• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian Siklus I

1. Perencanaan Tindakan

(Aqib, 2014:31) Gambar 5

Siklus Tindakan Kelas

1. Perencanaan Tindakan

Kegiatan yang akan dilakukan pada tahapan ini adalah sebagai berikut. a. Guru menelaah kurikulum dan buku bahasa Indonesia yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan serta beberapa buku penunjang yang mendukung pelaksanaan KTSP.

Siklus II

Siklus N

Siklus

I

42

b Guru menyiapkan administrasi pembelajaran yang mencakup RPP yang di dalamnya terdapat penyesuaian garis-garis pokok dan silabus termasuk sistem penilaian.

c. Guru menyiapkan alat-alat tes, seperti soal yang akan diberikan kepada siswa.

d. Guru menyiapkan alat bantu pembelajaran, seperti white board, spidol, penghapus.

2. Tahapan Pelaksanaan

Kegiatan tahap ini adalah pengimplementasian semua rencana yang telah disusun dan berlangsung pada saat jam pelajaran. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut.

a. Guru menjelaskan konsep membaca memindai

b. Siswa membagi beberapa tim. Setiap tim terdiri dari 4 orang. Dalam satu tim ada 2 pasangan. Setiap pasangan dalam satu tim ada yang menjadi pelatih dan ada yang menjadi partner.

c. Guru membagikan soal kepada si partner.

d. Partner menjawab soal, dan si pelatih bertugas mengecek jawabannya. Setiap soal yang benar pelatih memberi kupon.

e. Bertukar peran. Si pelatih menjadi partner dan si partner menjadi pelatih. f. Guru membagikan soal kepada si partner.

g. Partner menjawab soal, dan si pelatih bertugas mengecek jawabannya. Setiap soal yang benar pelatih memberi kupon.

h. Setiap pasangan kembali ke tim awal dan mencocokkan jawaban satu sama lain.

43

i. Guru membimbing dan memberikan arahan atas jawaban dari berbagai soal dan mengecek jawabannya.

j. Tim yang paling banyak mendapat kupon diberi hadiah.

3. Tahapan Pengamatan

Pada tahap pengamatan, kolaborator memiliki peran yang sangat penting karena bertindak sebagai pengamat dalam proses pembelajaran yang tengah berlangsung. Pengamatan ini dilakukan dengan:

a. mengacu pada lembar pengamatan yang telah dibuat.

b. didokumentasikan setiap detil kejadian dalam proses pelaksanaan tindakan.

c. untuk memperoleh gambaran secara objektif, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat sejauh mana efek tindakan yang telah diberikan kepada subjek penelitian.

4. Tahap Evaluasi-Refleksi

Tahap refleksi merupakan tahapan ketika peneliti dan kolaborator bersama-sama berdiskusi dan melakukan evaluasi berdasarkan hasil tindakan serta pengamatan yang telah dilakukan. Hal yang direfleksi adalah hasil belajar siswa setelah menyelesaikan soal-soal yang diberikan dalam bentuk tes tertulis.

Pada tahap ini peneliti dan kolaborator melakukan pengolahan data dan menarik kesimpulan tentang pencapaian target penelitian berdasarkan proses pembelajaran yang telah terjadi.

44 E. Teknik Pengumpulan Data

Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan beberapa teknik. Menurut Arifin (2009:44), ‖Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode dan teknik tertentu.‖

1. Observasi

Menurut Nurgiyantoro (2011:93), ―Pengamatan (observasi) merupakan cara untuk mendapatkan informasi dengan cara mengamati objek secara cermat dan terencana‖. Objek yang dimaksud dapat berupa orang, kegiatan, keadaan, benda dan sebagainya. Observasi sebagai teknik pengumpulan data banyak digunakan untuk mengamati tingkah laku individu atau proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi dengan tujuan untuk mengamati pelaksanaan pengajaran membaca memindai melalui model pembelajaran pair check, respon siswa, hasil belajar siswa dan untuk mengetahui kreativitas siswa selama berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar di kelas.

