu merupakan akumulasi dari beban maksimum yang didapatkan dari eksperimen ditambah dengan berat alat pembebanan third point loading. Adapun berat alat pembebanan adalah 68,05 kg.
Sebagai contoh sampel 1, beban maksimum (Pmaks) yang dapat dicapai balok adalah 3585,6548 kg + 68,05 kg = 3653,70475 kg. Maka kuat lentur sampel 1 adalah:
√ ( ̅)
Kuat Lentur rata-rata:
Maka, kuat lentur balok kayu rata-rata sebelum diawetkan adalah 55,649768 Mpa.
Lendutan balok kayu dihitung menggunakan rumus:
Sebagai contoh sampel 1, lendutan yang dihasilkan adalah:
Rata-rata sampel:
̅
Standar Deviasi : √ ( ̅)
Lendutan rata-rata:
Maka, lendutan balok kayu rata-rata sebelum diawetkan adalah 38,1535 mm.
Gambar 4.18 Grafik Hubungan Beban dan Lendutan Tanpa Pengawet
b. Diawetkan dengan Kadar Boraks 10%
Tabel 4.21 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sampel 1 10%
No Tekanan
Grafik Hubungan Beban dan Lendutan Sampel Tanpa Pengawet
Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3
Tabel 4.22 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sampel 2 10%
Tabel 4.23 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sampel 3 10%
No Tekanan
Tabel 4.24 Hasil Perhitungan Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu Diawetkan Dengan Boraks 10 %
No
Total 201.5320 113.0781
Rata-rata 67.1773 37.6927
SD 2.435506 1.3665
Fb dan δ 61.50262 34.5087
Kuat lentur balok kayu dihitung berdasarkan SNI-03-3975-1995 dengan menggunakan rumus:
Dimana:
Pmaks = beban maksimum yang dapat dipikul balok kayu (N) a = 400 mm
w = bh2/6 = 125000 mm3
Beban maksimum yang dapat dipikul oleh balok kayu merupakan akumulasi dari beban maksimum yang didapatkan dari eksperimen ditambah dengan berat alat pembebanan third point loading. Adapun berat alat pembebanan adalah 68,05 kg.
Sebagai contoh sampel 1, beban maksimum (Pmaks) yang dapat dicapai balok adalah 4218,4178 kg + 68,05 kg = 4286,4678 kg. Maka kuat lentur sampel 1 adalah:
√ ( ̅)
Kuat Lentur rata-rata:
Maka, kuat lentur balok kayu rata-rata setelah diawetkan dengan boraks 10
% adalah 61,5026 Mpa.
Lendutan balok kayu dihitung menggunakan rumus:
Sebagai contoh sampel 1,lendutan yang dihasilkan adalah:
Rata-rata sampel:
̅
Standar Deviasi :
√ ( ̅)
Lendutan rata-rata:
Maka, lendutan balok kayu rata-rata setelah diawetkan dengan boraks 10 % adalah 34,5087 mm.
Gambar 4.19 Grafik Hubungan Beban dan Lendutan Diawetkan dengan Kadar Boraks 10%
c. Diawetkan dengan Kadar Boraks 20%
Tabel 4.25 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sampel 1 20%
No Beban
Grafik Hubungan Beban dan Lendutan Sampel Diawetkan 10%
Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3
Tabel 4.26 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sampel 2 20%
No Beban (kg)
Pembacaan Dial (mm) Dial 1 Dial 2 Dial 3
1 500 1.67 2.18 1.66
2 1000 3.74 4.22 3.75
3 1500 5.81 6.26 5.81
4 2000 6.88 8.32 6.88
5 2500 11.95 13.14 11.95
6 3000 17.02 19.88 17.02
7 3500 20.09 23.65 20.09
8 4000 23.19 27.66 23.19
9 4500 PATAH
Tabel 4.27 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sampel 3 20%
No Beban (kg)
Pembacaan Dial (mm) Dial 1 Dial 2 Dial 3
1 500 1.89 2.31 1.89
2 1000 2.05 4.55 2.05
3 1500 4.11 6.99 4.11
4 2000 7.17 9.23 7.19
5 2500 9.73 11.69 9.75
6 3000 13.29 15.69 13.29
7 3500 18.95 21.04 18.95
8 4000 21.41 25.95 21.41
9 4500 24.98 30.03 24.98
10 4800 PATAH
Tabel 4.28 Hasil Perhitungan Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu Diawetkan Dengan Boraks 20 %
No
Rata-rata 77.3555 35.7044
SD 4.0266 1.8585
Fb dan δ 67.9735 31.3741
Kuat lentur balok kayu dihitung berdasarkan SNI-03-3975-1995 dengan menggunakan rumus:
Dimana:
Pmaks = beban maksimum yang dapat dipikul balok kayu (N) a = 400 mm
w = bh2/6 = 125000 mm3
Beban maksimum yang dapat dipikul oleh balok kayu merupakan akumulasi dari beban maksimum yang didapatkan dari eksperimen ditambah dengan berat alat pembebanan third point loading. Adapun berat alat pembebanan adalah 68,05 kg.
