• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Strategis Dinas Pendapatan Pengelolaan

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

2.1 Perencanaan Strategis Dinas Pendapatan Pengelolaan

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung sebagai bagian dari Satuan Kerja Perangkat Daerah telah menyusun Rencana Strategis yang sinkron dan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Klungkung Tahun 2013-2018.

Dengan tersusunnya Rencana Strategis Tahun 2013-2018, berarti Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungung telah menetapkan perencanaan pengelolaan pendapatan, keuangan dan aset pada periode Tahun 2013-2018 yang berarti visi yaitu keadaan umum yang diinginkan pada akhir Tahun 2018 atau

setelahnya, misi atau rumusan umum tentang upaya-upaya yang akan dilakukan untuk mewujudkan visi, strategi atau program-program indikatif untuk mencapai visi dan misi.

Perencanaan Strategis berisi visi, misi, tujuan, sasaran, serta cara pencapaian tujuan melalui pelaksanaan program, secara ringkas diuraikan sebagai berikut :

2.1.1. Visi dan Misi

Visi adalah rumusan umum mengenai kondisi masa depan yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi. Visi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung Tahun 2013–2018 adalah :

Pernyataan visi ini bermakna bahwa yang ingin diwujudkan dalam pengelolaan keuangan daerah yang merupakan keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah dikelola secara :

a. Efektif merupakan pencapaian hasil program dengan target yang telah ditetapkan, yaitu dengan membandingkan keluaran dengan hasil.

b. Efisien merupakan pencapaian keluaran yang maksimal dengan masukan tertentu atau penggunaan masukan terendah untuk mencapai keluaran tertentu.

c. Transparansi merupakan prinsip keterbukaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan akses informasi tentang keuangan daerah.

d. Akuntabel adalah dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

e Partisipatif artinya setiap anggota masyarakat didorong untuk lebih peka sehingga berperan dalam pembangunan.

Efektif, efisien, transparan, akuntabel dan partisipatif mengandung arti bahwa dana yang tersedia harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan mencukupi bahkan lebih sehingga dapat meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Terwujudnya Pengelolaan Keuangan Daerah Yang Efektif Dan Efisien Dengan Memperhatikan Prinsip-Prinsip Transparansi,

20 Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Misi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung ada 4 (empat) yaitu:

Penjelasan masing-masing misi adalah sebagai berikut :

Misi pertama : meningkatkan intensifikasi dan ektensifikasi pendapatan daerah yang terukur dan berkwalitas bermakna bahwa optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Upaya-upaya yang terus dilakukan adalah intensifikasi dan ekstensifikasi subyek dan obyek pendapatan. Intensifikasi pendapatan daerah dilakukan dengan cara-cara antara lain memperluas basis penerimaan, memperkuat proses pemungutan, meningkatkan pengawasan, meningkatkan efisiensi administrasi dan menekan biaya pemungutan, meningkatkan kapasitas penerimaan melalui perencanaan yang lebih baik. Ekstensifikasi dilakukan dengan usaha-usaha menjaring wajib pajak baru melalui pendataan dan pendaftaran atau menggali pajak baru. Kedua cara-cara tersebut dilakukan dengan perencanaan yang matang dan berkwalitas untuk menjamin penyediaan pendanaan bagi pembangunan daerah.

1. Meningkatkan intensifikasi dan ektensifikasi pendapatan daerah yang terukur dan berkwalitas.

2. Meningkatkan tata kelola keuangan dan aset daerah yang profesional.

3. Meningkatkan kwalitas sumber daya manusia dibidang perbendaharaan, akuntansi, aset, anggaran pendapatan dan belanja daerah sesuai standar pelayanan minimal.

MISI PERTAMA

Meningkatkan intensifikasi dan ektensifikasi pendapatan daerah yang terukur dan berkwalitas.

Misi kedua dimaknai sebagai pengelolaan keuangan dan aset daerah yang profesional menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki komitmen dan integritas untuk menjadi lebih baik. Perwujudan pengelolaan keuangan dan aset yang profesional juga merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan tata pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Kondisi ini menuntut bahwa setiap pengelolaan keuangan dan aset daerah harus mampu meningkatkan sumber daya manusia, berikut sarana prasarananya serta sistem yang mendukung pengelolaan keuangan dan aset daerah yang lebih transparan dan akuntabel mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan penatausahaan, pertanggungjawaban hingga pengawasan (pengendalian).

