• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Perencanaan Program Kampung KB

Pada awal perencanaannya mulai dari instruksi Presiden lalu kepala BKKBN diberi amanah untuk melaksanakan program Kampung KB serta didukung dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengenai pencanangan dan pembentukan Kampung KB. Hal tersebut sesuai pernyataan dari Bapak Utomo sebagai bagian dari Hubungan antar Lembaga dan Lini Lapangan:

Proses perencanaan kampung KB diawali dari instruksi presiden Joko Widodo memanggil kepala BKKBN Pusat kemudian beliau menanyakan program KB dan keberhasilannya. Dari paparan BKKBN, Presiden memandang bahwa pencapaian KB saat ini relatif menurun dari periode periode sebelumnya sehingga perlu diadakannya suatu program khusus untuk mendongkrak pencapaian KB salah satunya beliau mengusulkan perlu dibentuk namanya kampung KB. Tujuan utamanya untuk mendongkrak pencapaian KB dan untuk meningkatkan pesertaaan KB untuk masyarakat yang masih rendah, kemudian dari arahan presiden mendapatkan respon dari kepala BKKBN lalu ditindaklanjuti oleh mentri dalam negeri. Selanjutnya mentri dalam negeri mengeluarkan surat edaran terkait dengan pembentukan kampung KB intinya untuk meningkatkan percepatan peningkatan kesejahteraan keluarga dan meningkatkan kualitas SDM, setiap kab/kota diharuskan membentuk kampung KB.

BKKBN sebagai perwakilan pada level provinsi membentuk tiap kabupaten/ kota dengan beberapa kriteria yang telah ditetapkan pada petunjuk teknis kampung KB. BKKBN bekerjasama dengan SKPD-KB tiap kabupaten/ kota. Selanjuntnya, tiap kampung KB dibentuk suatu tim kerja atau dikenal dengan Kelompok Kerja (Pokja) sebagai pelaksana program serta kegiatannya. Kerangka kerja menerapkan sesuai dengan pendapat Barret (2001a) pada

jurnal Ryan & Walsh (2004), bahwa tata kelola dari kerangka kerja yang formal dibutuhkan ketika pada program bersama melalui koordinasi dengan membentuk tugas antar instansi atau panitia. Berikut ini merupakan contoh struktur organisasi kampung KB yaitu Kelompok Kerja (Pokja) yang dibentuk sebagai pelaksana:

Gambar III. Struktur Organisasi Kampung KB (Sumber: Petunjuk Teknis Kampung KB) Keterangan:

Pelindung : Bupati/ Walikota

Penasehat : Kepala SKPD-KB kab/kota Pembina : Camat

51

Sekretaris : PKB/ PLBK

Bendahara : Ketua PKK tingkat desa/kelurahan

Pelaksana Operasional : PKB/ PLB, Kader, PPKBD/ Sub PPKBD, Pos KB Program dan kegiatan di kampung KB disesuaikan dengan kebutuhan di tiap wilayah, dokumen rencana program dan kegiatannya akan direkap oleh BKKBN DIY lalu akan dilaporkan kepada Kepala BKKBN.

Gambar IV. Proses Inisiasi terbentuknya Kampung KB

Program Kampung KB merupakan program yang tergolong baru sehingga secara spesifik belum ada alokasi khusus untuk anggarannya, sehingga untuk dukungan anggaran masuk pada bagian program KKBPK tahun 2015-2019. BKKBN Provinsi DIY alokasinya masuk dari Anggaran Pendapatan dan

Belanja Negara (APBN) sedangkan untuk dinas tiap daerah berasal dari APBD atau sumber lain.

Dana merupakan bagian dari input karena salah satu bagian yang paling sering digunakan untuk melaksanakan proses pelaksanan program. Dana untuk mendukung dari BKKBN dalam memfasilitasi kampung KB beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan dari tiap kampung KB. Hal tersebut juga disampaikan oleh Bapak Utomo sebagai bagian dari Hubungan antar Lembaga dan Lini Lapangan:

Dana BKKBN berasal dari APBN, jadi pendanaan secara spesifik untuk kampung KB belum ada, BKKBN mempunyai anggaran untuk dukungan fasilitas kampung KB ada. BKKBN ada dana dukungan itu untuk memfasilitasi kesana jumlahnya ya bervariasi antar kampung,a,b,c itu tidak sama sesuai dengan kebutuhannya seperti apa. Sama halnya dengan lintas dinas untuk program KB juga ada tapi jumlahnya variatif tidak sama.

serta pernyataan didukung dengan pedoman pelaksanaan kampung KB bersama mitra tahun 2016:

Sumber anggaran untuk kegiatan intergrasi kampung KB bersama mitra bersumber dari APBN yang ada pada DIPA Satker Perwakilan BKKBN Provinsi Tahun 2016.