Sebagai contoh sampel 1, beban maksimum (Pmaks) yang dapat dicapai balok adalah 5000 kg + 68,05 kg = 5068,05 kg. Maka kuat lentur sampel 1 adalah:
√ ( ̅)
Kuat Lentur rata-rata:
Maka, kuat lentur balok kayu rata-rata setelah diawetkan dengan boraks 20
% adalah 67,9735 Mpa.
Lendutan balok kayu dihitung menggunakan rumus:
Sebagai contoh sampel 1,lendutan yang dihasilkan adalah:
Rata-rata sampel:
̅
Standar Deviasi :
√ ( ̅)
Lendutan rata-rata:
Maka, lendutan balok kayu rata-rata setelah diawetkan dengan boraks 20 % adalah 31,3741 mm.
Gambar 4.20 Grafik Hubungan Beban dan Lendutan Diawetkan dengan Kadar Boraks 20%
d. Diawetkan dengan Kadar Boraks 30%
Tabel 4.29 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sampel 1 30%
No Beban
Grafik Hubungan Beban dan Lendutan Sampel Diawetkan 20%
Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3
Tabel 4.30 Hasil Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sampel 2 30%
Tabel 4.31 Hasil Pengujian Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu Sampel 3 30%
Tabel 4.32 Hasil Perhitungan Kuat Lentur Balok Kayu Diawetkan
6250000 1800 65680.5 105.0888 41.4289
Total 291.2664 114.8252
Rata-rata 97.0888 38.2751
SD 8 3.1538
Fb dan δ 78.4488 30.9267
Kuat lentur balok kayu dihitung berdasarkan SNI-03-3975-1995 dengan menggunakan rumus:
Dimana:
Pmaks = beban maksimum yang dapat dipikul balok kayu (N) a = 400 mm
w = bh2/6 = 125000 mm3
Beban maksimum yang dapat dipikul oleh balok kayu merupakan akumulasi dari beban maksimum yang didapatkan dari eksperimen ditambah dengan berat alat pembebanan third point loading. Adapun berat alat pembebanan adalah 68,05 kg.
Sebagai contoh sampel 1, beban maksimum (Pmaks) yang dapat dicapai balok adalah 5500 kg + 68,05 kg = 5568,05 kg. Maka kuat lentur sampel 1 adalah:
√ ( ̅) Kuat Lentur rata-rata:
Maka, kuat lentur balok kayu rata-rata setelah diawetkan dengan boraks 30
% adalah 78,4488 Mpa.
Lendutan balok kayu dihitung menggunakan rumus:
Sebagai contoh sampel 1,lendutan yang dihasilkan adalah:
Rata-rata sampel:
̅
Standar Deviasi :
√ ( ̅)
Lendutan rata-rata:
Maka, lendutan balok kayu rata-rata setelah diawetkan dengan boraks 30 % adalah 30,9267 mm.
