• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Kajian Teori

2) Rekrutmen dan Seleksi Sumber Daya Pendidik

Gambar 2.1 Proses Perencanaan SDM (R. Wayne Mondy dan Joseph J. Martocchio)

adalah pengertian rektutmen dan seleksi menurut para ahli.

1. Faustino Cardoso Gomes menjelaskan bahwa rekrutmen adalah proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan didalam suatu organisasi.64

2. Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson mengemukakan bahwa rekrutmen adalah upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada.65

3. Amstrong dan Taylor berpendapat bahwa, “Recruitment is the process of finding and engaging the people the organization needs”, yang artinya rekrutmen adalah process untuk mencari dan melibatkan orang-orang yang dibutuhkan oleh organisasi.66

Kegiatan rekrutmen berfokus kepada segala upaya untuk menarik para pelamar yang memiliki kriteria yang dibutuhkan oleh lembaga. Selain itu, rekrutmen juga menjadi sarana untuk memasarkan diri (untuk pelamar) dengan menunjukkan kualitas dirinya melalui berkas-berkas yang dikumpulkan untuk mengisi posisi/pekerjaan yang diinginkan.

Kesimpulan yang dapat diambil dari beberapa pendapat tersebut adalah rekrutmen merupakan serangkaian kegiatan untuk menarik para

64 Sofyan Tsauri, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jember: STAIN Jember Press, 2013), 60.

65 Sofyan Tsauri, Manajemen Sumber Daya Manusia,...

66 Michael Amstrong, Stephen Taylor, Amstrong’s Handbook of Human Resource Management Practice: 13th Edition (Philadelphia: Kogan Page, 2014), 226.

pelamar dengan kriteria yang dibutuhkan oleh lembaga dengan syarat dan jumlah tertentu. Rekrutmen tidak hanya menjadi gambaran tentang calon sumber daya pendidik yang akan bekerja pada lembaga, tetapi juga sebagai bahan pertimbangan dalam proses selanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, rekrutmen dibagi menjadi dua macam yaitu, rekrutmen internal dan rekrutmen eksternal. Rekrutmen internal adalah rekrutmen atau penarikan sumber daya pendidik dimana calon pelamar merupakan bagian dari lembaga itu sendiri. Misalnya, sebuah sekolah swasta yang memilki guru tetap dan guru tidak tetap. Ketika membutuhkan guru, sekolah tersebut dapat menerapkan rekrutmen internal dengan merekrut guru tidak tetap yang kemudian statusnya akan berubah menjadi guru tetap. Keuntungan yang didapatkan lembaga dari rekrutmen internal adalah sumber daya pendidik yang direkrut telah paham betul mengenai atmosfer dan budaya lembaga, sehingga tidak membutuhkan waktu lagi untuk beradaptasi.

Selanjutnya, rekrutmen eksternal adalah penarikan sumber daya pendidik dimana calon pelamar bukanlah bagian dari lembaga itu sendiri. Dengan kata lain, calon pelamar tidak memiliki pengetahuan ataupun pengelaman tentang lembaga tersebut sebelumnya. Contohnya, sebuah sekolah swasta membutuhkan guru matematika untuk mengisi kekosongan guru matematika yang baru saja mengundurkan diri.

Sehingga, sekolah tersebut harus mengadakan rekrutmen eksternal karena tidak ada yang bisa mengisi kekosongan posisi tersebut.

Rekrutmen merupakan proses komunikasi dua arah antara pelamar dan lembga. Pelamar-pelamar mengiginkan informasi yang tepat mengenai berbagai informasi lembaga atau organisasi yang bersangkutan. Sedangkan, lembaga sangat menginginkan informasi yang tepa tentang pelamar-pelamar tersebut sebelum diangkat menjadi pegawai. Sehingga, kejujuran menjadi satu hal yang sangat penting dalam proses ini.

Setelah proses rekrutmen, selanjutnya yaitu proses seleksi.