Misi ke tiga : meningkatkan kwalitas sumber daya manusia dibidang perbendaharaan, akuntansi, aset, anggaran pendapatan dan belanja daerah sesuai standar pelayanan minimal dimaknai sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dibidang perbendaharaan, akuntansi, aset, anggaran pendapatan daerah agar memiliki keahlian dan inovasi untuk melaksanakan tugas-tugas dan tanggungjawab yang dibebankan kepadanya serta mempunyai inisiatif untuk selalu mengembangkan kemampuan dirinya sesuai dengan standar pelayanan minimal.

Lebih lanjut visi dan misi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung disajikan dalam Tabel 2.1.

MISI KEDUA

Meningkatkan tata kelola keuangan dan aset daerah yang profesional.

MISI KETIGA

Meningkatkan kwalitas sumber daya manusia dibidang perbendaharaan, akuntansi, aset, anggaran pendapatan dan

22 Tabel 2.1. Penjelasan Pokok-pokok Visi dan Misi Dinas Pendapatan Pengelolaan

Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung Tahun 2013-2018

Visi Pokok-Pokok Visi Misi Penjelasan Misi

Terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien dengan memperhatikan prinsip-prinsip transparan, akuntabel dan partisipatif

Pernyataan visi ini bermakna bahwa yang ingin diwudkan dalam pengelolaan keuangan daerah yang merupakan keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan,

pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah dikelola secara :

a. Efektif merupakan pencapaian hasil program dengan target yang telah ditetapkan, yaitu dengan membandingkan keluaran dengan hasil.

b. Efisien merupakan pencapaian keluaran yang maksimal dengan masukan tertentu atau penggunaan masukan terendah untuk mencapai keluaran tertentu. c. Transparansi merupakan

prinsip keterbukaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan akses informasi tentang keuangan daerah. d. Akuntabel adalah dapat

dipertanggungjawabakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. e Partisipatif artinya setiap anggota masyarakat didorong untuk lebih peka sehingga berperan dalam pembangunan.

Efektif, efisien, transparan, akuntabel dan partisipatif mengandung arti bahwa dana yang tersedia harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan mencukupi bahkan lebih sehingga dapat meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. 1. Meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah yang terukur dan berkualitas.

1. bermakna bahwa optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Upaya-upaya yang terus dilakukan adalah intensifikasi dan ekstensifikasi subyek dan obyek pendapatan. Intensifikasi pendapatan daerah dilakukan dengan cara-cara antara lain memperluas basis penerimaan, memperkuat proses pemunggutan, meningkatkan pengawasan, meningkatkan efisiensi administrasi dan menekan biaya pemunggutan, meningkatkan kapasitas penerimaan melalui perencanaan yang lebih baik. Ekstensifikasi dilakukan dengan usaha-usaha menjaring wajib pajak baru melalui pendataan dan pendaftaran atau menggali pajak baru. Kedua cara-cara tersebut dilakukan dengan perencanaan yang matang dan berkwalitas untuk menjamin penyediaan pendanaan bagi pembangunan daerah.

2. Meningkatkan tata kelola keuangan dan aset daerah yang professional.

1. Dimaknai sebagai pengelolaan keuangan dan aset daerah yang profesional menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki komitmen dan integritas untuk menjadi lebih baik. Perwujudan pengelolaan keuangan dan aset yang profesional juga merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan tata pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Kondisi ini menuntut bahwa setiap pengelolaan keuangan dan aset daerah harus mampu meningkatkan sumber daya manusia, berikut sarana prasarananya serta sistem yang medukung pengelolaan keuangan dan aset daerah yang lebih transparan dan akuntabel mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan penatausahaan, pertanggungjawaban hingga pengawasan (pengendalian) 3. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dibidang perbendaharaan, akuntansi, aset, anggaran, pendapatan dan belanja daerah sesuai dengan standar pelayanan minimal

3. Dimaknai sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dibidang perbendaharaan, akuntansi, aset, anggaran pendapatan daerah agar memiliki keahlian dan inovasi untuk melaksanakan tugas-tugas dan tanggungjawab yang dibebankan kepadanya serta mempunyai inisiatif untuk selalu mengembangkan kemampuan dirinya sesuai dengan standar pelayanan minimal.