Gambar 4.21 Grafik Hubungan Beban dan Lendutan Diawetkan dengan Kadar Boraks 30%
e. Rangkuman Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu Secara Eksperimen
Tabel 4.33 Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu Secara Eksperimen
No Benda Uji 2 Diawetkan dengan
Kadar Boraks 10% 38439.135 61.502 34.509 3 Diawetkan dengan
Kadar Boraks 20% 42483.462 67.974 31.374 4 Diawetkan dengan
Kadar Boraks 30% 49030.5 78.449 30.927
Grafik Hubungan Beban dan Lendutan Sampel Diawetkan 30%
Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3
Gambar 4.22 Grafik Beban Maksimum Secara Eksperimen
Gambar 4.23 Grafik Kuat Lentur Secara Eksperimen
0 10000 20000 30000 40000 50000
Tanpa
Pengawet Diawetkan
Boraks 10% Diawetkan
Boraks 20% Diawetkan Boraks 30%
N
Beban Maksimum Secara Eksperimen
0 20 40 60 80
Tanpa
Pengawet Diawetkan
Boraks 10% Diawetkan
Boraks 20% Diawetkan Boraks 30%
MPa
Kuat Lentur Secara Eksperimen
Gambar 4.24 Grafik Lendutan Secara Eksperimen
4.1.6.4 Rangkuman Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu Secara Analisis dan Eksperimen
Tabel 4.34 Kuat Lentur dan Lendutan Balok Kayu Secara Analisi dan Eksperimen Tanpa Pengawet 57258,
6375 91,614 62,794 34781.
Gambar 4.25 Grafik Perbandingan Beban Maksimum Secara Analisis dan Eksperimen
Gambar 4.26 Grafik Perbandingan Kuat Lentur Secara Analisis dan Eksperimen
SECARA ANALISIS DAN EKSPERIMEN
Analisis
PERBANDINGAN KUAT LENTUR SECARA ANALISIS DAN EKSPERIMEN
Analisis Eksperimen
Gambar 4.27 Grafik Perbandingan Lendutan Secara Analisis dan Eksperimen
4.2 Pembahasan Hasil Pengujian dan Diskusi
Hasil pengujian kuat lentur dan lendutan kayu tanpa pengawetan yang dilakukan di laboratorium dan hasil perhitungan analisis dari pengujian sifat mekanik kayu menunjukkan bahwa kuat lentur yang jauh berbeda, Kuat lentur rata-rata hasil perhitungan analisis dan hasil pengujian di laboratorium secara berurutan yaitu 91,614 MPa dan 55,65 MPa yang pada saat pengujian di laboratorium dilakukan benda uji patah pada saat lendutan maksimum rata-rata yaitu 38,153 mm dengan beban maksimum rata-rata yaitu 57258,6375 N dan pada hasil perhitungan analisis didapat lendutan maksimum rata-rata yaitu 62,794 mm dengan beban maksimum rata-rata yaitu 34781,105 N. Patahan yang terjadi pada rata-rata benda uji balok kayu yang diuji dilaboratorium adalah terjadi di tengah bentang dan berbentuk miring.
Berdasarkan perhitungan secara analisis, terdapat perbedaan hasil beban maksimum yang dicapai oleh balok kayu yang belum diawetkan.
Perhitungan secara analisis menunjukkan bahwa balok kayu mampu menahan beban sebesar 57258,6375 N sementara hasil eksperimen menunjukkan bahwa beban yang dapat dipikul hanya sekitar 34781,105 N. Batas elastis terjadi mulai dari balok diberi pembebanan sampai balok mengalami retak untuk pertama
0
kalinya, setelah balok mengalami retak hingga balok mengalami patah hingga mencapai lendutan maksimum disebut dengan batas plastis.
Begitu pula dengan hasil pengujian kuat lentur dan lendutan kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 10%, 20%, dan 30% juga jauh berbeda.
Pengawetan yang dilakukan pada balok kayu membuat balok kayu berubah warna menjadi merah kecokelatan. Pengawetan membuat kayu tidak termakan oleh rayap sehingga kayu menjadi lebih kuat saat diberikan pembebanan. Kuat lentur rata-rata dari hasil perhitungan analisis dan hasil pengujian di laboratorium untuk kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 10% secara berurut yaitu 99,388 MPa dan 61,502 MPa yang pada saat pengujian di laboratorium benda uji patah pada saat lendutan maksimum rata-rata yaitu 34,509 mm dengan beban maksimum rata-rata yaitu 38439,135 N dan pada hasil perhitungan analisis didapat lendutan maksimum rata-rata adalah 55,77 mm dengan beban maksimum rata-rata ialah 62117,3875 N. Patahan terjadi pada salah satu titik pembebanan. Pengaruh pengawetan juga terlihat dari pola retak yang terjadi pada balok kayu 1 sesudah diawetkan. Balok kayu tersebut mengalami patah hanya pada 1 titik pembebanan yang berjarak 40 cm dari perletakan rol saat dilakukan pengujian. Balok kayu tidak sampai mengalami patah yang membuat serat atas dan serat bawah balok kayu terlepas.