Dalam observasi, yang diamati ada lima deskripsi yang meliputi: a. Keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran

b. Antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran c. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru

d. Respons atau sikap siswa selama mengikuti pembelajaran e. Komentar siswa selama pembelajaran berlangsung

2. Tes

Djojosuroto (2014:59) mengatakan bahwa tes merupakan alat ukur yang penting dalam pendidikan dan nilai yang diperoleh dari tes yang baik dapat dijadikan petunjuk mengenai taraf kemampuan yang diukur. Menurut Gronlund (dikutip Nurgiyantoro, 2011:7), ―Tes adalah sebuah instrumen atau prosedur yang sistematis

45

untuk mengukur suatu sampel tingkah laku, misalnya untuk menjawab pertanyaan seberapa baik kinerja seseorang yang jawabnya berupa angka.‖ Tes juga dapat diartikan sebagai alat pengukur yang mempunyai standar objektif sehingga dapat dipergunakan untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu.

Suatu tes yang baik memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan itu adalah keterandalan (reliabilitas), kesahihan (validitas), dan objektivitas. Selain itu, suatu tes harus dapat dilaksanakan (Djojosuroto, 2014:59). Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data dalam upaya mengetahui hasil belajar siswa. Alat yang digunakan adalah alat perangkat soal, misalnya tes pertama yaitu tes yang dilakukan pada akhir tindakan siklus pertama dalam bentuk soal esai yang diambil sebagai data T1.

F. Teknik Analisis Data 1. Observasi

Observasi digunakan untuk mengetahui perilaku siswa selama kegiatan pembelajaran dan guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Observasi ini dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.

Aspek yang diamati dalam observasi siswa meliputi perilaku yang ditunjukkan siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data selengkap mungkin untuk mengetahui perilaku yang ditunjukkan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Lembar observasi ini terdiri atas enam deskripsi yang diamati, yaitu:

a. Keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran b. Antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran c. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru

46

d. Respons atau sikap siswa selama mengikuti pembelajaran e. Komentar siswa selama pembelajaran berlangsung.

Tabel 3

Penilaian Terhadap Lima Deskripsi

Nilai Deskripsi 5 4 3 2 1 Tampak 5 deskripsi Tampak 4 deskripsi Tampak 3 deskripsi Tampak 2 deskripsi Tampak 1 deskripsi

Dari tabel di atas, dapat dimaknai bahwa siswa diberi nilai sesuai dengan deskripsi yang ada atau yang diamati selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Penilaian terhadap keaktifan siswa selama proses pembelajaran dikonversi dalam tabel berikut.

Sementara observasi guru meliputi 20 perilaku penilaian. Kedua puluh sikap dan tindakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran meliputi hal-hal yang tergambar dalam tabel berikut.

47 Tabel 4 Observasi Guru

.

NO ASPEK YANG DIAMATI

KRITERIA 5 4 3 2 1

1 Guru membuka pelajaran dengan ramah, menyapa,

memeriksa kehadiran siswa apersepsi.

2 Guru memberikan penjelasan secara terperinci mengenai

materi pembelajaran membaca memindai

3 Guru menguasai materi pembelajaran membaca

memindai dengan baik

4 Guru membimbing siswa dalam proses pair check

5 Guru membimbing siswa untuk membentuk pasangan

6 Guru berkeliling dan mengontrol pasangan agar diskusi

berjalan dengan efektif

7 Guru membimbing siswa untuk melakukan diskusi dengan

pasangannya

8 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk

bertanya terkait dengan pembelajaran membaca

memindai

9 Guru memberikan pengarahan proses pair check

10 Guru membantu siswa berbagi dan memotivasi siswa

untuk lebih aktif dalam kegiatan pair check

11 Guru mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa

selama proses pembelajaran

12 Guru menghidupkan komunikasi interaktif

13 Guru menumbuhkan partisipasi siswa aktif dalam belajar

14 Guru merespon positif partisipasi siswa

15 Guru mendorong siswa mengungkapkan

pendapat/alternatif pemecahan masalah

16 Guru memancing siswa lain untuk merespon pertanyaan/

jawaban teman

17 Guru memberikan tugas sesuai dengan materi yang

diberikan

18 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya

48

berlangsung dan membantu mengarahkan siswa yang

menemukan kesulitan dalam mengerjakan tugas

membaca memindai

20 Guru membuka dan menutup pembelajaran dengan baik

dan mengesankan. Keterangan: 5 = sangat baik 4 = baik 3 = sedang 2 = rendah 1 = sangat rendah Tabel 5

Penilaian Kegiatan Siswa Selama PBM

Rentang Nilai Kategori Keaktifan

4,20—5,00 3,40—4,19 2,60—3,39 1,80—2,59 1,00—1,79 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang mencapai rentang nilai 4,20—5,00 tergolong mempunyai keaktifan yang sangat tinggi. Sebaliknya, siswa yang hanya mencapai rentang nilai 1,00—1,79 tergolong tidak mempunyai keaktifan dalam PBM.