2.1.2. Tujuan dan Sasaran

Tujuan merupakan pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi dan untuk melaksanakan misi berdasarkan kriteria dan kewenangan yang dimiliki. Sasaran merupakan hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dan Sasaran Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung diuraikan sebagai berikut :

Tujuan yang ingin dicapai Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung Tahun 2013 -2018 adalah sebagai berikut:

1. Terlaksananya tugas pokok dan fungsi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung.

Ukuran keberhasilan tujuan : terlaksananya tugas pokok dan fungsi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung adalah tercapainya target Pendapatan Asli Daerah dalam kurun waktu 5 (lima) tahun sebesar 100% dari realisasi Pendapatan Asli Daerah Tahun 2013 yaitu sebesar Rp 67.401.910.318,30.

2. Terwujudnya aparatur pengelola pendapatan, keuangan, dan aset daerah yang berdedikasi tinggi, bertanggungjawab serta memiliki wawasan dan keterampilan. Ukuran keberhasilan tujuan : terwujudnya aparatur pengelola pendapatan, keuangan, dan aset daerah yang berdedikasi tinggi, bertanggungjawab serta memiliki wawasan dan keterampilan adalah peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan daerah dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yaitu sebesar 90%.

3. Terlaksananya sistem akuntabilitas pengelolaan keuangan dan aset yang akuntable dan professional.

Ukuran keberhasilan tujuan : terlaksananya sistem akuntabilitas pengelolaan keuangan dan aset yang akuntable dan professional adalah peningkatan pemahaman pengelolaan barang milik daerah dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yaitu sebesar 80%.

Lebih lanjut Visi, Misi, Tujuan, Indikator Tujuan dan Target Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung yang ingin dicapai Tahun 2018 (akhir dari RPJMD Kabupaten Klungkung Tahun 2013-2018) diuraikan dalam Tabel 2.2.

24 Tabel 2.2. Visi, Misi, Tujuan, Indikator Tujuan dan Target Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung Tahun 2018 (Akhir RPJMD Kabupaten Klungkung Tahun 2013-2018)

Visi Misi Tujuan Indikator

Tujuan

Target Tahun 2018

Terwujudnya Pengelolaan

Keuangan Daerah yang Efektif

dan Efisien dengan

memperhatikan Pripsip-prinsip transparansi,Akuntabelitas dan partisipatif Meningkatkan instensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah

yang terukur dan

berkualitas

Terlaksananya tugas

pokok dan fungsi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset

Peningkatan target pendapatan dan pengelolaan keuangan dan aset 100 % Meningkatkan tata

kelola keuangan dan

aset daerah yang

profesional

Terwujudnya aparatur

Pengelola pendapatan,

keuangan dan aset

daerah yang berdedikasi tinggi bertanggungjawab serta memiliki wawasan dan ketrampilan Peningkatan kemampuan pengelola keuangan Daerah 90% Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dibidang perbendaharaan, akuntansi, aset, anggaran, pendapatan

dan belanja daerah

sesuai dengan standar pelayan minimal

Terlaksananya sistem

akuntabilitas

pengelolaan keuangan

dan aset yang akuntabel dan profesional. Peningkatan Pemahaman Pengelolaan Barang Milik Daerah 80%

Sasaran menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan terfokus yang bersifat spesifik, terinci, terukur dan dapat dicapai. Sasaran yang ingin dicapai Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar seratus persen selama lima tahun

Sasaran meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan indikator peningkatan Pendapatan Asli Daerah pada Tahun 2018 sebesar 100% (Akhir RPJMD Kabupaten Klungkung Tahun 2013-2018).

2. Meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan daerah

Sasaran meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan daerah, dengan indikator peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan daerah pada Tahun 2018 sebesar 90%

Sasaran meningkatkan pemahaman pengelolaan barang milik daerah dengan indikator peningkatan pemahaman pengelolaan barang milik daerah pada akhir Tahun 2018 sebesar 80%.

Lebih lanjut sasaran dan indikator kinerja sasaran Dinas Pendapatan Pegelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung Tahun 2014 sampai dengan Tahun 2018 diuraikan secara terperinci pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3. Sasaran dan Indikator Kinerja Sasaran Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung Tahun 2013-2018

No

Sasaran Indikator Sasaran Target Kinerja Sasaran Tahun ke- 2014 2015 2016 2017 2018 1 3 4 5 6 7 8 9 1 Meningkatan Pendapatan Asli Daerah

Peningkatan pendapatan asli daerah sebesar seratus persen selama lima tahun

4% 23% 45% 72% 100% 2 Meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan daerah Peningkatan kemampuan

pengelolaan keuangan daerah

20% 40% 60% 70% 90% 3 Meningkatkan Pemahaman Pengelolaan Barang Milik Daerah Peningkatan pemahaman

pengelolaan barang milik

daerah 10% 20% 60% 70% 80%

2.1.3. Strategi dan Kebijakan

Strategi merupakan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai. Kebijakan adalah pedoman yang wajib dipatuhi dalam melakukan tindakan untuk melaksanakan strategi yang dipilih agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran.

Strategi yang akan dilakukan adalah mengoptimalkan kekuatan internal yang

sudah ada seperti Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, Keputusan Bupati, Sistem dan Prosedur, Sumber Daya Manusia, potensi wajib pajak, pusat kegiatan wilayah dan kemauan politik untuk lebih sehat, lebih cerdas dan lebih sejahtera. Kemudian akan meminimalisir faktor kelemahan internal, keterlambatan penyesuaian terhadap tuntutan

26 masyarakat dalam pelayanan publik dan penerapan reward dan funisment. Dipihak lain mencari solusi terhadap ancaman masa depan seperti halnya fluktuasi ekonomi makro dan mikro, ketidaksabaran masyarakat serta intervensi dari pihak-pihak lain.

Dari gambaran tersebut disusunlah 6 (enam) strategi yang akan dilaksanakan terdiri dari : 1. Optimalisasi pengawasan, pengendalian internal, dan pengkoordinasian

pendapatan sesuai regulasi dibidang pajak dan retribusi daerah;

2. Pengkajian rencana anggaran pendapatan, belanja dan aset daerah untuk mewujudkan pelaksanaan pengelolaan anggaran pendapatan dan anggaran belanja daerah yang akuntable;

3. Pemenuhan kebutuhan dalam pelayanan administrasi perkantoran dan pengelolaan administrasi aset daerah sebagai penunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi; 4. Peningkatan sistem pengelolaan administrasi pendapatan dan belanja daerah; 5. Peningkatan dan optimalisasi sarana dan prasarana sebagai penunjang pelayanan

prima;

6. Peningkatan professionalisme aparatur sesuai tuntutan kebutuhan pemenuhan SDM yang handal.

Agar strategi dapat diterapkan dengan baik, maka diminta komitmen pimpinan puncak terutama dalam menentukan kebijakan organisasi sangat diperlukan. Kebijakan dan program organisasi tetap mengacu pada visi, misi, tujuan, dan sasaran yang telah ditetapkan.

Arahan kebijakan yang dirumuskan dalam menentukan program dan kegiatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung adalah:

1. Sistem pengelolaan pendapatan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang memperhatikan perkembangan dampak ekonomi makro dan mikro;

2. Pola kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan pemerintahan dalam pengelolaan pendapatan dan belanja daerah;

3. Peningkatan kualitas pelayanan prima bidang administrasi perkantoran;

4. Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan organisasi perangkat daerah yang transparan dan bertanggungjawab yang tersaji dalam suatu proses manajemen; 5. Pemenuhan kebutuhan sarana prasarana dalam penunjang pelayanan prima;

6. Mengembangkan potensi kemampuan personil sesuai bidang tanggungjawabnya serta penerapan reward dan funishment terhadap prestasi yang terukur.

Dokumen terkait