Untuk kuat lentur dari hasil perhitungan analisis dan hasil pengujian di laboratorium untuk kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 20% secara berurut yaitu 110,202 MPa dan 67,9735 MPa yang pada saat pengujian di laboratorium benda uji patah pada saat lendutan maksimum rata-rata yaitu 31,3741 mm dengan beban maksimum rata-rata yaitu 42483,462 N dan pada hasil perhitungan analisis didapat lendutan maksimum rata-rata adalah 50,865 mm dengan beban maksimum rata-rata ialah 68876,1375 N.
Untuk kuat lentur dari hasil perhitungan analisis dan hasil pengujian di laboratorium untuk kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 30% secara berurut yaitu 121,642 MPa dan 78,4488 MPa yang pada saat pengujian di laboratorium benda uji patah pada saat lendutan maksimum rata-rata yaitu 30,9267 mm dengan beban maksimum rata-rata yaitu 49030,5 N dan pada hasil perhitungan analisis
didapat lendutan maksimum rata-rata adalah 47,955 mm dengan beban maksimum rata-rata ialah 76026,1375 N.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Kuat lentur balok kayu secara analitis tanpa pengawetan adalah 91,614 Mpa, dengan kadar boraks 10% adalah 99,388 MPa, kadar boraks 20% adalah 110,202 MPa, dan kadar boraks 30% adalah 121,642 MPa.
Kuat lentur balok kayu secara eksperimen tanpa pengawetan adalah 55,65 Mpa, dengan kadar boraks 10% adalah 61,502 MPa, kadar boraks 20% adalah 67,974 MPa, dan kadar boraks 30% adalah 78,449 MPa.
Pengawetan dengan metode rendaman dingin menggunakan bahan pengawet boraks sebanyak 10%, 20% dan 30% yang dilakukan pada balok kayu mempengaruhi beban maksimum serta kuat lentur yang dialami balok kayu. Kuat lentur balok kayu mengalami peningkatan setelah balok kayu diawetkan.
Persentase kuat lentur balok kayu diawetkan dengan kadar boraks 10%, 20%, dan 30% dilaboratorium secara berturut meningkat sebesar 10.516 %, 21.563 %, 40.968 % terhadap balok kayu yang tidak diawetkan. Persentase kuat lentur balok kayu secara analisis diawetkan dengan kadar boraks 10%, 20%, dan 30% secara berturut meningkat sebesar 8.486 %, 20.289 %, 32.777 % terhadap balok kayu yang tidak diawetkan.
Hasil perhitungan secara analisis menghasilkan kuat lentur kayu yang lebih besar dibandingkan dengan hasil perhitungan di laboratorium. Adapun persentasi penurunan kuat lentur balok kayu eksperimen terhadap kuat lentur balok kayu analisis secara berturut tanpa pengawetan, boraks 10%, boraks 20% dan boraks 30% adalah 39,256 %; 38,119 %; 38,319 %; 35,508 %.
5.2 Saran
a. Perlunya alat-alat laboratorium yang memadai dan terbaru pada pengujian kuat lentur balok struktural untuk mendapatkan hasil pengujian yang lebih akurat.
b. Untuk penelitian selanjutnya bisa menggunakan metode pengawetan yang lain, bahan pengawet yang lain, dan jenis kayu yang lain.
c. Pada saat melakukan pengujian di laboratorium bahan uji harus bebas dari getaran atau berbagai gangguan luar karena memiliki dampak terhadap pembacaan dial.
d. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan melakukan pembebanan yang konstan dan kenaikan pembebanan yang lebih kecil.