49 2. Tes

Teknik analisis data tes digunakan untuk menganalisis hasil tes subjektif siswa yang dilakukan pada setiap siklus. Jumlah siswa yang tuntas dibagi jumlah seluruh siswa pada setiap akhir siklus. Penghitungan ketuntasan belajar ini dihitung menggunakan rumus: PK= x 100 keterangan: PK = Persentase ketuntasan ST= Siswa Tuntas R = Jumlah responden

Penelitian ini dianggap berhasil apabila keterampilan membaca memindai siswa mengalami peningkatan. Jika siswa yang mendapat nilai lebih atau sama dengan 65 minimal 85%, maka proses belajar mengajar dinyatakan tuntas. Untuk mengetahui parameter yang penulis tetapkan, perhatikanlah tabel di bawah ini!

Tabel 6 Indikator Penelitian

No Hasil yang Dicapai Siswa Kategori

1 < 65 Kurang

2 65 – 75 Cukup

3 76− 85 Baik

4 >85 Sangat baik

Langkah selanjutnya adalah melihat hasil belajar siswa yang merupakan nilai rata-rata dari tes dengan menggunakan rumus:

50 X = (Nurgiyantoro, 2011:219)

Keterangan: X = nilai rata-rata

∑x = jumlah nilai yang diperoleh

N = jumlah siswa

Nilai keterampilan membaca memindai siswa diperoleh dari nilai total keseluruhan aspek. Hasilnya dikonsultasikan dengan parameter penelitian untuk menentukan kategori yang diperoleh siswa.

Tabel 7

Rincian Perolehan Nilai Tiap Siswa

No Kode Responden Aspek Penilaian

NRt K 1 2 1 R1 2 R2 ... Keterangan:

1 -- 2 = Kemampuan menuliskan informasi secara cepat dan tepat R = Kode Responden

NRt = Nilai akhir siswa K = Kategori

51 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian Siklus I

Hasil penelitian yang akan diuraikan meliputi observasi dan hasil tes. Hasil penelitian ini diperoleh dari dua tahap yaitu siklus I dan siklus II. Siklus pertama penelitian ini dilakukan pada hari Senin, 25 Januari 2016. Tindakan yang dilakukan pada siklus pertama adalah melaksanakan pembelajaran memindai dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe pair check.

Mengenai pembahasan lebih rinci pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, meliputi pengamatan pelaksanaan tahapan-tahapan dalam model pembelajaran kooperatif tipe pair check dan pelaksanaan observasi guru dan observasi keaktifan belajar siswa yang dilaksanakan dalam dua siklus, dipaparkan peneliti sebagai berikut. 1. Perencanaan Tindakan

Dalam tahap perencanaan tindakan, peneliti menyusun rancangan tindakan yang akan diberikan sebagai berikut.

a. Guru menelaah kurikulum dan buku bahasa Indonesia yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan serta beberapa buku penunjang yang mendukung pelaksanaan KTSP.

b. Guru menyiapkan administrasi pembelajaran yang mencakup RPP yang di dalamnya terdapat penyesuaian garis-garis pokok dan silabus termasuk sistem penilaian.

c. Guru menyiapkan alat-alat tes, seperti soal yang akan diberikan kepada siswa.

d. Guru menyiapkan alat bantu pembelajaran, seperti white board, spidol, penghapus.

52 2. Pelaksanaan Tindakan

Dalam pelaksanaan tindakan, peneliti dibantu oleh guru kolaborator. Peneliti dan guru berkolaborasi dalam kegiatan belajar mengajar. Pada saat tindakan berlangsung kolaborator melakukan observasi menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. Kolaborator mengamati guru dan keaktifan siswa tanpa mengganggu kegiatan siswa, mencatat data-data, atau temuan-temuan yang ada, memberikan catatan-catatan apa saja yang terjadi dalam penelitian tersebut.