Beberapa ahli mengungkapkan bahwa proses seleksi merupakan bagian dari proses rekrutmen. Namun, tidak jarang juga yang menyatakan bahwa keduanya adalah dua kegiatan yang berbeda. Adapun beberapa pendapat mengenai definisi seleksi yaitu:

a. Sedarmayanti mendefinisikan seleksi sebagai kegiatan menentukan dan memilih tenaga kerja yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Seleksi bertujuan untuk memutuskan pelamar mana yang pantas dan layak untuk diterima di lembaga.67

b. Umi sukamti dalam Sofyan Tsauri menjelaskan bahwa seleksi adalah suatu proses penetapan pelamar untuk direkrut dengan dengan syarat dan pertimbangan tertentu.68

c. Stoner dalam priyono menyatakan bahwa proses seleksi meliputi penilaian dan penetapan di antara calon pengisi jabatan.69

67 Sedarmayanti, Manajemen Sumber Daya Manusia, 137.

68 Sofyan Tsauri, Manajemen Sumber Daya Manusia, 61.

69 Priyono, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Sidoarjo: Zifatama, 2010), 59.

d. Amstrong dan Taylor berpendapat bahwa “Selection is that part of the recruitment process concerned with deciding which applicants or candidates should be appointed to jobs”, yang artinya, seleksi adalah bagian dari proses rekrutmen yang difokuskan untuk memutuskan pelamar atau kandidat mana yang akan diterima di pekerjaan tersebut.70

Kegiatan seleksi berfokus kepada memilih pelamar yang akan diterima. Pemilihan ini didasarkan dari hasil beberapa tes yang telah dilaksanakan. Pada proses ini transparansi dangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena hasil dari seleksi memiliki dampak yang cukup besar pada keputusan hasil. Sehingga, pada proses ini pelamar akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi persyaratan nilai tes yang dilaksanakan.

Secara ringkas, dapat kita simpulkan bahwa, seleksi adalah sebuah proses untuk memilih dan menetapkan tenaga kerja yang pants dan layak untuk diterima dilembaga. Dalam pelaksanaannya, seleksi pada umumnya terdiri dari beberapa penilaian seperti penilaian pengetahuan, penilaian keahlian atau keterampilan, dan juga penilaian psikologi. Penilaian-penilaian tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pegawai yang dipilih memiliki kemampuan dan keahlian sesuai yang dipersyaratkan.

Dalam prosesnya, baik rekrutmen maupun seleksi harus dilandasi dengan kejujuran. Dengan begitu, sumber daya pendidik yang

70 Michael Amstrong, Stephen Taylor, Amstrong’s Handbook of Human Resource Management Practice, 226.

diterima merupakan sumber daya pendidik yang benar benar telah melalui tahap-tahap rekrutmen dan seleksi. Hal ini selaras dengan kisah dalam al-Qur’an juga yang menjelaskan bahwa pentingnya memilih bawahan yang dapat dipercaya (sebagai pemegang amanah) dan mempunyai kemampuan dan keahlian yang diperlukan. Sehingga, segala tanggung jawab tugas dan pekerjaannya akan dapat ditunaikannya dengan baik.

Kisah dua putri Nabi Syu’aib a.s menggambarkan bahwa mereka memberikan saran kepada ayahnya untuk mengambil Nabi Musa a.s sebagai pengawalnya. Setelah Nabi Musa a.s mengantarkan mereka dan mengambilkan air untuk mereka di tengah kerumunan orang yang akan mengambil air di sekitar telaga Madyan. Melihat kemampuan, kekuatan, sifat amanah, dan sikap terpuji yang dimiliki Nabi Musa a.s salah satu dari mereka berkata dalam QS. Al Qashash : 26.71

َتۡسٱ ِتَبَََٰٰٓيَ اَمُهَٰ ىَدۡحِإ ۡتَلاَق ۡ َتۡسٱ ِنَم َۡيَخ َّنِإ ُۖ

ُهۡرِج

ۡ ُّيِوَق ۡ

لٱ َتۡرَج ُيِۡمَ ۡلۡٱ

Artinya:

“Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita) karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja ialah yang kuat lagi dapat dipercaya.”

Pesan yang dapat diambil dari kutipan ayat tersebut adalah, seseorang yang dipekerjakan haruslah memiliki kecakapan dan karakter yang diinginkan oleh orang yang mempekerjakan. Jika tidak,

71 Kementerian Agama. Al-Qur’an dan Terjemahannya; Edisi Penyempurnaan, 559.

mempekerjakannya hanya akan merugikan bagi orang yang mempekerjakan. Oleh karena itu, proses rekrutmen dan seleksi harus dilaksanakan dengan baik dan semaksimal mungkin.