DAFTAR PUSTAKA
Awaluddin, Ali dkk. 2005. Konstruksi Kayu. Yogyakarta: Biro Penerbit Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada
Batubara, R., 2006, Teknologi Pengawetan Kayu Perumahan dan Gedung dalam Upaya Pelestarian Hutan (Karya Tulis), Fakultas Pertanian USU, Medan Darmono, Sri Atun. Suryadi Prasetyo. 2013. Pemanfaatan Campuran Boraks
dan Asam Borat sebagai Bahan Pengawetan Kayu terhadap Serangan Rayap. Inotek, Volume 17, Nomor 1, Februari 2013.
Daryanto, Drs. 2003. Pengetahuan Teknik Bangunan. Jakarta: PT. Rineka Cipta Elia Hunggurami, Ruslan Ramang, Yuliana Djenmakani. 2014. Pengaruh
Tindakan Pengawetan Terhadap Sifat Mekanis Kayu Kelapa. Jurnal Teknik Sipil Vol. III, No. 2, September 2014.
G.Y, Jamala dkk. 2013. Physical and Mechanical Properties of Selected Wood Species in Tropical Rainforest Ecosystem, Ondo State, Nigeria. IOSR-JAVS e-ISSN: 2319-2380, p-ISSN: 2373. Volume 5, Issue 3c(Sep-Oct. 2013), PP 29-33.
Haygreen, Jhon G. dkk.1996. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Iswanto, Apri Heri. 2008. Sifat Fisis Kayu : Berat Jenis dan Kadar Air pada Beberapa Jenis Kayu (Karya Tulis). Medan: Fakultas Pertanian USU.
Metode, Spesifikasi dan Tata Cara bagian Kayu, Bahan Lain, Lain-Lain. 2002.
Departemen Pemukiman dan Prasaraba Wilayah Badan Penelitian dan Pengembangan
Nasution, Soraya M. N., 2017, Analisis Dan Eksperimen Pengujian Balok Kayu Yang Diawetkan Terhadap Kuat Lentur Balok Kayu (skripsi), Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Medan.
Rinaldi, N. A., 2012, Pengawetan Metode Rendaman Panas Dingin Kayu Sengon dengan Ekstrak Buah Kecubung Terhadap Serangan Rayap Kayu Kering (Seminar Nasional Mapeki XV), Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Sutrisno, H., 2011, Upaya Meningkatkan Daya Awet Kayu Waru (Hibiscus titialeceus) Dari Serangan Rayap Tanah (Coplotermes curvignathus) dengan Perendaman Larutan Boraks (Na2B4O7.10H2O) (Tugas Akhir II), Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Tarigan, J. E. P., 2016, Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.) (Skripsi), Fakultas Kehutanan USU, Medan.
Wardhana, Nanda. 2011. Analisa Lendutan Balok Kayu Kelapa Non Prismatis Perletakan Sendi-Rol dengan Metode Plastis (Eksperimen) (Skripsi). Medan : Fakultas Teknik USU).
Yap. Ir. K.H. Felix. 1964. Konstruksi Kayu. Penerbit Binacipta
Yosafat Aji Pranata, Bambang Suryoatmono. 2014. Kekuatan Tekan Sejajar Serat dan Tegak Lurus Serat Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri). Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 2 April 2014.
Yosafat Aji Pranata, Johnny Gunawan Palapessy. 2014. Kekuatan Lentur, MOE, dan MOR Kayu Ulin (Eusiderodroxylon Zwageri). Jurnal Teknik Sipil. Volume 13, No. 1, October 2014: 25-31
LAMPIRAN
Gambar 1 Sampel Pengujian Kadar Air
Gambar 2 Sampel Pengujian Berat Jenis
Gambar 3 Sampel Pengujian Kuat Lentur
Gambar 4 Pelaksanaan Pengujian Kuat Lentur Kayu
Gambar 5 Balok Kayu yang Akan Diawetkan
Gambar 6 Bahan Pengawet Boraks
Gambar 7 Timbangan
Gambar 8 Bak Perendam
Gambar 9 Balok kayu yang Diawetkan dengan larutan Boraks
Gambar 10 Balok kayu setelah diawetkan
Gambar 11 Manometer dan Pompa Hidrolik
Gambar 12 Loading Frame
Gambar 12 Alat Third Load Point
Gambar 13 Pelaksanaan Pengujian Kuat Lentur Balok Kayu Sesudah Diawetkan