Tahapan-tahapan dari pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe pair check, yaitu sebagai berikut.

a. Guru menjelaskan konsep membaca memindai.

b. Siswa membentuk beberapa tim. Setiap tim terdiri dari 4 orang. Dalam satu tim ada 2 pasangan. Setiap pasangan dalam satu tim ada yang menjadi siswa pelatih dan ada yang menjadi siswa partner.

c. Siswa partner mendapatkan soal dari guru.

d. Siswa partner menjawab soal, dan siswa pelatih bertugas mengecek jawabannya. Setiap soal yang benar siswa pelatih memberi kupon. e. Bertukar peran. Siswa pelatih menjadi siswa partner dan siswa partner

menjadi siswa pelatih.

f. Siswa partner mendapat soal dari guru.

g. Siswa partner menjawab soal, dan siswa pelatih bertugas mengecek jawabannya. Setiap soal yang benar siswa pelatih memberi kupon. h. Setiap pasangan kembali ke tim awal dan mencocokkan jawaban satu

sama lain.

i. Guru membimbing dan memberikan arahan atas jawaban dari berbagai soal dan mengecek jawabannya.

53

j. Tim yang paling banyak mendapat kupon diberi hadiah.

k. Guru memberikan evaluasi kepada semua kelompok pasangan tersebut dengan memberikan post test.

Tes akhir siklus diberikan pada akhir pembelajaran setiap siklus. Tes akhir siklus ini diberikan dengan tujuan agar pada saat pembelajaran berlangsung siswa benar-benar berusaha memahami materi yang diberikan sehingga dapat mengerjakan soal tes akhir dengan baik. Tes akhir ini untuk mengukur kemampuan dan keterampilan siswa setelah diberikan pembelajaran dan dilaksanakan secara individu.

Pada pelaksanaan tes akhir siklus I ini siswa terlihat tegang dan kurang fokus karena menghadapi tes individu. Peneliti memberikan penjelasan bahwa tujuan tes akhir ini adalah untuk mengukur kemampuan dan keterampilan siswa setelah pembelajaran selesai diberikan, sehingga dapat diketahui siswa yang bersungguh-sungguh memerhatikan materi atau tidak.

3. Observasi

Hasil observasi guru dan siswa pada siklus I dilaksanakan selama pembelajaran membaca memindai dengan model pembelajaran tipe pair check pada siswa kelas VIII MTs. Masdarul Ulum Ogan Ilir berlangsung.

Pengambilan data melalui observasi ini bertujuan mengetahui perilaku guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran. Observasi ini dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.

Observasi pada penelitian ini dilakukan oleh kolaborator. Dalam kegiatan pengamatan pada penelitian ini, peneliti menggunakan lembar observasi guru dan siswa sebagai instrumen dalam penelitian. Berikut sajian data hasil dari pengamatan dengan menggunakan lembar observasi guru dan siswa yang telah peneliti persiapkan. a. Data Hasil Observasi guru dan Siswa

54 1) Hasil Observasi Guru

Observasi dilakukan guru kolaborator selama pelaksanaan siklus I. Hasil pengamatan guru kolaborator disajikan lembar observasi berikut ini.

LEMBAR OBSERVASI GURU

Nama Guru : Nurjanah

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Pokok Bahasan : Membaca Memindai Kelas/Semester : VIII/2

Siklus : I (Pertama)

Berilah tanda cek list () pada kolom yang sudah disediakan!

NO ASPEK YANG DIAMATI

KRITERIA 5 4 3 2 1

1 Guru membuka pelajaran dengan ramah, menyapa,

memeriksa kehadiran siswa apersepsi.

2 Guru memberikan penjelasan secara terperinci mengenai

materi pembelajaran membaca memindai

3 Guru menguasai materi pembelajaran membaca memindai

dengan baik

4 Guru membimbing siswa dalam proses pair check

5 Guru membimbing siswa untuk membentuk pasangan

6 Guru berkeliling dan mengontrol pasangan agar diskusi

berjalan dengan efektif

7 Guru membimbing siswa untuk melakukan diskusi dengan

pasangannya

8 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk

bertanya terkait dengan pembelajaran membaca memindai

9 Guru memberikan pengarahan proses pair check

10 Guru membantu siswa berbagi dan memotivasi siswa

untuk lebih aktif dalam kegiatan pair check

11 Guru mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa

selama proses pembelajaran

55

13 Guru menumbuhkan partisipasi siswa aktif dalam belajar

14 Guru merespons positif partisipasi siswa

15 Guru mendorong siswa mengungkapkan

pendapat/alternatif pemecahan masalah

16 Guru memancing siswa lain untuk merespon pertanyaan/

jawaban teman

17 Guru memberikan tugas sesuai dengan materi yang

diberikan

18 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya

19 Guru memperhatikan siswa selama proses pembelajaran

berlangsung dan membantu mengarahkan siswa yang

menemukan kesulitan dalam mengerjakan tugas

membaca memindai

20 Guru membuka dan menutup pembelajaran dengan baik

dan mengesankan.

