• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Kajian Teori

1) Perencanaan Sumber Daya Pendidik

Dalam manajemen sumber daya pendidik, perencanaan merupakan langkah paling awal. George R. Terry menjelaskan bahwa

“Planning is the selecting and relating of facts and the making and using of assumptions regarding the future in the visualization and formulation to proposed of proposed activation believed necesarry to accieve desired result”.55

Hal tersebut bermakna bahwa perencanaan adalah sebuah kegiatan untuk memilih dan menghubungkan fakta-fakta serta membuat dan menggunakan asumsi-asumsi untuk masa depan dengan cara menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Konsep perencanaan sendiri telah disebutkan beberapa kali dalam al-Qur’an. Salah satunya adalah pada QS. Al-Anfal ayat 60 yang berbunyi:56

55 George R. Terry, Prinsip-prinsip Manajemen, (Jakarta, PT Bumi Aksara, 2012).

56 Kementerian Agama. Al-Qur’an dan Terjemahannya; Edisi Penyempurnaan, 254.

ِٰرللا روُدَع هِب َنْوُ بِهْرُ ت ِلْيَْلْا ِطَبَِرر ْنِمَّو ٍةَّوُ ق ْنرِم ْمُتْعَطَتْسا اَّم ْمَُلَ اْوُّدِعَاَو َُنِْوُمَلْعَ ت َلْ ْۚ

ْمِِنِْوُد ْنِم َنْيِرَخٰاَو ْمُكَّوُدَعَو اْوُقِفْنُ ت اَمَو ْۗ

ْمُهُمَلْعَ ي ُٰرللَا ْۚ

َنْوُمَلْظُت َلْ ْمُتْ نَاَو ْمُكْيَلِا َّفَوُ ي ِٰرللا ِلْيِبَس ِْفِ ٍءْيَش ْنِم ْم

Artinya:

“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)”.

Ayat tersebut memberikan gambaran jelas bahwa dalam menjalankan berbagai kegiatan, perencanaan merupakan salah satu hal yang sangat penting. Perencanaan yang baik akan menghasilkan persiapan yang baik pula. Sehingga, pelaksanaan dapat berjalan dengan baik dan lancar

Perencanaan sumber daya pendidik merupakan proses yang berbicara mengenai kebutuhan sumber daya pendidik beserta kriteria yang harus dipenuhi seorang calon sumber daya pendidik. Terdapat beberapa definisi perencanaan sumber daya pendidik yang mengikuti konsep perencanaan sumber daya manusia yang dikemukakan para ahli diantaranya adalah:

1. Wether dan Davis dalam Edy Sutrisno mengatakan bahwa perencanaan sumber daya manusia adalah suatu perencanaan yang

bersifat sistematis tentang perkiraan kebutuhan dan pengadaan sumber daya manusia.57

2. Sedarmayanti berpendapat bahwa perencanaan sumber daya manusia adalah kegiatan untuk mengantisipasi permintaan atau kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja organisasi di masa yang akan datang, dengan memperhatikan:

a) Persediaan sumber daya manusia sekarang.

b) Peramalan permintaan dan ketersediaan sumber daya manusia di masa yang akan datang.

c) Rencana untuk memperbesar jumlah sumber daya manusia.58 3. Tsauri mengemukakan bahwa perencanaan sumber daya manusia

adalah mengestimasi secara sistematik permintaan (kebutuhan) dan suplai tenaga kerja organisasi di waktu yang akan datang.59

4. Sikula mendefinisikan perencanaan sumber daya manusia sebagai proses menentukan kebutuhan sumber daya manusia, dan cara memenuhi kebutuhan tersebut untuk menjalankan rencana yang telah disusun oleh suatu organisasi.60

5. R. Wayne Mondy dan Joseph J. Martocchio dalam bukunya menjelaskan bahwa “human resource planning (workforce planning) is the systematic process of matching the internal and

57 Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, 33.

58 Sedarmayanti, Manajemen Sumber Daya Manusia: Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil, (Bandung: Refika Aditama, 2019), 131.

59 Sofyan Tsauri, Manajemen Sumber Daya Manusia, 46.

60 Meldona, Manajemen Sumberdaya Manusia Perspektif Interaktif (Malang: UIN-Malang Press, 2009), 84.

external supply of people with job openings anticipated in the organization over a specific period of time.”61 Hal tersebut memiliki arti bahwa perencanaan sumber daya manusia (perencanaan tenaga kerja) adalah proses sistematis untuk menyesuaikan ketersediaan sumber daya manusia di dalam organisasi dengan ketersediaan sumber daya manusia diluar organisasi (sebagai antisipasi) dalam satu periode waktu.