Tiap lintas sektor atau mitra yang bekerjsama di kampung KB mengalokasikan sendiri-sendiri anggaran yang akan digunakan untuk pelaksanaan kampung KB. Sektor/ mitra dari dinas-dinas setempat menggunakan anggaran dari APBD yang termasuk program KKBPK, karena program kampung KB bagian dari program KKBPK. Selain dari APBN dan APBD, anggaran dapat berasal dari berbagai sektor.

53

Pelaksana kegiatan bukan hanya BKKBN saja namun bersama mitra yang terkait dengan lintas sektor. Salah satunya di Kampung KB Dusun Malangrejo yang berada di Kabupaten Sleman, Kecamatan Ngemplak, Desa Wedomartani, Dusun Malangrejo. Pelaksana atau mitra kerja yang terkait sesuai dengan kegiatannya seperti Kominfo, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kesehatan, Puskesmas, Bank Sleman, dan sebagainya. Anggaran yang digunakan berasal dari masing-masing pelaksana kegiatan yang telah mengalokasikan sarana prasarana untuk kampung KB.

Beberapa Kampung KB melalui Kerja (Pokja) mengajukan proposal kepada mitra kerja yang dituju. Hal tersebut juga disampaikan oleh Bapak Utomo sebagai bagian dari Hubungan antar Lembaga dan Lini Lapangan:

Jika proposal biasanya setelah Kampung KB terbentuk kelompok kerja (POKJA) ditiap dusunnya (setelah kampung KB terbentuk proposal akan disusun), mereka membuat proposal sesuai kebutuhan. Mungkin bisa saya sampaikan setelah Kampung KB terbentuk, di lokasi kampung kb paling tidak bisa menginventarisir mengenai kebutuhan atau kegiatan yg mereka butuhkan, lalu permasalahannya seperti apa, mereka juga membuat semacam dokumen perencaanaan jadi kebutuhannya apa masalahnya apa, penanganan masalahnya apa. Ada beberapa kampung KB membuat proposal misal untuk pembangunan rehab rumah tidak layak huni dari proposal itu karena cakupannya itu dilintas sektor kita arahkan ke dinas PU (Pekerjaan Umum), dan sebagainya. Jadi untuk proposal sendiri itu yg membuat Kampung KB sendiri-sendiri. Kemudian untuk permasalahan banyak penggangguran dan membutuhkan pelatihan kerja, kita sarankan untuk membuat proposal ke dinas tenaga kerja, dinas UMKM, atau dinas koperasi. Nanti untuk OPDKB untuk tiap kab/kota juga mengawal proposal itu, sehingga harapannya tidak sekedar program KB saja di kampung KB tapi program lain bisa masuk ke kampung KB.

Kegiatan yang dilaksanakan di kampung KB secara langsung dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan seperti dinas-dinas terkait. BKKBN dan dinas terkait

secara langsung memberikan dukungan kegiatan dalam proses penyelenggarannya kegiatan kampung KB di tiap kabupaten/kota. Hal tersebut juga disampaikan oleh Bapak Utomo sebagai bagian dari Hubungan antar Lembaga dan Lini Lapangan:

Kami selaku penanggungjawab di tingkat provinsi kita memberikan beberapa dukungan mulai dari pembentukan kampung KB kemudian koordinasi dengan POKJA kampung KB yang sudah terbentuk di dusun masing-masing, perwakilan BKKBN DIY juga memfasilitasi adanya intervensi kegiatan mulai dari sosialisasi bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan lansia. Perwakilan DIY memberikan intervensi kegiatan dikampung KB dan untuk proses pertanggungjawaban sendiri diserahkan kepada masing-masing komponen pelaksana kegiatan. Jadi ketika kampung kb ada salah satu sosialisasi misalnya bina keluarga balita itu pelaksana kegiatan BKKBN di bidang KS (Keluarga Sejahtera), kemudian proses pelaksanaannya juga mereka yang memfasilitasi kemudian pesertanya dari kalangan kampung KB, lalu untuk pertanggungjawabnnya sendiri juga bagian dari penyelenggaranya sendiri. Pada program kampung kb memiliki banyak program dan kegiatan seperti program KB KR, Program Pembangunan Keluarga, Program Kependudukan, pelaksananya dari BKKBN atau OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang menangani Keluarga Berenccana dan program Lintas Sektor melibatkan dinas terkait seperti dinas pendidikan, dinas pekerjaan umum, dinas UMKM dan dinas lainnya itu juga tergantung dari kebutuhan wilayah kabupaten/kota masing-masing. Program Lintas sektor pada kampung kb untuk pelaksana sampai laporan pertanggungjawabannya juga mereka sendiri-sendiri.

Dokumen terkait