Hasil observasi guru kolaborator dengan melakukan pengamatan selama tindakan siklus I dilaksanakan, ditampilkan dalam tabel dan grafik berikut ini

Tabel 8

Hasil Observasi Guru

NO ASPEK YANG DIAMATI Skor

1 Guru membuka pelajaran dengan ramah, menyapa,

memeriksa kehadiran siswa apersepsi. 5

2 Guru memberikan penjelasan secara terperinci mengenai

materi pembelajaran membaca memindai 4

3 Guru menguasai materi pembelajaran membaca memindai

dengan baik 4

4 Guru membimbing siswa dalam proses pair check 4

5 Guru membimbing siswa untuk membentuk pasangan 4

6 Guru berkeliling dan mengontrol pasangan agar diskusi

berjalan dengan efektif 3

56

pasangannya 4

8 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk

bertanya terkait dengan pembelajaran membaca memindai 4

9 Guru memberikan pengarahan proses pair check 4

10 Guru membantu siswa berbagi dan memotivasi siswa untuk

lebih aktif dalam kegiatan pair check 4

11 Guru mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa

selama proses pembelajaran 5

12 Guru menghidupkan komunikasi interaktif 2

13 Guru menumbuhkan partisipasi siswa aktif dalam belajar

4

14 Guru merespons positif partisipasi siswa 4

15 Guru mendorong siswa mengungkapkan pendapat/alternatif

pemecahan masalah 3

16 Guru memancing siswa lain untuk merespon pertanyaan/

jawaban teman 3

17 Guru memberikan tugas sesuai dengan materi yang

diberikan 4

18 Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya 3

19 Guru memperhatikan siswa selama proses pembelajaran

berlangsung dan membantu mengarahkan siswa yang menemukan kesulitan dalam mengerjakan tugas membaca memindai

4

20 Guru membuka dan menutup pembelajaran dengan baik

dan mengesankan. 5 Keterangan: 5 = sangat baik 4 = baik 3 = sedang 2 = rendah 1 = sangat rendah

57

Data observasi guru kolaborator pada siklus I dipaparkan juga dalam grafik berikut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

.

5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 0 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 s K O R

sangat baik Baik Cukup Rendah Sangat rendah

Siklus I

Grafik 1

Observasi Guru Pada Siklus I

Berdasarkan data hasil observasi guru di atas, dapat diketahui bahwa ada tiga item sikap dan cara guru menyampaikan pelajaran yang dinilai sangat baik. Yakni, guru membuka pelajaran dengan ramah, menyapa, memeriksa kehadiran siswa apersepsi; guru menguasai materi pembelajaran membaca memindai dengan baik; guru mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa selama proses pembelajaran; dan guru membuka dan menutup pembelajaran dengan baik dan mengesankan.

Lalu, ada ada dua belas item yang dinilai baik. Meliputi: guru memberikan penjelasan secara terperinci mengenai materi pembelajaran membaca memindai; Guru menguasai materi pembelajaran membaca memindai dengan baik; guru membimbing

58

siswa untuk melakukan diskusi dengan pasangannya; Guru membimbing siswa untuk membentuk pasangan; guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya terkait dengan pembelajaran membaca memindai; guru membantu siswa berbagi dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan pair check; guru menumbuhkan partisipasi siswa aktif dalam belajar; guru merespon positif partisipasi siswadan guru memperhatikan siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan membantu mengarahkan siswa yang menemukan kesulitan dalam mengerjakan tugas membaca memindai.

Selain itu, ada empat iitem yang dinilai cukup. Yakni, guru mendorong siswa mengungkapkan pendapat/alternatif pemecahan masalah; guru memancing siswa lain untuk merespons pertanyaan/jawaban teman; guru berkeliling dan mengontrol pasangan agar diskusi berjalan dengan efektif; dan guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya.

Terakhir, ada satu item yang dinilai kurang oleh kolaborator. Yakni, guru menghidupkan komunikasi interaktif.

Dari hasil pengamatan di atas, item yang dinilai baik dianggap sudah memadai. Namun butuh perhatian dan diupayakan dapat ditingkatkan pada siklus kedua. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan hasil belajar siswa.