Perencanaan sumber daya pendidik sebagai salah satu fungsi dari manajemen sumber daya pendidik memiliki signifikansi terhadap keseluruhan proses manajemen sumber daya pendidik. Hal ini disebabkan karena perencanaan sumber daya pendidik berisi semua kegiatan yang digunakan untuk mempersiapkan guru yang sesuai dan dibutuhkan lembaga, baik itu baik berupa jumlah, kualifikasi, dan kompetensinya.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa perencanaan sumber daya manusia atau dalam hal ini sumber daya pendidik merupakan sebuah kegiatan untuk merencanakan pegawai atau tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan lembaga dalam kurun waktu tertentu. Hal tersebut dilakukan demi menjalankan rencana yang telah ditetapkan dan membantu terwujudnya tujuan lembaga dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti, jumlah sumber daya pendidik yang ada, peramalan tentang permintaan dan suplai sumber daya

61 R. Wayne Mondy, Joseph J. Martocchio, Human Resource Management, 106.

pendidik dimasa yang akan datang, dan rencana memperbesar jumlah sumber daya pendidik.

Perencanaan sumber daya pendidik dapat memberikan beberapa manfaat bagi lembaga pendidikan, diantaranya adalah:

1) Memperbaiki penggunaan sumber daya pendidik.

2) Memadukan kegiatan dan tujuan lembaga di masa yang akan datang secara efisien.

3) Melakukan pengadaan pendidik sumber daya pendidik baru secara ekonomis.

4) Memperoleh sumber daya pendidik pada posisi yang tepat.

5) Mengembangkan informasi dasar manajemen sumber daya pendidik untuk membantu kegiatan kepegawaian dan unit organisasi lain.

6) Membantu program penarikan sumber daya pendidik.

7) Mengkoordinasikan program manajemen sumber daya pendidik, seperti rekrutmen dan seleksi.

8) Menciptakan iklim dan kondisi kerja yang serasi dan dinamis.62 Dengan demikian, perencanaan sumber daya pendidik sangat perlu dilaksanakan oleh lembaga pendidikan untuk memastikan bahwa sumber daya pendidik yang dipekerjakan telah sesuai dengan kebutuhan lembaga. Hal ini dapat menciptakan atmosfer kerja yang baik bagi seluruh sumber daya pendidik, sehingga tujuan lembaga dapat terwujud. Pada dasarnya, perencanaan sumber daya pendidik terdiri

62 Sedarmayanti, Manajemen Sumber Daya Manusia, 133.

dari 2 komponen yaitu kebutuhan dan ketersediaan. Kedua komponen tersebut saling berkaitan satu sama lain. Jika ketersediaan sumber daya pendidik melebihi jumlah yang dibutuhkan, maka, lembaga dapat melaksanakan pengurangan pegawai atau pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, jika ketersediaan sumber daya pendidik kurang dari jumlah sumber daya pendidik yang dibutuhkan, maka lembaga dapat melakukan rekrutmen dan seleksi. Berikut ini penjelasan mengenai masing-masing komponen:63

a. Forecasting Human Resource Requirements (Memprediksi Kebutuhan sumber daya pendidik) adalah sebuah proses untuk menentukan jumlah, keahlian yang harus dimiliki, dan penempatan sumber daya pendidik yang akan dibutuhkan oleh lembaga dimasa depan, untuk mencapai tujuan lembaga. Sebelum memprediksi kebutuhan sumber daya pendidik, lembaga harus terlebih dahulu dapat memperkirakan tentang permintaan barang/jasa, yang kemudian diubah menjadi kebutuhan sumber daya pendidik untuk melaksanakan aktivitas yang diperlukan, untuk memenuhi permintaan tersebut.

b. Forecasting Human Resource Availability (Memprediksi Ketersediaan sumber daya pendidik) adalah sebuah proses untuk menentukan apakah lembaga mampu mempertahankan sumber daya pendidiknya sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang dimiki,

63 R. Wayne Mondy, Joseph J. Martocchio, Human Resource Management, 126.

serta kebutuhan lembaga. Dalam proses ini, lembaga juga dapat menentukan apakah sumber daya pendidik yang diperlukan oleh organisasi berasal dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal).

Kedua komponen perencanaan sumber daya pendidik tersebut lalu dibandingkan satu sama lain dan dianalisis. Hasil dari perbandingan dan analisis tersebut akan menimbulkan beberapa kemungkinan yaitu:

1. Jika permintaan (barang/jasa) sebanding dengan ketersediaan sumber daya pendidik, maka bisa dikatakan bahwa organisasi tidak perlu melakukan tindakan apapun.

2. Jika terjadi surplus (kelebihan) sumber daya pendidik, maka lembaga dapat melakukan beberapa tindakan seperti, perekrutan terbatas, pengurangan jam kerja, pensiun dini, pemutusan hubungan kerja dan perampingan jumlah sumber daya pendidik.

3. Jika terjadi kekurangan sumber daya pendidik, maka lembaga dapat melakukan rekrutmen dan seleksi sumber daya pendidik baru.

Guna menambah pemahaman tentang pemaparan di atas, berikut ini adalah gambar yang menjelaskan tentang bagaimana proses perencanaan SDM menurut R. Wayne Mondy dan Joseph J.

Martocchio.

Gambar 2.1 Proses Perencanaan SDM (R. Wayne Mondy dan Joseph J. Martocchio)