Dan yang sangat perlu mendapat perhatian dan ditingkatkan adalah item yang dinilai cukup. Dalam siklus berikutnya, diharapkan bisa ditingkatkan dan diupayakan dioptimalkan. Guru diharapkan bisa meningkatkan kontrol kepada semua siswa dan semua kelompok yang terbentuk sehingga suasana diskusi bisa lebih hidup. Begitu juga komunikasi interaktif dapat lebih dibangun sehingga komunikasi tidak hanya antara siswa dan guru, tetapi juga antara siswa dengan siswa dan guru dengan siswa.

59

Oleh sebab itu, kekurangan ataupun persoalan dan kendala yang dihadapi bisa diketahui dan bisa diminimalisasi.

2) Data Hasil Observasi Keaktifan Belajar Siswa

Aspek yang diamati dalam observasi siswa meliputi perilaku yang ditunjukkan siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data selengkap mungkin untuk mengetahui perilaku yang ditunjukkan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Aspek yang menjadi sasaran dalam kegiatan observasi adalah sebagai berikut.

a. Keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran. b. Antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran. c. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru.

d. Respons atau sikap siswa selama mengikuti pembelajaran. e. Komentar siswa selama pembelajaran berlangsung.

Dalam siklus I ini seluruh perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung dideskripsikan melalui observasi. Selama proses pembelajaran berlangsung, tidak semua siswa mengikutinya dengan baik. Ada beberapa siswa yang berbicara atau mengobrol sendiri dengan siswa lain sehingga membuat suasana kelas menjadi ramai dan mengganggu siswa yang sedang memperhati-

60 Tabel 9

Aktivitas Siswa Membaca Memindai Siklus I

No Deskripsi

Nama Kelompok Ket

P Q Y R F W Re A

1 Keaktifan siswa dalam

kegiatan pembelajaran

3 4 3 4 3 3 4 3 3,38

2 Antusias siswa dalam

mengikuti pembelajaran 4 4 4 3 3 3 3 4 3,5 3 Perhatian siswa terhadap penjelasan guru 4 3 3 2 3 2 4 3 3,0

4 Respons atau sikap

siswa selama mengikuti pembelajaran

3 3 3 3 3 3 3 3 3,0

5 Komentar siswa selama

pembelajaran berlangsung 2 2 3 3 3 3 2 2 2,5 jumlah 17 16 16 15 15 15 16 16 Rata-rata 3,4 3,2 3,2 3,0 3,0 3,0 3,2 3,2 3,15 Keterangan: Sangat tinggi = 4,20—5,00 Tinggi = 3,40—4,19 Cukup = 2,60—3,39 Rendah = 1,80—2,59 Sangat rendah = 1,00—1,79

Data observasi siswa juga dipaparkan dalam grafik berikut ini supaya mendapat gambaran lebih jelas.

61

.

0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 Keaktifan Antusias Perhatian Respon Komentar 3,38 3,5 3 3 2,5 Sk o r Aktivitas 4,20-5,00 sangat tinggi 3,40-4,19 tinggi 2,60-3,39 cukup 1,80-2,59 rendah Siklus I Rerata= 3,15 Grafik 2

Data Observasi Siswa Pada Siklus I

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran masih dalam kategori cukup. Hal ini disebabkan karena mereka kelihatan malu dan ragu-ragu atas pertanyaan yang ingin mereka sampaikan kepada guru, takut jika pertanyaan yang akan dikemukakan salah, atau malah mereka bingung apa yang harus ditanyakan. Namun juga ada kemungkinan bahwa siswa yang tidak bertanya dikarenakan sudah paham dengan materi yang disampaikan guru. Hal tersebut diketahui pada saat guru bertanya kepada siswa “Apakah kalian sudah paham dengan penjelasan yang ibu berikan?” dan mereka semua menjawab “ sudah sangat paham!”

Antusias siswa dalam kegiatan pembelajaran termasuk ke dalam kategori tinggi. Siswa menunjukkan antusias yang tinggi dalam kegiatan pembelajaran membaca memindai. Hal ini ditunjukkan kesiapan siswa sebelum kegiatan pembelajaran membaca memindai dimulai, siswa mempersiapkan buku mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan tertib. Sebagian siswa masih kelihatan malu dan

62

ragu saat bertanya kepada guru mengenai materi pembelajaran, dan saat praktik membaca memindai beberapa siswa kelihatan bermalas-malasan. Hal ini disebabkan siswa merasa kesulitan menemukan informasi khusus dengan cepat dan tepat dari wacana yang diberikan.

Perhatian siswa terhadap penjelasan yang diberikan guru cukup baik. Siswa

Dokumen terkait